Merokok itu Tidak Dosa!

29 April 2017 Oleh Ted



Banyak orang mengatakan bahwa merokok itu dosa karena merusak tubuh. Ayat yang sering digunakan adalah 1 Korintus 6:19-20:

Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, --dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri? Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu!

Tapi coba pikirkan beberapa hal dibawah ini:

  • Makan mi itu juga dosa karena merusak tubuh (banyak MSG).
  • Naik mobil atau motor itu dosa karena merusak lingkungan yang pada akhirnya bisa merusak tubuh.
  • Tidak olahraga secara teratur juga dosa karena itu artinya secara lambat laun merusak tubuh.
  • Makan makanan berkolesterol tinggi itu dosa karena bisa merusak tubuh.
  • Nonton film yang menggambarkan hedonisme adalah dosa karena bisa merusak iman, dll.

Lalu kalangan yang keukeh bilang kalau merokok itu dosa berikan argumen berikut:

  • Kalau makan mi atau naik mobil itu masih ada manfaatnya, sedangkan merokok itu tidak ada manfaatnya sama sekali.

Untuk hal ini saya juga bisa jawab:

  • Merokok itu sama seperti makan ciki (snack) atau nonton film, dalam jangka lama bisa merusak tapi kan bisa bikin senang, bikin lepas strees. Jadi sekali-kali boleh lah.

Lagipula, konteks "Bait Allah" dalam 1 Korintus 6:19-20 adalah tentang percabulan, bukan tentang rokok. Bisa diilhat di ayat 18:

1 Kor 6:18: Jauhkanlah dirimu dari percabulan! Setiap dosa lain yang dilakukan manusia, terjadi di luar dirinya. Tetapi orang yang melakukan percabulan berdosa terhadap dirinya sendiri.

Jadi, tidaklah tepat kalau pakai ayat di awal untuk bahas dengan merokok! Kalau mau pakai ayat diatas, berarti itu juga berlaku untuk dosa-dosa yang lain (makan tidak sehat, naik mobil, nonton film sekuler, dll).

Di ayat 12 juga ditulis:

1 kor 6:12: Segala sesuatu halal bagiku, tetapi bukan semuanya berguna. Segala sesuatu halal bagiku, tetapi aku tidak membiarkan diriku diperhamba oleh suatu apapun.

Paulus saja mengatakan bahwa semuanya halal, berarti termasuk rokok juga halal dong! Yang penting ga bikin ketagihan saja dan jadi berhala. Bahkan Tuhan Yesus pun mengatakan:

Matius 15:11: Dengar dan camkanlah: bukan yang masuk ke dalam mulut yang menajiskan orang, melainkan yang keluar dari mulut, itulah yang menajiskan orang."

Sekali lagi, yang dimaksud merusak bait Allah di 1 Korintus 6 adalah tentang percabulan yang merusak diri sendiri, bukan tentang rokok! Lagipula di dalam Alkitab tidak ada kan dibahas tentang rokok!

Kesimpulannya:

  • Paulus membicarakan tentang percabulan, bukan tentang rokok
  • Semua hal adalah halal
  • Yang keluar saja yang menajiskan, bukan yang masuk
  • Ini artinya merokok boleh asal dilakukan secara bertanggung jawab.

Saya menulis ini karena kebanyakan gereja memandang orang yang merokok itu adalah pendosa besar, tidak boleh ikut pelayanan, dll, dsb. Padahal orang yang tidak merokok itu justru seringkali kehidupannya lebih parah, merasa paling suci, paling benar dan tidak memiliki kasih. Disisi lain, banyak orang yang benar-benar mengasihi Tuhan dan membawa berkat bagi banyak orang adalah seorang perokok!

Jadi apakah merokok itu dibenarkan?

Kalau sobat saat ini masih ragu-ragu apakah merokok itu dosa atau tidak, tanyakan satu hal berikut:

Apakah merokok itu mempermuliakan Tuhan atau tidak?

Kita akan sering menghadapi kondisi dan situasi seperti ini. Rokok hanyalah salah satu "godaan" di dunia ini, tidak ada bedanya dengan pilihan "berdosa" lainnya.

