Cerita Film Ngenest Dan Pesan Moral Yang Terkandung

24 Januari 2016 Oleh Ted



Peringatan: Berisi Spoiler yang menceritakan jalan cerita film

Hari ini saya menonton film Ngenest yang bergenre drama komedi.

Film ini menceritakan tentang Ernest (Diperankan oleh Ernest Prakasa) yang terlahir dari keluarga keturunan Cina dan dirinya merasa sebagai kaum minoritas dan selalu dianggap berbeda dari orang-orang di lingkungan tempat tinggal dan di sekolahnya.

Diceritakan karena pada masa SD-nya dia sering di olok-olok (bully) oleh teman-teman yang pribumi, dia merasa hidupnya tidak beruntung karena terlahir dari keluarga yang keturunan Cina.

Bahkan Ernest sempat mencoba berbaur / berteman dengan teman-teman yang sering bully dia, tapi ternyata mereka hanya memanfaatkan Ernest saja.

Karena hal inilah Ernest memiliki cita-cita untuk menikah dengan gadis Pribumi, tujuannya hanya satu, agar anaknya memiliki tampang pribumi dan bisa hidup lebih baik dan tidak di olok-olok seperti dirinya.

Akhirnya Ernest berhasil menikahi gadis pribumi yang bernama Meira. Namun ternyata walau sudah berhasil menikah dengan pribumi, dirinya masih dilanda ketakutan karena masih ada 50% kemungkinan anaknya lahir bertampang Cina.

Karena ketakutan itulah Ernest menunda-nunda memiliki anak dengan alasan belum siap. Sementara itu, Meira sangat menginginkan punya anak. Akibatnya terjadi konflik rumah tangga  antara Meira dengan Ernest.

Singkat cerita, masalah tersebut akhirnya bisa diselesaikan dan mereka berdua berhasil memiliki anak. Apakah tampang anaknya pribumi? Ternyata tidak, matanya tetap sipit he he he.

Tapi Ernest ternyata sudah bisa menerima dan tetap berbahagia walaupun anaknya bertampang Cina.

Pesan moralnya adalah harus bersyukur dengan "tampang" yang Tuhan sudah berikan kepada kita.

Hmm.. kalau pesan moral seperti itu sih sepertinya sudah standar ya he he.. tapi ada satu kalimat yang saya ingat dari film Ngenest dan bisa dibilang itu adalah hal paling berharga yang bisa saya dapatkan (dari film itu). Mungkin kalimatnya tidak sama persis seperti dibawah, tapi kurang lebih artinya seperti dibawah:

"Satu hari yang kita sia-siakan hari ini, itu adalah satu hari yang kita pinjam di masa depan"

Artinya kita tidak boleh sia-siakan kesempatan.

Saya tahu sebenarnya itu juga semua orang sudah tahu, dan juga sudah banyak kalimat serupa, misalnya "Satu tahun dari sekarang kita akan menyesali apa yang tidak kita mulai hari ini", dsb. Tapi kalimat diatas seperti lebih berkesan bagi saya saja 😄

Demikianlah sinopsis dan ceirita film ngenest, semoga bermanfaat - salam, gadoga.com




Berlangganan (Free):



Copas emoticon: 😁 😃 😂 😅 😇 😈 😉 😊 😋 😌 😍 😒 😓 😔 😳 😖 😘 😛 😡 😱 😤 😎 👍 🙏

Jika dirasa artikel ini berguna, silahkan di share / dibagikan

Kembali ke atas 🚀

©2009-2017 gadoga.com - GIG17
Disclaimer | Kebijakan Privasi