4 Alasan Tuhan Membiarkan Penderitaan

14 Januari 2016 Oleh Ted

Hari ini seorang saudara saya ingin bergi berlayar dan di rumah kami mengundang hamba Tuhan untuk mengadakan kebaktian untuk mendoakan saudara saya yang hendak berangkat dan juga untuk mendoakan istrinya yang akan ditinggal selama beberapa waktu.

Dalam kebaktian tersebut, hamba Tuhan mengambil tema dari Markus 4: 35-41, yaitu tentang Yesus meredakan angin ribut. Mungkin karena saudara saya ingin berlayar, maka beliau mengambil topik ini

Dalam peristiwa tersebut ada empat point yang dibahas oleh hamba Tuhan, yaitu mengapa Yesus seperti "membiarkan" atau mengijinkan angin ribut terjadi. Dalam hal ini juga bisa menggambarkan pergumulan di dalam kehidupan manusia.

Alasan Pertama: Agar manusia Rendah Hati

Saat manusia merasa memiliki segalanya, sering kali kita menjadi sombong dan lupa bahwa manusia itu tidak self sufficient atau tidak cukup terhadap dirinya sendiri. Artinya akan selalu ada yang kurang. Manusia itu lupa bahwa sebenarnya dia membutuhkan topangan Tuhan.

Dengan adanya pergumulan / "angin ribut" akan membuat manusia sadar bahwa dirinya bukanlah apa-apa.

Dalam peristiwa yang dicatat di kitab Markus, diceritakan bahwa Yesus sedang tertidur ketika angin ribut terjadi. Kenapa Yesus tertidur? Karena murid-murid Yesus sebelumnya merasa diri hebat dan bisa mengatasi segala peristiwa yang mungkin akan terjadi di perairan / danau (karena kebanyakan dari mereka adalah seorang nelayan).

Secara sederhana Yesus seperti mengatakan: "Karena kalian mau mengandalkan kekuatan sendiri dan berpikir tidak butuh pertolongan Saya (Tuhan), ya sudah Saya tidur saja"

Sama seperti kita, Tuhan akan seperti terus "membiarkan" pergumulan manusia yang merasa dirinya hebat dan tidak butuh pertolongan Tuhan.

Alasan Kedua: Mendemonstrasikan kekuatan Tuhan

Apakah Tuhan bisa saja membiarkan cuaca tenang dan tidak ada angin ribut? Bisa saja.

Tapi kenapa para murid-murid harus merasakan angin ribut? Jawabannya adalah untuk menunjukkan kekuatan Tuhan.

Saat Tuhan "memberikan" angin ribut, manusia secara garis besar akan terbagi menjadi dua tipe.

Tipe Pertama: Akan menghujat Tuhan dan mengatakan Dia Jahat karena memberikan angin ribut.

Tipe Kedua: Akan mengatakan Tuhan itu baik. Loh kok bisa?

Kalau Tuhan mengijinkan angin ribut, berarti Dia sedang memanggil anda untuk kembali kepadaNya. Untuk memberitahu kita bahwa sebenarnya kita membutuhkan Tuhan.

Dengan kata lain, saat pergumulan terjadi, sebenarnya Tuhan sedang mencari kita, sedang memanggil kita untuk bergantung padaNya.

Apakah Tuhan membutuhkan manusia? Apakah Tuhan seperti "gila kemuliaan" sehingga mencari dan membutuhkan manusia untuk menyembah-nyembah Dia? Sama sekali Tidak! Tuhan tidak butuh manusia, Dia cukup pada diriNya sendiri (self sufficient).

Lalu kenapa Tuhan mencari manusia, seakan-akan seperti Dia yang butuh? (padahal kita lah yang butuh Tuhan). Jawabannya karena Dia sangat mengasihi manusia.

Kembali lagi, apakah Tuhan bisa membiarkan manusia tanpa pergumulan? Sangat bisa.

