Kenapa Tuhan Tidak mengabulkan DOA Saya Untuk Kaya

21 Oktober 2015 Oleh Ted

Sambungan dari artikel sebelumnya: Saya berdoa minta kesembuhan, tapi Tuhan tidak kabulkan.



3. Dari dulu saya berdoa ingin kaya, tapi Tuhan tidak memberikannya, bahkan saya hidup susah.

Saya bersyukur saya bisa melihat banyak sisi lain dari banyak orang. Sisi lain dimana yang terlihat bahagia dan memiliki segalanya, ternyata kenyataannya tidak demikian. Dan juga sebaliknya, dimana ada orang yang terlihat begitu sederhana namun ternyata memiliki kehidupan yang begitu luar biasa.

Saat ini saya miris melihat banyak sekali gereja yang mengatakan orang kristen harus kaya (secara materi). Mereka beranggapan karena Tuhan Yesus sudah menebus anda, jadi anda harus kaya, harus sehat, harus bebas dari kesulitan. Kalau anda miskin berarti anda tidak diberkati, kalau anda miskin berarti anda berdosa, anda kurang percaya kepada Yesus, kalau anda miskin berarti anda adalah orang bodoh yang menyia-nyiakan karunia Tuhan.

"Terjadilah sesuai dengan imanmu" Kalau kau mengimani engkau akan kaya, maka pasti akan terjadi. Bukankah Tuhan berkata: apa saja yang kamu minta dalam doa dengan penuh kepercayaan, kamu akan menerimanya (Matius 21:22)?

Apakah benar begitu? Apa benar orang kristen harus kaya secara materi?

Tentu saja tidak. Untuk penjelasan Matius 21:22 bisa dibaca pada artikel sebelumnya. Sedangkan untuk menjawab apakah orang kristen harus kaya, saya hanya akan memberikan FAKTA:

  • Tuhan Yesus tidak kaya secara materi
  • Banyak rasul dan nabi yang tidak kaya
  • Gereja yang mengatakan bahwa orang kristen harus kaya raya pada umumnya saat gereja sudah berkembang besar akan terjadi perpecahan pada pemimpin-pemimpinnya, terjadi perebutan kekuasaan, korupsi dana gereja, perzinahan yang dilakukan oleh "hamba" Tuhan, dll. Hal ini menunjukkan salahnya ajaran mereka.
  • Beberapa orang kristen yang kaya dan terlihat memiliki segalanya malah bunuh diri.
  • Orang kristen yang kaya banyak yang ketakutan kehilangan hartanya
  • Banyak orang kristen kaya yang lebih memikirkan usahanya, bisnisnya dan tidak perduli dengan pelayanan. Mereka berpikir dengan memberi persembahan yang besar ke gereja itu sudah cukup, biar orang lain saja yang kerja pelayanan.
  • Dan masih banyak FAKTA-FAKTA lain yang membuktikan bahwa orang kaya secara materi TIDAK MENJAMIN kebahagiaan seseorang.

Bukankah Tuhan menjanjikan hidup yang berkelimpahan?

Betul Tuhan menjanjikan hidup yang berkelimpahan, tapi Dia tidak pernah mengatakan berkelimpahan harta kekayaan, namun yang dimaksud adalah berkelimpahan / kaya dalam iman, dalam perkataan, dalam pengetahuan, dalam kesungguhan untuk membantu, dan dalam kasih (2 Korintus 8:7).

Jadi orang kristen harus miskin dan menderita?

Tidak juga, Abraham kaya, Daud kaya, Salomo juga kaya. Banyak orang kristen di jaman ini yang super kaya tapi tetap memuliakan Tuhan.

Jadi, intinya apa?

Intinya adalah:

  • Tuhan tidak pernah menjanjikan orang kristen PASTI kaya secara keuangan (harta)
  • Orang kaya secara materi tidak menjamin damai sejahtera
  • Banyak orang yang secara materi biasa-biasa saja namun hidupnya begitu luar biasa.

Ciri orang miskin dan orang kaya "sejati"

Orang Miskin Sejati:

Tipe 1: Ada orang yang secara harta berlimpah. Punya mobil banyak, rumah mewah, anak-anak sekolah di luar negeri, dll. Namun dalam kehidupan, dalam bisnisnya dia melakukan tipu sana-sini, merugikan orang lain, yang penting keluarganya mendapatkan untung sebesar-besarnya. Ini adalah ciri-ciri orang miskin dalam kehidupan.

Tipe 2: Orang yang secara harta memang miskin dan dalam kehidupan dia juga selalu meminta belas kasihan dari orang lain, mengasihani diri sendiri, dia berpikir bahwa dia adalah orang paling susah sedunia, dia tidak mau membantu orang lain karena dia berpikir tidak punya apa-apa.

Ingatlah, Tuhan meminta kita berbuat sesuatu menggunakan apa yang kita miliki, bukan dengan apa yang tidak kita miliki. Janganlah menjadi orang miskin sejati yang tidak mau memberikan kontribusi apa-apa karena merasa miskin. Jangan sampai Tuhan mengambil semua yang anda miliki karena sikap anda yang salah.