Apakah itu artinya kita tidak boleh merokok, tidak boleh nonton film, tidak boleh makan snack / ciki, tidak boleh naik mobil, dll? Nanti akan kita bahas kemudian.

Pandangan Saya

Bagi saya pribadi, merokok itu adalah dosa. Karena jika saya merokok, itu jelas-jelas merusak tubuh saya dan tidak mempermuliakan Tuhan. Tapi, jika karena ada HAL KHUSUS yang mengharuskan sobat untuk merokok, entahlah alasan apa, tapi intinya sobat tidak bisa tidak merokok, maka lakukanlah itu dengan iman untuk mempermuliakan Tuhan.

Lebih sederhana lagi, tanyakan: Kalau seandainya rokok diambil dari hidup sobat, apakah sobat bisa bertahan hidup?

Kalau terbukti secara medis sobat akan meninggal kalau tidak merokok, maka saya bisa mengatakan bahwa merokok itu tidak dosa. Tapi kalau ternyata sobat masih bisa tetap hidup, bahkan lebih sehat kalau berhenti merokok, maka sebaiknya tinggalkan rokok.

Kalau sobat berkata: "Saya tidak bisa meninggalkan rokok karena kalau ga ngerokok hati saya tidak tenang, perasaan saya tidak enak, seperti ada sesuatu yang kurang" Berarti sobat sudah menjadikan rokok sebagai berhala, dan itu jelas dosa.

Hal ini juga berlaku untuk hal lainnya, misalnya kalau sobat hobby nonton drama Korea lalu karena satu dan lain hal tiba-tiba tidak bisa nonton lagi, misalnya karena mati lampu, disuruh bantu orang tua, dll lalu membuat hati sobat marah, tidak happy dan gelisah, maka itu artinya sobat sudah memberhalakan drama Korea, dan itu adalah dosa.

Kalau sobat sudah terikat terhadap sesuatu dan merasa tidak nyaman dan "tidak bisa hidup" tanpa sesuatu itu (rokok, hobby, makanan / minuman, bahkan pasangan hidup), berarti sobat sudah memberhalakan sesuatu itu dan itu melanggar hukum pertama: "Jangan ada padamu allah lain"

Cara Hidup Orang Kristen

Jadi, orang Kristen harusnya bagaimana? ga boleh merokok, ga boleh nonton film sekuler, ga boleh makan ciki / snack, ga boleh minum alkohol, ga boleh naik motor / mobil? Hidup di hutan atau bertapa aja kalau begitu! Ga mungkin kita bisa hidup sempurna tanpa dosa!

Tuhan tidak melarang kita untuk menikmati hal-hal yang ada di dunia ini. Tuhan tidak melarang kita untuk nonton film, acara olahraga, musik, makan snack, dll. Hanya saja, lakukan itu semua untuk kemuliaan Tuhan.

Saya yakin sobat pernah merasakan kondisi dimana lelah untuk melakukan "hal-hal rohani". Saya berikan contoh, misalnya sobat adalah orang yang baru masuk Kristen atau bisa juga orang yang sudah berpuluh-puluh tahun ikut dalam pelayanan. Sobat tahu bahwa sangat penting untuk belajar dan mendalami Alkitab karena itu adalah makanan rohani.

Tapi sobat merasa lelah untuk belajar Alkitab, lalu teringat ada siaran langsung bola dan sobat tergoda untuk nonton bola daripada belajar Alkitab. Apakah ini dosa? Dalam hal ini tidaklah dosa. Ada saatnya kita "meninggalkan" Alkitab untuk kepentingan Alkitab. Lagipula, Alkitab mengajarkan kita untuk "keluar" dan mengaplikasikan Firman Tuhan dalam relasi kita dengan orang lain, bukan disimpan untuk diri sendiri.

