Apa itu DRO dan HDR di Kamera (Fotografi)


18 Mei 2017 Oleh Ted

Hampir di semua kamera jaman sekarang ada fitur yang namanya HDR (High Dynamic Range). Tapi apakah sobat tahu apa itu HDR? Kenapa kalau ambil foto dengan fitur HDR terasa lebih lambat / lemot dan malah jelek / berbayang? Lalu ada juga istilahnya DRO (Dynamic Range Optimization). Apa pula itu? Nah di artikel ini akan dijelaskan dengan sesederhana mungkin dengan contoh fotonya.


Apa Itu HDR?

High Dynamic Range kalau diterjemahkan jadi Rentang Dinamis (yang) Tinggi. Maksudnya apa? Sebelumnya kita harus paham, yang dimasuk rentang yang tinggi (jauh) adalah perbedaan besar antara titik tergelap dengan titik paling terang di dalam sebuah foto. Bingung? langsung saja kita lihat contohnya.

Contoh Foto Under Exposure



Apa itu Under Exposure? Adalah kondisi dimana sebuah foto terlihat seperti kekurangan cahaya. Anyway, bahasa Indonesia Exposure adalah pajanan.

Foto diatas diambil dari dalam ruangan yang sebenarnya tidak terlalu gelap, tapi karena perbedaan cahaya yang sangat besar dengan kondisi di luar ruangan yang terlalu terang dan saya mengambil titik exposure (kecerahan) dengan standar di luar ruangan, menyebabkan kondisi di dalam menjadi terlalu gelap. Mari kita lihat perbandingannya dengan foto dibawah agar lebih paham.

Contoh Foto Over Exposure



Apa itu over exposure? adalah kondisi foto dimana terlihat seperti kelebihan (kebanyakan) cahaya / terlalu terang.

Foto diatas adalah di lokasi yang sama, namun kali ini saya menggunakan standar keterangan cahaya dari ruangan yang ada di dalam. Maksudnya, saya mengatur tingkat kecerahan kamera agar bisa mengambil gambar di dalam ruangan dengan jelas.

Tapi jika saya melakukan hal ini ada efek negatifnya. Apa itu? Objek foto yang berada di luar ruangan jadi terlalu terang dan tidak jelas terlihat. Dalam contoh diatas, kita tidak bisa melihat bentuk dari awan yang berada di langit.

Dengan kata lain, di foto barusan, kondisi di dalam ruangan tidaklah over exposure atau sudah pas, tapi untuk objek di luar (awan) mengalami kondisi yang nama over exposure (terlalu terang).

Contoh Foto HDR



Apa itu HDR? Adalah pengaturan di kamera DSLR, kamera kompak, atau kamera apapun (handphone Android, iPhone, dll) yang berguna untuk mengambil foto dengan tingkat perbedaan cahaya yang besar (rentang intensitas cahaya berbeda jauh).

Sobat sebelumnya sudah melihat kondisi Under dan Over Exposure. Karena perbedaan tingkat intensitas cahaya yang sangat besar antara di dalam (gelap) dan luar ruangan (terang), kondisi ini menyebabkan kita jadi serba salah. Kalau kita buat fotonya lebih terang, kita tidak bisa melihat objek di luar. Sebaliknya kalau dibuat lebih gelap, objek di dalam jadi tidak terlihat.

Nah, saat kondisi inilah fitur HDR sangat berguna. Jika fitur ini diaktifkan, kamera biasanya akan mengambil minimal tiga foto yang berbeda (bisa lebih) lalu menyatukannya di dalam satu foto. Hasilnya? foto di dalam maupun di luar ruangan akan terlihat bagus atau jelas. Yah, kalau sederhananya kita bisa dibilang foto HDR itu adalah gabungan dari foto under + normal + over exposure (penyatuan dari foto yang kurang terang, terang biasa dan sangat terang). Berikut foto perbandingannya:



Catatan 1: Kondisi over dan under exposure dipengaruhi oleh tiga hal berikut: ISO, Shutter Speed (Kecepatan Rana) dan juga Aperture (bukaan) yang mungkin akan kita bahas kapan-kapan.

Catatan 2: Contoh Foto diatas diambil menggunakan ponsel Android Xiaomi Redmi Note 3 Pro menggunakan aplikasi Open Camera dan kualitasnya sudah direduksi agar tidak berat saat loading halaman ini.

Kenapa kalau fitur HDR aktif, kamera mengambil foto jadi lebih lambat?

Ya jawabannya itu tadi, karena saat fitur ini diaktifkan, kamera akan mengambil beberapa foto berbeda dengan tingkat kecerahan yang berbeda. Tentu saja kalau mengambil foto beberapa kali akan lebih lemot jika dalam mode biasa yang hanya mengambil foto satu kali saja.

Sebagai catatan, pada beberapa kamera, pengguna dapat mengatur agar selain kita menyimpan hasil foto HDR (sudah disatukan), kita juga bisa menyimpan ketiga foto yang memiliki tingkat kecerahan berbeda. Jadinya dalam sekali jepret kita akan mendapat satu foto under exposure, satu foto over exposure dan satu lagi foto normal exposure.

