Cara Mengatasi Kecanduan Film Porno dan Seks Bebas

12 Juni 2016 Oleh Ted



Halo sobat, bagaimana kabarnya? Saya harap baik-baik saja ya Artikel kali ini saya akan membahas bagaimana cara mengatasi kecanduan film porno dan juga seks bebas atau yang menyimpang (homoseksual, lesbian, incest, dengan binatang, dsb).

Salah satu dosa yang paling sulit dihilangkan adalah dosa yang enak. Sementara, seks itu enak. Jadi saya mengerti bagaimana sulitnya menghilangkan dosa ini.

Seks bukanlah sesuatu yang salah dan justru merupakan anugrah jika dilakukan dengan pasangan yang Allah restui.

Namun, seringkali orang menginginkan lebih dari itu, menginginkan seks yang liar dan sesuai keinginan hatinya. Ada yang melampiaskan keinginan itu melalui film porno, ada juga yang melakukannya dalam kehidupan nyata.

Di Artikel ini akan dibahas bahayanya, kemungkinan penyebabnya, cara mengatasi, kenapa seringkali gagal terus dan terakhir akan dibahas cara paling ampuh untuk mengatasinya.

Bahaya Kecanduan Film Porno dan Free Sex

Saya hanya akan bahas sekilas saja. Bahaya yang populer sering dibicarakan misalnya adalah penurunan fungsi otak, jadi minder, memandang wanita (atau pria) dalam kehidupan sehari-hari hanya sebagai objek seks belaka, merasa bersalah, banyak kehilangan waktu dan uang, tidak lagi tertarik dengan pasangan, merasa kurang terus (kurang dapat pasangan yang cantik / ganteng, kurang bahagia, dll).

Intinya, jika anda sudah kecanduan, maka anda akan melihat segala sesuatu berdasarkan standar film porno atau berdasarkan standar dunia yang mana itu tidak selalu baik.

Semua hal yang tidak "seindah" film porno atau yang tidak seindah "kata orang", anda anggap tidak baik atau kurang sempurna.

Masalahnya, banyak orang yang tidak sadar kalau dirinya sudah kecanduan karena merasa hal itu normal untuk dilakukan.

Dan masalahnya lagi, banyak orang tidak sadar kalau standar yang ditetapkan itu salah. Mereka tidak sadar bahwa sedang dibohongi dan hidup dalam dusta (nanti akan saya bahas kemudian).

Penyebab Kecanduan Film Porno dan Aktivitas Seks Bebas Atau Menyimpang

Jika kita cari di internet, maka banyak sekali kemungkinan penyebab kecanduan film porno, free sex, seks abnormal, lesbian, gay, dll.

Mulai dari trauma di masa lalu, kesepian, penasaran, coba-coba, lingkungan dan fasilitas yang mendukung, dll.

Tapi penyebab sebenarnya sangat sederhana, diakui atau tidak, sadar atau tidak sadar, semua ini karena memang manusianya yang ingin melakukan seks bebas, nonton film porno, dsb.

Ada orang yang tidak merasa bersalah saat melakukan ini, tapi ada juga yang merasa bersalah tapi tidak memiliki kemampuan untuk lepas dari keinginan dirinya sendiri.

Jika saat ini sobat merasa bersalah karena melakukan hal-hal diatas tapi tidak mampu untuk berhenti melakukannya, maka jangan khawatir, karena jika ada perasaan bersalah di diri sobat, maka itu sudah merupakan awal yang baik

Cara Mengatasi Kecanduan Film Porno dan Perilaku Seks Bebas Atau Menyimpang

Saya akan mengajari cara praktis mengatasi kecanduan ini. Metode ini hanyalah beberapa dari sekian banyak cara yang ada.

1. Persulit Akses

Contoh: Misalnya anda sering akses film porno di kamar melalui komputer. Maka pindahkan komputer ke ruang yang terlihat oleh orang banyak, misalnya di ruang keluarga kamu. Kamu juga bisa install aplikasi untuk blokir situs porno, dsb.

Jika ini adalah perilaku seks bebas / menyimpang sepertu LGBT, maka ada baiknya menjauhi komunitasnya. Kalau perlu sampai pindah tempat tinggal, ini demi kebaikan anda sendiri.

