Bagaimana Cara Berdoa? Kenapa Saya Sulit / Tidak Ingin Berdoa?

1 Juli 2016 Oleh Ted



Banyak orang Kristen yang melakukan banyak pelayanan, aktif di gereja, bahkan menyandang predikat "maha hadir" alias setiap ada kegiatan pasti selalu hadir Tapi saat disuruh berdoa sepertinya malas atau melakukannya sebagai ritual saja.

Banyak juga anak kecil atau anak muda bahkan orang tua (tidak semua ya) yang sangat susah diajak berdoa, jangankan berdoa di depan orang banyak, berdoa makan dan berdoa sebelum melakukan aktifitas (mau berangkat sekolah, kerja, mau tidur, dll) saja sepertinya berat dan tidak ada kerinduan untuk berdoa.

Padahal, Doa merupakan hal yang sangat penting dalam kehidupan orang beriman. Doa seharusnya menumbuhkan iman kita, membawa hubungan yg intim, menjadi lebih dekat kepada Tuhan. Sebuah kebohongan besar jika ada orang yang mengatakan dirinya beriman tapi malas berdoa.

Orang yang tidak bertumbuh secara rohani bukanlah orang yang gagal hidup kudus, tapi adalah orang yg gagal berdoa.

Apakah sobat mengalami hal ini? Tidak ada keinginan untuk berdoa, "kering" saat berdoa dan setiap hari melakukannya hanya sebagai rutinitas dan "kewajiban" belaka? Atau sobat adalah orang yang baru mengenal ke kristenan tapi tidak tahu caranya berdoa?

Jika jawabannya YA, maka saya sangat mengerti bagaimana rasanya karena saya juga pernah merasakan hal yang sama. Doa seringkali dianggap sepele, tinggal mengucapkan apa yang kita mau (seringkali tanpa perasaan dan lebih parah tanpa kepercayaan) setelah itu selesai.

Jangan seperti orang Farisi yang dengan sempurna menjalankan hukum taurat dan seluruh hukum tambahan, yang panjang serta bertele-tele dalam berdoa tapi sesungguhnya memiliki iman yang kering dan gagal mengenal Tuhan yang sejati.

Pada artikel kali ini akan saya ajarkan beberapa hal (dari banyak hal) tentang prinsip-prinsip berdoa yang dapat mengubah hidup sobat selamanya (setidaknya hidup saya diubahkan setelah mengetahui hal-hal dibawah).

1. Kita harus merasa senang saat berdoa kepada Tuhan

Coba bayangkan jika presiden Jokowi datang ke rumah sobat lalu bertanya "Kamu bagaimana kabarnya, ada kesulitan apa? apa ada yang bisa saya bantu?" Pasti kita akan merasa sangat senang sekali, karena seorang presiden mau datang ke rumah kita, perduli dengan kita dan menawarkan bantuan kepada kita.

Seharusnya perasaan senang itu juga kita rasakan saat kita berdoa kepada Tuhan. Bagaimana tidak, kita akan menghadap presidennya presiden yang menciptakan langit dan bumi. Dan bukan itu saja, Tuhan menawarkan akan memberikan kelegaan saat kita menghadap Tuhan saat berdoa. Jadi, seharusnya saat berdoa itu adalah saat yang menyenangkan, menenangkan dan juga menguatkan.

2. Kenapa orang sering enggan, sulit, merasa kering, tidak ada hasrat atau bisa dibilang gagal berdoa?

Hal ini terjadi karena ada kesenjangan yang besar antara doa dengan realita hidup. Apa yang didoakan sering kali sangat berbeda dengan kenyataan yang terjadi.

Apakah ini normal? Seharusnya tidaklah demikian. Seharusnya tidak ada kesenjangan antara doa dengan kehidupan orang percaya, seharusnya sangat sinkron seperti benang yang lurus sekali.

