Cara Naik Kereta Commuter Line

04 April 2014 Oleh Ted

Setelah sekian lama tidak naik kereta Commuter Line (KRL / Kereta Listrik), kemarin saya sedikit dibuat bingung bin katro karena ternyata saat ini untuk naik kereta tidak lagi menggunakan karcis kertas, namun sudah menggunakan e-ticket (kartu elektronik).

Bagi Anda yang berencana naik kereta Commuter Line, berikut akan saya infokan caranya agar ada sedikit gambaran. Pada bagian akhir artikel saya juga akan berikan beberapa hal yang perlu Anda ketahui untuk membuat perjalan lebih nyaman dan aman.

Secara garis besar caranya sama saja dengan membeli karcis biasa, hanya karcisnya diganti dengan kartu elektronik. Berikut tahapannya:

1. Pergi ke Loket

Kunjungi Loket yang ada tulisannya Commuter Line lalu sebutkan tujuan Anda. Anda akan membayar ongkos perjalanan ditambah Rp. 5.000 (saat artikel ini ditulis) untuk jaminan kartu. Jadi misalnya tarif perjalanan Rp. 4.500, maka Anda akan diminta membayar Rp. 4.500 + 5.000 = Rp. 9.500,- (nanti uang Rp. 5.000-nya akan dikembalikan, dijelaskan dibawah).

Setelah membayar, Anda akan menerima sebuah kartu yang dinamakan Tiket Harian Berjaminan seperti gambar dibawah. Minta dan simpan struk-nya sebagai bukti kalau kalau kartu elektroniknya bermasalah.

E-Ticket Commuter Line

E-Ticket Commuter Line

Peraturan Tiket Commuter Line

Peraturan Tiket Commuter Line

Catatan: Saat membeli kartu, sebutkan tujuan akhir anda, JANGAN stasiun transitnya. Misalnya anda dari Bogor ingin ke Bekasi dan akan transit di stasiun Manggarai, maka bilang saja beli tiket ke Bekasi. Jadi di Manggarai anda tidak perlu beli tiket ulang. Intinya, anda ingin turun di stasiun mana, maka sebutkan saja ke petugasnya.

2. Tempelkan kartu pada Gate In

Setelah kartu ditangan, Anda bisa segera memasuki area peron kereta dengan melewati Gate In (Gerbang Masuk). Untuk melewati Gate In, tempelkan kartu Anda pada gerbang di bagian yang bertuliskan “Tap Disini” > tunggu sampai lampu pada gerbang berubah menjadi hijau lalu dorong tripod gerbang (Anda harus mendorong tripod, karena tidak akan bergerak secara otomatis)

Tips: Saat tempelkan kartu, diamkan sebentar selama 2-3 detik untuk di proses. Kartu jangan digesek2 atau di goyang2 yang malah menyebabkan proses pembacaan data lebih lama.

Kalau Bingung, tanya saja ke petugas security. Saya pun sempat salah, saya tempel kartu di gerbang dan ternyata yang membuka adalah gerbang di sebelahnya (salah posisi )

3. Tempelkan kartu pada Gate Out

Setelah sampai ke stasiun tujuan, Anda diharuskan menempelkan kartu pada gerbang keluar (Gate Out). Kalau tidak ditempelkan maka tidak bisa keluar. Caranya sama seperti cara masuk, yaitu dengan menempelkan e-ticket pada tulisan “Tap Disini” lalu tunggu sampai lampu gerbang berwarna hijau.

4. Kembalikan Kartu atau Simpan

Setelah melewati Gerbang Keluar, Anda dapat mengembalikan kartu elektronik pada loket dan Anda akan menerima uang jaminan yang tadi dibayarkan (Rp. 5.000,-).

Kalau Anda berencana akan kembali menggunakan kereta lagi, maka kartu tersebut bisa disimpan. Jika ingin membeli tiket, Anda tinggal menunjukkan tiket yang tadi kepada petugas dan petugas akan memasukkan tiket ke dalam mesin tiket lalu Anda tinggal membayar ongkos perjalanannya saja tanpa perlu membayar uang jaminan kartu.

Catatan: Masa berlaku tiket harian berjaminan (e-ticket) adalah 7 hari, jadi jangan menyimpan kartu lebih lama dari 7 hari karena nanti tiketnya akan hangus dan uang jaminan sebesar Rp. 5.000 tidak bisa dikembalikan.

Bagi yang sering naik KRL: Beli Kartu Multi Trip

Saat ini sudah ada kartu yang dinamakan Multi Trip / bisa dipakai berkali-kali. Kalau sering menggunakan jasa kereta listrik / commuter line, lebih nyaman membeli kartu ini.