Jika tidak mungkin pindah atau memindahkan, sobat bisa memasang gambar keluarga atau mungkin gambar keagamaan untuk mengingatkan sobat agar jangan melakukan hal itu.

2. Minta Bantuan Orang Lain

Hal ini bagi beberapa orang cukup efektif. Caranya anda terbuka dengan orang yang anda percayai. Misalnya dengan suami, istri, orang tua, saudara, pendeta, kyai, dsb.

Ceritakan saja kalau anda kecanduan film porno atau seks bebas, lalu jadwalkan laporan setiap waktu yang ditentukan. Jika dengan orang terdekat atau keluarga, sobat bisa melapor misalnya setiap hari saat makan malam.

Lapor apa? Cukup lapor, bahwa sobat hari ini apakah berhasil melawan hawa nafsu itu atau tidak.

Biasanya orang memiliki rasa malu jika kelemahannya diketahui orang lain. Sehingga hal ini akan memicu usaha ekstra untuk tidak melakukannya.

3. Buat Janji

Ini juga cara yang cukup efektif. Sobat cukup berjanji pada diri sendiri dan dihadapan Tuhan untuk tidak melakukan seks bebas atau yang menyimpang, ke pelacuran, seks sebelum nikah dan tidak lagi nonton film porno / bokep lalu masturbasi.

Katakan, Tuhan, saya BERJANJI tidak akan melakukannya lagi. Kuatkanlah saya. Amin.

Jika sobat mengatakan "saya sudah mencoba berbagai cara, namun tidak berhasil", apakah sobat sudah berjanji? Jika sudah berjanji, apakah sobat sudah menepatinya? atau jangan-jangan sobat adalah orang yang suka ingkar janji?

Sebagai tindakan pencegahan, tetapkan "hukuman" bagi diri sobat jika melanggar janji itu. Misalnya, sobat memilih hukuman "Kalau saya melanggar janji, maka saya harus menyapu jalanan sekomplek perumahan"

Jadi, kalau sobat menonton film porno / tidak menepati janji, maka sobat harus menyapu jalan satu komplek.

Sobat bisa tentukan sendiri hukuman apa yang layak. Pilihlah hukuman yang cukup berat tapi masih sanggup untuk dilakukan. Ini untuk memaksa sobat agar komitmen menjalankan janji. Kalau bingung menentukan hukuman, pikirkan hal-hal yang paling sobat senangi. Misalnya sobat sangat hobi main bola, jadi kalau sewaktu-waktu sobat nonton bokep, berarti hukumannya tidak boleh main bola 3 bulan misalnya.

Ini akan membuat sobat pikir-pikir dulu sebelum melakukan dosa. Dan ingatlah, resiko SESUNGGUHNYA saat kita melakukan dosa, bukanlah hal-hal yang sepele seperti hobi kita, tapi resikonya jauh lebih besar dari itu, yaitu terputusnya relasi kita dengan Tuhan.

Bagaimana Kalau Tetap Gagal? Saya Masih Kecanduan!

Saya mengerti bahwa tidak mudah untuk lepas dari yang namanya kecanduan. Entah kecanduan film porno, kecanduan seks bebas, sex menyimpang, dll. Apalagi jika sobat pernah merasakan "nikmatnya" hal itu, pasti akan sangat sulit untuk lepas.

Cara-cara yang saya sebutkan diatas dan cara2 lain yang banyak bertebaran di internet mungkin berhasil bagi beberapa orang, tapi kebanyakan gagal atau hanya berhasil sebentar saja.

Kenapa bisa gagal? Saya akan berikan contoh berdasarkan metode diatas.

1. Persulit Akses - Kenapa Gagal?

Ini adalah hal yang paling mudah sekali gagal. Anda mungkin sudah memblokir semua situs porno, tapi anda tidak bisa memblokir pikiran anda. Saat anda keluar rumah, anda bisa saja melihat cewek bohay atau seksi lalu nafsu birahi anda meninggi dan membayangkan ingin berhubungan seks dengan wanita itu (atau dengan pria).