3. Bagaimana Cara Berdoa Yang Baik dan Benar

He he, kalau ada kata-kata "Baik dan Benar" seakan-akan saya mau menulis posisi berdoa, waktu yang pas untuk berdoa, kata-kata yang harus diucapkan, dsb.

Mengenai posisi, sikap berdoa, waktu, dsb, hal itu tergantung kepada pribadi masing-masing orang dan kondisi (pergumulan yang dihadapi, situasi lingkungan, dll). Contohnya saya pribadi kalau berdoa seringkali dengan mata terbuka, karena kalau tutup mata malah tidak konsentrasi. Tapi kebanyakan orang lain sebaliknya.

Contoh lain, misalnya posisi berdoa dengan cara berlutut itu menunjukkan bahwa kita menghormati Tuhan, tapi bukan berarti oma-oma yang lututnya lemah harus berlutut. Selain itu, di beberapa negara atau kultur, justru posisi berdiri menunjukkan sikap yang lebih menghormati, dsb.

Jadi, yang terpenting bukanlahnya posisi atau caranya (apakah lipat tangan, tangan terbuka, menengadah, dsb), tapi yang terpenting bagaimana sikap hati, pikiran dan perasaan kita saat berdoa.

Jika kita menghormati Tuhan, pasti secara otomatis kita juga akan menunjukkan sikap yang terbaik saat berdoa.

3.1 Mengerti Fungsi Doa

Beberapa Point Yang Perlu Diingat:

  1. Kedaulatan Tuhan tidak bisa dirubah
  2. Tuhan sudah mengetahui apa yang kita butuhkan sebelum kita memintanya (Matius 6:8)
  3. Bapa di surga memberikan yang TERBAIK bagi anak-anakNya (Lukas 11:13).
  4. Kita, manusia adalah mahluk yang dibatasi oleh waktu. Sementara Tuhan tidak terbatas waktu, Dia mengetahui kejadian masa lalu, masa sekarang dan masa depan.

Jika melihat point diatas, mungkin sebagian akan mengatakan:

"Kalau Tuhan sudah tahu apa yang kita butuhkan, kalau kedaulatan atau keputusan Tuhan tidak bisa dirubah, jadi untuk apa kita berdoa?"

Atau muncul pertanyaan lain:

"Kalau benar kedaulatan Tuhan tidak bisa dirubah, kenapa banyak ayat di Alkitab yang seperti mengindikasikan sebaliknya? Misalnya saat Tuhan ingin membinasakan seluruh bangsa Israel lalu Musa berdoa dan akhirnya Tuhan "menyesal" dan tidak jadi melakukannya (Keluaran 32:14)."

Kata "menyesal" yang digunakan pada kitab Keluaran 32:14 (atau di kitab lainnya) bukanlah berarti sebelumnya Tuhan ingin melakukan sesuatu lalu menyesal dan akhirnya tidak jadi melakukannya.

Namun kata itu digunakan untuk menggambarkan perasaan Tuhan yang begitu dalam yang menurut saya tidak ada kata yang 100% tepat dalam bahasa Indonesia atau dengan kata lain "tidak dapat diungkapkan dengan kata-kata".

Penggunaan kata menyesal digunakan misalnya dalam kalimat "Saya turut menyesal atas kematian orang tuamu" atau dalam bahasa Inggris "I'm so sorry for your loss".

Selain itu, Tuhan tidak terbatas waktu dan sudah mengetahui kejadian sebelum terjadi. Dengan demikian, sebelum Musa berdoa, bukankah Tuhan sudah mengetahuinya terlebih dahulu?

Intinya adalah, kedaulatan Tuhan tidak bisa dirubah. Kalau begitu apa fungsinya doa? Untuk apa Musa berdoa kalau sebelumnya sudah berdaulat tidak akan menghapus bangsa Israel?

Jawabnya adalah karena doa sebagai pijakan kaki kita untuk masuk kepada kuasa Allah untuk menggenapi, mengubah sejarah dunia dan mengubah cara pandang kita.