Apakah kita bisa pakai aplikasi foto editor untuk menciptakan efek HDR?

Jawabannya adalah ya dan tidak. Sebagai contoh, kalau foto under exposure masih mungkin dibuat agar bagian yang gelap (bayangan) dibuat menjadi lebih terang dengan hanya mengandalkan aplikasi photo editor. Tapi sulit kalau kondisi fotonya adalah over exposure, karena objek yang terlalu terang sudah kehilangan detilnya.

Kalau sobat mengambil foto dalam format RAW, maka untuk menciptakan efek HDR akan lebih mungkin dibanding mengambil foto dalam format JPG atau PNG. Tapi tetap saja, hasilnya tidak akan sebaik mode HDR.

Kelebihan foto HDR

Pada kondisi normal, sebenarnya kita tidak perlu mengaktifkan HDR. Namun kelebihan fitur ini adalah dapat mengambil foto dengan baik saat terjadi kondisi dimana rasio perbandingan dari gelap ke terang yang besar. Misalnya untuk mengambil foto dalam kondisi berikut:

  • Foto pemandangan alam. Saat kita memotret landscape, kita sering mengalami kondisi dimana langit terlalu terang, sementara tanah atau air dibawahnya gelap. Kalau kita naikkan exposure, bisa-bisa bagian langit jadi tidak jelas (awan tidak terlihat jelas, dsb). Sebaliknya kalau kita turunkan exposure, dapat menyebabkan tanah / air jadi terlalu gelap. Nah saat kondisi inilah HDR sangat berguna.
  • Kondisi kedua yang cocok adalah jika ingin memotret dari dalam ruangan yang gelap ke luar ruang yang terang. Contohnya seperti yang ada di foto diatas.
  • HDR juga berguna untuk mengambil foto backlight atau kondisi dimana objek membelakangi sinar matahari.
  • dll

Kelemahan Foto HDR

Kelemahan utama HDR adalah pengambilan foto yang lebih lambat (perlu beberapa kali ambil gambar). Oleh karena itu, tidak cocok jika digunakan untuk mengambil objek yang bergerak. Jika dipaksa untuk mengambil objek yang bergerak cepat, bisa dipastikan hasil fotonya akan berbayang / blur.

Untuk kamera entry level, pada umumnya pengambilan foto HDR diwajibkan menggunakan tripod agar hasil fotonya tajam. Jadi, kalau sobat pernah coba ambil foto HDR tapi hasilnya jelek / tidak fokus, maka itu artinya sobat harus pakai tripod.

Apa Itu DRO dalam Fotografi?

Adalah singkatan dari Dynamic Range Optimization. Fitur ini mirip-mirip dengan HDR yang sudah kita bahas sebelumnya. Berguna untuk mengambil foto dengan rasio perbedaan cahaya yang besar. Bedanya adalah, kalau di DRO, kamera hanya mengambil satu foto saja (tidak beberapa seperti HDR) lalu setelah itu di optimalisasikan dengan membuat bagian yang gelap (bayangan) menjadi lebih terang melalui proses digital, dsb. Tiap produsen kamera / software menggunakan metode / cara yang berbeda-beda dalam mode DRO ini.

DRO VS HDR, lebih baik mana?

Kelebihan dari DRO adalah pengambilan foto yang lebih cepat. Jadi kalau sobat ingin mengambil objek foto yang bergerak, maka lebih baik (malah bisa dibilang harus) pakai mode DRO.

Kelebihan foto HDR adalah memiliki rentang dinamis yang lebih bagus seperti kita sudah bahas sebelumnya.

Jadi, semua dikembalikan ke kondisi dan situasi. Kalau sobat tidak menggunakan tripod / mengambil foto cepat (quick snap shoot), maka lebih baik pakai DRO atau mode normal saja. Sementara kalau mau foto pemandangan pakai tripod, maka HDR sangat disarankan.

Sebagai catatan, kebanyakan mode HDR yang ada di handphone / ponsel sebenarnya adalah DRO mode (hanya ambil satu foto lalu di edit secara software), bukan HDR. Cuma karena kata-kata HDR lebih umum diketahui oleh banyak orang, maka ditulisnya HDR saja.

Jika sobat ingin mencoba fitur HDR yang sesungguhnya di ponsel Android, bisa mencoba aplikasi bernama Open Camera. Review dan video aplikasi ini bisa dibaca pada artikel:

Review 2 Aplikasi Kamera Android Terbaik yang Mirip DSLR

Demikianlah info singkat apa itu HDR dan DRO, semoga berguna


-Apa itu DRO dan HDR di Kamera (Fotografi)-



Berlangganan (Free):



Copas emoticon: 😁 😃 😂 😅 😇 😈 😉 😊 😌 😍 😒 😓 😔 😳 😖 😘 😛 😡 😭 😱 😤 😎 👍 🙏

Jika dirasa artikel ini berguna, silahkan di share / dibagikan

Kembali ke atas 🚀

©2009-2017 gadoga.com - V.11.09.7
Disclaimer | Kebijakan Privasi