Kasih Tidak Cemburu, Tapi Kenapa Allah Pencemburu?

22 Mei 2017 Oleh Ted



1 Korintus 13:4: Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong.

Allah itu Kasih, berarti kalau menurut ayat diatas, Allah itu tidak pencemburu, tapi kenapa seperti bertentangan dengan ayat berikut:

Keluaran 20:5: ...sebab Aku, TUHAN, Allahmu, adalah Allah yang cemburu...
Ulangan 4:24: Sebab TUHAN, Allahmu, adalah api yang menghanguskan, Allah yang cemburu.

Lalu mana ayat yang benar? Bukankah itu kontradiksi? Apa artinya Allah cemburu?

Untuk dapat mengerti hal diatas, kita harus melihat konteks serta bahasa asli yang digunakan.

Arti cemburu di 1 Korintus 13:4:

Dalam ayat ini, kata cemburu digunakan untuk menyatakan "keinginan mengingini hak milik orang lain". Atau bisa dibilang iri hati.

Contoh: Kita cemburu (iri hati) kepada teman kita karena dia punya harta banyak. Kecemburuan ini adalah dosa yang akan menuntun kita kepada dosa-dosa lainnya. Seharusnya kita ikut bersukacita jika melihat teman kita berhasil.

Arti Cemburu di Keluaran 20:5 dan Ulangan 4:24:

Kata cemburu yang digunakan dalam ayat ini adalah kata yang sering digunakan dalam hubungan kekasih. Memang bisa dibilang maknanya sama, yaitu Tuhan (tanda kutip) "iri hati". Tapi yang paling membedakan adalah konteks atau cerita / makna dibalik penggunaan kata itu. Berikut perbandingannya:

  • 1 Korintus 13:4: Kata cemburu digunakan untuk menyatakan keinginan memiliki sesuatu yang bukan miliknya.
  • Keluaran 20:5 & Ul 4:24: Kata cemburu digunakan untuk menyatakan keinginan untuk "menguasai" sesuatu yang memang milikNya.

Kecemburuan Tuhan adalah tanda bahwa Dia sangat mengasihi kita. Misalnya sobat punya suami / istri yang sangat dicintai. Sobat memberikan kasih sayang yang cukup, perhatian, bantuan, merawat dengan baik, intinya sobat memberikan semua yang dibutuhkan oleh pasangan tanpa kurang suatu apapun juga. Tapi suatu hari ketahuan kalau pasangan sobat selingkuh. Bagaimana perasaan sobat? Selain cemburu, pasti sobat akan merasa marah juga. Sobat merasa di khianati!

Ya, itulah yang dirasakan oleh Tuhan, saat kita “selingkuh” dari Tuhan. Saat kita mencintai allah lain dibanding diriNya. Dan parahnya kita sering kali tidak sadar kita mengkhianati Dia. Kita sering kali menyembah dan lebih mencintai berhala dunia.

Note 1: Segala sesuatu yang menjauhkan kita dari Tuhan dan kita cintai LEBIH dari mencintai Tuhan adalah berhala. Dan ini sering kali justru adalah hal-hal yang tampaknya tidak berbahaya. Misalnya saja, kita lebih percaya kepada uang tabungan kita daripada percaya Tuhan yang sanggup memelihara hidup ini (oleh karena itu banyak orang kristen yang pelitnya bukan main, tidak perduli dengan sesama / lingkungan, khawatir berlebihan, padahal simpanannya cukup banyak).

Note 2: Kekayaan itu tidaklah jahat, tapi netral, itu hanyalah alat. Bisa digunakan untuk kebaikan, tapi bisa juga untuk kejahatan.

Note 3: Tuhan menyediakan semua yang kita butuhkan. Hanya saja kita seringkali terlalu rakus dan tidak mencukupkan diri kita dengan apa yang kita punya (Ibrani 13:5).

Karena Allah kita adalah yang pencemburu, jangan heran kalau Dia menghancurkan berhala kita (Sebab TUHAN, Allahmu, adalah api yang menghanguskan, Allah yang cemburu - Ul 4:24), Dia bisa saja memporak-porandakan usaha kita, membuat kita banyak hutang disana-sini, menghancurkan impian kita, mengambil orang yang paling kita cintai, membuat kita sakit, cacat seumur hidup, kanker, dll, intinya mendatangkan badai dalam hidup kita.

Ya, Allah kita adalah Allah yang sanggup melakukan itu, bahkan Dia sering melakukan itu, karena Dia adalah Allah yang pencemburu. Dan saya pernah merasakan itu

Berarti Tuhan itu jahat dong?

Ingatlah selalu hal ini, Tuhan cemburu dan marah karena Allah begitu sayang sama kita. Kalau tidak sayang, tidak mencintai kita, maka Dia tidak akan merasa cemburu. Sama seperti kamu punya pacar lalu tahu pacar kamu selingkuh; kalau kamu tidak cinta dia, maka saat dia selingkuh, kamu tidak cemburu, tidak marah dan tinggal di putusin aja, simple.

Berbeda dengan Allah kita, Dia memang pencemburu, tapi Dia juga SETIA dengan perjanjianNya. Ya, Dia memang marah, Dia memang Cemburu, Dia menghancurkan segala macam berhala kita yang sangat kita cintai, pegangan hidup kita di dunia. Tuhan bisa dan sanggup melakukan itu di dalam kemarahan dan kecemburuanNya.

Tapi, semua itu dilakukanNya hanya untuk satu tujuan: memulihkan relasi kita dengan diriNya. Yang Tuhan inginkan adalah kita setia kepadaNya. Dia tidak ingin kita selingkuh sana-sini dengan allah-allah lain. Dia akan menghancurkan, menyingkirkan allah lain agar kita semua kembali kepadaNya, fokus hanya kepadaNya.

Jadi, itu artinya Tuhan egois?

Sama sekali tidak, Dia melakukan itu semua karena Dia tahu, berhala-berhala kita hanyalah sementara, itu semua fana dan tidak akan menyelamatkan kita. Tuhan begitu mengasihi kita dan ingin memberikan kita yang terbaik, yaitu diriNya sendiri di dalam dan melalui Yesus Kristus.

Masalah terbesar kita adalah tidak tahu masa depan, sehingga kita selalu mencurigai kebaikan Tuhan. Sama seperti anak kecil yang dilarang makan permen banyak-banyak karena tidak baik untuk kesehatan. Padahal larangan itu adalah untuk kebaikan si anak.

Kalau sobat saat ini sedang merasakan "kecemburuan" Tuhan, kalau sobat merasa memang selama ini sudah selingkuh atau menduakan Tuhan, maka jangan berkecil hati. Karena Allah kita bukan sekedar pencemburu, tapi lebih dari itu Dia adalah Allah yang kasih, setia dan juga adil. Ingatlah dan peganglah janji Tuhan:

1 Yohanes 1:9: Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.

Artikel Lainnya:

 

©2009-2017 gadoga.com NP13
Disclaimer | Kebijakan Privasi