Lalu bagaimana caranya? bikin peraturan dilarang pakai pakaian seksi? Itu akan sia-sia, yang harus dikendalikan adalah diri anda sendiri, jangan memaksa orang lain karena kelemahan anda!

Seandainya tidak ada wanita (atau pria) berpakaian seksi di dunia ini, apakah sobat akan jadi alim dan bebas dari nafsu cabul? Saya yakin tidak, jika memang pikiran kotor, lihat kucing kawin saja bisa nafsu Sumber utamanya adalah pikiran anda.

Tidak percaya dengan saya? Fakta membuktikan di daerah yang mana cara berpakaiannya terlihat sopan, justru disitu banyak percabulan yang lebih hina dan tidak manusiawi dibandingkan daerah yang memang terang-terangan gaya hidupnya hedonist.

Intinya adalah, untuk metode pertama akan sulit dilakukan karena kita tidak bisa mengendalikan hal-hal diluar kita. Tapi kalau untuk meminimalisir boleh lah dilakukan.

2. Minta Bantuan Orang lain - Kenapa Gagal?

Cara ini saya akui cukup efektif. Tapi kendalanya kadang tidak ada orang yang bisa kita mintai bantuan atau cukup mengerti dan bijaksana dengan permasalahan kita.

Tapi kalau misalnya kamu ketahuan nonton film porno atau free sex oleh ayah atau ibu kamu lalu mereka menegur dengan porsi wajar (tidak berlebihan), maka kamu HARUS minta bantuan ortu kamu untuk bisa lepas dari kecanduan ini.

Bedakan antara "tidak ada" dengan " tidak mau" atau malu.

3. Buat Janji - Kenapa Gagal?

Cara ini ampuh kalau sobat adalah orang yang memegang janji dan bukan pembohong. Tapi yang menjadi kendala adalah, banyak orang yang melanggar janjinya Mungkin secara tidak sadar, atau mungkin juga lupa dengan janjinya.

Atau bisa juga suatu saat, seseorang merasa lelah dan bosan untuk hidup suci.

Tapi, kalau seandainya sobat bisa menjalankan janji yang dibuat, belum tentu sobat merasa bahagia.

Memang sobat menetapi janji, tapi dengan terpaksa, seperti tidak bebas, seperti terkurung, keinginan untuk menonton bokep atau pornografi masih begitu kuat, ingin melakukan seks sebanyak-banyak dengan orang yang diingankan atau menurut imajinasi sendiri, singkatnya, sobat merasa begitu tersiksa menjalani janji yang sudah dibuat.

Kenapa bisa begitu? Jawabannya sederhana, Karena manusia tidak mungkin dengan kekuatan sendiri bisa lepas dari dosa.

Kalau ada orang yang mengatakan bahwa dirinya telah berhasil mengalahkan dosa, dia hanya menipu dirinya sendiri dan biasanya akan terjatuh ke dosa yang lain. Dosa apa itu? dosa men-tuhan-kan diri sendiri.

Orang yang tidak melakukan dosa (nonton film porno, percabulan, perzinahan, dsb) karena kemampuannya sendiri akan merasa dirinya menjadi sok suci, sombong dan memandang hina orang lain yang tidak bisa seperti dirinya yang "suci". Tapi secara tidak disadari, orang macam ini telah berhasil tertipu karena dia mempercayai Tuhan itu tidak ada atau tidak perlu.

Baca juga: ☀ Apa Tuhan itu Ada?

Cara Ampuh Mengatasi Dosa Percabulan, Perzinahan, Seks Menyimpang, Nonton Film Porno (Bokep), Dll

Orang yang kecanduan secara tidak sadar sebenarnya telah dibohongi. Tidak percaya? coba jawab pertanyaan dibawah ini.

  • Apa sobat berpikir kalau orang yang melakukan seks bebas, termasuk bintang porno adalah orang yang paling bahagia sedunia? Dan sobat pun menginginkannya.
  • Apa sobat berpikir "andai saja saya tidak tahu itu dosa, pasti saya terus melakukannnya tanpa perasaan bersalah"
  • Apa sobat berpikir bahwa onani atau masturbasi itu jauh lebih baik daripada berzinah? Bisa dibilang mencegah dosa yang lebih besar.
  • Apakah sobat berpikir orang-orang yang melakukan free sex adalah orang yang bebas?
  • Apakah sobat berpikir bahwa pornografi dan seks atas dasar suka sama suka tidak menyakiti siapapun jadi tidak masalah dilakukan?
  • Apa sobat merasa tidak bahagia jika tidak bisa melihat, membayangkan atau melakukan hubungan seks dengan pria / wanita yang diinginkan hati sobat?

