Apa Itu Keramik KW1, KW2, KW3? + Tips Memilih Keramik



23 September 2016 oleh Ted

Saat kita ingin membangun atau merenovasi rumah maka memilih keramik merupakan salah satu hal yang penting. Banyak orang yang menyepelekan hal ini termasuk saya sendiri sebenarnya. Tapi bila sobat ingin membangun sebuah rumah atau merenovasinya maka ada baiknya sobat mengetahui beberapa hal mendasar tentang keramik.

Pada artikel kali ini akan dibahas mengenai perbedaan keramik KW1, KW2, KW3, sebaiknya kita membeli yang mana dan juga beberapa tips pemilihan lantai untuk kamar mandi, teras, garasi, dapur, dsb.

Apa itu Keramik KW1, KW2, KW3?

Istilah KW identik dengan barang palsu, tapi tidak halnya dengan keramik. KW1, KW2, dan KW3 itu dibuat oleh pabrikan yang sama, alias semuanya asli, tidak ada yang palsu. Lalu bedanya dimana? Beda di kualitas.

KW1 atau kadang disebut Grade A memiliki kualitas yang paling bagus, sedangkan KW3 paling buruk. Seburuk apa sih? Kok bisa dalam satu pabrik mengeluarkan kualitas yang berbeda? Berikut penjelasannya.

Ketika sebuah pabrik memproduksi keramik, mereka akan melakukan pengujian (Quality Control /QC) terlebih dahulu terhadap kualitas hasil produksinya sebelum produknya didistribusikan ke pasaran.

Dari hasil pengujian inilah akan ditentukan KW1, 2 dan 3. Jadi sebenarnya semuanya di produksi dalam pabrik yang sama dengan metode atau cara yang sama.

Singkatnya, satu produksi yang sama > akan dilakukan QC > Keramik yang "sempurna" dicap KW1 > yang cukup bagus dicap KW2 > yang kurang bagus dicap KW3.

Cara Mengetahui Grade Keramik KW1, KW2 dan KW3



Grade kualitas keramik bisa dilihat pada kardus kemasannya (lihat gambar point 1). Atau bisa juga menanyakan ke penjual. Tapi kalau bertanya ke penjual terkadang bilangnya KW2, ternyata saat dikirim KW3.

Untuk KW1 terkadang ditulis grade A. Sedangkan untuk KW3 kadang juga tidak ditulis keterangan KW3, tapi kardusnya menggunakan polos, tidak bermerk atau seperti seadanya.

Perbedaan KW1, KW2 dan KW3

Keramik KW1 adalah yang paling bagus. Dalam arti permukaannya "tidak ada" / sangat sedikit cacat, warnanya rata dan juga ukurannya presisi antara satu keramik dengan yang lain. Catatan: Walaupun dilabeli KW1, tapi belum tentu berarti 100% bebas cacat. Mungkin ada ketidaksempurnaan, tapi sangat sedikit.

Keramik KW2 memiliki kualitas mirip dengan KW1. Bedanya mungkin ada sedikit cacat di permukaan, misalnya seperti ada retak rambut di finishing lapisannya (lihat gambar point 2) atau gradasi warnanya kurang rata, dsb. Tapi untuk keramik KW2 biasanya kalau orang awam tidak terlalu bisa membedakannya dengan yang KW1, kecuali yang biasa pasang keramik atau yang matanya jeli.

Keramik KW3 bisa dibilang paling jelek. Selain kemungkinan ada cacat di permukaan, bisa juga ukurannya tidak presisi dalam artian antara keramik satu dengan yang lain berbeda ukuran beberapa mm (antara 1-3mm, kalau parah bisa 5mm).

Keramik KW3 yang perbedaan ukurannya terlalu jauh akan tidak mungkin dipasang sejajar, walaupun sudah diakali dengan nat yang cukup besar. (nat = pengisi jarak antara satu ubin dengan yang lain). Kalau dipaksa dipasang sejajar, keramiknya akan terlihat tidak rapi, alias bisa terlihat seperti naik turun, tidak bisa ditarik garis lurus (lihat Gambar Point 2).

Untuk mensiasati keramik KW3 yang beda ukurannya besar, maka pemasangan keramik harus model batu-bata (lihat gambar point 3). Dengan begini perbedaan ukurannya tidak terlalu kelihatan bahkan bisa dibilang tidak terlihat.

Note:

  • Tidak semua keramik KW3 memiliki kualitas permukaan yang jelek + tidak presisi. Ada juga yang permukaannya halus / bagus tapi hanya ukurannya yang kurang presisi dan sebaliknya ada yang permukaannya mungkin ada cacat, dsb, tapi ukurannya presisi.
  • Kekuatan keramik KW1, 2 dan 3 sama saja, karena dibuat di pabrik yang sama dengan cara dan bahan yang sama pula.