Singkatnya, tidaklah dosa untuk menikmati hal-hal duniawi, tapi harus ingat dua hal:

1. Berikan waktu yang terbaik untuk Tuhan

Dalam melakukan segala sesuatu, selalu berikan yang terbaik untuk Tuhan, jangan kasih Tuhan yang sisa-sisa. Termasuk waktu. Jadi, sebaiknya sempatkan waktu untuk belajar merenungkan Firman Tuhan pada waktu terbaik yang sobat punya. Dan ini biasanya adalah di pagi hari dimana kondisi tubuh kita paling prima.

Apakah boleh renungan malam hari? Boleh saja, kalau menurut sobat itu adalah waktu yang terbaik. Tapi biasanya sih kalau sudah malam hari, kondisi badan kita akan lelah dan jadi tidak konsentrasi, ingin cepat-cepat istirahat. Lebih disarankan tidur lebih awal lalu bangun lebih pagi untuk renungan. Selain itu, kalau renungan pagi, kita bisa langsung mengaplikasikan yang kita dapat pada satu hari penuh.

2. Jangan lakukan kegiatan yang merusak iman kita

Jangan kita melakukan sesuatu yang akan mempengaruhi pikiran dan perasaan kita tentang hal-hal yang sudah kita pelajari di dalam Alkitab. Kita harus jujur dengan hati kita sendiri, sekali lagi, JUJUR! Dengan melakukan hal ini, apakah akan menjauhkan kita dari Tuhan?

Contoh paling mudah, menonton film, video music atau game yang sarat dengan konten seksual. Khususnya bagi para pria (tidak menutup wanita juga), hal ini sangat mudah untuk mencondongkan hati kita kepada hal-hal yang berdosa, jadi segera tinggalkan atau jauhi.

Untuk rokok, sangat mungkin menjadikan kita kecanduan dan menjadi tergantung dengan rokok itu sendiri, jadi sebaiknya dihentikan.

Jadi, merokok itu dosa atau tidak?

Kita harus melihat segala sesuatu dari kacamata Firman Tuhan, kita harus buka mata lebar-lebar dan peka, khususnya untuk hal-hal yang tidak secara spesifik dibahas di dalam Alkitab, salah satunya tentang merokok.

Untuk satu hal atau topik atau kegiatan yang sama; bisa saja dosa, bisa juga tidak, tergantung konteks, tujuan penggunaan dan juga hati kita saat melakukannya. Contohnya minuman ber-alkohol; tidak dosa diminum jika hanya sedikit untuk kesehatan atau menghangatkan tubuh di kondisi cuaca sangat dingin. Tapi jadi dosa kalau sampai memabukkan dan membuat tidak bisa kendalikan diri.

Jadi, rokok itu tidak dosa kalau masih bisa dikendalikan & tidak mengurangi waktu untuk Tuhan? Atau dilakukan secara bertanggung jawab? Kalau pendapat saya pribadi, khusus untuk rokok tetaplah dosa (setidaknya dalam mayoritas kasus), alasannya spt dibawah:

1. Merusak Tubuh + Kecanduan

Bagaimana dengan makan tidak sehat dan tidak jaga kesehatan? Itu bisa salah kalau dilakukan tidak terkontrol. Kita ambil contoh makan ciki, bisa dibilang tidak ada manfaatnya bagi kesehatan dan bisa merusak tubuh. Tapi kenapa menurut saya makan ciki tidak dosa, sedangkan merokok itu berdosa? Jawabnya sederhana, karena rokok memiliki efek merusak lebih parah. Selain itu, sangat berpotensi menimbulkan kecanduan.

Sedangkan ciki, kalau hanya dimakan sedikit dan jarang lalu di imbangi olahraga teratur dan makan sehat, tidak akan merusak tubuh. Selain itu, saat kita merokok, asap itu juga kemungkinan dihirup orang lain (merusak tubuh orang lain).

Ok, mungkin ada yang jawab, bagaimana kalau saya merokok di tempat khusus dan saya hanya jarang2 saja merokok lalu diimbangi dengan olahraga + makan sehat untuk jaga kondisi tubuh? Untuk hal ini kita masuk point kedua.

