Mengerti Allah Tritunggal Secara Mudah

16 Desember 2015 Oleh Ted

Jangan salah dengan judul artikel diatas. Untuk kita bisa mengerti Allah secara 100% sampai matipun tidak akan mungkin. Karena kita adalah ciptaan yang memiliki keterbatasan. Bila diibaratkan seperti berusaha memasukkan seluruh lautan ke dalam gelas, otak kita tidak akan bisa menampung hikmat Allah.

Kalau ada orang yang mengatakan "Saya bisa menjelaskan allah saya secara tuntas dan komprehensif" maka itu sama saja menyetarakan Allah dengan manusia, karena siapa kita yang bisa mengerti Allah yang maha besar.

Yang akan saya jelaskan di artikel ini hanyalah dasarnya beserta contoh-contoh sederhana, agar orang bisa mengerti sedikit mengenai Allah Tritunggal atau Trinitas.

Banyak orang Kristen yang mulai meragukan imannya karena tidak mengerti tentang hal ini. Bahkan ayat-ayat di Alkitab terlihat seperti banyak yang kontradiksi. Dalam beberapa ayat dikatakan Allah itu Esa sedangkan dalam ayat yang lain mengatakan seakan-akan Allah itu lebih dari satu.

Contoh ayat-ayat di Alkitab yang "bertentangan":

1) Allah itu Esa: Ulangan 6:4; 1 Korintus 8:4; Galatia 3:20; 1 Timotius 2:5

2) Lebih dari satu: Kejadian 1:1; 1:26; 3:22; 11:7; Yesaya 6:8; 48:16; 61:1; Matius 3:16-17; Matius 28:19; 2 Korintus 13:14. Catatan: Dalam kejadian 1:1 Allah dalam bahasa Ibrani ditulis Elohim yang merupakan bentuk jamak.

Jadi, apakah itu artinya Alkitab salah karena bertentangan? he he kalau hanya karena alasan itu saja Anda langsung mencap Alkitab salah, maka itu sama saja memaksakan pemikiran anda terhadap Tuhan.

Banyak orang (yang katanya) kristen sudah keblinger ketika dihadapkan ayat-ayat diatas. Alih-alih mencari jawaban di tempat yang benar, mereka malah mencari-cari jawaban di tempat yang salah. Akhirnya jawaban yang salah lah yang mereka temukan dan pada akhirnya mereka meninggalkan iman kepada Yesus.

Ok, sebelum saya bahas mengenai trinitas atau tritunggal, saya akan sedikit keluar topik. Hal ini sudah saya bahas dalam topik: Bukti keaslian Alkitab klik disini.

Banyak orang yang tidak percaya Alkitab dan mengatakan Alkitab itu palsu hanya karena tidak mengerti konsep Trinitas.

Jika anda adalah salah satu orang yang mengatakan Alkitab adalah buatan manusia saja, maka saya akan bertanya balik kepada anda:

Jika Alkitab itu palsu, jika Alkitab itu buatan manusia, jika Alkitab diciptakan untuk tujuan pendiri agama saja, maka kenapa "sang pengarang" harus memasukkan konsep tritunggal yang begitu rumit? Kenapa harus memasukkan ayat-ayat yang sepertinya bertentangan?

Kalau seandainya saya ingin mendirikan suatu agama dan saya ingin membuat sebuah kitab "suci", maka saya akan menuliskan hal-hal yang tidak bertentangan, akan menciptakan tuhan yang mudah dimengerti dan bisa diterima dengan mudah.

Jika Alkitab adalah buatan manusia, bukankah akan jauh lebih mudah jika hanya menuliskan Tuhan itu Esa, Tuhan itu satu-satunya? Jika anda pernah membaca Alkitab, maka sebenarnya sangat mudah "menghapuskan" ayat-ayat yang sepertinya bertentangan.

Tritunggal Allah adalah salah satu bukti bahwa Alkitab adalah Firman Tuhan, karena walaupun terkesan sulit untuk dimengerti, namun itulah kebenaran yang sejati dan Tuhan tidak berkompromi dengan membuat kitab yang "begitu mudah dimengerti" hanya agar banyak memiliki pengikut.

Memang banyak paradoks di dalam Alkitab namun TIDAK ADA satu pun ayat yang bertentangan.

Paradoks = hal yang sepertinya bertentangan tapi sebenarnya tidak.

