Apakah Nabi Muhammad Diramalkan / Disebutkan di Dalam Alkitab?

10 April 2017 Oleh Ted



Artikel ini ditulis tidak untuk menjelekkan nabi Muhammad. Dan saya sama sekali tidak akan membahas nabi Muhammad yang tertulis di dalam Al-Quran. Saya hanya menjelaskan dari sisi Alkitab, karena banyak saudara muslim percaya bahwa nabi Muhammad sudah diramalkan kedatangannya di dalam Alkitab, apakah benar begitu?

Sebelum memulai, saya ingin tegaskan di awal bahwa Alkitab dan Al-Quran adalah dua kitab yang berbeda. Kita tidak bisa (dan juga tidak perlu) menggunakan ayat-ayat di dalam Alkitab untuk memperkuat kebenaran Al-Quran, demikian juga sebaliknya. Percaya dirilah dengan kitab suci masing-masing.

Ada orang-orang Kristen yang menggunakan ayat-ayat di Al-Quran untuk mengajak orang Muslim masuk Kristen dan juga ada orang-orang Muslim (Contohnya Dr. Zakir Naik) yang sering mengutip ayat-ayat di Alkitab untuk mengajak orang masuk Islam.

Salah satu ayat yang paling sering digunakan oleh Dr. Zakir Naik adalah dari kitab Kidung Agung 5:16:

Menurut Dr. Zakir Naik, itu salah diterjemahkan. Beliau lalu mengatakan kita harus lihat dari bahasa aslinya / bahasa Ibraninya seperti apa:

yə·rū·šā·lim. bə·nō·wṯ rê·‘î, wə·zeh ḏō·w·ḏî zeh ma·ḥă·mad·dîm; wə·ḵul·lōw mam·ṯaq·qîm, ḥik·kōw

יְרוּשָׁלִָֽם׃ בְּנ֖וֹת רֵעִ֔י וְזֶ֣ה דוֹדִי֙ זֶ֤ה מַחֲמַדִּ֑ים מַֽמְתַקִּ֔ים חִכּוֹ֙

Yang mau baca bahasa Ibraninya bisa klik link berikut.

Terjemahan Indonesia (TB): Kata-katanya manis semata-mata, segala sesuatu padanya menarik. Demikianlah kekasihku, demikianlah temanku, hai puteri-puteri Yerusalem.
Terjemahan Inggris (KJV): His mouth is most sweet: yea, he is altogether lovely. This is my beloved, and this is my friend, O daughters of Jerusalem.

Menurut beliau, seharusnya terjemahan yang benar adalah sebagai berikut:

"His mouth is most sweet: yea, he is Muhammad. He is my beloved, and he is my friend, O daughters of Jerusalem."

Lalu mana yang benar? Tampaknya Dr. Zakir Naik kurang satu huruf saat menterjemahkan. Kurang dimana? Lihat foto dibawah:



Silahkan sobat buka aplikasi penterjemah seperti www.freetranslation.com atau Google Translate lalu terjemahkan kata dibawah ini dari bahasa Ibrani (Hebrew) ke Bahasa Inggris (English):

  1. מַחֲמַדִּ֑ = maḥ·maḏ = diterjemahkan Muhammad
  2. מַחֲמַדִּ֑ים = ma·ḥă·mad·dîm = Diterjemahkan delight, desire, charm, lovely (menyenangkan, manis, mempesona, diinginkan) sesuai / cocok dengan terjemahan Bahasa Indonesia / Inggris di Alkitab. Dan kata inilah yang digunakan di dalam Kidung Agung 5:16.

Sebuah kata walau beda satu huruf saja bisa fatal perbedaannya loh bro / sis. Tapi okelah, kalau masih bersikeras bahwa yang dimaksud di dalam Kitab Kidung Agung itu adalah benar Nabi Muhammad karena ada kata-kata ma·ḥă·mad. Maka kita ambil dari kata dasar yang diambil yaitu hanya מַחֲמַדִּ֑ saja yang artinya Muhammad. Apakah kata ini juga digunakan di kitab lainnya? Yup, ternyata ada, yaitu di:

Catatan: kata yang diberi warna ungu adalah kata yang diterjemahkan dari kata מַחֲמַדִּ֑ / maḥ·maḏ yang sebenarnya kalau digabung dengan kata lainnya lalu diterjemahkan artinya adalah berharga, menyenangkan, manis, mempesona, indah, diinginkan - tergantung kalimat dan kata / huruf lain yang digunakan. [...] = terjemahan dari (...)