Doa tidak pernah bisa menggoyahkan kedaulatan Allah, tetapi berdoa mengubah cara pandang kita menjadi cara pandang Allah.

Seringkali dengan berdoa tidak merubah keadaan, tapi merubah diri kita. Apakah setelah berdoa, semua masalah akan selesai? tidak juga. Tapi yang pasti kita akan diberi kekuatan, pengharapan dan sukacita saat kita menjalani setiap pergumulan yang terjadi.

Dalam contoh Musa, setelah dia berdoa akhirnya dia bisa mengenal Tuhan lebih baik lagi, dia bisa mengetahui bahwa Tuhan adalah maha suci, maha adil tapi sekaligus maha pengampun dan setia kepada janjiNya. Dan pada akhirnya Musa membagikan sifat-sifat itu kepada bangsa Israel (turut andil dalam mengubah sejarah dunia).

Doa adalah alat utk mengenal Tuhan lebih baik lagi

Mengenai "kenapa kita harus doa kalau Tuhan sudah tahu kebutuhan kita", jawabannya adalah seseorang akan lebih menghargai apa yang diberikan jika dia sendiri yang meminta akan hal itu.

Saya beri contoh: Hidup sobat aman dan nyaman tanpa masalah apapun Kemungkinan besar sobat tidak akan menghargai apa yang sudah dimiliki.

Bandingkan dengan misalnya hidup sobat sulit lalu berdoa minta Tuhan beri jalan keluar Tuhan kasih jalan keluar sobat akan lebih menghargai pemberian Tuhan.

Untuk contoh nyatanya, misalnya ada anak kecil yang selalu diberikan hadiah oleh ayahnya. Kemungkinan anak kecil tersebut tidak akan menghargai hadiah itu. Beda kalau misalnya anak kecil tersebut dengan kesadarannya sendiri meminta hadiah kepada ayahnya lalu diberikan. Tentu anak itu akan lebih menghargai hadiah itu.

Selain itu, menjalin komunikasi dengan Tuhan itu sangat penting dan perlu. Sama seperti komunikasi antara bapak dengan anak sangat penting agar hubungan itu baik dan harmonis.

Kita berdoa bukan karena Tuhan kekurangan kemuliaan sehingga menjadikan berdoa itu adalah suatu kewajiban yang harus kita lakukan sebanyak tertentu pada waktu tertentu dengan cara tertentu. Tuhan cukup pada diriNya sendiri dan tidak pernah kekurangan kemuliaan.

Namun - ini pandangan saya - Berdoa adalah waktu yang indah yang Tuhan sediakan bagi kita agar kita dapat berbagi sukacita, kesedihan, kemarahan, kebingungan atau apapun dengan Allah Bapa di surga.

Bukankah itu indah? Kita memiliki Bapa yang memiliki kuasa untuk menciptakan langit dan bumi dan kita diundang untuk bertemu, berbicara, berbagi denganNya setiap hari, setiap saat dalam kehidupan kita. Kita membutuhkan doa lebih dari yang kita sadari!

3.2 Kenali Tuhan

Orang seringkali sulit, enggan atau kering dalam berdoa karena konsep yang salah atau hanya sedikit mengerti mengenai Allah. Kalau konsep minim maka doa akan begitu-begitu saja.

Untuk dapat mengenal Tuhan lebih baik kita dapat merenungkan akan karakter Allah, mencoba mendeskripsikannya atau bisa juga melalui perenungan melalui metafora.

Misalnya saat kita membaca Alkitab, cobalah mengerti kenapa Tuhan melakukan hal itu, cobalah seandainya jika kita ada di posisi Tuhan.

Saya beri contoh, masih dari peristiwa di Keluaran 32. Kalau dibaca sekilas terkesan Tuhan itu tidak berbelas kasihan karena membunuh 3.000 orang, apakah benar seperti itu? Apa Tuhan itu jahat?

