Saya Berdoa Minta Pasangan, Tapi Tuhan tidak Berikan

21 Oktober 2015 Oleh Ted

Sambungan dari artikel:



4. Saya berdoa ingin pasangan yang ganteng, yang cantik, yang kaya, tapi kenapa Tuhan tidak berikan?

Kalau doa kamu adalah berdasarkan hasrat duniawai, maka ada kemungkinan doa kamu tidak akan dikabulkan. Jadi berdoalah yang benar. Dalam hal pasangan, berdoalah untuk meminta Tuhan memberikan pasangan yang sepadan. Selain itu, berusahalah untuk menjadi orang yang berkualitas.

Sebelum menjawab pertanyaan nomor 4, saya akan berikan penjelasan terlebih dahulu tentang sepadan (seimbang).

Sepadan mencakup dalam semua bidang, baik kerohanian, ekonomi, budaya, pendidikan, kedewasaan, usia, dll. Banyak pasangan muda-mudi yang dimabuk cinta tanpa berpikir kedepan. Mereka berpikir yang penting cinta, yang penting saya suka sama dia, bahkan tidak masalah beda agama, toh saya bisa menginjili dia atau lebih parah, saya bisa pindah agama tidak masalah yang penting happy.

Dibawah ini saya akan beri beberapa contoh lebih spesifik tentang arti sepadan:

  • Dalam bidang ekonomi: Cari pasangan yang kemampuan ekonominya tidak berbeda jauh dengan kamu. Hal ini akan mempengaruhi cara berpikir, gaya hidup dan cara mengelola keuangan. Contohnya ada orang yang ingin beli barang semurah mungkin, tidak masalah kalau kualitas jelek. Tapi ada juga yang selalu memilih barang yang terbagus dan terbaik, tidak masalah kalau mahal. Uang adalah masalah yang sensitif, maka kamu harus mencari pasangan yang memiliki cara pkamung sama dalam mengelola keuangan, kalau tidak akan menimbulkan masalah nantinya.
  • Dalam bidang budaya: Dia suka musik apa? Cara berpakaian dia seperti apa? Cara dia makan, cara bersikap, dll. Carilah pasangan yang memiliki tingkat kebudayaan yang sama, bukan berarti harus berbudaya sama, tapi bagaimana cara pkamung terhadap kebudayaan. Misalnya kalau kamu adalah orang yang menggangap tabble manner (tata cara makan) itu penting, maka carilah pasangan yang bisa mendukung. Karena itu akan berpengaruh nanti saat kamu akan mendidik anak-anak kamu.
  • Dalam pendidikan: Cari yang memiliki daya pikir yang sama. Pada umumnya ditentukan oleh tingkat pendidikan yang diemban (walau tidak selalu). Misalnya kamu adalah seorang doktor, maka sebaiknya mencari pasangan yang mengemban kuliah. Hal ini penting karena dalam kehidupan berpasangan kamu akan sering berkomunikasi dan topik-topik pembicaran biasanya dipengaruhi oleh pendidikan yang kamu jalani. Saat pacaran mungkin yang dibicarakan hanyalah seputar percintaan saja, namun setelah 2-3 tahun menikah, kamu akan sangat bersyukur jika pasangan kamu bisa diajak bicara tentang pekerjaan, tentang solusi penyelesaian masalah yang dihadapi, dsb.
  • Kedewasaan: Cari pasangan yang memiliki tingkat kedewasaan sepadan dengan kamu. Misalnya jika kamu adalah orang yang berwibawa, maka cari pasangan yang bersikap dewasa dan bisa menjaga sikap, jangan cari pasangan yang seperti anak kecil. Jangan karena sekadar dia cantik atau ganteng kamu tutup mata dengan sikap kekanakannya, suatu saat itu bisa mempermalukan kamu.
  • Usia: Hal ini juga perlu diperhatikan, sebaiknya cari yang tidak terpaut terlalu jauh perbedaan umurnya. Hal ini akan mempengaruhi cara berpikir dan juga kemampuan fisiknya. Misalnya kamu masih muda dan masih bersemangat ingin melakukan banyak hal, maka carilah pasangan yang muda juga. Kalau dengan pasangan yang sudah tua akan sulit mengimbangi aktifitas kamu. Jika kamu sudah cukup berumur, cari pasangan yang juga berumur karena dia akan lebih mengerti kondisi kamu.
  • Kerohanian: Ini adalah yang terpenting. Cari pasangan yang memiliki tingkat kerohanian sepadan dengan kamu. Jangan asal kristen, apalagi pasangan kamu pindah agama hanya karena ingin menikah dengan kamu. Jangan senang dulu, tapi uji dulu imannya. Contohnya, Tuhan mengajarkan agar kita mengerjakan pelayanan, apakah pasangan kamu setuju kalau kamu menggunakan waktu untuk pergi pelayanan? apakah pasangan kamu mendukung perpuluhan? Apakah pemahaman tentang berkat Tuhan sama? Apakah memiliki doktrin yang sama? Cari yang bisa menunjang pelayanan kamu, jangan sampai iman kamu mati saat berpasangan dengan kekasih kamu, itu bahaya.