2. Uang

Dibandingkan "hiburan" lainnya (makan ciki, nonton bioskop, dll), rokok sering menempati urutan paling atas sebagai suatu "relaksasi" yang paling banyak menghabiskan uang. Bahkan banyak ayah yang lebih memilih beli rokok daripada beli susu bayi berkualitas. Berapa banyak orang yang tidak mau kasih sumbangan karena merasa dirinya sendiri miskin, ga punya uang, tapi sangat enteng saat mau beli rokok.

Selain itu, kita sudah bahas harus berikan yang terbaik bagi Tuhan. Seberapa besarkah sobat mengeluarkan uang untuk membeli rokok dengan uang yang sobat keluarkan untuk persembahan? Jika budget beli rokok lebih besar daripada budget persembahan, maka sobat sebenarnya menyembah rokok, bukan Tuhan Yesus. Ingatlah ayat berikut:

Lukas 12:34: Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada."

Dimana sobat paling banyak menghabiskan uang, disitulah sebenarnya hati sobat terpaut.

3. Menjadi Contoh Bagi Yang Lain

Tanyakan kepada diri sendiri: Jika sobat memiliki kemampuan untuk memilih dan memutuskan; apakah sobat ingin anak anda menjadi perokok aktif atau tidak? Apakah sobat setuju kalau dari SD anak sobat sudah merokok karena menurutnya hal itu menyenangkan?

Saya rasa sebagian besar orang akan mengatakan "saya tidak ingin anak saya jadi perokok aktif", maka sobat harus mencontohkan dulu.

Contoh lain misalnya jika sobat adalah seorang pendeta yang mencintai Tuhan dan sangat diberkati dalam pelayanan tapi akif merokok. Anak-anak muda akan berpikir: "Tidak masalah untuk merokok, pendeta saya saja merokok!"

Okelah sobat bisa memenuhi kriteria dibawah ini:

  1. Saya tidak kecanduan merokok
  2. Saya hanya merokok kadang-kadang saja, saat acara-acara tertentu dan saya menjaga kesehatan
  3. Aktifitas merokok saya tidak menggangu waktu saya dengan Tuhan
  4. Saya mempersembahkan uang, tenaga dan pikiran untuk Tuhan jauh lebih besar daripada merokok
  5. Kalau saya disuruh berhenti merokok, itu bukan hal yang besar bagi saya karena rokok bukanlah berhala bagi saya.

Baiklah jika sobat bisa memenuhi 5 kriteria diatas, tapi bagaimana dengan orang-orang yang menjadikan sobat sebagai panutan? Apakah sobat menjamin "pengikut" sobat bisa melakukan hal itu?

Dengan kata lain, orang-orang yang mengagumi sobat akan berpikir "tidak masalah merokok". Sekarang yang jadi masalah besar adalah, mereka belum tentu bisa bertanggung jawab dalam merokok, tidak seperti sobat.

Tindakan kita pasti akan mempengaruhi dan menjadi contoh bagi orang lain (minimal bagi keluarga / anak sendiri). Semakin besar pengaruh yang sobat miliki, semakin besar pula tanggung jawab yang sobat pikul untuk berusaha hidup kudus.

Tidak Mungkin Manusia Hidup Suci

Argumen yang sering dipakai oleh para perokok adalah "tidak mungkin manusia hidup suci". Betul, saya sangat setuju akan hal itu. Lalu, apakah ini jadi pembenaran untuk merokok? Tentu tidak!

Saya tetap berpendirian bahwa merokok itu salah dan tidak dibenarkan (setidaknya dalam 99% kasus yang saya ketahui). Tapi apakah karena saya tidak merokok saya lebih baik, lebih beriman daripada perokok? Tentu tidak, saya yakin ada perokok di luar sana yang hidupnya jauh lebih berkenan dibanding saya.

Ya, saya tidak merokok, tapi saya tidak lebih baik dibanding sobat. Setiap hari PASTI saya melakukan dosa yang lainnya, baik yang disadari maupun tidak disadari. Tapi bukan berarti karena saya tidak lebih baik dari sobat, saya tidak boleh menegur. Bukankah sesama umat Tuhan harus saling mengingatkan? Saya pun harus terima kalau saya ditegur atas dosa yang lainnya.