Kata Tritunggal atau Trinitas tidak ada di dalam Alkitab

Yup, benar sekali, kata tritunggal atau trinitas tidak ada di dalam Alkitab. Tritunggal berarti satu Allah yang terdiri dari tiga Pribadi.

Di Alkitab banyak sekali yang menjelaskan ketiga pribadi tersebut, yaitu ada Allah Bapa, Yesus dan juga Roh Kudus. Jadi tritunggal atau trinitas hanyalah kata yang digunakan untuk memudahkan penyebutan saja.

Akan lebih mudah menyebutkan "Tritunggal" dibanding menyebutkan "Tuhan itu Esa namun terdiri dari tiga pribadi yang selalu bersama di dalam kekekalan".

Tritunggal itu berarti Allah Bapa = Yesus = Roh Kudus, apa benar begitu?

Sering kali di sekolah minggu untuk mengerti tritunggal Allah diajarkan seperti hal berikut:

Misalnya kamu punya bapak, kalau di rumah dia adalah ayah kamu, kalau dia di kantor dia adalah karyawan, kalau dia lagi mengajar sekolah minggu dia adalah guru sekolah minggu.

Jadi Bapak kamu itu hanya ada satu, tapi dia bertindak sebagai ayah kamu, sebagai karyawan dan juga sebagai guru sekolah minggu.

Konsep seperti diatas adalah salah besar, tritunggal tidak seperti itu. Sayangnya contoh ini terus diajarkan di banyak sekolah minggu hingga saat ini.

Jika mengajarkan hal diatas, maka sangat mudah untuk dipatahkan argumennya dengan pertanyaan sederhana, misalnya jika Yesus = Allah Bapa = Roh Kudus, maka kepada siapa Yesus berdoa? kepada diriNya sendiri?

Tritunggal: satu Allah yang terdiri dari tiga pribadi?

Yup, itulah yang benar. Jadi:

  1. Allah Bapa BUKAN Yesus BUKAN Roh Kudus
  2. Yesus BUKAN Allah Bapa BUKAN Roh Kudus
  3. Roh Kudus BUKAN Allah Bapa BUKAN Yesus
  4. Allah Bapa adalah Tuhan, Yesus adalah Tuhan, Roh Kudus adalah Tuhan

Perhatikan gambar dibawah:



Secara esensi Allah Bapa, Allah Anak dan Allah Roh Kudus adalah sama, yaitu Tuhan yang Maha Esa.

Kata Esa yang digunakan dalam Alkitab bukan berarti satu yang satu-satunya, namun berarti satu yang terdiri dari beberapa (tiga pribadi).

Apa maksudnya Tuhan yang terdiri dari tiga pribadi? Itu artinya ketigaNya memiliki pemikiran dan kehendak, namun semuanya sehati dalam bertindak.

Yesus disebutkan dalam Alkitab seringkali berdoa kepada Allah Bapa di surga, itu artinya Yesus memiliki pemikiran dan kehendak, namun Yesus selalu bertindak sesuai dengan kehendak Bapa di surga.

Jadi seperti orang dengan kepribadian ganda? Tentu saja tidak, seperti disebutkan diatas, Allah Bapa bukanlah Yesus dan bukan juga Roh kudus dan sebaliknya. Namun ketiganya adalah satu kesatuan dalam ESENSINYA SEBAGAI TUHAN. Mereka selalu ada bersama-sama dalam KEKEKALAN (tidak ada yang mencipta atau dicipta diantara ketiga pribadi Tuhan).

Untuk lebih mudah dimengerti saya akan berikan contoh-contoh seperti dibawah.

Penjelasan Allah Tritunggal / Trinitas Dengan Contoh-Contoh Sederhana.

Contoh #1: Persatuan Indonesia

Indonesia terdiri dari 250 juta pribadi. Lalu Indonesia ada berapa? CUMA SATU.

Tuhan terdiri dari tiga pribadi. Lalu Tuhan ada berapa? ya CUMA SATU

Contoh #2: Rumus matematika

Sering kali orang mengolok-ngolok trinitas dengan menggunakan rumus matematika.

Mereka bilang: "kata orang Kristen, 1+1+1=1"

Ok, karena mereka pakai matematika, saya juga akan pakai matematika.

Kalau menggunakan rumus matematika jelas 1+1+1=3, dalam hal ini saya bisa menjelaskan bahwa itu menggambarkan tiga pribadi Allah.