Mungkin sebagian dari kamu tidak setuju dengan definisi sepadan diatas, kenapa sepadan dalam ekonomi itu penting? dalam usia? dalam pendidikan? bukankah yang terpenting itu cinta?

Yang perlu kamu ingat adalah untuk mempertahankan pernikahan itu tidak hanya bisa mengandalkan cinta, dalam suatu titik kehidupan, kamu bisa merasa bosan, kita tidak tahu pergumulan di masa depan yang akan kita hadapi. Oleh karena itu carilah orang yang benar-benar bisa mendukung kamu sampai akhir hidup dan ini bisa terwujud kalau kamu memiliki pasangan yang sepadan.

Sepadan itu bukan berarti semua harus sama persis, namun itu berarti seimbang, bisa saling melengkapi. Bayangkan seperti timbangan, agar bisa seimbang (sepadan) tidak harus selalu diisi oleh barang yang sama, namun harus diisi dengan benda yang beratnya sama (memiliki kualitas yang sama). Pernikahan itu berarti dua manusia menjadi satu (bukan menjadi kembar).

Mungkin sangat sulit untuk mencari pasangan yang sepadan 100%, namun carilah yang paling mendekati sepadan karena itu akan membuat kamu menjalani kehidupan kedepannnya lebih baik lagi. Khususnya dalam bidang kerohanian, kamu harus benar-benar mencari pasangan yang sepadan, yang bisa membuat iman kamu bertumbuh.

Sekarang balik lagi ke pertanyaan: saya berdoa meminta pasangan yang kaya, cantik, ganteng, pintar, baik hati, dll, kenapa Tuhan tidak berikan?

Jika kamu mendambakan seorang kekasih yang sesuai kriteria yang kamu inginkan, maka saya berikan kamu satu pertanyaan:

Apakah kamu sudah menjadi orang yang sepadan bagi "calon" pasangan kamu?

Saya berikan beberapa contoh:

  • Misalnya kamu menginginkan pasangan yang cantik / ganteng, maka kamu harus merawat diri dengan baik, berolahraga secara teratur, makan yang sehat, selalu menjaga kebersihan, perhatikan cara berpakaian agar kamu juga bisa menjadi menarik.
  • Misalnya kamu ingin pasangan yang pintar, apakah kamu sudah belajar dengan baik agar bisa mengimbangi kepintaran calon pasangan kamu?
  • Jika pasangan kamu adalah seseorang yang baik, yang memiliki kerohanian baik, apakah kamu juga sudah berusaha memperbaiki kerohanian kamu? berusaha menolong banyak orang? agar bisa mengimbangi pelayanan pasangan kamu.
  • dll

Intinya adalah, selain berdoa kamu juga harus berusaha untuk meningkatkan kualitas diri. Apa yang kamu sukai atau inginkan dari pasangan, maka kamu juga harus memiliki kualitas untuk mengimbanginya. Jangan misalnya kamu ingin dapat pacar pintar karena kamu adalah orang bodoh, itu sama saja egois dan kamu hanya akan menjadi beban bagi pasangan, tidak sepadan.