1 Raja-Raja 20:6: tetapi besok kira-kira pada waktu ini, aku akan menyuruh pegawai-pegawaiku kepadamu dan mereka akan menggeledah rumahmu dan rumah pegawai-pegawaimu, [maka segala yang mereka lihat dan ingini akan mereka ambil dan mereka bawa."] (וְהָיָה֙ כָּל־ מַחְמַ֣ד עֵינֶ֔יךָ יָשִׂ֥ימוּ)
Yehezkiel 24:16: Hai anak manusia, [lihat, Aku hendak mengambil dari padamu dia yang sangat kaucintai] seperti yang kena tulah, tetapi janganlah meratap ataupun menangis dan janganlah mengeluarkan air mata. (מִמְּךָ֛ אֶת־ מַחְמַ֥ד עֵינֶ֖יךָ בְּמַגֵּפָ֑ה)
Hosea 9:6: Sebab walaupun mereka mengelakkan diri dari pemusnahan, Mesir akan mengumpulkan mereka, Memfis akan [menguburkan mereka. Rumput akan menutupi barang-barang perak mereka yang berharga;] onak akan tumbuh dalam ; kemah-kemah mereka. (מֹ֣ף תְּקַבְּרֵ֑ם מַחְמַ֣ד לְכַסְפָּ֗ם קִמּוֹשׂ֙)
Hosea 9:16: Efraim telah dipukul, akarnya telah menjadi kering, mereka tidak akan menghasilkan buah. Bahkan sekalipun mereka melahirkan [anak, Aku akan mematikan buah kandungannya yang berharga.] (יֵֽלֵד֔וּן וְהֵמַתִּ֖י מַחֲמַדֵּ֥י בִטְנָֽם׃ ס)
Ratapan 2:4: Ia membidikkan panah-Nya seperti seorang seteru dengan mengacungkan tangan kanan-Nya seperti seorang lawan; membunuh [segala yang menyenangkan mata] dalam kemah puteri Sion, memuntahkan geram-Nya seperti api. ( וַֽיַּהֲרֹ֔ג כֹּ֖ל מַחֲמַדֵּי־ עָ֑יִן בְּאֹ֙הֶל֙)
2 Tawarikh 36:19: Mereka membakar rumah Allah, merobohkan tembok Yerusalem dan membakar segala puri dalam kota itu dengan api, sehingga [musnahlah segala perabotannya yang indah-indah]. (וְכָל־ כְּלֵ֥י מַחֲמַדֶּ֖יהָ לְהַשְׁחִֽית׃ ס)

Masih ada beberapa ayat lainnya yang mirip2 seperti di Yehezkiel 24:21,25, Ratapan 1:10, Yesaya 64:11 & Yoel 3:5. Nah sekarang kalau kata yang diwarnai ungu diatas kita ganti jadi "Muhammad", pasti jadinya akan sangat-sangat tidak enak dan tidak menghormati nabi Muhammad.

Karena kalau diterjemahkan menjadi nama nabi, itu artinya "Muhammad" akan dirampas, kena tulah, ditutupi rumput, dimatikan sejak dalam kandungan, musnah oleh api, dst. Saya gunakan tanda kutip disini untuk menunjukkan bahwa yang dimaksud / ditulis di dalam Alkitab BUKANLAH mengacu pada Nabi Muhammad.

Dengan demikian, sobat Muslim tidak bisa mengatakan bahwa yang dimaksud dalam Kidung Agung 5:16 adalah merupakan Nabi Muhammad. Kalau ingin menggunakan ayat itu, maka juga harus menerima ayat-ayat lainnya di dalam Alkitab.

Yohanes 16:7 = Ramalan tentang Nabi Muhammad di dalam Alkitab?

Dr. Zakir Naik juga sering mengutip dari injil Yohanes 16:7:

Namun benar yang Kukatakan ini kepadamu: Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu.