Sekarang saya tanya balik sama mereka, bagaimana mereka menjelaskan rumus 1x1x1=1? Itu artinya apa?

Tentu saja mereka kebingungan dan ga bisa jawab.

Jika memaksakan menggunakan rumus matematika untuk menyangkal trinitas atau tritunggal, maka bisa saja saya menggunakan rumus kubus.

Rumus Volume Kubus apa? Sisi x Sisi x Sisi

Jika sisi kubus = 1m, maka Volume Kubus = 1m x 1m x 1m = 1m3. Artinya BEBERAPA sisi kubus yang berukuran 1m akan menghasilkan SATU kubus yang memiliki volume 1m3.

Dengan kata lain 1m3 atau 1 meter pangkat 3 itu sama seperti SATU Tuhan yang terdiri dari 3 Pribadi.

He he, tapi Tuhan tidak sesederhana itu, saya menulis contoh #2 hanya untuk menjelaskan bahwa kalian tidak bisa menggunakan rumus-rumus matematika untuk mengerti Tuhan yang begitu luar biasa.

Contoh #3: Alkitab ada banyak atau cuma satu?

Sama saja sih sebenarnya seperti contoh #1, namun saya akan menggunakan contoh Alkitab.

Misalnya di rumah anda punya beberapa Alkitab dengan ukuran berbeda-beda, ada yang besar, ada yang kecil, ada pula Alkitab di smartphone anda.

Artinya apa? Secara esensi ALKITAB itu cuma ada SATU, karena dari berbagai jenis Alkitab yang anda miliki, semuanya adalah sama, yaitu Firman Tuhan.

Tapi secara "Pribadi" berbeda-beda karena memiliki ukuran dan jenis yang tidak sama.

Contoh #4: Satu Keluarga

Matius 19:5-6 tertulis:

Dan firman-Nya: Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayah dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging. Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia."

Ini artinya jika anda menikah dengan seseorang, anda menjadi satu dengan pasangan jiwa anda.

Jika kalian sangat menolak tritunggal, saya tanya kepada kalian. Jika kalian menikah, apakah kalian tidak menganggap istri atau suami anda itu sudah bersatu dengan kalian? Apakah kalian tidak mengakui pasangan kalian itu merupakan bagian dari diri anda yang tidak bisa dipisahkan?

Dalam hubungan pernikahan memang terdiri dari dua pribadi, namun hanya ada satu keluarga.

Bedanya dengan Tuhan adalah, Dia sudah SATU sejak kekekalan (bukan tadinya ada tiga lalu jadi satu).

Satu-satunya cara agar manusia bisa bertemu dengan Tuhan (ke surga) adalah jika manusia tersebut "bersatu" dengan Tuhan. Oleh karena itu seringkali hubungan antara manusia dengan Tuhan digambarkan seperti hubungan suami dan istri. Kita sering disebut mempelainya Tuhan.

Bagi orang yang pikirannya berdosa dan kotor pasti akan berpikir hubungan itu dari segi kedagingan saja, namun yang dimaksud dengan mempelainya Tuhan adalah kita dipersatukan secara spiritual dengan Tuhan. Agar kita bisa berada di dalam Tuhan.

Yohanes 15:4:
Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku.

Lebih jelas akan dijelaskan dibawah.

YESUS Disebut Anak Allah, berarti dia diperanakkan?

Sebutan "anak" digunakan BUKAN untuk menunjukkan bahwa Tuhan itu itu menikah lalu memiliki anak yang bernama Yesus.

Kata "anak" ALLAH digunakan untuk menunjukkan bahwa Yesus itu juga adalah ALLAH. Untuk menunjukkan Yesus itu "satu jenis" dengan Allah.

Begini, kalau kucing melahirkan maka akan menghasilkan anak kucing. Itu berarti anaknya itu ADALAH kucing.

Dalam kitab Yohanes 5:18, saat Yesus mengadakan mujizat di hari sabat, tertulis: "Sebab itu orang-orang Yahudi lebih berusaha lagi untuk membunuh-Nya, bukan saja karena Ia meniadakan hari Sabat, tetapi juga karena Ia mengatakan bahwa Allah adalah Bapa-Nya sendiri dan dengan demikian menyamakan diri-Nya dengan Allah."