Bukankah kalian sering melihat orang jahat yang hidupnya kaya raya dan sepertinya tanpa masalah sama sekali? Kalau kalian melihat orang seperti itu, janganlah menjadi iri hati dan ingin ikut berbuat jahat, ingin berbuat curang dan sebagainya.

Karena sesungguhnya Tuhan sedang "membiarkan" dia dan jika orang itu tidak bertobat, maka semakin lama akan semakin jauh dari Tuhan. Kalau Tuhan sudah "membiarkan" itu adalah tahapan yang sangat-sangat mengkhawatirkan. Jika kalian termasuk orang "jahat" dan sepertinya tidak ada hukuman apa-apa dari Tuhan, segeralah bertobat, jangan sampai terlambat.

Sebaliknya, jika selama ini anda ingin berbuat "curang" dalam berdagang (misalnya ambil untung besar dengan jual barang jelek), ingin korupsi, ingin mencuri, ingin berzinah, dll, dsb, namun sepertinya ada saja halangan untuk melakukan hal-hal tersebut, anda tertangkap basah, tidak bisa bayar cicilan sehingga harta diambil, anda dipukuli, anda terjerat hukum dan sebagainya, maka anda harus bersyukur, karena Tuhan tidak membiarkan anda semakin jauh dan sedang memanggil anda untuk kembali kepadaNya.

Yang harus anda lakukan saat terjadi pergumulan adalah segera mencari Tuhan dan mengkoreksi diri Anda dihadapan Tuhan.

Alasan Ketiga: Memperdalam pengalaman kita bersama Tuhan

Ketika kita mengalami pergumulan lalu kita berseru kepada Tuhan dan Dia lepaskan kita dari pergumulan atau beri kita kekuatan untuk menghadapi pergumulan, maka itu akan semakin memperdalam pengalaman kita bersama Tuhan.

Dengan merasakan penyertaan Tuhan langsung, kita akan semakin dikuatkan lagi untuk menghadapi berbagai macam tantangan yang ada di depan.

Alasan keempat: menyatakan diriNya kepada kita

Di dalam peristiwa Yesus meredakan angin ribut yang tertulis di kitab Markus, murid-murid Yesus pada waktu itu belum mengetahui secara 100% bahwa Yesus adalah Tuhan. 

Mereka mengetahui yang bisa menguasai dan mengontrol cuaca (badai) hanyalah Tuhan (YHWH). Sehingga ketika Yesus seketika itu juga menghentikan angin ribut, murid-murid menjadi bertanya-tanya "Siapa gerangan orang ini, sehingga angin dan danaupun taat kepada-Nya?"

Hal ini untuk menyatakan bahwa diri Yesus adalah Tuhan yang memiliki kuasa terhadap cuaca dan peristiwa alam.

Di dalam masa modern ini, ketika anda meragukan Yesus adalah Tuhan, cobalah saat anda mendapatkan pergumulan berseru dan meminta belas kasihan Yesus untuk menolong anda. Jika Dia beranugerah kepada anda, Dia akan menunjukkan kuasanya dan meredakan "angin ribut" di dalam kehidupan anda.

Kesimpulan

Ketika anda mengalami pergumulan, janganlah anda melihat masalah yang ada di depan anda, namun lihatlah kepada Tuhan Yesus yang sanggup memberi kekuatan bagi anda untuk melewati badai kehidupan.

Anggaplah setiap pergumulan adalah sebuah kesempatan untuk mendekatkan diri anda kepada Tuhan dan merasakan kasihNya secara langsung.

Jangan sia-siakan kesempatan yang diberikan. Tuhan memberkati

Artikel lanjutan: Apa yang harus dilakukan jika sedang mengalami pergumulan klik disini (tambahan).

Artikel lainnya:


Artikel Lainnya:

 

©2009-2017 gadoga.com NP13
Disclaimer | Kebijakan Privasi