Hidup oleh anugrah

Ada dua inti dari artikel ini. Pertama, kita mengetahui bahwa kita tidak mungkin memenuhi tuntutan hukum taurat, tidak mungkin kita menjadi suci. Rokok hanyalah salah satu dosa dari banyak dosa lainnya. Kita di selamatkan bukan oleh perbuatan baik kita, tapi oleh anugrah.

Dengan menyadari hal itu, kita harus setiap hari berlutut dan berdoa minta ampun kepada Tuhan dan meminta menguatkan agar kita bisa hidup kudus serta melakukan hal-hal yang berkenan kepadaNya.

Kedua, saat menyadari dosa, kita harus BERUSAHA, sekali lagi, BERUSAHA untuk berubah dan tidak melakukan dosa itu lagi. Merokok adalah salah, sama salahnya dengan makan kolesterol tinggi tidak dijaga, dan kita harus sekuat tenaga untuk mengatasi kesalahan itu.

Yang jadi kendala adalah, para perokok seringkali malah memeluk erat-erat dosa itu dan tidak mau melepasnya. Memang tidak mudah untuk lepas, apalagi jika itu adalah "dosa yang enak", tapi ingatlah satu hal:

Orang yang sudah ditebus, diberikan kemampuan untuk condong melakukan hal yang BAIK.

Ya, kita sudah ditebus, darah Yesus sudah menyucikan kita dan kita sebenarnya sudah diberi kekuatan untuk melakukan hal-hal yang baik. Hanya saja, seringkali kita seperti anak manja yang minta disuapin terus-terusan. Kita minta Tuhan rubah kebiasaan buruk kita tapi kita ga mau usaha. Hanya doa, tidak mau usaha.

Jadi, jangan pernah merasa nyaman dengan dosa yang kita miliki. Kalau kita merasa nyaman bahkan berdamai dengan dosa kita, apakah layak kita disebut orang tebusan Allah? Jangan sampai orang lain berkata: Anak Tuhan kok gitu?

Memang dalam perjalanan hidup kita pasti akan jatuh bangun dan kita pasti melakukan dosa-dosa di masa yang akan datang, kita tidak mungkin menjadi sempurna, tapi kita harus BERUSAHA dan juga harus ada PERTUMBUHAN semakin serupa seperti Kritus. Intinya, jangan diam ditempat, jangan berdamai dengan dosa, terus berdoa minta Tuhan ubahkan kebiasaan buruk kita.

Apakah merokok itu PASTI dosa?

Dari tadi saya mengatakan bahwa merokok itu dosa dan salah. Tapi apakah saya berani mengatakan 100% itu pasti dosa dan saya tidak mungkin salah?

Sebenarnya saya sudah jawab diatas, dalam sebagian besar kasus, saya anggap itu dosa. Tapi dalam beberapa kasus khusus yang langka, saya menganggap itu tidak dosa. Jadi, semua tergantung konteks penggunaannya.

Saya mau berikan tantangan kepada para perokok:

  • Cobalah berhenti merokok selama 1 bulan saja

Kalau sobat tidak sanggup melakukannya, berarti sobat sudah terikat oleh rokok, dan sebaiknya dilepaskan. Rokok sudah jadi berhala dan hal terpenting dalam hidup.

Jika sobat ternyata mampu melakukannya dan perasaan sobat baik-baik saja / tidak terganggu; maka bisa dibilang sobat tidak di berhala oleh rokok dan dalam hal ini sobat bisa mengatakan "merokok itu tidak dosa". Tapi, jika sobat mampu tidak merokok, kenapa harus diteruskan?

Terakhir, tindakan sobat akan menjadi contoh, khususnya bagi generasi yang akan datang. Rokok mungkin saja tidak menghancurkan hidup sobat, tapi bisa saja menghancurkan generasi selanjutnya. Sebaiknya memberikan contoh yang baik daripada yang buruk. Tuhan memberkati

 

Artikel Lainnya:

 

©2009-2017 gadoga.com NP13
Disclaimer | Kebijakan Privasi