APAKAH RAM LAPTOP BISA DITAMBAH / DI UPGRADE BESERTA HAL-HAL YANG HARUS DIPERHATIKAN

28 Oktober 2015 Oleh Ted

UPDATE!: Jika sobat ingin mengetahui, apakah perlu menambah RAM atau tidak, silahkan baca artikel berikut ini.

Saya baru saja membeli sebuah laptop (notebook) murah meriah untuk keperluan buat laporan. Serinya adalah Lenovo IdeaPad G40-30 6LID. Sekilas mengenai spesifikasinya sebagai berikut:

  • Processor Intelยฎ Celeronยฎ Processor N2840
  • RAM 2GB
  • Sudah terinstall Windows 8.1

Berhubung dari sananya sudah terinstall Windows 8.1, maka banyak sekali aplikasi-aplikasi bawaan yang menurut saya kurang penting untuk diinstall. Akibatnya laptop terasa lumayan lambat padahal saya belum menginstall aplikasi apa-apa.

Apalagi setelah saya install beberapa aplikasi yang berhubungan dengan pekerjaan saya, laptop terasa makin lemot. Padahal sudah banyak aplikasi yang saya atur agar tidak berjalan secara otomatis.

Baca juga: Cara mematikan aplikasi yang auto start

Saya melihat di Task Manager, posisi RAM yang digunakan selalu saja hampir penuh mendekati 2 GB, selain itu hardisk juga terlihat seperti bekerja keras.

Kalau saya tidak salah, di Windows 8 keatas, kalau RAM sudah mau habis, maka Windows akan menggunakan virtual memory / paging dari hard disk secara otomatis, akibatnya memory disk akan ikut bekerja keras.

Karena alasan diataslah saya merasa perlu menambah RAM Laptop milik saya.

Apakah RAM Laptop / Notebook bisa di upgrade / ditambah kapasitasnya?

Jawabannya adalah bisa. Cara menggantinya relatif mudah, tidak perlu keahlian khusus, tinggal plug & play

Bagaimana cara upgrade / tambah RAM Laptop?

Matikan Laptop

Cabut semua sumber listrik, termasuk baterai sebaiknya dicabut (Kalau baterainya bisa dilepas).

Buka bagian bawah dari laptop.

Catatan: Membuka bagian bawah biasanya akan membuka segel = garansi hangus. Jika tidak mau garansi hangus, maka sobat perlu ganti / tambah RAM di tempat service center resminya.

Biasanya hanya dengan cara dibuka bautnya saja dan setelah itu bagian belakang bisa dibuka dengan cara dicongkel atau digeser (tergantung jenis notebook-nya)

Pada beberapa jenis laptop ada yang memiliki bukaan khusus untuk RAM, tapi ada juga yang harus dibuka hampir semuanya seperti laptop milik saya. Proses bukanya sangat mudah, cuma buka dua baut lalu digeser tutupnya.



Update: ada juga jenis laptop yang baterainya tidak bisa dilepas dan untuk mengganti RAM harus membuka seluruh cover bawah. Contohnya adalah laptop merk Axioo (Saya lupa tipe berapa). Untuk proses penggantiannya sama saja, cuma buka cover bawahnya saja yang lebih repot.

Copot RAM Yang Lama

Catatan: Pada beberapa jenis Laptop / Notebook memiliki dua buah slot (bisa pakai RAM dua keping), namun pada milik saya hanya memiliki satu slot saja, jadi keping RAM tidak bisa ditambah dan harus diganti dengan yang jenis lebih besar jika ingin upgrade.

Ada juga beberapa laptop yang setelah dibuka tidak terlihat adanya RAM, tapi hanya tersedia slot kosong saja. Biasanya di laptop merk ASUS. Kalau seperti itu artinya RAM yang bawaan itu tidak bisa dilepas dan sudah di solder langsung ke motherboardnya. Jadi kalau mau upgrade RAM tinggal ditambah saja. Jika punya kamu ada dua slot atau ada satu slot yang kosong, maka bisa lewati tahap cara copot RAM laptop.

Untuk mencopot RAM notebook, maka tinggal buka penguncinya saja dengan menggeser kearah keluar



Pasang RAM Yang Baru

Untuk memasang RAM yang baru relatif mudah. Pada keping RAM ada semacam pemisah yang membedakan panjang sisi kiri dan kanan dari connector RAM. Tujuannya adalah agar anda tidak terbalik saat pasang memori RAM.

