Apa, Bagaimana, Dan Haruskah Burn In HeadPhones?


10 Maret 2016 Oleh Ted

Saat ini saya mulai keracunan virus audiophile. Jenis racun yang sangat berbahaya (bagi dompet ). Karena virus ini pula, kuping saya mulai menjadi rewel, dari yang tadinya ga masalah mendengarkan music lewat earphone 70 ribuan, sekarang jadi (mulai) bisa bedakan kualitas suara dengan yang earphone yang berharga lebih mahal.

Satu hal yang saya rasakan adalah, beda earphone, beda juga karakter suaranya. Lalu saya baca-baca dan juga bincang-bincang, setelah melakukan burn in, maka kualitas suara dari earphone atau headphone bisa berubah.

Saat mendengar istilah ini pertama kali, ada beberapa pertanyaan yang muncul di benak saya:

  • Apa itu burn in earphone / headphone?
  • Bagaimana caranya?
  • Apa pengaruhnya?
  • Apakah ada resiko melakukan burn in?
  • Apakah harus burn in? Atau cuma sekedar mitos saja?

Saya akan menjelaskan hal-hal diatas berdasarkan pengalaman pribadi dan juga dari "kata orang-orang" yang sudah lama bergerak di bidang audiophile.


Note:

Apa itu audiophile? Adalah seseorang yang antusias atau menyukai reproduksi suara berkualitas tinggi (Hi-Fi). Secara sederhana, audiophile adalah sebutan bagi orang yang suka dengerin musik / audio dengan kualitas bagus.

Apa itu High Fidelity (Hi-Fi)? Adalah sebutan untuk (alat) yang bisa mereproduksi suara dengan sedikit distorsi dan memberikan kualitas yang mirip dengan alat musik / suara aslinya.


Apa Itu Burn In Earphone / Headphone?

Adalah suatu proses untuk melenturkan diafragma (diaphragm) earphone sehingga suara yang dihasilkan dapat bagus atau setidaknya sesuai dengan desain dari pabrikan.

Jadi, earphone atau headphone kalau baru dari pabrik, (mungkin) diafragmanya masih kaku dan kurang lemas. Oleh karena itu jika dilakukan burn in akan membuat diaphragm lebih lentur.

Mungkin bila diibaratkan seperti sendal atau sepatu kalau baru beli terasa masih kaku dan harus digunakan dulu beberapa kali baru terasa lebih lentur dan enak.

Bagaimana Cara Burn In Headphone / Earphone ?



Metode mana yang paling benar, paling tepat, paling efektif dan paling jos gandos? Sesuai arti kata Burn = Bakar, berarti harus dibakar atau dipanasi dengan korek bro n sis.... eits bukan itu maksudnya.

Inti dari proses ini adalah untuk "melenturkan" diafragma. Jadi dilakukan dengan cara sbb:

  • Pasang earphone ke perangkat musik (player)
  • Jalankan musik / audio selama waktu yang di inginkan. Bisa hanya beberapa jam, 24 jam, bisa 100 jam, bisa selama-lamanya (kali aja ada yang maniak burn in ).
  • Lebih detil prosedurnya dibawah.

Perlu pakai alat khusus / file audio khusus?

Untuk alat tidak harus khusus, bisa pakai mp3 (DAP) player, pakai ponsel, komputer, dsb.

Untuk file audio? Beberapa forum ada yang mengatakan harus pakai file "Pink Noise", dsb. Kalau mau cari filenya, search saja di Om Google: burn in files for headphones.

Tapi, kalau menurut saya, untuk file audio burn in tidak harus khusus. Karena tujuan utama burn in adalah untuk membuat lentur "speaker", jadi mainkan saja berbagai macam genre musik sehingga di dapat hasil yang optimal.

Player di set pada tingkat volume berapa?

Aturlah pada tingkat dimana anda dapat mendengar suara dengan jelas. Yang pasti jangan di setel dengan tingkat suara terlalu keras / kencang karena beresiko dapat merusak headphone / earphone.

Kalau di setel pada volume rendah / dibawah standar "katanya" tidak akan terlalu membawa efek, istilah kata kurang "nendang".

Apakah untuk proses burn in harus dilakukan non stop?

Anda melakukan burn in non stop dengan tidak non stop (berhenti-berhenti) hasilnya akan sama saja.

Berapa lama waktu ideal proses burn in?

Untuk hal ini tergantung selera masing-masing pemakai. Ada yang bilang hanya butuh beberapa jam saja, ada yang beberapa hari, ada yang perlu seminggu, sebulan , dll.

Jadi, kapan harus "berhenti" melakukan burn in? adalah ketika anda merasa sudah tidak ada perubahan suara lagi dari earphone / headphone.

Apakah ada resiko melakukan burn in?

Resiko terbesar adalah dapat merusak earphone atau headphone. Kok bisa? Kerusakan bisa saja terjadi karena beberapa hal:

  • Anda menyetel musik terlalu keras: mungkin anda sudah mengatur volume dengan tingkat normal, tapi bisa saja ada satu atau beberapa file yang menghasilkan volume terlalu kencang dan tidak sesuai pengaturan awal.
  • Ada kerusakan pada perangkat pemutar musik yang digunakan. Misalnya anda melakukan burn in menggunakan PC, lalu terjadi lonjakan listrik yang tidak stabil yang (mungkin saja) bisa merusak earphone anda.