Kalau ada keramik KW4, bisa dibilang itu yang paling parah, mungkin sebaiknya jangan dibeli kecuali dijual dengan harga sangat murah atau kalau sobat lagi butuh pasang keramik dengan corak abstrak

Jadi, sebaiknya beli keramik KW1, KW2 atau KW3?

Untuk hal ini sebenarnya tergantung kantong juga sih. Kalau dananya ada atau berlebih, jelas sebaiknya beli keramik KW1. Kalau sepertinya mubasir beli KW1, maka beli KW2 juga tidak masalah, kualitasnya tidak jauh beda dengan KW1.

Apakah layak beli KW3? Tergantung seberapa "parah" KW3-nya. Untuk hal ini memang agak susah juga untuk mengetahuinya, karena biasanya baru bisa kelihatan setelah keramiknya dikeluarkan dari kardus.

Kalau seandainya mau mencoba keramik KW3, mungkin bisa beli sedikit dulu, kalau dirasa bagus atau masih masuk, baru beli lagi sisanya. Sebenarnya "resiko terbesar" membeli KW3 adalah ukurannya yang tidak presisi -sehingga pasangnya harus model batu bata- kalau dari segi permukaan atau finishing bisa dibilang masih bisa di toleransi (berdasarkan pengalaman).

Saya pribadi pernah membeli keramik KW3 dan menurut saya kualitasnya masih cukup bagus kok dan tidak menyesal beli yang KW3. Sebagai catatan, kalau butuh keramiknya tidak terlalu banyak, maka sebaiknya beli yang KW2 atau KW1 karena namanya keramik akan digunakan dalam jangka waktu yang lama. Selain itu kalau hanya butuh sedikit, beda harganya tidak akan terlalu banyak.

Tips Umum Memilih Keramik

Merk

Untuk merk saya tidak bisa memberi saran terlalu banyak. Seharusnya merk yang mahal memberikan kualitas yang lebih bagus ya. Mungkin pada awal pembelian antara merk yang mahal dengan yang murah dari segi tampilan sama saja.

Tapi biasanya baru terlihat perbedaanya setelah digunakan beberapa lama. Yang mahal (seharusnya) lebih awet, misalnya permukaannya masih sama seperti baru dibeli, sementara yang murah mungkin sudah seperti kurang mengkilat, terkelupas, dsb.

Warna

Warna yang cerah atau terang akan memberi kesan yang luas. Jika ruangannya tidak terlalu besar, disarankan pakai warna terang untuk menghindari kesan sempit.

Tapi kalau ruangannya luas, maka pilihan warna lebih fleksibel dan dapat disesuaikan dengan tema yang digunakan. Warna gelap bila digunakan dengan tepat dapat menimbulkan kesan cozy, bisa juga jadi berkelas atau romantis atau hangat. Tergantung penggunaannya.

Imajinasikan perabotan yang akan digunakan itu dominan warna apa serta cat temboknya warna apa dan lalu bayangkan jika dipadukan dengan keramik yang sobat akan gunakan, kira-kira akan terlihat bagus atau tidak.

Hal ini penting, karena saat kita melihat dan memilih keramik, terkadang sepertinya terlihat sangat bagus, tapi saat dipasang malah terlihat kurang cocok bahkan jelek karena tidak matching dengan tema ruangan.

Ukuran

Keramik berukuran besar akan membuat kesan ruangan terlihat lebih luas. Hal ini dikarenakan saat kita melihat keramik ukuran big, maka otak kita akan berpikir bahwa ruangan ini besar.

Tapi jangan juga menggunakan keramik yang terlewat besar, tidak sebanding dengan ukuran ruangannya karena malah akan terlihat seperti timpang. Untuk ruang tamu, sebaiknya menggunakan jangan lebih kecil dari 30X30cm (diatas itu boleh dan disarankan), dibawah itu akan terlihat "sumpek". Ini hanya pendapat saya pribadi sih.

Cari Diskonan

Sudah bukan rahasia kalau keramik yang dijual di toko bangunan swalayan ber-AC biasanya dijual dengan harga sedikit lebih mahal dibanding toko-toko keramik pinggir jalan. Tapi coba cari diskonan di tempat itu, terkadang kita bisa menemukan keramik dengan kualitas cukup bagus dengan harga yang lebih rendah dibanding pasaran.

Beli langsung banyak

Tips ini berguna jika sobat membutuhkan keramik dalam jumlah banyak dan menggunakan warna selain putih. Sebelum beli, tentu saja sobat perlu tanyakan dulu ke toko keramiknya ada berapa sisa stoknya. Jika sudah tinggal sedikit atau pas-pasan sebaiknya beli langsung banyak.