Harga kartu ini adalah Rp. 20.000 (per Juni 2015) belum ada isinya / kosong. Anda bisa mengisi "saldo" kartu sesuai kebutuhan, misalnya isi 30 ribu. Jika sudah beli kartu + saldo, anda bisa langsung naik kereta seperti biasa. Nanti setiap kali melewati gate in dan gate out, saldo dipotong secara otomatis. Sisa saldo ditampilkan pada layar gerbang setiap Anda menempelkan kartu.





Kelebihan dari Kartu Multi Trip yang saya rasakan adalah sebagai berikut:

  • Tidak antri: Apabila Anda memiliki kartu ini tidak perlu antri setiap kali ingin naik KRL, jadi bisa langsung masuk (selama saldo masih cukup). Seandainya saldo habis pun ada loket khusus Multi Trip yang lebih sepi dibanding loket biasa.
  • Tidak perlu takut kena denda karena salah pilih tujuan. Misalnya Anda beli tiket ke Jakarta Kota, ternyata Anda perlu pergi ke Tanah Abang. Jika pakai tiket biasa, Anda akan dikenakan denda karena salah beli tiket (walaupun tarif-nya tidak beda / sama).
  • Tidak ada masa pakai, jadi saldo tetap aman walau tidak digunakan beberapa saat. (Kata petugasnya)

Disarankan apabila saldo Kartu Multi Trip sudah mencapai dibawah 11 ribu, sebaiknya dilakukan isi ulang untuk menghindari kurang saldo saat nanti di gate out / pintu keluar.



Hal-hal lain yang ada baiknya diketahui:

  • Pada gerbong kereta Commuter Line yang paling depan dan yang paling belakang biasanya adalah Gerbong Khusus Wanita. Kalau Anda adalah seorang pria, jangan masuk ke gerbong itu. (Biasanya sih kalau salah masuk nanti di usir petugas jaga )
  • Apabila ini adalah kali pertama naik kereta, disarankan jangan naik pada saat jam berangkat dan jam pulang kerja, karena akan sangat-sangat penuh, kalau tidak terbiasa bisa pingsan 
  • Kalau ada yang kejepit pintu kereta (mudah2 tidak terjadi), cari tuas pembuka hidrolik, letaknya biasa ada dibawah bangku atau ada juga yang posisinya diatas pintu (biasa ada tulisannya). Setelah ketemu, putar tuas lalu pintu kereta bisa di dorong dengan ringan.
  • Lokasi Peron setiap stasiun bisa berbeda-beda, kadang ada yang turunya dari sebelah kiri, kadang ada yang turun dari sebelah kanan.
  • Kadang pada stasiun tertentu ada gerbong yang tidak mendapat peron, selalu dengarkan pengumuman dari petugas di kereta, biasanya akan diinformasikan jika di stasiun yang dituju gerbong ada yang tidak dapat peron.
  • Kalau Anda termasuk orang yang tinggi, sebaiknya menggunakan deodoran ketiak agar tidak mengganggu orang di sebelah Anda 
  • Perhatikan barang bawaan Anda
  • Biasanya peta stasiun tergambar di atas pintu, kalau Anda bingung bisa mencarinya.
  • Saat ini barang bawaan dibatasi. Jadi tidak bisa seperti dulu lagi membawa barang sebanyak-banyaknya.
  • Kalau kondisi lagi sangat ramai, ada istilah yang namanya: "tukeran". Jika ada seseorang yang berkata kepada Anda: "Mas/Mba Tukeran" itu maksudnya adalah untuk bertukar posisi Anda dengan posisi dia. Misalnya Anda di depan dan orang itu dibelakang, maka saat dia bilang tukeran, maka anda perlu bertukar tempat jadi dia yang didepan. Hal ini biasa dilakukan saat orang itu mau turun di stasiun selanjutnya dan tidak bisa keluar karena kondisi yang sangat padat (tidak bisa bergeser).

Demikianlah informasi cara naik kereta Commuter Line persembahan gadoga.com, semoga bermanfaat 



Berlangganan (Free):



Copas emoticon: 😁 😃 😂 😅 😇 😈 😉 😊 😋 😌 😍 😒 😓 😔 😳 😖 😘 😛 😡 😱 😤 😎 👍 🙏

Jika dirasa artikel ini berguna, silahkan di share / dibagikan

Kembali ke atas 🚀

©2009-2017 gadoga.com - GIG17
Disclaimer | Kebijakan Privasi