Posisikan keping RAM dengan sudut kurang lebih 45 derajat lalu masukkan ke slot-nya. Kalau tidak bisa masuk, mungkin terbalik, jangan dipaksa.

Setelah masuk ke slot, tinggal tekan saja keping RAM sampai terkunci. Selesai



Catatan: Anda bisa menambah RAM yang berbeda besarnya. Misalnya 1 GB ditambah 2GB. Atau 2 GB ditambah 4 GB jadi total 6 GB.

Hal-hal yang perlu diperhatikan saat mengganti atau menambah (upgrade) RAM Laptop / Notebook

Sebelum anda membeli RAM, maka sebaiknya perhatikan hal-hal berikut. Jangan sampai salah beli apalagi tidak bisa ditukar.

Jenis RAM

Pastikan jenis RAM anda DDR2 atau DDR3? Kalau sebelumnya pakai DDR3, maka beli RAM yang DDR3 juga.

Selain itu pada RAM laptop keluaran baru, biasanya jenisnya adalah LV (Low Voltage), biasa disingkat L saja.

Kalau sebelumnya pakai yang jenis Low Voltage, maka beli yang jenisnya sama.

Perbedaan Voltase RAM DDR3:

  • DDR3 atau PC3 = beroperasi pada tegangan 1.5 Volt
  • DDR3L atau PC3L = Low Voltage, tegangan 1.35 Volt
  • DDR3U atau PC3U = Ultra Low Voltage, tegangan 1.25 Volt

Untuk RAM Laptop, biasanya jenis pin-nya adalah SODIMM

Kecepatan RAM

Kecepatan RAM berbeda-beda seperti dibawah (yang saya ketahui)

PC8500 = 1060 Mhz
PC10600 = 1333 Mhz
PC12800 = 1600 Mhz
PC15000 = 1875 Mhz
PC16000 = 2000 Mhz

Kalau ingin menambah RAM, pilih yang kecepatannya sama dengan RAM sebelumnya.

Merk RAM

Nah inilah yang sedikit merepotkan. Karena ternyata laptop jaman sekarang pilih-pilih merk RAM. Jadi ada laptop merk A maunya pakai RAM merk B, dan ga bisa pasang RAM merk C. Tapi laptop merk B malah kebalikan dari laptop A. Padahal spesifikasi RAM-nya sama.

Contohnya Laptop Lenovo G40 milik saya tidak bisa pakai dua merk yang umumnya ditemui di pasaran. Akhirnya setelah dicoba beberapa merk lain, mau berfungsi dengan normal setelah menggunakan RAM merk Kingston.

Intinya apa? Walaupun anda bisa ganti RAM sendiri (karena mudah) tapi sebaiknya beli dan pasang RAM di toko komputer terdekat saja biar bisa di tes langsung bisa menyala atau tidak komputer anda. Kalau ga bisa nyala, tidak usah dibeli.

Kecuali jika anda sudah yakin pakai RAM merk dan tipe tertentu akan pasti berhasil, maka tidak masalah beli dan pasang RAM sendiri. Namun bila tidak, saya sarankan langsung pasang di toko komputernya saja. Biasanya tidak dipungut biaya tambahan untuk memasangnya. He he jadi sebenarnya percuma ya saya tulis tutorial cara ganti RAM di laptop / notebook kalau ujung-ujungnya disuruh ke toko juga

Catatan: Ciri-ciri RAM tidak kompatibel adalah saat ditekan tombol power, laptop / notebook tidak menyala sama sekali.

Apakah ada peningkatan performa setelah mengganti RAM?

Dalam kasus saya, peningkatan kinerjanya terasa cukup signifikan. Aplikasi lebih cepat terbuka dan tidak lemot. Selain itu hardisk juga bekerja lebih enteng karena tidak dibuat menjadi paging / "virtual memory" saat PC kekurangan RAM.

Untuk dapat melihat berapa RAM yang terpakai di Windows 8, 8.1 dan Windows 10 bisa melalui task manager. Caranya:

  • Klik tombol CTRL + Shift + Escape > akan terbuka Task Manager
  • Klik pada Tab Performance
  • Lihat kapasitas dan kinerja RAM pada bagian Memory

Jika saat ini anda hanya menggunakan RAM 2GB dan melihat di task manager sepertinya masih tersisa RAM yang free sebesar 200MB, maka sebenarnya itu tidak benar-benar free karena sebagian digunakan untuk cache.

Saya pun sebelum upgrade RAM terlihat masih ada free sekitar 230 MB, tapi setelah di upgrade ternyata terbaca pemakaian RAM sebesar 2.2 GB dengan pemakaian yang sama seperti sebelum di upgrade.