Alasannya adalah, jika sudah beda produksi, maka sobat tidak akan mendapatkan keramik dengan warna yang sama persis, walaupun kode barangnya sama.

Misalnya sobat beli keramik merk A warna navy blue produksi bulan Januari. Lalu setelah itu sobat beli lagi merk dan warna yang sama tapi sudah beda produksi (misalnya produksi April), maka sangat besar kemungkinannya -bahkan kalau kata toko keramiknya- pasti akan terdapat perbedaan warna dengan yang produksi sebelumnya. Jadi jika dipasang akan terlihat belang. Seberapa besar bedanya? Hanya Tuhan dan pabrik keramik yang tahu. Kadang beda jauh, kadang cuma sedikit saja.

Intinya adalah, kalau mau beli keramik untuk satu ruangan, maka sebaiknya beli sekalian banyak atau setidaknya cukup untuk satu ruangan itu. Kalau beli sedikit-sedikit lalu stok-nya habis, bisa belang.

Finishing Permukaan / Glasir

Permukaan keramik berbeda-beda. Umumnya ada yang glossy / mengkilat, ada yang matte / dof, ada yang satin (antara matte dan glossy) lalu ada juga yang permukaannya kasar seperti amplas.

Pilih permukaan keramik sesuai dengan peruntukannya. Akan dibahas lebih detil dibawah.

Cek Kualitas permukaannya

Untuk mengecek ini sebenarnya agak sedikit "beresiko" sih. Takut di omelin sama yang jual keramik he he. Kalau memungkinkan (atau kalau perlu minta ijin dulu), coba gesek-gesek permukaan keramik pakai benda yang terbuat dari besi, misalnya pakai kunci. Lalu lihat apakah ada goresan atau tidak.

Tentu saja tidak perlu ekstrim menggoresnya, secukupnya saja untuk mengetahui apakah keramik itu mudah sekali baret atau tidak.

Cek Beratnya

Coba angkat keramik yang mau dibeli. Kalau terasa ringan kemungkinan itu untuk dinding. Kalau lebih berat biasanya untuk lantai. Akan dijelaskan lebih detil dibawah.

Tips Memilih Lantai Kamar Mandi

1. Gunakan Keramik Dengan Permukaan Kasar

Yang paling penting untuk diingat adalah, untuk lantai kamar mandi harus menggunakan keramik dengan permukaan kasar. Cari keramik yang kasar seperti amplas, coba raba dengan tangan apakah terasa kesat atau tidak.

Kasar berbeda dengan tidak rata. Karena ada keramik yang permukaannya tidak rata tapi permukaannya sebenarnya licin. Jadi raba saja dengan tangan untuk memastikan permukaannya kesat, jangan hanya mengandalkan penglihatan,

JANGAN menggunakan keramik dengan permukaan glossy dan licin karena sangat berbahaya bisa terpleset kalau terkena air.

2. Jangan Gunakan Keramik Berukuran Terlalu Besar

Mungkin sobat berpikir ingin membuat kamar mandi terlihat luas lalu menggunakan keramik ukuran besar. Hal ini sebaiknya dihindari dan dilihat dulu kondisi ruangan dan penempatannya.

Alasannya adalah kalau di kamar mandi biasanya terdapat banyak lekuk-lekuk dan perlu dipotong bagian-bagian dari keramiknya. Misalnya untuk menyesuaikan dengan lekuk toilet atau dengan pipa wastafel, dsb. Kalau pakai keramik ukuran besar akan sulit memotong dan settingnya.

Jadi, gunakan keramik dengan ukuran yang pas, jangan yang terlalu besar agar proses instalasi dan pemasangannya tidak terlalu merepotkan dan terlihat bagus / tidak aneh.

3. Pilih Keramik Khusus Untuk Dinding

Dinding kamar mandi sebaiknya dipasang keramik agar tidak jamuran. Tidak perlu dipasang sampai keatas jika dananya pas-pasan, cukup dipasang secukupnya saja setinggi cipratan air mengenai dinding (biasanya setengah dari tinggi kamar mandi).

Saya dulu berpikir keramik untuk dinding dengan keramik di lantai sama saja. Ternyata sebenarnya berbeda.

Apa bedanya? Keramik untuk lantai sering mendapat beban berat (dilewati orang atau kendaraan), oleh karena itu dibakar hanya satu kali saja (Single Firing). Tujuannya agar permukaannya keras tapi masih cukup kuat dan tahan beban kejut.

Sedangkan keramik untuk dinding biasanya dibakar dua kali (Double Firing). Tujuannya adalah meminimalir kandungan air di dalam keramik. Efek positifnya adalah jadi lebih tahan air dan juga ringan, cocok untuk ditempel di dinding karena posisinya vertikal. Tapi juga memiliki efek negatif karena dibakar dua kali jadi lebih getas dan mudah pecah jika mendapat beban berat.