Sekarang coba sobat bayangkan berada di posisi Tuhan:

  • Tuhan menuntun bangsa Israel keluar dari mesir dengan penuh kedahsyatan (mereka menyaksikan langsung kekuatan Tuhan)
  • Bangsa Israel saat di Mesir tidak memiliki apa-apa, namun saat keluar membawa perhiasan yang banyak
  • Tuhan menuntun langsung bangsa Israel dalam perjalanan melalui Tiang Awan dan Tiang Api
  • Tuhan memelihara kehidupan orang Israel, diberi makan, minum, pakaian dan kasut (ssndal) tidak rusak selama perjalanan, dsb.

Tapi, mereka malah melakukan hal berikut:

  • Membuat berhala (Lembu Emas) Mereka menolak, menyangkali kehadiran penyertaan dan kepemimpinan Allah atas Israel

Mereka mengatakan melakukan hal itu karena "tidak tahu apa yang terjadi dengan musa". Apa benar demikian? Jelas tidak! Selama Musa naik ke gunung untuk bertemu Tuhan, mereka masih dalam pemeliharaan Tuhan (diberi makan dan minum) dan masih mengetahui Tuhan itu ada bersama mereka (ada tiang awan & api dan ada awan & api di gunung Sinai).

Itu hanya alasan saja, mereka mengetahui bahwa TUHAN itu masih ada, tapi mereka menolak, menghina dan menginjak-nginjak kebaikan Tuhan dengan berzinah dan menyembah berhala. Orang Israel murtad kepada Tuhan ditengah2 kasih karunia Allah.

Jadi, menurut saya wajar saja kalau Tuhan begitu marah kepada bangsa Israel. Dari peristiwa ini kita bisa belajar beberapa karakter Allah:

  1. Allah itu suci
  2. Allah itu pencemburu dan tidak ingin ada allah lain dihadapannya
  3. Allah itu adil
  4. Allah itu setia
  5. Dan yang terpenting Allah itu maha sabar, maha pengampun dan memiliki kasih yang luar biasa besar. Darimana kita tahu?
    • Tuhan sebelum menghukum, terlebih dahulu memberi kesempatan kepada Israel untuk bertobat Hanya Suku Lewi dan Harun yang mau bertobat
    • Sebelumnya SEMUA SUKU ISRAEL (Termasuk Lewi) membuang TUHAN dan menyembah berhala. Tapi dari 600.000 orang laki-laki, belum termasuk anak2 (Keluaran 12:37) yang dibunuh oleh Tuhan adalah sebanyak 3.000. Artinya Tuhan masih memberi belas kasihan kepada ratusan ribu bangsa Israel lainnya.

Dengan mengerti beberapa karakter diatas, saat kita berdoa kita bisa lebih "nyambung" saat berbicara dengan Tuhan.

Misalnya kita tidak bisa meminta Tuhan memberkati kita kalau tujuan utamanya adalah untuk foya-foya (ingat Allah itu pencemburu, Dia tidak mau kekayaan kita menjadi berhala bagi kita). Tapi kita bisa meminta Tuhan untuk mengampuni dosa kita yang begitu besar (karena kita mengingat sifat Tuhan yang maha pengampun) asal kita memiliki komitmen untuk bertobat - walaupun pasti akan jatuh bangun. dsb

Pelajari karakter dan sifat-sifat Allah agar kita dapat berdoa lebih baik, lebih "nyambung"

Untuk dapat mengerti karakter Tuhan, kita juga bisa mencoba memahami melalui metafora di dalam Alkitab. Misalnya melalui doa-doa Daud. Contohnya: "Allah adalah gunung batuku" coba pahami apa maksud dari gunung batu.

Selain itu, kita juga bisa melihat alam semesta ini untuk merenungkan kebesaran Tuhan dan mempelajari karakternya. Bagaimana Tuhan begitu indah dalam menciptakan dunia ini, dll.

