Apa itu handphone Kingcopy, Supercopy, HDC, Refurbished dan Black Market?



19 Januari 2016 Oleh Ted



Dibawah ini adalah pengertian jenis-jenis ponsel yang beredar di pasaran Indonesia. Mulai dari yang resmi sampai yang selundupan, dari yang original sampai yang replika / palsu.

Ponsel original garansi resmi

Handphone original bergaransi resmi adalah ponsel yang beredar secara resmi dan sah di negara Indonesia. Dalam artian sebelum dieadarkan di pasaran sudah diuji terlebih dahulu, mengikuti semua peraturan yang berlaku,serta sudah membayar seluruh biaya-biaya yang harus dibayarkan ke negara.

Jika kita membeli hp original bergaransi resmi, kita akan mendapat jaminan layanan purna jual (service center) yang baik dan juga seluruh fitur ponselnya, baik dari segi hardware maupun software sudah sesuai dengan peruntukan di Indonesia.

Handphone original garansi distributor / internasional

Adalah ponsel yang original / asli namun tidak didukung oleh layanan purna jual / service center di Indonesia. Dalam artian kalau ada kerusakan akan ditolak oleh service center resmi disini.

"☀ Baca juga: Beda Garansi Resmi, Distributor dan Internasional"

Apa itu Handphone Refurbished / Rekondisi?

Adalah ponsel bekas atau bisa juga ponsel yang sudah rusak lalu di "permak" ulang, diperbaiki bagian-bagian yang rusak lalu dijual lagi seakan-akan adalah ponsel baru.

Dulu jamannya ponsel BlackBerry banyak sekali yang dijual dengan kondisi refurbish. Kalau sekarang, handphone refurbished yang paling banyak dijual adalah iPhone. Beberapa hal yang perlu diperhatikan tentang HP Rekondisi:

  • Spare part yang diganti / diperbaiki belum tentu asli. Misalnya kalau casingnya diganti baru karena yang lama sudah lecet parah, belum tentu case barunya adalah original /asli. Atau kalau layarnya rusak, bisa jadi pengganti layarnya bukan yang ori, tapi pakai KW. Inilah penyebab beberapa hp refurbish seperti kurang enak dipakai dibanding yang beli original dari baru.
  • Untuk aksesoris pendukungnya, seperti charger, earphone, dsb belum tentu barang asli.
  • Untuk keamanannya tidak bisa terjamin, demikian juga untuk keawetannya. Kita tidak bisa mengetahui seberapa parah kerusakan sebelumnya. Mungkin saja tidak ada masalah sebelumya (hanya diganti casing biar kelihatan baru) tapi bisa saja sebelumnya ponsel itu sudah pernah tenggelam sedalam 100 meter Belum lagi tidak ada yang tahu apakah ponsel tersebut diperbaiki dengan baik atau hanya asal-asalan (sebut saja solder berantakan, baut / plat pengaman tidak dipasang semua biar cepat, dll)

Intinya adalah, beli ponsel refurbished memiliki resiko yang sama seperti membeli ponsel bekas. Walau tampilan seperti baru, tapi kenyataannya itu hanya hp second yang di dandanin lagi biar kelihatan baru.

Lalu ada juga istilahnya iPhone CPO atau "Apple Certified Pre-Owned", apa pula itu? Adalah ponsel iPhone yang sebenarnya masuk dalam kategori refurbish juga. Hanya saja yang melakukan "peremajaan" adalah dari pihak Apple sendiri. Artinya semua bagian yang rusak / perlu diberbaiki akan diganti dengan part yang original dan juga terjamin kualitas serta keamanannya.

Biasanya Apple melakukan hal ini untuk iPhone generasi yang cukup lama. Untuk kemasannya pun tertulis jelas "Apple Certified Pre-Owned" (biasanya box warna putih polos). Hal ini untuk membedakan iPhone yang baru dengan yang refurbish. Sedangkan kalau refurbish non resmi dari Apple, kemasannya akan terlihat seperti box baru (bukan putih polos), tujuannya tentu saja untuk mengelabui calon pembeli agar dikira unit yang dibeli adalah barang baru.

Kesimpulannya, kalau mau beli iPhone (atau ponsel lain) yang refurbish abal-abal, maka siap-siap saja beli kucing dalam karung alias tidak ada yang bisa menjamin kualitas serta keamanannya. Tapi kalau sobat mau beli iPhone CPO, maka hal tersebut masih baik untuk dilakukan, karena kualitasnya hampir sama seperti iPhone baru. Selain itu aksesorisnya pun (charger, headset, kabel, dll) diberikan yang original.

Catatan: saya bahas iPhone karena saat ini mayoritas barang refurbished adalah iPhone, tapi pada dasarnya ini berlaku untuk semua jenis ponsel.

Apa itu ponsel Black Market (BM)?

Adalah handphone yang masuk ke Indonesia secara tidak resmi / selundupan, oleh karena itu di istilahkan black market / pasar gelap. Beberapa hal yang perlu diperhatikan tentang ponsel BM:

Sudah pasti tidak ada garansi

Kalau pun ada garansi itu hanya garansi toko / personal yang tidak terjamin

Bisa saja itu produk bekas

Kalau di luar negeri biasanya ponsel itu didapatkan gratis tanpa penggunanya perlu beli sendiri dengan syarat harus belangganan paket telekomunikasi (abonemen) selama beberapa waktu (biasanya diatas satu tahun). Nah terkadang provider menawarkan bagi konsumen yang tidak puas dengan HP yang dipakai sekarang atau ingin upgrade, bisa menukarnya dengan ponsel yang baru dengan cara mengembalikan ponsel yang lama ke provider telepon lalu konsumen bisa menukarnya dengan yang lain.