Keramik untuk lantai bisa saja kalau mau dipakai untuk dinding, tapi JANGAN sebaliknya. Alasannya itu tadi, keramik untuk dinding lebih rapuh kalau diinjak.

Kalau sobat ingin menggunakan dua warna yang berbeda pada dinding, misalnya keramik warna gelap dibawah dan warna terang diatas, maka sobat bisa menggunakan yang namanya Listello - yaitu semacam keramik berukuran tidak terlalu besar yang berguna sebagai pembatas atau sebagai aksen / pemanis.

Tips Memilih Keramik Lantai Ruang Tamu & Kamar Tidur

Untuk ruang tamu dan kamar tidur, disarankan pakai keramik yang memiliki permukaan glossy (mengkilat) atau yang satin dengan permukaan yang licin. Alasannya karena lantai ruang tamu dan kamar tidur sering kita lewati dan mungkin akan sering buat duduk-duduk atau anak-anak bermain.

Dengan lantai yang permukaannya licin akan mudah membersihkannya kalau ada noda atau kotoran. Sedangkan untuk warna, ukuran dll bisa mengikuti tips memilih keramik umum diatas.

Tips Memilih Lantai Teras

Untuk teras perlu memikirkan apakah terkena hujan atau tidak. Kalau kena hujan sebaiknya pakai keramik yang kasar dan sebaliknya.

Beberapa orang memilih menggunakan keramik dengan motif batu-batu untuk menampilkan kesan natural, tapi yang perlu dipikirkan adalah, jika menggunakan motif batu-batu dan terasnya dekat dengan rerumputan atau tanah, jika ada binatang seperti kelabang, dsb akan sedikit menyaru / agak sulit kelihatan ketika lagi berjalan di atas keramik motif natural.

Selain itu, untuk keramik yang model 3D atau timbul, perlu diperhatikan juga apakah sering dilewati atau tidak. Kalau sering dilewati, dalam jangka lama bisa saja membuat bagian yang timbul itu terkikis dan terlihat putih-putih.

Itu adalah resiko yang perlu dipikirkan, tapi kalau saya pribadi tetap menggunakan keramik motif batu-batu yang timbul karena terlihat lebih apik (balik lagi ke selera).

Tips Memilih Lantai Dapur

Kalau dapurnya sering terkena air / dapur basah, maka sebaiknya pilih keramik yang permukaan kasar. Kalau dapur kering maka boleh pakai yang licin. Disesuaikan saja. Lainnya ikuti tips umum diatas.

Tips Memilih Keramik Untuk Lantai Garasi / Car Port.

1. Beli Yang Tahan Beban Berat

Karena garasi akan sering dilewati oleh kendaraan, entah mobil atau motor, maka pilih keramik yang kuat dan tahan beban. Biasanya keramik untuk garasi lebih berat. Tapi kalau pakai keramik yang untuk lantai sebenarnya bisa-bisa saja. Asal jangan pakai keramik yang untuk dinding, mudah pecah.

2. Beli Yang Kasar / Keset

Sangat disarankan menggunakan keramik yang keset / kasar untuk garasi. Karena kalau kendaran baru kehujanan lalu masuk ke garasi maka sangat berbahaya untuk motor karena mudah terjatuh karena licin (saya pernah mengalaminya).

Kalau untuk mobil, jika garasinya agak sedikit menanjak dan menggunakan keramik licin maka ban akan mudah slip yang menyebabkan mobil tidak bisa naik / masuk garasi.

Kalau karena satu dan lain hal sobat tidak ingin pakai keramik yang kasar, maka bisa menggunakan setidaknya pada jalur yang dilewati oleh ban kendaraan saja, sisanya pakai yang licin (tidak terlalu disarankan).

Demikianlah artikel mengenai perbedaan keramik KW1, KW2, dan KW3 serta tips memilih keramik untuk kamar mandi, garasi, teras, ruang tamu, dll. Semoga bermanfaat

Mau selalu dapat tips & trik, tutorial dan review terbaru? , dan juga Channel YouTube kami. Tujuannya biar kamu gampang menemukan gadoga.com, mungkin suatu saat kamu akan membutuhkannya Gratis kok sob! Jangan lupa juga untuk share artikel ini, mungkin bisa berguna untuk yang lain.




Berlangganan (Free):



Copas emoticon: 😁 😃 😂 😅 😇 😈 😉 😊 😌 😍 😒 😓 😔 😳 😖 😘 😛 😡 😭 😱 😤 😎 👍 🙏

Jika dirasa artikel ini berguna, silahkan di share / dibagikan

Kembali ke atas 🚀

©2009-2017 gadoga.com - V.11.09.7
Disclaimer | Kebijakan Privasi