Cara Sambung Kabel HDMI 50m


20 Mei 2022 Oleh Ted

Jika Anda membutuhkan koneksi kabel HDMI 50M atau lebih panjang, ada beberapa cara yang bisa dilakukan.

Opsi 1: Kabel HDMI Optik



Pilihan pertama bisa pakai kabel HDMI Optik. Untuk kualitas gambar bagus dan bisa panjang sampai 100m, tapi harganya cukup mahal. Untuk yang panjang 50m harganya di rentang 1 juta - 3 jutaan saat artikel ini ditulis.

Opsi 2: Wireless HDMI



Pilihan kedua kita bisa pakai koneksi HDMI wireless (pakai sinyal). Jadi ada ada alat yang perlu disambung di sumber dan penerima sinyal HDMI seperti gambar diatas.

Yang pernah saya pakai merk Pakite. Ini jaraknya bisa diatas 100M. Cuma ada sedikit delay, jadi kalau untuk shoot LIVE atau siaran langsung kurang disarankan.

Tapi kalau untuk menampilkan slide show saja, masih oke lah. Harganya kisaran 2 jutaan saat artikel ini ditulis.

Opsi 3: HDMI via kabel LAN



Pilihan ketiga, pakai kabel LAN. Jadi kabel HDMI disambung ke alat yang seperti gambar diatas (alatnya membutuhkan daya / adaptor). Lalu sinyal HDMI dirubah dan diteruskan melalui kabel LAN (yang biasa untuk koneksi internet). Jarak-nya bisa sampai 60m-an. Harga alatnya 300-400 ribuan belum termasuk kabel LAN.

Metode ini saya sudah pernah coba dan kalau saya pribadi kurang suka karena metode ini sangat rewel sama jenis kabel LAN yang digunakan. Kalau kabel LAN yang dipakai tidak cocok, hasilnya  gambar atau suara tidak muncul, atau tampilannya buruk. Tapi kalau kabel LAN nya bagus dan cocok, maka metode ini bisa dipertimbangkan.

Opsi 4: Sambung menyambung pakai HDMI Repeater / Splitter

Dan terakhir, metode yang saya gunakan sampai saat ini adalah dengan menyambung kabel HDMI. Begini caranya.

Yang pertama, jangan beli kabel HDMI yang panjang 30M. Ini kalau kabel yang murah ya. Dari beberapa perangkat yang saya coba, seperti laptop dan handycam, tidak berfungsi jika disambung kabel HDMI 30M. Hasilnya gambar tidak keluar atau kalau keluar tidak sempurna. Seperti ini contohnya, ada warna merah-merahnya dan gambar kasar / tidak jernih.



Memang kalau saya pasang atau sambung di perangkat yang punya output HDMI besar, misalnya di desktop PC, itu berfungsi dengan baik dan normal ketika pakai kabel HDMI 30M. Tapi untuk perangkat berdaya rendah seperti Handycam, kamera DSLR dsb, biasanya tidak kuat jika disambung kabel 30M.

Saya lebih sarankan beli kabel yang maksimum 20M saja. Atau kalau mau lebih aman lagi, beli yang 15m. Saya sudah coba di beberapa perangkat dan umumnya semua bisa berfungsi dengan baik.

Nah jika butuh panjang lebih dari 20M, kita beli Namanya HDMI Repeater, bisa juga pakai HDMI Splitter.  Beli yang pakai power adaptor ya, kalau pakai yang tanpa power tambahan (hanya disambung), saya pernah beli beberapa jenis tidak ada yang kuat untuk sambung kabel panjang.





Untuk cara pasangnya tinggal disambung-sambung saja seperti gambar dibawah.



Beda HDMI Repeater dan Splitter adalah kalau repeater hanya punya satu input dan satu output, jadi fungsinya hanya untuk meneruskan sinyal HDMI.

Kalau HDMI Splitter selain berfungsi sebagai repeater (meneruskan sinyal), juga berfungsi untuk mencabang (split) sinyal HDMI. Jadi satu input HDMI, output-nya bisa dua atau lebih. Berguna misalnya kalau satu kamera mau disambung ke dua monitor. Untuk kedua monitor menampilkan gambar yang sama ya (bukan jenis extend).

Lucunya adalah HDMI Repeater biasa dijual dengan harga sekitar 200 ribuan, bisa lebih, sedangkan HDMI Splitter yang output dua jalur dijual dengan harga 70 ribuan (lebih murah). Yang output 4 jalur mulai dari 90 ribuan.

Jadi, biasa saya beli HDMI Splitter saja yang lebih murah, karena fungsinya sama saja. HDMI Splitter bisa berfungsi normal walau hanya satu kabel output yang dicolok.

Jangan sampai salah beli, jangan pakai HDMI Switcher untuk meneruskan sinyal HDMI, saya pernah coba dan saat pakai switcher seringkali gagal untuk meneruskan sinyal. Jadi pastikan beli yang SPLITTER (bukan swicther) kalau mau meneruskan sinyal HDMI.

Saya sudah pernah tes pasang kabel HDMI pakai splitter dengan total panjang 60m (menggunakan tiga kabel HDMI 20m jaring yang terjangkau + tiga HDMI Splitter). Dan secara teori seharusnya bisa digunakan lebih panjang lagi selama disambung dengan splitter / repeater.

Kekurangan metode ini adalah kita perlu menyediakan sumber listrik di setiap titik repeater / splitter dipasang. Kekurangan kedua adalah karena banyak sambungan, ada resiko rentan koneksi terputus kalau repeater-nya tersenggol, jatuh atau sebagainya (misalnya menyebabkan koneksi "colokan" jadi longgar), dsb,

Dan ketiga, biasanya adaptor bawaan yang digunakan untuk mentenagai HDMI Splitter / Repeater, kualitasnya kurang begitu bagus / kurang begitu awet, jadi biasanya saya ganti sumber power-nya pakai charger handphone yang 2A biar lebih kuat dan stabil koneksi sinyal HDMI-nya. Untuk pakai charger ponsel, tinggal beli kabel DC Jack 5.5mm to USB seperti foto dibawah. Tapi kalau sobat baru beli splitter, bisa pakai adaptor bawaan-nya saja dulu. Nanti kalau rusak baru ganti pakai charger handphone.



Dengan semua kekurangan yang saya sebutkan barusan, saya tetap paling sering menggunakan HDMI Splitter karena diantara semua pilihan metode lainnya, pakai HDMI Splitter yang memberikan hasil koneksi yang baik, jernih dan juga relatif terjangkau.

Tapi kalau dana bukan masalah buat sobat, maka saya lebih sarankan beli kabel HDMI Optik saja yang memang lebih mahal tapi juga lebih simple dan tetap baik / jernih.

Semoga bermanfaat dan bisa juga menonton video cara sambungnya dibawah:



Berlangganan (Free):



Jika dirasa artikel ini berguna, silahkan di share / dibagikan

Kembali ke atas 🚀

©2009-2022 gadoga.com - V3.044
Disclaimer | Kebijakan Privasi