Jika jawaban dari sebagian atau semua pertanyaan diatas adalah: YA, maka sobat telah berhasil dibohongi.

Kenyataannya adalah, banyak artis atau aktor film porno yang bunuh diri, terkena penyakit, hidup tidak bahagia, dll. Siapa yang paling dirugikan saat kita menonton pornografi, melakukan seks bebas, penyimpangan seksual, dll? Yang paling dirugikan dan menderita adalah diri sendiri. Tapi banyak yang tidak sadar kalau mereka sebenarnya hidup dalam dusta / kebohongan.

Ingatlah Iblis adalah bapa segala pendusta (Yohanes 8:44). Tugasnya adalah mendustai, menyesatkan manusia agar berpikir bahwa memikirkan dan melakukan dosa itu akan jauh lebih memuaskan daripada bertemu dan berelasi dengan Tuhan (Efesus 4:22).

Masalah terbesar dalam kehidupan bukanlah masalah ketidaktahuan, tapi sebenarnya adalah masalah preferensi atau pilihan, dan itu berarti kebutuhan terbesar kita bukanlah informasi baru, kebutuhan terbesar kita adalah memiliki preferensi / pandangan baru, keinginan baru dan cinta yang baru.

"Masalah setiap orang bukanlah ketidaktahuan. Masalah semua orang adalah tentang preferensi / pilihan"

Alasan mengapa kita ada yaitu; kita ada untuk mengenal dan mengalami dan bersukacita dan merefleksikan nilai, melihat keindahan Tuhan dan mempermuliakanNya.

Empat kali! Dan ini tidak mungkin salah dan sangatlah luar biasa. Empat kali Tuhan memberitahukan koneksi atau hubungan antara rusaknya relasi secara vertikal (antara manusia dengan Tuhan) sebagai penyebab kekacauan dalam relasi horisontal (antara manusia dengan manusia atau dengan dirinya sendiri) dalam hal ini termasuk kekacauan dalam hubungan seks, baik yang dilakukan dengan orang lain maupun diri sendiri (masturbasi, dsb).

Kali ini kita akan membahas dari kitab Roma 18:23-28. Mari kita lihat hubungan apa ini:

1. Hubungan antara Roma 1:23 dan 24:

"Mereka menggantikan kemuliaan Allah yang tidak fana dengan gambaran yang mirip dengan ...."

"Karena itu" ini adalah kata yang sangat penting "Karena itu Allah menyerahkan mereka kepada keinginan hati mereka akan kecemaran, sehingga mereka saling mencemarkan tubuh mereka."

Jadi, penggantian vertikal pada ayat 23 (mereka mengganti kemuliaan Allah) mengakibatkan Tuhan menyerahkan mereka kepada hasrat horisontal (sesama manusia) yang memalukan dan mencemarkan tubuh mereka.

Darimana hawa nafsu itu berasal? Dari mana asal kerusakan dari anugerah sexual yang seharusnya indah dan suci yang Tuhan berikan? Dari mana kerusakan itu timbul? Itu berasal dari penggantian / penukaran - Jika kita mengganti Tuhan sebagai pusat hidup kita dan diganti dengan berbagai hal lain, entah itu manusia, entah binatang, entah khayalan sendiri, entah kepuasan diri sendiri.

2. Lalu, hubungan antara Roma ayat 24 dan 25:

"Karena itu Allah menyerahkan mereka kepada keinginan hati mereka akan kecemaran, sehingga mereka saling mencemarkan tubuh mereka."

Dan ini adalah kata yang sangat penting selain "Karena itu" yaitu: "Sebab". Kenapa Tuhan menyerahkan kita kepada kekacauan ini, kerusakan ini?

"Sebab mereka menggantikan kebenaran Allah dengan dusta."