Menurut beliau, yang dimaksudkan "penghibur" dalam ayat tersebut adalah Nabi Muhammad (sementara itu umat Kristen percaya bahwa itu adalah Roh Kudus). Beliau juga memberi bukti-bukti dari ayat lainnya seperti di kitab Ulangan 18:18, Ulangan 18:19, Yesaya 29:12, Kidung Agung 5:16 (yang kita bahas sebelumnya), Yohanes 14:16 (akan dibahas sedikit dibawah), Yohanes 15:26, Yohanes 16:7, Yohanes 16:12-14. Menurut Dr. Zakir Naik, Semua ayat ini membicarakan tentang nabi Muhammad.

Kalau mau dijelaskan secara detil per ayat diatas akan cukup panjang, jadi saya bahas cukup dari satu dua ayat saja yang sering di ulang-ulang dan dari situ saja sudah jelas salah tafsir.

Pertama, Kalau di Yohanes 16:7 memang mengacu kepada Nabi Muhammad, maka apakah Dr. Zakir Naik setuju dengan kalimat ini: ".... Aku akan mengutus Dia kepadamu" Dengan kata lain, Yesus mengutus Nabi Muhammad? Apakah setuju? bukankah hanya Allah sendiri yang bisa mengutus seorang nabi? Berarti Yesus = Allah?

Kita ulang ayat tadi: "Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu." Argumen Dr. Zakir Naik: Tuhan Yesus mengatakan bahwa "Penghibur" itu datangnya kalau Yesus sudah pergi. Jadi menurut beliau:

  1. "Penghibur" itu pasti bukan "Roh Kudus" karena Roh Kudus sudah ada sebelum Yesus Pergi
  2. Kalau orang Kristen mengatakan Penghibur yang dimaksud = Roh Kudus, berarti itu sama saja mengatakan bahwa tidak ada Roh Kudus saat Yesus berada di bumi dan itu bertentangan dengan ayat di Alkitab yang mengatakan Roh Kudus sudah ada sejak dahulu.
  3. Jadi, satu-satunya penjelasan masuk akal menurut beliau adalah: yang dimaksud "Penghibur" itu adalah Nabi Muhammad. Karena Nabi Muhammad datang setelah Yesus Pergi dan tidak bertentangan dengan ayat yang mengatakan Roh Kudus sudah ada sejak dahulu...ah pasti ini jawabannya!

Roh Kudus selalu ada sejak kekekalan

Dalam pemahaman tritunggal, umat Kristen percaya bahwa Allah Bapa, Putra dan Roh Kudus sudah ada bersama-sama sejak kekekalan, tidak ada yang mencipta atau diciptakan.

Mengenai Roh Kudus yang sudah ada sejak dahulu & juga saat Yesus berada di dunia ditulis di Hakim-hakim 6:34; Lukas 1:41; Lukas 3:21-22, dll. Intinya berdasarkan Alkitab, Dr. Zakir Naik dan umat Kristen percaya, yakin dan setuju bahwa Roh Kudus sudah ada sejak dahulu.

Lalu, bagaimana menjelaskan kalimat Yesus "jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang"? Kesalahan Dr. Zakir Naik adalah hanya mengutip sebagian, beliau tidak membaca / memperhatikan kalimat selanjutnya, yaitu: Penghibur itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu.

Yang ingin ditekankan Yesus adalah, Dia menjanjikan bahwa Roh Kudus / Penolong/Roh Kebenaran/Penghibur akan tinggal di dalam diri setiap umat pilihan Allah (1 Korintus 3:16) / Yesus akan mengutus Roh Kudus kepada setiap pribadi umat kepunyaanNya.

Roh Kudus sudah ada sejak kekekalan, tapi pada jaman dahulu Roh Tuhan tidak tinggal di dalam setiap umat percaya. Memang benar di PL ada kejadian Roh Tuhan hinggap pada manusia, tapi sifatnya hanya sementara, tidak permanen.

Sedangkan setelah Yesus naik ke surga / setelah Dia pergi, barulah Roh Kudus tinggal di dalam umat pilihan Allah secara permanen, sekali untuk selamanya. Peristiwa turunnya Roh Kudus pertama kali ke dalam diri umat Tuhan terjadi di hari Pentakosta:

Kisah Para Rasul 2:3-4: dan tampaklah kepada mereka lidah-lidah seperti nyala api yang bertebaran dan hinggap pada mereka masing-masing. Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus

Kalau masih gagal paham, saya akan kasih contoh sederhana:

Misalnya sobat mau belanja online lalu chatting dengan penjualnya dan bilang begini: "Nanti kalau saya pergi (keluar), saya akan transfer / kirim uangnya ke rekening kamu".