3.3 Apa saja yang bisa dan boleh di doakan?

Pada dasarnya kita bisa berdoa atau membicarakan APA SAJA, ya, apa saja. Walau begitu kita perlu ada pengertian dasar yang harus selalu diingat dan tidak boleh dilupakan saat berdoa (akan dibahas nanti).

KIta bisa mencontoh kerangka Doa Bapa Kami, di dalamnya ada penyembahan, permohonan, pengakuan dosa dan penyerahan diri. Doa Bapa Kami adalah salah satu contoh doa yang baik, tapi jangan menjadikan doa ini sebagai sebuah mantra. Misalnya mengulang-ngulang doa ini ratusan bahkan ribuan kali. Untuk apa? Ingatlah, kita tidak bisa mengubah kedaulatan Tuhan.

Hati-hati kita bisa berdoa kepada Tuhan atau kepada Mamon. Doa yang "dipaksakan" bisa saja dikabulkan, tapi bukan oleh Tuhan, tapi oleh kuasa lain

Back to topic, sobat bisa menggunakan struktur Doa Bapa Kami namun diganti dengan kata-kata sendiri dengan topik yang sobat ingin utarakan kepada Bapa disurga. Tuhan mengerti dan mengenal kita. Kita boleh menggunakan bahasa yang sederhana dan tidak perlu bertele-tele (Matius 6:7).

Tuhan ingin kita jujur dan terbuka saat berdoa

Beberapa tips jika sobat saat ini sedang dalam pergumulan dan tidak tahu bagaimana mengutarakannya melalui doa:

  1. Utarakan perasaan yang buruk terhadap diri sendiri. Misalnya "Bapa, saya tidak ingin melakukan dosa, tapi kenapa saya gagal terus?"
  2. Mengekspresikan ketidaksenangan kondisi kita pada saat itu. Misalnya "Bapa, kenapa saya selalu diperlakukan buruk oleh orang-orang, padahal saya tidak berbuat salah kepada mereka"
  3. Ekspresikan perasaan kacau kita terhadap Allah. Misalnya "Bapa, kenapa Engkau tidak segera menolong aku? kenapa Engkau tidak menjawab doaku?"

Banyak orang Kristen yang merasa "sungkan" atau malu-malu atau merasa tidak enak saat hendak mengutarakan perasaan hatinya yang kacau. Misalnya untuk point ketiga dimana kita tidak mau mengutarakan perasaan kacau kita kepadaNya karena tahu bahwa Tuhan itu tidak mungkin salah.

Sekilas seperti terlihat rohani karena kita merendahkan diri kita dihadapan Tuhan dan tidak mau membicarakan hal-hal yang bisa membuat "sakit hati" Tuhan. Tetapi sebenarnya itu adalah suatu bentuk kesombongan diri sendiri yang membuat kita "sok rohani" atau "sok kuat" karena berpikir saya yang salah, saya sudah tahu solusinya, maka saya tidak perlu mendoakan hal ini dengan Tuhan (saya tidak perlu pertolongan Tuhan).

Ini bukan berarti saya menyarankan kita bisa bersikap kurang ajar dan memaki-maki Tuhan, tapi yang Dia inginkan saat kita berdoa adalah keterbukaan dan kejujuran, Tuhan ingin kita mengutarakan isi hati kita jujur apa adanya di hadapanNya.

Kita bisa mendapatkan banyak contoh mengenai hal ini di dalam Alkitab, misalnya di Mazmur 22, atau masih dalam contoh di Keluaran 32 dimana sepertinya Musa "protes" terhadap keputusan Tuhan untuk membinasakan Israel.

Sedikit kesaksian pribadi, seringkali kegusaran dan protes saya kepada Tuhan dijawab langsung saat itu juga ketika saya berdoa. Bagaimana cara Tuhan menjawab? Tuhan menjawab melalui Firman Tuhan yang ada di Alkitab, entah melalui yang saya baca sendiri, yang saya dengarkan melalui ibadah minggu, dll.

