Mengganti Hub Sepeda Model Loose Bearing ke Sealed Bearing murah

10 November 2014 Oleh Ted

Pada artikel kali ini saya akan memberikan sedikit tutorial cara mengganti bearing model loose menjadi sealed bearing pada hub sepeda murah (hub dari besi).

  • Apa sih hub sepeda? 

Kalau dari terjemahan bahasa inggris, Hub = Pusat. Bisa dibilang Hub adalah pusat atau tengah-tengah dari roda sepeda. Hub berfungsi menghubungkan antara  pelek dgn jari-jari dengan hub itu sendiri. Daripada bingung, mending lihat fotonya dibawah:

Hub Sepeda

Hub Sepeda

Hub sepeda bermacam-macam bentuk, model, dan tentunya harganya juga bermacam-macam. Kalau hub sepeda yang murah biasanya terbuat dari besi dan bearing-nya masih model Loose Bearing (belum Sealed Bearing).


  • Apa sih Loose Bearing?

Bearing itu adalah bola-bola besi (sering disebut pelor) yang bertugas untuk mengurangi gesekan dari kedua bidang. Dalam hal ini Loose Bearing (Loose = bebas / longgar) berarti bearing atau bola besinya tidak menyatu / bebas bergerak sendiri-sendiri.  Lihat gambar dibawah:

apa-itu-loose-bearing


  • Apa itu sealed bearing?

Sesuai namanya Sealed = Tertutup yaitu adalah bearing (pelor) yang bentuk wadahnya tertutup dan setiap bola besi-nya bergerak beraturan (tidak bebas) karena konstruksi bagian dalamnya sudah seperti ada yang “mengikat” satu bola besi dengan bola besi lainnya.   Gambarnya dibawah:

konstruksi-sealed-bearing

Keuntungan menggunakan sealed bearing adalah pada umumnya lebih kuat dan tahan lama. Sedangkan kerugiannya, kalau seandainya rusak maka harus diganti dan biayanya lebih mahal dibandingkan menggunakan loose bearing.

Lalu apa sebenarnya tujuan utama saya merubah hub model loose bearing menjadi sealed bearing? Jadi gini ceritanya (curcol dikit) saya baru saja beli sepeda lipat murah (dan memang murahan he he he ), setelah sampai di rumah langsung saya cek, ternyata ada bunyi kretek-kretek atau klek-klek pada bagian roda belakang saat roda berputar. Putaran roda relatif lancar, tapi suara tersebut cukup menggangu kalau suasana sepi.

Pikiran pertama saya pasti karena setelan as hub yang terlalu kencang, oleh karena itu saya kendorkan sedikit. Setelah dikendorkan ternyata masih bunyi juga. Akhirnya saya berpikir kemungkinan kondisi pelor (bearing) yang kurang baik.

Besoknya saya pergi ke toko sepeda terdekat dan minta dicek serta diganti bearing-nya dengan bearing yang baru. Setelah diganti dan dicek di bengkel terdengar halus2 saja (karena suasana bengkel di pinggir jalan cukup ramai). Tapi saat sepeda dibawa ke rumah dan di kesunyian malam (halah), suara itu masih terdengar dengan jelas.

Karena hal itulah akhirnya saya putuskan untuk mengganti hub dengan model loose bearing menjadi sealed bearing. Pertimbangannya kalau beli hub yang bagusan harganya jauh lebih mahal dan bisa-bisa lebih mahal dari harga sepedanya sendiri he he he.


Bahan-bahan yang dibutuhkan:

  • Sealed bearing. Satu hub butuh 2 pcs. Kalau dua hub depan belakang berarti butuh 4 pcs
  • Pipa penahan bearing kanan dan kiri
  • Hub sebaiknya menggunakan bahan yang dari besi. Kalau pakai bahan aluminum belum pernah dites kekuatannya

Pertama-tama yang harus dilakukan adalah cari bearing yang ukurannya pas. Caranya bawa hub sepeda dan beserta as roda ke toko bearing terdekat. Kalau tidak ada toko khusus menjual bearing, cari di bengkel-bengkel motor atau mobil atau di toko baut. Cari yang ukurannya pas dengan mangkok hub dan as roda bisa masuk / pas.