Ini adalah penggantian / penukaran yang sering kita lakukan, penggantian yang sama seperti point pertama diatas. Kebenaran Allah, kemuliaan Allah ditukar dengan dusta"dan memuja dan menyembah makhluk" yaitu diri kita "dengan melupakan Penciptanya yang harus dipuji selama-lamanya, amin."

Jadi, Tuhan mengatakan penyebabnya jangan lupa dengan kata penting "sebab" penyebab hawa nafsu, pikiran kita dan ketidaksucian dan pencemaran tubuh adalah karena kita memeluk dosa kita dan mempercayai kebohongan / dusta.

Kebohongan apakah itu? kita percaya bahwa Tuhan itu jahat Tentu saja ini adalah dusta. Kita pikir kita lebih bijaksana dibanding Tuhan. Kita percaya kita lebih berharga dibandingkan Tuhan. Teman-teman kita lebih berharga kepada kita dibandingkan Tuhan bagi kita. Dan kepuasan seksual lebih berharga dibandingkan Tuhan. Kita percaya kita akan lebih bahagia jika kita bisa memuaskan diri sendiri entah dengan onani / masturbasi, nonton film porno, seks bebas, berkhayal, dll. Semuanya adalah dusta!

Note: Saya sudah sering melihat dan mengenal orang yang melakukan seks bebas atau seks liar hidupnya begitu kosong. Jika sobat melihat mereka begitu berbahagia, itu hanya topeng saja, itu adalah dusta.

Memang saat di club mereka seperti orang paling bahagia dan paling bebas sedunia, tapi saat sendiri mereka begitu kosong dan tidak punya tujuan hidup. Mereka berpikir dengan melakukan seks bebas akan bisa menyelesaikan kekosongan dan permasalahan hidupnya, tapi ternyata mereka malah menjadi semakin kosong.

3. Hubungan antara ayat 25 dan 26:

"Sebab mereka menggantikan kebenaran Allah dengan dusta" Ayat 26: "Karena itu" Apakah sobat bisa melihatnya? 

"Mereka menggantikan kebenaran Allah dengan dusta... Karena itu Allah menyerahkan mereka kepada hawa nafsu yang memalukan"

Jadi sudah tiga kali Dia mengatakan bahwa penyebab Tuhan menyerahkan kita dari hasrat positif yang Tuhan berikan kepada kita menjadi hal-hal yang negatif, mempermalukan diri sendiri, merendahkan martabat adalah karena kita menggantikan / menukar Tuhan.

Kita mengganti kebenaran dan kemuliaan Tuhan demi hal-hal yang tidak baik dan merusak diri sendiri.

"Kita telah menukar Tuhan demi sebuah dusta, karena itu Tuhan menyerahkan kita kepada hawa nafsu yang memalukan"

4. Hubungannya dengan ayat 28:

"Karena" kata yang sangat penting "Dan karena mereka tidak merasa perlu untuk mengakui Allah"

Kita lihat di ayat 18-19. Mereka mengetahui Tuhan dan menekan kebenaran. Kita sebenarnya sudah tahu, tapi kita tidak setuju. "Saya tidak ingin engkau ada disini. Saya tidak ingin engkau ada di kepala saya. Saya tidak ingin engkau ada di hati saya. Saya tidak rela / tidak setuju engkau ada di pengetahuan saya." Dari pemikiran inilah atheist berasal dan orang-orang skeptik berasal.

Ini semua bukanlah masalah ketidaktahuan. Masalah semua orang bukanlah tidak tahu. Masalah kita semua adalah mengenai preferensi. "Aku tidak ingin Tuhan ada di pikiranku. Aku tidak ingin ada Tuhan dihatiku. Aku tidak ingin menjadikan Tuhan lebih berharga diatas segalanya. Aku tidak ingin ada Tuhan di hidupku yang begitu berharga. Pokoknya tidak mau, titik!" Itu adalah inti dari ayat 28a "Dan karena mereka tidak merasa perlu"

Jadi sudah empat kali disebutkan, tidak bisa lebih jelas lagi dari ini, sudah diulang dengan sangat jelas, bahwa akar permasalahan dari distorsi hubungan horisontal, homoseksual dan heteroseksual berakar dari penggantian ini: "Aku tidak ingin Tuhan ada di hidupku". Dan Jika Tuhan tidak ada disini, semua hal akan menjadi salah di dunia.