Ponsel-ponsel yang dikembalikan inilah yang (entah bagaimana caranya) akhirnya masuk ke Indonesia dan biasanya tanpa jalur resmi. Kalau sobat melihat handphone yang ada logonya operator telekomunikasi luar negeri, itu biasanya adalah ponsel "tarikan" yang kalau disana sudah tidak laku lagi kemudian dijual disini.

Bisa saja itu ponsel refurbished

Misalnya sobat mau beli smartphone, lalu cari yang harganya murah dan ditawarkan oleh penjual ponsel BM. Yang ada di pikiran sobat mungkin seperti ini "Waaah... ini HP udah keren, masih baru, harganya murah banget! ini bisa murah pasti karena HP Black Market" Kenyataannya adalah, dalam sebagian besar kasus, ponsel BM itu tidak lain dan tidak bukan hanyalah HP Refurbished, makanya harganya bisa murah.

Bisa saja itu ponsel palsu

Ada penjual yang mengatakan produknya adalah barang BM makanya bisa sangat murah. Tapi kenyataannya bisa murah karena yang dijual adalah barang palsu / tiruan.

Kesimpulannya adalah, jika ada yang menjual produk BM, tidak ada yang bisa menjamin apakah itu produk asli dan baru (hanya saja masuk dengan cara diselundupkan) ataukah itu adalah HP second, refurbished atau bisa juga palsu.

Apa itu Handphone Kingcopy / Supercopy?

Adalah HP tiruan atau palsu atau bisa dibilang replika. Yang paling sering di tiru (copy) biasanya adalah smartphone Samsung Galaxy S dan Note series serta iPhone. Yang disebut King atau Super Copy adalah handphone tiruan yang sangat mirip dengan aslinya. Baik dalam desain, ukuran, bahan yang digunakan sampai dengan software dan spesifikasi yang diusung.

Tapi, tentu saja kalau urusan kualitas tidak akan sebaik yang asli, wajar saja harga ponsel tiruan bisa 1/3 lebih murah dibanding yang asli. Kalau dilihat sekilas / dilihat hanya dari fisiknya saja dan tidak ditelusuri dengan lebih baik, ponsel Kingcopy / supercopy tidak bisa dibedakan dengan yang asli.

Apa itu handphone HDC?

HDC adalah nama produsen handphone tiruan / replika yang mana memiliki kualitas rapi / bagus seperti aslinya. Bisa dibilang kualitas King atau Super lah. Ini sih "katanya" ya sobat, karena saya pribadi belum pernah beli ponsel tiruan baik yang buatan HDC maupun yang lain.

Berdasarkan beberapa informasi yang didapat, dari segi fisik / bentuk serta ukuran, ponsel HDC adalah 100% sama dengan yang original, tapi dari segi jeroan, ternyata smartphone HDC sendiri ada tingkatannya, yaitu (diurutkan dari yang murah sampai yang mahal):

  • HDC Lite: prosesor masih dual core, RAM 512 MB, kamera maksimal 5MP
  • HDC Ice: Prosesor dual core (speed lebih tinggi dari Lite), RAM 512MB / 1GB, kamera maks 5MP
  • HDC Max: Procie Quad Core, RAM 1GB, Kamera maks 8 MP. Layar HD 720p
  • HDC Pro: Procie Quad Core (lebih cepat dari MAX), RAM 1-2 GB, Kamera maks 8 MP. Layar HD
  • HDC Extreme: Procie Octa Core, RAM 2 GB, Kamera maks 12 MP. Layar up to Full HD 1080p
  • HDC Ultra: Prosesor Octa Core, RAM 2-3 GB, Kamera maks 16 MP. Layar up to Full HD 1080p
  • HDC Ultimate: sama seperti seri Ultra, cuma bedanya ada tambahan sensor sidik jari
  • HDC Prime: Sama sepertu Ultra / Ultimate, bedanya adalah RAM yang digunakan biasanya 3GB.

Jadi, misalnya ada tiruan iPhone 6 buatan HDC, maka ada kemungkinan beberapa versi, apakah itu versi Lite, Pro, Ultimate atau yang lainnya. Secara fisik sama saja, cuma beda di spesifikasi hardware dalamnya. Tentu saja yang memiliki spesifikasi tinggi akan memiliki performa yang lebih baik.

Kesimpulan

Saya sangat menyarankan jika sobat ingin beli handphone / smartphone, sebaiknya belilah yang asli dan bergaransi resmi. Apalagi jika sobat berencana menggunakan ponsel tersebut dalam jangka waktu lama. Ponsel refurbished, black market atau ponsel palsu (replika) tidak terjamin kualitas dan lebih penting lagi, tidak terjamin keamanannya. Pikirkan baik-baik sebelum memutuskan, utamakan fungsi diatas gengsi dan jangan tergiur dengan barang murah tapi ternyata memang murahan.

"☀ Artikel terkait: Beda Garansi Resmi, Distributor dan Internasional"


Jika dirasa artikel ini berguna, silahkan di share / dibagikan



Berlangganan (Free):



Copas emoticon: 😁 😃 😂 😅 😇 😈 😉 😊 😌 😍 😒 😓 😔 😳 😖 😘 😛 😡 😭 😱 😤 😎 👍 🙏

Jika dirasa artikel ini berguna, silahkan di share / dibagikan

Kembali ke atas 🚀

©2009-2017 gadoga.com - V.11.09.7
Disclaimer | Kebijakan Privasi