Dengan kata lain, orang-orang pada jaman Alkitab ditulis mengetahui dengan jelas bahwa jika kata "anak" Allah digunakan atau jika Yesus mengatakan bahwa Allah adalah Bapa-Nya, itu seperti menyatakan Yesus = ALLAH.

Bukankah banyak kata anak Allah digunakan di dalam Alkitab yang mengacu kepada manusia biasa (bukan kepada Yesus)? Itu berarti sama saja mengatakan Yesus bukan Tuhan!

Contoh ayat Alkitab dari Lukas 6: 35-36:

"Tetapi kamu, kasihilah musuhmu dan berbuatlah baik kepada mereka dan pinjamkan dengan tidak mengharapkan balasan, maka upahmu akan besar dan kamu akan menjadi anak-anak Allah Yang Mahatinggi, sebab Ia baik terhadap orang-orang yang tidak tahu berterima kasih dan terhadap orang-orang jahat. Hendaklah kamu murah hati, sama seperti Bapamu adalah murah hati."

Yesus adalah Tuhan karena banyak ayat Alkitab yang menyatakan bahwa Dia adalah Tuhan dan juga banyak orang yang mengetahui dan bersaksi Yesus adalah Tuhan karena pekerjaan-pekerjaan yang Dia lakukan.

Apa bedanya dengan kita manusia yang disebut anak-anak Allah?

Kita disebut anak Allah jika kita menggantungkan kepercayaan kita kepada Tuhan yang benar. Lebih jauh lagi akan semakin jelas kita bisa disebut anak-anak Allah jika berada di dalam Yesus.

Dalam Yohanes 1:12 tertulis: “Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya,”¬†

Dengan kata lain, seorang manusia biasa bisa disebut anak Allah HANYA jika dia menerima Yesus sebagai Tuhan dan juru selamat.

Anak Allah (Yesus) menjadi manusia agar anak-anak manusia (kita semua) bisa menjadi anak-anak Allah. Kalau dalam bahasa Inggris lebih enak didengar :

"The Son of God became a man to enable Men become sons of God"

Apakah jika kita tidak menerima Yesus kita bisa selamat? jawabnya adalah tidak bisa, karena semua manusia telah berdosa dan tidak akan bisa bertemu dengan ALLAH YANG MAHA SUCI, kecuali berada di dalam Yesus.

Untuk mengerti hal ini lebih baik dapat membaca artikel: Apa Hubungannya Penyaliban Yesus dengan Penebusan Dosa? (klik disini)

Kesimpulan

Saya hanya memberikan contoh-contoh sederhana yang tidak mungkin bisa menjelaskan Tuhan yang begitu luar biasa besar.

Jika kalian ingin benar-benar mengenal pribadi Tuhan, maka bacalah Alkitab.

ingatlah, sangat wajar jika ada beberapa hal-hal yang masih tidak bisa dimengerti, namun jangan memaksakan pemikiran anda yang berdosa untuk mengerti Tuhan.

Jika sudah tertanam di pikiran anda bahwa "Tuhan itu tidak mungkin ada tiga pribadi", "Yesus itu bukanlah Tuhan" atau hal-hal lain yang menurut anda lebih masuk akal dibandingkan sesuatu yang telah dengan jelas ditulis di Alkitab, maka pasti anda akan mengenal Tuhan yang salah.

Kok bisa jadinya mengenal Tuhan yang salah? Ya bisa, karena anda memaksakan pemikiran anda diatas kebenaran Firman Tuhan.

Hal ini bukan berarti anda harus mencopot otak anda ketika membaca Alkitab, anda tetap harus menggunakan akal dan budi yang Tuhan sudah karuniakan, karena iman menuntut pengetahuan, anda harus mengerti kenapa anda memilih Tuhan Yesus dan Alkitab sebagai Firman Tuhan.

Yang ingin saya katakan adalah, jika ada hal-hal yang tidak dimengerti, janganlah mencurigai Tuhan dan mengatakan kalau itu salah. Tapi, cari lagi jawabannya di Alkitab sambil berlutut berdoa agar Allah Roh Kudus bisa memberi pencerahan kepada pikiran kita yang sudah tercemar dosa.

Penjelasan lebih Alkitabiah mengenai tritunggal atau trinitas bisa dibaca klik disini

Artikel terkait: Apa buktinya Alkitab itu asli?


Artikel Lainnya:

 

©2009-2017 gadoga.com NP13
Disclaimer | Kebijakan Privasi