Review Sepeda United Soloist (Model FIXIE)

17 April 2015 oleh Ted

First off all, saya ingin bercerita alasan saya kenapa membeli sepeda United Soloist, tapi kalau Anda hanya ingin membaca review-nya (yang mungkin lebih sedikit dari ceritanya ) langsung scroll kebawah dan cari tulisan merah besar: Review Sepeda Fixie United Soloist.

Ok, here the stories goes. Berhubung kesibukan saya semakin tinggi (sok sibuk ) yang mengakibatkan saya tidak memiliki cukup banyak waktu untuk berolahraga atau pergi gym, maka saya mencari alternatif yang mana tidak memakan waktu tapi tetap bisa menjaga kebugaran.

Akhirnya saya memutuskan untuk menggunakan sepeda menuju tempat kerja yang berjarak kurang lebih 8 KM.

Namun, ada satu kendala yang mengganjal saya untuk melakukan hal tersebut, yaitu tempat menaruh sepeda di kantor yang menurut saya kurang aman.

Kalau menggunakan sepeda gunung untuk ke kantor, bisa-bisa saya tidak bisa konsentrasi kerja. Kenapa? Karena saya kepikiran saat pulang nanti sepeda saya masih ada atau tidak ya. Apalagi untuk whellset-nya menggunakan jenis quick release yang sangat mudah untuk dilepas.

Belum lagi saya pernah mengalami kejadian kunci pengaman yang menggunakan kawat baja di potong oleh maling!!! Jadi, kuncinya (menggunakan kombinasi) masih utuh, hanya kawat bajanya yang di potong

Note: Kunci kawat baja yang saya gunakan dulu diameternya kurang lebih seukuran jari telunjuk.

Alternatif kedua adalah menggunakan sepeda lipat lalu saya tenteng ke dalam kantor. Dulu sebenarnya saya sering melakukan metode ini.

Hanya saja saat ini lagi musim hujan (efek Global Warming, bulan April sudah musim hujan ) jadi kalau saat berangkat kehujanan, terus nenteng-nenteng sepeda basah ke dalam kantor saya ga tega sama cleaning service-nya mesti ngepel jejak-jejak tetesan air sepeda yang terkadang ada lumpurnya sedikit kalau sebelumnya lewat jalan kurang bagus.

Selain itu, walau itu judulnya sepeda lipat, tapi tetap saja memakan tempat kalau ditaruh di dalam kantor.

Ok, saya mencari alternatif lain yang memenuhi kriteria berikut:

  • Cukup nyaman dikendarai
  • Kalau seandainya hilang ga bikin nangis bombay (harga terjangkau dan tidak mengundang pencuri).
  • Tidak merepotkan di jalan.
  • Kalau bisa tampilannya keren

Note: Nangis bombay itu artinya nangis kejer atau sejadi-jadinya (barangkali ada yang belum tau ).

Nah, mulailah saya mencari-cari apa ya kira-kira sepeda yang bisa memenuhi keempat kriteria diatas.

Pikiran pertama saya adalah untuk membeli sepeda Fixie Style second buatan lokal yang harganya 500 ribuan. Rencananya mau di buat jadi rat look. Akhirnya saya muter-muter ke toko yang menjual sepeda bekas di dekat lokasi rumah. Rata-rata memenuhi tiga kriteria, yaitu nyaman, murah, keren, tapi tidak memenuhi kriteria tidak merepotkan di jalan.

Saya perhatikan di kisaran harga 500 ribu, ada beberapa part yang sepertinya harus diganti baru. Dan kalau di ganti baru nanti bisa-bisa harganya jadi naik cukup tinggi, belum lagi saat ini saya tidak memiliki banyak waktu untuk utak-atik sepeda.

Pikiran kedua adalah rakit sepeda lokal (baru) yang kalau dihitung-hitung akan menghabiskan dana sekitar 800-900 ribuan. Ok, kali ini sepertinya sudah memenuhi keempat kriteria yang saya inginkan. Tapi berhubung waktu saya terbatas untuk merakit sepeda, saya memutuskan untuk beli jadi saja.