Apakah bisa kelebihan burn in? Selama menggunakan file musik + player yang baik dan stabil, maka tidak ada istilahnya "over" burn in. Headphone anda akan baik-baik saja.

Apa Pengaruh Burn In ke Headphone / Earphone ?

Ada yang bilang pengaruhnya sangat besar. Suara yang dihasilkan akan lebih sempurna, lebih detil dan nyaman di dengar. Intinya jauh lebih enak dibanding saat belum proses burn in.

Tapi... ada juga yang bilang setelah proses burn in hanya sedikit perbedaan suaranya bahkan ada yang mengatakan tidak ada bedanya sama sekali!

Apakah harus burn in? Atau ini hanya sekedar mitos saja?

Hingga saat ini, diantara para audiophile masih terjadi perdebatan. Sebagian bilang harus burn in, sebagian mengatakan tidak perlu.

Yang pro memberikan bukti-bukti bahwa proses ini benar-benar berguna, tapi demikian pula di posisi yang kontra memberikan bukti sebaliknya.

Yang kontra mengatakan: "Kalau seandainya memang ada perubahan suara, kenapa selalu hasilnya positif? Kenapa tidak ada review yang mengatakan setelah burn in suaranya malah jelek? Kalau ada perubahan suara, berarti semakin lama dipakai akan berubah terus, dong?"

Sementara yang pro mengatakan suara yang dihasilkan sangat signifikan berbeda setelah proses burn in. Dan setelah sampai pada "kondisi ideal" suaranya tidak akan berubah lagi walau digunakan bertahun-tahun selanjutnya.

Di Indonesia sendiri, kalau saya perhatikan, para penggemar audio lebih banyak yang ke pro dengan proses burn in. Kebanyakan dari mereka mengatakan "kalau belum burn in berarti belum menunjukkan kemampuan maksimal dari earphone / headphone".

Jangan karena seseorang yang "ahli" mengatakan "anda harus burn in" berarti hal itu pasti benar. Bahkan ada pula yang mengatakan harus burn in perangkat pemutar musik, kabel, kabel, amp, dll agar suaranya lebih "keluar".

Apa benar begitu? Ingatlah kalau di luar negeri, banyak juga para ahli yang mengatakan bahwa proses burn in itu hanya mitos belaka, tidak ada faedahnya dan hanya merupakan efek psikologis atau efek plasebo.

Jadi, mana yang benar?

Untuk hal ini, saya hanya bisa mengatakan: coba saja sendiri dan percayailah apa yang bisa membuat anda bahagia

Apakah penulis menyarankan melakukan burn in?

Dalam hal percaya atau tidak percaya manfaatnya, saya akan memilih pada posisi netral. Di satu sisi saya percaya mungkin saja proses ini berguna. Tapi di sisi lain saya juga tidak akan kecewa kalau saja ternyata tidak ada perbedaan setelah melakukan burn in.

Kalau dari pengalaman membeli beberapa earphone dan headphone berbeda, saya tidak terlalu memperhatikan ada perbedaan yang berarti saat baru beli maupun saat sudah dipakai beberapa minggu / bulan.

Yah, mungkin saja kuping saya yang kurang peka. Tapi saya punya dua buah earphone dengan tipe yang sama. Satu belum pernah dipakai, satu lagi sudah dipakai cukup lama. Saat saya tes, saya tidak merasakan perbedaannya. Tapi balik lagi, mungkin saja kuping saya yang kurang peka.

Bagi kalian yang pemula (padahal saya juga pemula ) saya tidak terlalu menyarankan proses burn in. Saya lebih menyarankan langsung gunakan dan nikmati saja earphone atau headphone yang baru kalian beli. Lagipula, saya yakin kalian pasti sudah ga sabaran untuk memakainya kan

Toh, selama kalian memakainya, proses burn in akan tetap berlangsung secara natural, dan mungkin saja kalian justru akan bisa memperhatikan perbedaan suaranya (jika memang ada).

Yang pasti, jangan berharap earphone yang berharga puluhan ribu, setelah burn in, kualitas suaranya akan berubah menjadi seperti yang harga jutaan .

Kalau ada yang mengatakan "mungkin gara-gara dulu saya tidak burn in, maka sekarang suara earphone / headphone saya jadi tidak maksimal", maka pendapat tersebut sangatlah salah. Mau dulu dilakukan burn in atau tidak, tidak akan merubah kualitas earphone anda yang sekarang.

Demikianlah informasi mengenai apa itu burn in head phone / earphone, bagaimana cara melakukannya dan apakah harus dilakukan. Semoga bermanfaat - salam, gadoga.com




Berlangganan (Free):



Copas emoticon: 😁 😃 😂 😅 😇 😈 😉 😊 😋 😌 😍 😒 😓 😔 😳 😖 😘 😛 😡 😱 😤 😎 👍 🙏

Jika dirasa artikel ini berguna, silahkan di share / dibagikan

Kembali ke atas 🚀

©2009-2017 gadoga.com - GIG17
Disclaimer | Kebijakan Privasi