Penjelasan Bonus Kuota Donting Bolt

Tanggal 13 Februari 2015 Oleh Ted. Terakhir di update tanggal 30 Juni 2015

Saya baru saja mengisi pulsa data bolt dan ternyata ada yang berbeda di bagian penjelasan Bonus Kuota, karena kali ini tertulis Nama Bonus: Kuota DonTing 45Rb. (lihat gambar dibawah)

Penjelasn Kuota donting bolt

Apa itu Kuota DonTing Bolt?

DonTing merupakan singkatan dari Download Tinggal tidur, yaitu kebijakan baru dimana bonus kuota hanya bisa digunakan pada pukul 01.00 dini hari sampai pukul 08.00 Pagi.

Artinya jika Anda menggunakan internet diluar jam tersebut maka yang terpotong adalah kuota data normal / utama (bukan bonus).

Kebijakan ini berlaku efektif mulai tanggal 10 Februari 2015. Kalau menurut saya kondisi ini merugikan pengguna normal yang jarang menggunakan internet di malam hari (dini hari lebih tepatnya).

Saya pribadi sama sekali tidak menggunakan bonus kuota dari bolt, karena pertama, saya tidak tidur jam 1 malam dan kedua, di rumah sudah ada jaringan internet yang unlimited, jadi untuk apa menggunakan bolt lagi (saya menggunakan bolt hanya saat berada di kantor).

Sebagai informasi, sebelumnya kebijakan dari Bolt adalah kuota Bonus bisa digunakan kapan saja (24 jam) dan berlaku selama 7 Hari.

Namun disisi lain, hal ini juga membawa keuntungan bagi yang suka download file malam-malam sebelum tidur atau yang bangun subuh, karena masa aktif bonus DonTing Bolt diperpanjang jadi 30 hari.

UPDATE!

Tarif internet BOLT kembali naik, berikut harga terbarunya:

Tanggal update: 30 Juni 2015

Catatan: Untuk cara penggunaan bonus masih sama dengan DonTing (Pukul 01.00-08.00)





Dibawah ini adalah harga paket sebelumnya yang saat ini sudah tidak berlaku lagi. Tetap saya tampilkan agar pembaca bisa membandingkan berapa banyak kenaikan paket internet bolt.

Kuota yang diberikan dari paket Internet DonTing Bolt pada bulan Februai 2015 adalah sebagai berikut:



  • Harga 25 Ribu : 2GB Bonus DonTing + 1GB Kuota Normal, masa aktif kuota utama (nromal) 30 hari
  • Harga 45 Ribu : 4GB Bonus DonTing + 2GB Kuota Normal, masa aktit kuota utama 30 hari
  • Harga 100 Ribu : 8GB Bonus DonTing + 6 GB Kuota Normal, masa aktif kuota utama 30 hari
  • Harga 150 Ribu : 10GB Bonus DonTing + 12GB Kuota Normal, masa aktif kuota utama 60 hari
  • Harga 200 Ribu : 12GB Bonus DonTing + 20GB Kuota Normal, masa aktif kuota utama 60 hari.


Dari harga diatas, dapat terlihat bahwa yang paling menguntungkan bagi pengguna normal adalah paket harga 200 ribu, karena mendapat kuota utama 20 GB, jadi Anda membayar Rp. 10.000 setiap 1GB (Rp. 200.000:20GB). Coba bandingkan misalnya dengan harga 25 ribu mendapat kuota utama hanya 1 GB, maka itu artinya Anda membayar sebanyak Rp. 25 ribu untuk 1 GB.

Tentu hal ini beda soal dengan yang suka begadang, karena kalau dihitung bersamaan dengan bonus maka untuk paket 25 ribu, anda membayar: 25.000:3GB = Rp. 8.333,- untuk setiap 1 GB data. Tidak berbeda jauh dengan yang paket 200 ribu yang membayar: 200.000:32 = Rp.6250,- per 1 GB data.