Jika saat ini kamu memiliki seseorang yang diinginkan untuk menjadi pasangan kamu dan kamu sudah merasa "sepadan", sudah berdoa agar orang tersebut bisa menjadi pasangan kamu tapi sepertinya tidak ada kemajuan, maka ada beberapa kemungkinan, seperti dibawah ini.

1. Apakah kamu sudah bertindak?

Genit-genitlah dikit Tapi BUKAN berarti kegenitan dan JUAL MURAH. Bukan, maksud saya bukan itu dan jauh dari itu.

Tapi maksud saya adalah kebanyakan orang, apalagi yang sudah berumur cukup matang tapi belum menikah adalah karena mereka terlalu fokus dengan kehidupan dan pekerjaannya sendiri. Bisa dibilang mereka seperti hidup pada dunianya sendiri.

Jika kamu belum dapat pasangan coba tanyakan ini ke diri kamu sendiri: Bagaimana pergaulan saya? Apakah teman saya itu-itu saja? Apakah saya memperhatikan orang lain atau saya hanya berharap karena jodoh ditangan Tuhan, maka "jodoh harus turun dari langit secara otomatis".

Bagaimana mungkin kamu bisa dapat jodoh kalau kamu tidak mulai memperhatikan, jangan-jangan jodoh kamu sudah ada di depan mata tapi kamu tidak sadar.

Kalau kamu sudah memperhatikan dan yakin bahwa di lingkungan kamu memang pasti tidak ada jodoh kamu, maka sudah saatnya kamu memperluas pergaulan. Tentu saja saya menyarankan bergaul di tempat yang berkualitas dan cocok untuk mencari pasangan. Jangan cari jodoh di tempat clubbing.

Cobalah aktif dengan mengikuti berbagai kegiatan positif yang ada, mungkin kegiatan di gereja atau di lingkungan perumahan. Dengan begitu kamu bisa mengenal beberapa orang yang mungkin diantara mereka itu salah satunya adalah jodoh kamu.

Setelah itu, apakah kamu sudah bertindak? Kalau kamu suka dengan seseorang, maka kamu harus memiliki keberanian untuk mengajak bicara, perkenalkan diri kamu, kenal diri dia lebih baik lagi dan juga tunjukkan siapa diri kamu.

Jangan takut, sebelum mengajak berbicara dengan orang yang kamu "taksir", kamu harus berpikir bahwa kamu sekedar ingin mengenal dirinya lebih baik, bukan dengan intensi untuk mengajak berpacaran. Selain itu, kamu juga bisa melakukannya saat tidak sendirian, misalnya saat bersama dengan teman-teman.

Lagipula, belum tentu dia itu adalah pasangan yang cocok bagi kamu. Jadi kenallah dia lebih jauh terlebih dahulu dan sekali lagi, ga perlu takut karena kamu bukan ngajak dia pacaran, tapi hanya mengajak berteman.

Tapi saya beritahu satu rahasia:

Jika kamu berteman dengan lawan jenis dalam waktu yang lama, maka sangat besar kemungkinannya bahwa salah satu atau keduanya akan memiliki perasaan lebih dari sekedar teman.

Jadi, intinya apa? Berteman saja dulu, kenali lebih jauh, kalau cocok baru ajak pacaran. Kalau kamu langsung masuk ke tahap mengajak pacaran maka sangat jarang terjadi hasilnya seperti yang diinginkan tapi biasanya terjadi salah satu dari dua kemungkinan berikut:

  1. Kamu langsung ditolak mentah2
  2. Kamu diterima, tapi pada akhirnya malah kamu yang menyesal karena ternyata dia tidak baik untuk kamu

Saya banyak sekali mengenal orang yang terlalu takut memulai dan pada akhirnya menyesal. Bagaimana kalau hanya sekedar mengajak berteman saja lalu ditolak? Tidak perlu bersedih, Tuhan akan berikan yang terbaik bagi kamu selama kamu terus berdoa dan berusaha.