Apakah itu artinya "uang" itu tidak ada sebelum sobat pergi? Tentu saja uang itu sudah ada dari sebelumnya, hanya saja sobat baru akan mengirimkan / "mengutus" uang itu ke rekening pribadi pedagang saat sobat pergi keluar.

Seharusnya itu sudah cukup untuk menjelaskan, tapi kalau kurang puas, saya kasih satu ayat lagi yang juga dibahas ZN, beliau membahas Yohanes 14:16, lalu STOP! alias tidak dilanjutkan ke ayat yang ke 17. Padahal ciri-ciri penolong disebutkan DENGAN SANGAT JELAS di ayat 17, begini bunyinya:

Yohanes 14:17: yaitu Roh Kebenaran. Dunia tidak dapat menerima Dia, sebab dunia tidak melihat Dia dan tidak mengenal Dia. Tetapi kamu mengenal Dia, sebab Ia menyertai kamu dan akan diam di dalam kamu.

Perhatikan kalimat "... dunia tidak melihat Dia dan tidak mengenal Dia", apakah dunia tidak melihat dan tidak mengenal nabi Muhammad? Saya rasa seluruh dunia tahu siapa Nabi Muhammad. Lalu kalimat "... diam di dalam kamu", apakah mungkin Nabi Muhammad bisa diam di dalam setiap umat? Jadi sudah jelas yang dimaksud di kitab Yohanes pasti Roh Kudus, bukan Nabi Muhammad.

Dan, dari ayat ini juga menjelaskan kenapa Dr. Zakir Naik tidak bisa mengerti, karena memang tidak ada (atau mungkin belum) Roh Kudus dalam diri beliau.

Lalu, kenapa perlu tunggu Yesus naik dulu ke surga baru Roh Kudus bisa berdiam diri di dalam umat percaya? Karena Tuhan Yesus perlu melakukan karya penebusanNya terlebih dahulu agar umat percaya layak menerima Roh Tuhan dalam diri mereka.

Inti dari artikel kali ini adalah, kita tidak bisa menggunakan kitab suci dari agama lain untuk menjelaskan atau memperkuat pemahaman agama kita sendiri. Kalau kita tetap bersikeras mau menggunakan kitab suci orang lain, maka kita tidak boleh ambil sebagian dan menolak sebagian, tapi harus ambil seluruhnya,

Satu hal positif dari diskusi bahkan debat antar umat beragama adalah kita masing-masing dari umat beragama jadi semakin giat dalam menggali kitabnya masing-masing, semakin berusaha untuk mengerti dan mengenal Tuhan. Dan itu adalah hal yang baik.

Jadi, kalau ada pertanyaan-pertanyaan dari umat lainnya, jangan seperti sumbu pendek, mudah meledak. Tapi dengarkan baik-baik lalu jawab dengan bijaksana. Kalau tidak bisa jawab, jangan marah, cukup katakan "saat ini saya tidak bisa jawab" lalu setelah itu berdoa dan belajar lagi kitab suci masing-masing.

Saya yakin bahwa Dr. Zakir Naik hafal Alkitab di luar kepala lebih dari kebanyakan orang Kristen, bahkan jika dibanding (beberapa) pendeta sekalipun, bisa jadi Dr. Naik lebih hafal Alkitab. Tapi sayangnya Dr. Zakir Naik salah memahami isi Alkitab? Kok bisa? Ya karena Tuhan hingga saat ini masih menetapkan bahwa beliau beragama Islam, beliau tidak bisa melihat keindahan Kristus sebagai Tuhan di dalam Alkitab.

Tidak menutup kemungkinan suatu saat Dr. Zakir Naik akan mendapatkan anugrah Tuhan dan berubah menjadi agama Kristen. Di sisi lain, bisa saja suatu saat saya mendapat hidayah Allah dan menjadi muallaf. Siapa yang bisa tebak? Siapa yang bisa melawan Tuhan kalau Dia sudah berkehendak?

Salam damai

Copas emoticon: 😁 😃 😂 😅 😇 😈 😉 😊 😌 😍 😒 😓 😔 😳 😖 😘 😛 😡 😭 😱 😤 😎 👍 🙏

Artikel Lainnya:

 

©2009-2017 gadoga.com NP13
Disclaimer | Kebijakan Privasi