"Masalah utama dari penyelewengan seksual, baik homosexual maupun heteroseksual berakar dari penggantian ini: "Tuhan, aku tidak ingin engkau ada disini"

Sumber


Jika sobat ingin bebas dari kecanduan film porno, seks bebas atau perilaku menyimpang, janganlah sobat menukar Tuhan dengan sebuah kebohongan.

Jangan berpikir kamu akan merasa bahagia, kamu akan merasa puas jika melakukan seks bebas, seks liar, atau menonton film porno. Itu semua bohong!

Ini yang nyata: Semakin kamu melakukan seks bebas, semakin kamu terbiasa menonton film porno, maka kamu akan semakin tidak terpuaskan, kamu akan semakin tidak bahagia. Kamu akan merasa kurang.. kurang.. dan kurang terus..

Dan saat kamu tidak bisa mendapatkan seks yang kamu inginkan, kamu akan merasa bosan, tidak ada gairah, tidak bahagia. Itu semua karena standar kebahagian kamu adalah seks, bukan Tuhan.

Saya tidak mengatakan seks itu salah, ini adalah anugrah Tuhan yang indah. Namun jangan disalahgunakan dan jangan sampai menjadi lebih penting dari Tuhan.

Hanya Tuhan sajalah yang bisa memuaskan hidup kamu, dan bukan itu saja, jika kamu mengagumi kemuliaan Allah, kamu akan semakin bertumbuh dalam iman, semakin kuat menghadapi godaan, semakin berbahagia dan semakin serupa dengan Tuhan.

Terakhir, kalau saya berikan perumpaan, ini sama seperti kasus penipuan undian berhadiah, sobat ditawarkan menang undian jutaan rupiah sobat tertarik dan bahagia karena seakan-akan menang hadiah Ternyata ini cuma penipuan / dusta Akhirnya kondisi sobat lebih buruk dari sebelumnya.

Sama kasusnya dengan keinginan menonton film porno atau melakukan seks bebas Sobat tertarik karena berpikir akan bahagia atau merasa puas Ternyata ini cuma kebohongansobat lebih tidak bahagia dibandingkan sebelumnya.

"2 Korintus 3:18: Dan kita semua mencerminkan kemuliaan Tuhan dengan muka yang tidak berselubung. Dan karena kemuliaan itu datangnya dari Tuhan yang adalah Roh, maka kita diubah menjadi serupa dengan gambar-Nya, dalam kemuliaan yang semakin besar."

Ayat diatas menjelaskan jika kita memilih kemuliaan Tuhan, maka kita diubah menjadi serupa dengan gambar-Nya. Kata "diubah" dalam bahasa aslinya menggunakan kata yang berarti proses yang terus menerus, lebih baik dan lebih baik lagi.

Segeralah sadar dan pilihlah kemuliaan Tuhan daripada dusta. Taat dan Percayalah bahwa Tuhan akan memberikan kamu kekuatan untuk menghadapi godaan ini. Rajin berdoa dan baca Alkitab untuk bisa mengerti Allah. Atau apakah sobat mau dibohongi terus menerus?

Secara singkat: Kita tergoda > lalu tertipu > lalu terikat > lalu tersiksa > Tuhan tetapkan larangan (jangan berzinah) > untuk kebaikan kita, untuk KEBEBASAN kita (bebas dari hawa nafsu dunia yang tiada habisnya) > hanya bisa di dapatkan dengan terus percaya bahwa Tuhan akan menolong kita dan kita perlu menaati perintahNya.

Apakah ada cara lain? Tenang saja, ada kok Coba baca artikel ini:

Note: Jika pada awal artikel saya memasukkan gambar dan alt tag yang "bikin penasaran" itu karena saya berharap mungkin ada pengguna internet yang sedang mencari gambar porno bisa nyangkut di artikel ini

Artikel Lainnya:

 

©2009-2017 gadoga.com NP13
Disclaimer | Kebijakan Privasi