Untuk hub sepeda yang saya miliki, pas menggunakan bearing seri 6000 seperti gambar dibawah:

ganti-sealed-bearing

 

Langkah selanjutnya adalah mencari pipa besi atau bisa juga aluminum sebagai penahan antara bearing kiri dan kanan. Ini penting! Fungsi dari besi ini adalah agar posisi bearing rigid dan tidak cepat rusak. Banyak hub yang menggunakan sealed bearing yang tidak memiliki pipa besi ini. Akhirnya belum lama dipakai sudah rusak.

Ilustrasi gambarnya seperti dibawah:

pipa-hub-sepeda-besi

yang warna merah itu anggap saja pipa alumunium yang menahan bearing kiri dan kanan agar rigid. Pipa besi ini dimasukkan di dalam hub sepeda.

Cari dimana pipa besi tersebut? Kalau saya mendapatkannya di toko alumunium yang biasa buat rak-rak cuci piring atau jemuran. Bawa hub beserta as roda untuk dicocokkan ukurannya. As Roda bisa masuk ke dalam pipa alumunium. Sedangkan pipa alumunium tersebut harus bisa masuk ke dalam hub.

as-roda-sepeda

Kalau sudah lengkap bahan-bahannya, tinggal bawa hub sepeda beserta pipa besi tersebut ke tukang bengkel sepeda atau ke bengkel motor / setel pelek terdekat untuk minta dipasangkan. Minta pipa alumunium di potong sepanjang hub sepeda dan pastikan pipa tersebut menyentuh bearing kanan dan kiri. Biasanya kalau bengkel motor lebih mengerti karena di hub motor juga ada pipa seperti ini. Sedangkan di bengkel sepeda belum tentu mengerti.

Hasilnya seperti dibawah:

modifikasi-hub-bearing-sepeda

Prosesnya tidak terlalu merepotkan (karena semua yang ngerjain orang bengkel he he). Sedikit kendala adalah untuk memasukkan pipa alumunium ke dalam hub sepeda ternyata tidak muat, solusinya lubangnya mesti di bor sedikit saja. Tapi ada juga hub yang ukurannya cukup besar dan tidak perlu di bor. Oleh karena itu penting untuk bawa hub dan juga as saat mencari pipa yang pas.

Biaya yang dikeluarkan untuk beli bearing adalah 20 ribu untuk satu pcs bearing. Kalau pakai empat jadi 80 ribu. Lumayan mahal juga ya he he. Kalau saya hanya pakai yang buat belakang saja dan biayanya jadi 40 rb. Saya beli yang bearing dengan kualitas bagus (kata yang jual sih ), kalau mau yang lebih murah ada yang harganya 10 rb satu pcs dan mungkin ada yg bisa jual lebih murah lagi.

Untuk pipa aluminum harganya “terserah”. Soalnya saat saya tanya abangnya, dijawab: terserah Akhirnya saya kasih 5 rb ke abangnya.

Untuk ongkos pasang di bengkel 5 rb. Jadi total kalau untuk belakang saja jadi 20+20+5+5=50 ribu rupiah. Kalau pakai bearing yang murah jadi: 10+10+5+5= 30 ribu rupiah.

Karena sudah bisa sukses pasang bearing, saya bawalah sepeda pulang dengan di kendarai. Rasanya tidak ada perbedaan juga sih, ga terasa lebih lancar juga, hanya terasa lebih “aman” saja karena merasa sekarang menggunakan bearing yang notabene lebih kuat.

Dan saat kesunyian malam itu datang lagi dan kucoba dengarkan suara roda belakang apakah sudah sunyi dan senyap…. ternyata masih bunyi klek-klek, malah lebih parah … Setelah dicek ulang, ternyata masalahnya bukan di hub. Tapi suara tersebut berasal dari freewheel (gear) sepeda…

Akhirnya beli freewheel baru deh dan setelah itu bunyi krek-krek atau klek klek sudah tidak muncul lagi. Apes beli sepeda baru tapi part jelek he he



Berlangganan (Free):



Copas emoticon: 😁 😃 😂 😅 😇 😈 😉 😊 😌 😍 😒 😓 😔 😳 😖 😘 😛 😡 😭 😱 😤 😎 👍 🙏

Jika dirasa artikel ini berguna, silahkan di share / dibagikan

Kembali ke atas 🚀

©2009-2017 gadoga.com - GIG17
Disclaimer | Kebijakan Privasi