Tempat pertama yang saya kunjungi untuk mencari sepeda fixie style adalah Ace Hardware. Dulu seingat saya disana pernah menjual sepeda merk Airwalk dengan harga kisaran 1.2 juta rupiah. Saya kunjungi beberapa lokasi Ace Hardware, namun sayang sepeda itu sudah tidak tersedia lagi, mungkin karena sudah tidak trend lagi.

Akhirnya saya mengunjungi beberapa toko sepeda dan ternyata memang saat ini model Fixie sudah tidak semudah dulu lagi untuk menemukannya. Beberapa masih ada yang menjual merk lokal dengan harga kisaran 1 s/d 1.2 juta tapi hati saya masih kurang sreg.

Akhirnya setelah mengunjungi sekitar 6-7 toko sepeda yang berbeda, akhirnya saya menemukan satu sepeda yang menurut saya sangat sesuai dengan yang saya butuhkan.

Sepeda tersebut merk United, seri Soloist yang bahannya terbuat dari besi. Kenapa saya pilih sepeda ini? Baca ulasannya dibawah.

Review United Soloist (Steel)

United Soloist terdiri dari beberapa tipe, kalau tidak salah ada seri 71 dan 77 yang bahannya terbuat dari aluminum. Seri 77 beda frame, beda komponen dan lebih mahal dibanding seri 71. Sedangkan sepeda yang saya beli adalah kasta yang paling rendah dan masih terbuat dari besi, serinya Solisy 520. Namun jangan salah, biar murah tapi yang pasti meriah

1. Frame

Inilah alasan utama saya memilih sepeda ini. Dengan harga yang tidak terlalu berbeda jauh, namun mendapatkan kualitas yang lebih baik, diantaranya:

Frame Oversize

Sepeda United Soloist memiliki frame oversize, dimana fork (garpu) depan sepeda tembus keatas melewati frame lalu dijepit dengan stem. Jenis ini lebih kuat, tidak gampang goyang dibanding frame model lama / biasa yang banyak digunakan di sepeda lokal (Merk United lokal juga sih sebenarnya ).



Track Forkend Kuat

Sepeda United Soloist memiliki Track Forkend yang kokoh (kalau di sepeda gunung namanya drop out). Selain kokoh juga dilengkapi dengan baut penyetel yang berguna agar as roda belakang tidak gampang maju kedepan saat sepeda di kayuh. Fungsinya agar rantai tidak mudah kendor.

Namun yang saya bingung adalah, posisi ban terlalu dekat ke rangka tengah, jadi posisi pengaturan rantainya tidak bisa terlalu banyak dan hanya berada di sekitar ujung frame. Karena kalau wheelset dimajukan ke depan akan mentok ke rangka.



Sistem Pengelasan Rapi

Sepeda fixie style ini memiliki sambungan las-lasan yang terbilang rapi. Hal ini membuat saya dapat mengendarai sepeda ini dengan tenang dan yakin.

Material Pembuat Frame

Seperti yang sudah saya sebutkan diatas, sepeda ini terbuat dari bahan besi / steel. Bila mengingat harganya, maka ada beberapa nilai tambah / kelebihan, yaitu:

  • Nilai tambah pertama: Sepeda ini memiliki bobot yang (menurut saya) ringan. Bahkan lebih ringan dibanding sepeda lipat saya yang menggunakan bahan aluminum. Kalau dibanding dengan United Soloist versi aluminium, maka spd ini hanya lebih berat sedikit (tidak terlalu terasa bedanya)
  • Kedua: Saya lebih suka sepeda besi karena memiliki tampilan lebih clean atau lebih kurus
  • Ketiga: Harganya lebih murah dibanding yang versi aluminum (bedanya lumayan jauh )
  • Keempat: Entah hanya sugesti saya saja, tapi menurut saya sepeda besi lebih kuat dibanding yang aluminum (untuk kisaran harga yang serupa / tidak beda jauh). Karena kalau bahan aluminum lebih bersifat getas saat terjadi benturan atau guncangan.

2. Power / Drive Train

Sepeda United Soloist menggunakan power train yang sederhana namun dapat diandalkan.

Note: Apa itu Power atau Drive Train? Jawab: Adalah rangkaian atau komponen-komponen penggerak (sepeda). Dalam hal ini yang termasuk adalah crank set (gear depan), gir belakang dan rantai.