Jadi, kalau Anda pengguna normal, disarankan untuk membeli paket data yang paling mahal karena lebih menguntungkan, tentunya disesuaikan juga dengan penggunaan Anda dan perhatikan masa aktif kuota utamanya.

Tapi bagi Anda yang memang sering tidur malam, maka beli paket yang paling murah dengan yang paling mahal tidak terlalu beda jauh perbedaannya (tetap lebih untung yang mahal, tapi tidak signifikan).



Update:

Dengan menyesal saya beritahukan bahwa tarif internet Bolt naik. Saya tidak mengetahui secara pasti kapan kenaikan ini terjadi dan baru mengetahuinya kemarin (tanggal 29 juni 2015) ketika saya membuka aplikasi bolt di perangkat Android saya.

Kenaikan harganya cukup lumayan. Sebelumnya saya membeli paket data seharga Rp. 200.000,- akan mendapat kuota utama sebesar 20 GB dan bonus sebesar 12 GB (total 32 GB). Sekarang untuk harga yang sama hanya mendapat kuota utama 14 GB dan bonus 12 GB (yang mana bonusnya tidak pernah saya pakai ).

Kalau dihitung dari kuota utamanya saja berarti terjadi kenaikan sekitar 42% lebih. Selain itu yang cukup saya sesalkan adalah masa aktif yang kemarin selama 60 hari (untuk harga 200k) sekarang hanya 30 hari saja.

Apakah saya akan tetap menggunakan Bolt? Untuk saat ini bisa dibilang tidak ada pilihan dan saya akan tetap menggunakannya. Namun, saya kali ini memilih paket yang lebih murah karena perubahan masa aktif.

Kalau dari segi harga paket internet, Bolt tidak bisa dibilang murah, tapi tidak bisa dibilang mahal juga. Dibanding dengan operator telekomunikasi lain yang baru mulai menggunakan jaringan 4G, Bolt terasa lebih stabil dan jika dihitung masih relatif lebih murah, setidaknya untuk saat ini dan berlaku di lokasi saya.

Tapi, kalau Bolt terus menaikkan tarif internetnya dan jaringan 4G dari pesaing semakin baik kualitasnya, saya rasa orang-orang lambat laun akan berpindah ke lain hati (termasuk saya ).

Saya sebagai konsumen hanya mengingatkan dua hal ke PT. Internux sebagai penyelenggara Bolt Super 4G:

  1. Bolt tidak bisa dipakai untuk telp dan sms, jadi "jualan" utamanya adalah jaringan internet, oleh karena itu buatlah sebaik mungkin dengan harga yang masuk akal, ketentuan yang menguntungkan konsumen dan fitur2 yang tidak ada di pesaing.
  2. Mayoritas konsumen di Indonesia adalah pelanggan prabayar tanpa kontrak yang mana dapat dengan mudah sekali berganti ke layanan yang lain. Jadi waspadalah, mengecewakan konsumen satu kali saja bisa sangat fatal akibatnya.

Saat ini semua tergantung strategi PT. Internux untuk mempertahankan pelanggannya. Apakah mereka mampu? Hanya waktu yang bisa menjawab. Saya berharap Bolt (dan juga provider lainnya) dapat terus memperbaiki layanan dan selalu berusaha memajukan Indonesia ke arah yang lebih baik. Salam, gadoga.com

 

Update (lagi): Saat ini bolt mengeluarkan paket internet terbaru yang bernama Super Flex. Penjelasannya bisa dibaca klik disini.



Berlangganan (Free):



Copas emoticon: 😁 😃 😂 😅 😇 😈 😉 😊 😌 😍 😒 😓 😔 😳 😖 😘 😛 😡 😭 😱 😤 😎 👍 🙏

Jika dirasa artikel ini berguna, silahkan di share / dibagikan

Kembali ke atas 🚀

©2009-2017 gadoga.com - GIG17
Disclaimer | Kebijakan Privasi