2. Kemungkinan kedua: tidak sekarang, nanti

Memang belum waktunya dia menjadi pasangan kamu. Mungkin suatu saat dia akan menjadi pasangan kamu. Yang bisa kamu lakukan sekarang adalah terus meningkatkan kualitas diri kamu agar bisa menjadi seseorang yang dia inginkan.

3. Kemungkinan ketiga: memang bukan

Bisa saja dia bukan pasangan kamu. Mungkin kamu menginginkan orang tersebut untuk hal-hal yang kurang berkenan, misalnya hanya karena fisik saja atau karena kaya, ingatlah Tuhan tahu yang terbaik bagi kamu kalau kamu mau bergantung padaNya. Bisa saja orang yang menurut Tuhan baik bagi kamu sebenarnya ada di depan mata kamu selama ini tapi kamu tidak sadar atau tidak mau sadar karena tidak sesuai dengan keinginan duniawi kamu.

4. Kemungkinan keempat

Kemungkinan keempat biasanya yang paling sulit diterima oleh banyak orang. Adakalanya memang Tuhan memutuskan bahwa seseorang memang ditakdirkan untuk hidup sendiri. Tapi jangan cepat-cepat menarik kesimpulan. Kalau kamu sudah tua sekalipun belum tentu Tuhan mentakdirkan kamu hidup sendiri, bisa saja ada seseorang disana yang diciptakan memang untuk kamu.

Berdoalah dengan sungguh-sungguh kepada Tuhan untuk meminta petunjukNya. Yang pasti Tuhan selalu memberikan yang terbaik bagi kamu.

Beberapa hal yang harus kamu ingat:

  • Jangan menikah karena SEX
  • Jangan menikah karena kamu mulai TUA
  • Jangan menikah karena UMURNYA SUDAH PAS
  • Jangan menikah karena KESEPIAN
  • Jangan menikah karena Kamu Butuh Seseorang Untuk Mendukung Kamu Dalam Keuangan
  • Jangan menikah karena KAMU DIHAMILI
  • Jangan menikah karena KAMU TAKUT KEHILANGAN ORANG ITU
  • Jangan menikah karena DESAKAN KELUARGA
  • Jangan menikah karena KAMU SUKA DARI IDE PERNIKAHAN
  • Jangan menikah karena KASIHAN
  • Jangan menikah karena KESUKUAN
  • Jangan menikah karena KAMU SUKA DENGAN GAUN PENGANTIN
  • Jangan menikah karena KAMU SUKA ANAK2
  • Jangan menikah karena SEMUA TEMAN KAMU SUDAH NIKAH
  • Jangan menikah karena MELIHAT FISIK / KUALIFIKASI PENDIDIKAN

Tapi,

  • Menikahlah karena kamu SUDAH SIAP
  • Menikahlah karena kamu MENCINTAI ORANG ITU
  • Menikahlah karena kamu ingin MEMENUHI PANGGILAN KAMU DI DUNIA INI
  • Menikahlah karena kamu INGIN MENJADI PENOLONG YANG BAIK
  • Dan yang terpenting, menikahlah karena kamu yakin bahwa dia adalah orang yang TUHAN BERIKAN UNTUK KAMU, bukan karena emosi sesaat.

Kesimpulan

  • Carilah pasangan yang sepadan, khususnya dalam bidang kerohanian
  • Selain berdoa, kamu juga harus berusaha, harus selalu meningkatkan kualitas diri kamu.
  • Cara efektif untuk mencari dan memilih jodoh adalah melalui pertemanan
  • Jangan menginginkan pasangan hanya mangandalkan hati saja, gunakan juga otak dan rasio kamu, terus mendekatkan diri kepada Tuhan agar bisa mengetahui pasangan mana yang terbaik bagi kamu.
  • Jangan putus asa, orang jahat paling sering memanfaatkan orang yang putus asa / desperasi.

Bersambung ke artikel: Saya berdoa tidak ingin hamil karena melakukan hubungan seks diluar nikah.


Artikel Lainnya:

 

©2009-2017 gadoga.com
Disclaimer | Kebijakan Privasi