Orang Kaya Sejati:

Tipe 1: Orang yang secara materi dia biasa-biasa saja malah terlihat sangat sederhana. Namun orang ini sangat ringan tangan untuk membantu saat ada orang lain membutuhkan, orang ini tidak takut merasa kekurangan karena dia yakin bahwa Tuhan akan mencukupkannya (dan dalam kehidupannya memang Tuhan selalu mencukupkan, sering kali dengan caraNya yang ajaib). Orang seperti ini benar-benar merasakan penyertaan Tuhan dalam hidupnya.

Tipe 2: Orang yang memiliki harta melimpah, namun dia sadar bahwa harta itu hanyalah titipan, dia tidak ragu untuk membantu orang lain yang membutuhkan, bukan hanya sekedar bantu uang, namun juga bantu tenaga, doa dan pikiran. Dia tidak takut kehilangan hartanya karena dia tahu bahwa semua itu milik Tuhan.

Antara orang kaya tipe 1 dan tipe 2 manakah yang lebih berbahagia? Kalau orang duniawai pasti akan mengatakan Tipe 2. Namun Tuhan tidak memandang seperti itu, Dia akan menyertai orang yang berkenan di hatiNya, Dia tidak memandang seberapa banyak uang yang anda miliki, namun Dia melihat dari hati (contohnya adalah peristiwa persembahan seorang janda miskin yang tertulis di Markus 12:41-44).

Selain itu, seringkali orang kristen sejati yang memiliki uang pas-pasan (dalam banyak kasus, biasanya hamba Tuhan yang dikirim ke daerah terpencil) justru lebih sering bersyukur karena bisa merasakan perawatan Tuhan secara ajaib dalam kehidupan sehari-hari. Contohnya jika beras habis, tiba-tiba ada saja orang yang bawakan, dsb.

Bolehkah orang kristen berdoa minta kaya harta?

Menurut saya boleh-boleh saja. Namun jangan memaksakan kehendak dan jangan jadikan itu sebagai prioritas.

Yang perlu anda ingat adalah, Tuhan pasti mencukupkan dan merawat hidup anda. Anda mungkin tidak akan pernah kaya, namun Dia pasti memberikan yang anda butuh.

Jadi, jika anda saat ini sedang berdoa minta kaya, namun kehidupan anda terasa begitu sulit, bahkan untuk makan sehari-hari pun susah, maka yang perlu anda lakukan adalah instrospeksi diri.

Bisa jadi anda serba kekurangan bukan karena Tuhan tidak mau mencukupkan, tapi bisa saja karena anda pemalas, tidak mau perbaiki kemampuan diri sendiri, maunya santai-santai saja, gaya hidup terlalu mewah, berpikir dengan doa dan percaya saja simsalabim Tuhan pasti penuhi.

Atau bisa juga anda serba kekurangan karena selama ini menjalankan bisnis dengan curang, menipu, jika anda karyawan anda sering korupsi (terlambat adalah termasuk korupsi waktu), atau hal-hal lain yang tidak baik.

Jadi kalau anda ingin kaya, selain tekun berdoa, anda juga harus kembangkan ketrampilan, hidup jujur dalam setiap aspek kehidupan, harus kreatif, disiplin, bangun lebih pagi, perbaiki cara berkomunikasi, cara anda bersikap kepada orang lain, lebih rapi, tetap semangat dan lakukan setiap hal yang bisa memperbaiki kualitas diri anda. Ingatlah Ora et Labora (berdoa dan bekerja).

Namun jika kehidupan terasa begitu sulit walaupun anda merasa tidak pernah melakukan dosa, selalu bekerja dengan baik dan selalu mengandalkan Tuhan, maka mungkin saja Dia sedang menguji iman anda (seperti Ayub), atau bisa juga Dia sedang mempersiapkan anda untuk melakukan sesuatu hal yang lebih besar lagi di masa depan. Dalam kondisi ini anda harus bersabar, tetap semangat, semakin mendekatkan diri kepadaNya agar maksud Tuhan semakin jelas dan selalu percaya Tuhan pasti berikan yang terbaik dan indah pada waktuNya.

Selain itu, jangan sampai keinginan atau obsesi anda untuk menjadi kaya malah menyia-nyiakan anugrah yang Tuhan sudah berikan saat ini. Ingatlah, Tuhan itu juga bekerja dengan cara mencegah, tidak selalu memberi. Dan hal ini yang sering kali disia-siakan dan dilupakan oleh banyak orang.

Contohnya, jika anda saat ini masih sehat, keluarga juga sehat, walaupun dompet tipis, maka bersyukurlah, karena diluar sana banyak orang kaya namun hidupnya menderita karena dirundung oleh penyakit.

Kesimpulan pertanyaan nomor 3:

  • Tuhan tidak pernah menjanjikan orang kristen pasti kaya secara harta (tidak ada ayatnya di Alkitab)
  • Kekayaan secara harta tidak menjamin kebahagiaan dan damai sejahtera.
  • Banyak orang yang hidupnya sederhana namun lebih bahagia dibanding orang kaya.
  • Jadilah orang kaya sejati terlepas dari berapa banyak harta yang dimiliki.
  • Tuhan akan mencukupkan dan merawat kehidupan kita. Jika kita merasa kesulitan, harus introspeksi diri dan semakin mendekatkan diri kepada Tuhan

Bersambung ke artikel:


Artikel Lainnya:

 

©2009-2017 gadoga.com
Disclaimer | Kebijakan Privasi