Artinya selama ini memang laptop saya tekor RAM (pemakaian butuh 2,2 GB, tapi RAM yang tersedia hanya 2 GB). Pantas saja hardisk seperti selalu aktif dan bekerja keras, karena untuk support kebutuhan RAM yang kurang.

Jadi, apakah Perlu Tambah RAM Laptop / Notebook?

Jika RAM bawaan masih 2GB, Menurut saya cukup penting untuk di upgrade / ditambah, khususnya jika sudah menggunakan sistem operasi Windows 8 keatas. Dengan upgrade RAM dari 2GB ke 4GB akan membuat kinerja komputer lebih efektif.

Tapi, kalau pemakaian sehari-hari tergolong tidak terlalu banyak, maka sebenarnya tidak perlu upgrade RAM juga tidak masalah. Sederhananya, upgrade RAM lumayan penting tapi tidak harus.

Harga RAM kan lumayan mahal, apa bisa pakai virtual memory saja biar murah?

Saat ini banyak sekali tutorial yang mengajarkan menggunakan Virtual Memory dari harddisk atau dari flashdisk untuk "menambah" RAM. Jadi, seakan-akan HDD atau FD tersebut bertindak sebagai RAM.

Menurut saya pribadi yang pernah coba, cara ini tidak terlalu efektif dan hanya menambah performa sedikit saja tapi tidak terlalu terasa manfaatnya. Selain itu kalau hardisk terlalu sering digunakan (untuk virtual memory) mungkin bisa saja menurunkan kualitasnya (karena terlalu sering dipakai).

Ingatlah, memori RAM di desain secara khusus untuk memberikan transfer data dengan kecepatan ekstra tinggi, lebih cepat dibanding hardisk atau FD. Wajar saja kalau harga RAM yang 4GB hampir seharga hardisk 500GB, karena memang desainya beda.

Mengharapkan HDD / FD bisa bekerja sebaik memori RAM itu diibaratkan mengejar mobil Ferrari menggunakan Toyota Kijang, ga akan berhasil karena beda spesifikasi dan kecepatan.

Penjelasan lebih lengkap, sangat disarankan baca artikel berikut:

Apa Beda RAM dan HDD

Pertanyaan yang sering diajukan:

1. Laptop saya sebelumnya pakai DDR2, apakah bisa diganti jadi DDR3? (Atau DDR3 diganti jadi DDR4)

Jawab: Tidak bisa.

Tambahan dari bro Andi Waluyo via kolom komentar: "DDR3 dengan DDR2 secara Fisik sudah beda, Slot gigi yang diperlukan oleh DDR3 lebih banyak dari DDR2 , jadi otomatis pasti tidak bisa dan tidak akan pernah bisa."

2. Apakah bisa menambah RAM dengan jumlah yang berbeda? Misalnya awalnya 2GB ditambah jadi 4GB?

Jawab: Saya bukan orang teknis, jadi tidak tahu apakah ada efek buruknya atau tidak. Tapi kalau dari pengalaman saya, hal ini bisa dilakukan dan komputer bisa beroperasi secara normal dan baik.

3. Apakah boleh memakai dua merk RAM yang berbeda?

Jawab: Bisa saja, tidak masalah. Asalkan kedua RAM tersebut kompatibel / tidak konflik.

Demikianlah info cara copot pasang ram untuk menambah (upgrade) atau mengganti RAM Laptop / Notebook. Semoga bermanfaat salam - gadoga.com




Berlangganan (Free):



Copas emoticon: ๐Ÿ˜ ๐Ÿ˜ƒ ๐Ÿ˜‚ ๐Ÿ˜… ๐Ÿ˜‡ ๐Ÿ˜ˆ ๐Ÿ˜‰ ๐Ÿ˜Š ๐Ÿ˜‹ ๐Ÿ˜Œ ๐Ÿ˜ ๐Ÿ˜’ ๐Ÿ˜“ ๐Ÿ˜” ๐Ÿ˜ณ ๐Ÿ˜– ๐Ÿ˜˜ ๐Ÿ˜› ๐Ÿ˜ก ๐Ÿ˜ฑ ๐Ÿ˜ค ๐Ÿ˜Ž ๐Ÿ‘ ๐Ÿ™

Jika dirasa artikel ini berguna, silahkan di share / dibagikan

Kembali ke atas ๐Ÿš€

©2009-2017 gadoga.com - GIG17
Disclaimer | Kebijakan Privasi