Tuhan seperti mengangkat memori dari semua Firman Tuhan yang pernah saya lihat, dengar atau rasakan untuk menjawab setiap pergumulan yang saya hadapi. Apakah ini hanyalah kemampuan otak manusia yang secara otomatis mengambil memori yang perlu disaat yang tepat? Jelas tidak, karena jika saya hanya memikirkannya saja, saya tidak ketemu jawabannya, tapi saat saya berdoa, Tuhan sendirilah yang memberi jawabnya.

Yang pasti, Tuhan tidak menjawab melalui suara-suara karena belum tentu itu adalah suara Tuhan, bisa jadi itu adalah suara setan. Oleh karena itu saya sangat menyarankan agar kita semua rajin baca Alkitab, rajin beribadah, ikut seminar-seminar, dsb. Bagaimana mungkin kita bisa mengerti apa maunya Tuhan dalam hidup kita jika kita malas baca Alkitab.

JANGAN MAU DIBOHONGI sama orang yang menuntun hidup anda karena dia mengatakan "Tuhan berbicara langsung kepada saya". Siapa yang jamin bahwa benar Tuhan yang berbicara, bukan setan? Itu tidak bisa diuji, tapi Alkitab bisa diuji.

Terakhir, tidak ada hal yang terlalu besar (atau terlalu kecil) untuk di doakan. Ingat, kita bisa membicarakan apa saja dengan Tuhan. Anda ingin mendoakan agar negara Indonesia bebas dari korupsi? Boleh-boleh saja, Bersama Tuhan tidak ada yang mustahil untuk dilakukan.

Agar doa kita tidak liar dan menjadikannya doa kepada Mamon, bukan kepada Tuhan, maka kita harus selalu mengingat tiga hal dibawah:

  1. Kita harus menjaga kepercayaan kita bahwa Tuhan itu baik
  2. Tidak boleh membuat kita menjadi egois. Berdoa apa yang dibutuhkan, bukan apa yang kita mau. Tidak boleh serakah.
  3. Hati penerimaan / walau perasaan kita negatif kita harus tetap legowo / lapang dada.

Kalau kita memperhatikan doa-doa di kitab Mazmur (salah satu contohnya Mazmur 22), walaupun di awal mengutarakan perasaan kacau terhadap Tuhan, namun di akhir tetap memuji dan mempermuliakan Tuhan.

3.4 Ingatlah Untuk Bersyukur

Seringkali orang menjadi malas berdoa karena keinginan hatinya tidak terjadi. Ingatlah, doa yang dikabulkan Tuhan adalah doa yang sesuai atau sejalan dengan kehendakNya.

Tuhan dipermuliakan saat kita merasakan kepuasan di dalam diriNya / "God is most glorified in us when we are most satisfied in him."

Oleh karena itu, apapun kondisi kita, entah itu baik atau buruk, kita harus selalu bersyukur dan bersukacita. Itu adalah bentuk penyembahan kita kepadaNya. Bagaimana caranya?

Syukuri apa yang kita miliki, bukan apa yang tidak kita miliki

Kita harus melihat apa yang Tuhan sudah berikan. Dari hal itu kita bisa merasa cukup. Misalnya saat kita tidak punya uang, kita bisa bersyukur Tuhan masih beri kita kekuatan dan kesehatan untuk bekerja.

Yang seringkali membuat orang tidak bersyukur adalah karena dia selalu ingin mendapatkan keinginannya, bukan kebutuhannya (1 Timotius 6:6-10).

Bersukacitalah akan janji Tuhan

Banyak sekali janji Tuhan yang dapat kita temukan di dalam Alkitab. Kadang kita khawatir akan kehidupan ini karena kita lupa akan janji Tuhan. Ingatlah Tuhan selalu menyertai kita sampai akhir jaman (Matius 28:18-20)

Bersukacitalah karena kita adalah anak-anak Allah

Ini adalah berkat yang tidak akan diambil dari kita, tidak bisa diganti dengan apapun dan merupakan berkat yg diberi Tuhan dalam hidup kita (Yohanes 8:34-36). Kita sudah merdeka, oleh karena itu jangan kita pesimis.

Ya, kita memang masih mengalami pergumulan saat berada di dunia saat ini, itu adalah ruang Tuhan membentuk kita, tapi kita JANGAN PESIMIS. Ingatlah bahwa hidup di dunia ini hanya sementara. Ingatlah bahwa kita sudah terdaftar sebagai warga negara surga. Bukankah itu begitu indah sobat?

4. Kepada Siapa Orang Kristen Berdoa, Allah Bapa, Anak atau Roh Kudus?

Kita berdoa kepada ketiganya (Allah Bapa, Putra, yaitu Tuhan Yesus Kristus dan Roh Kudus) atau kepada salah satunya, itu sama saja. Karena ketiganya adalah satu.

Yang terpenting adalah kita berdoa kepada Allah yang sejati. Karena manusia sudah jatuh kedalam dosa, hal ini menyebabkan kita tidak bisa langsung dengan kekuatan sendiri menghadap TUHAN.

Tuhan itu maha suci (terang) sedangkan kita ini berlumuran dosa (gelap), jika kita nekat menghadap Sang Maha Suci, maka sudah pasti kita akan musnah. Oleh karena itu kita butuh perantara, siapakah itu? Dia adalah Tuhan Yesus Kristus.

Jika orang Kristen berdoa kepada Bapa di surga, maka kita selalu menutupnya dengan ucapan "di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa".

Apakah kita boleh berdoa kepada Tuhan Yesus? boleh-boleh saja (Kisah Para Rasul 7:59). Jika kita berdoa kepada Tuhan Yesus, maka tidak perlu ditutup dengan kata-kata "dalam nama Tuhan Yesus"

Tidak perlu bingung kepada Pribadi mana kita berdoa, yang terpenting adalah kita berdoa kepada Allah yang sejati, Allah pencipta langit dan bumi. Kalau digabungkan ketiganya bisa dikatakan begini:

Kita berdoa kepada Bapa Disurga di dalam atau melalui Tuhan Yesus dengan kuasa Roh Kudus.

5. Ringkasan

  • Doa merupakan waktu yang indah yang Tuhan berikan bagi orang percaya untuk menjalin relasi dengan Bapa di surga yang penuh kasih dan begitu memperhatikan anak-anakNya. Kita harusnya merasa senang saat berdoa.
  • Orang yang tidak bertumbuh secara rohani bukanlah orang yang gagal hidup kudus, tapi adalah orang yang gagal berdoa.
  • Doa adalah alat untuk mengenal Tuhan lebih baik lagi
  • Tuhan pakai doa untuk menggenapi dan mengubah seluruh sejarah dunia ini. Melalui doa, Tuhan dapat merubah cara pandang kita menjadi cara pandang Allah.
  • Pelajari sifat-sifat dan karakter Allah di dalam Alkitab agar kita dapat berdoa lebih baik.
  • Tuhan ingin kita jujur dan terbuka saat berdoa, kita bisa membicarakan apa saja di dalam doa.
  • Selalu miliki sifat bersyukur apapun kondisi hidup kita dan selalu ingatlah akan janji-janji Tuhan.

Orang yang butuh Tuhan pasti akan mau berdoa. Kalau sikap hidup kita merasa tidak butuh Tuhan, maka tidak mungkin kita bisa berdoa. Tuhan Memberkati, salam - gadoga.com

Artikel Lainnya:

 

©2009-2017 gadoga.com NP13
Disclaimer | Kebijakan Privasi