Crank Set

Sepeda United Soloist menggunakan crank set (komponen penggerak bagian depan) yang relatif bagus. Chainring (gear depan) menggunakan jenis yang bisa dicopot, sehingga cukup memudahkan untuk mengganti ukuran gir jika dibutuhkan.

Crank arm terbuat dari bahan yang terlihat cukup solid dan pedalnya walau terbuat dari plastik tapi bukan plastik murahan.

Kalau dari segi kekuatan memang harus di uji dengan waktu dan penggunaan. Namun kalau menurut pendapat saya pribadi, crank set sepeda ini sudah dibilang lebih dari cukup (mengingat harganya).



Gear Belakang

Gear belakang sepeda ini menggunakan sistem torpedo atau kalau bahasa bulenya "Coaster Brake".

Cara kerja sistem rem torpedo: apabila dalam kondisi sepeda jalan lalu anda tidak mengayuh, maka pedal tidak akan ikut berputar, sama seperti sistem sepeda yang menggunakan gir biasa (freewheel / cassette).

Bedanya kalau pedal diputar ke arah kebalikan (ke belakang) maka akan terjadi pengereman. Semakin besar tenaga Anda untuk menekan pedal (putar crank) kearah berlawanan, semakin besar pula daya pengereman sepeda.

Karena spd ini menggunakan sistem gear berjenis coaster brake, maka sepeda ini bukanlah sepeda fixie tapi hanyalah fixie style atau sepeda yang memiliki model / gaya seperti sepeda fixie (ban kecil ukuran 700c dan warna warni, single speed, minimalis, dsb).

Note: Apa itu sepeda fixie? Merupakan sepeda yang kalau rodanya berputar, maka pedal / crank ikut berputar / jalan terus. Kalau Anda kayuh kearah belakang, sepeda akan ikut mundur.

Kalau sepeda pada umumnya menggunakan freewheel / Cassette, dimana Kalau Anda kayuh ke belakang, roda tidak akan ikut berputar. Roda akan berputar hanya kalau dikayuh ke arah depan.

Nama Fixie sendiri berasal dari kata fixed gear (gir tetap) yang artinya gearnya sudah fix / tidak bergerak bebas dan putarannya mengikuti putaran ban.

Rantai

United Soloist menggunakan rantai yang memang diciptakan untuk sepeda berjenis single speed (hanya menggunakan satu kecepatan). Kualitas rantainya baik, terlihat kuat (tebal) dan juga cukup presisi (tidak banyak goyang-goyang). Merk rantainya adalah YBN.

Velg dan Ban

Ban menggunakan ban warna-warni, punya saya warna biru. Merk tyre-nya United Oshaka dengan ukuran 28x1.10 - 700 x 28c.

Untuk rolling resistance-nya menurut saya cukup lah, alias bisa gelinding udah cukup

Velg menggunakan double wall dengan warna abu-abu seperti warna aluminum. Tampilan velg-nya terlihat standar dan monoton. Sedangkan hub depan masih menggunakan bahan besi mengkilat.

Dari seluruh bagian sepeda, bagian velg-nya yang membuat kesan sepeda ini adalah sepeda berharga murah.


3. Lain-Lain

Stem

Stem sepeda ini modelnya bisa dibolak balik. Stem saya pasang dengan posisi membentuk sudut kebawah (lihat Gambar 1 diatas). Tapi kalau Anda ingin stang lebih tinggi posisi stem bisa dibalik keatas.

Stang

Stang terbuat dari besi dengan model agak melengkung (seperti huruf U).

Sistem Pengereman

Rem hanya disediakan satu, yaitu rem depan saja. Saya kurang menyukai posisi tuas rem depan yang diletakkan di sebelah kiri, karena biasanya rem depan itu terletak di sebelah kanan tangan (seperti rem motor).

Sedangkan untuk belakang tidak ada rem (kecuali rem torpedo yang dijelaskan diatas).

Cat

Perpaduan warna sepeda terbilang bagus dan serasi. Cat yang digunakan pun berkualitas. Tulisan United terlihat cukup jelas tapi tidak norak.

Sadel

Modelnya terlihat bagus dengan ada lubang di bagian tengahnya untuk ventilasi. Material pembuat sadel lumayan empuk dan elastis. Terdapat pengaturan untuk mengatur sudut posisi sadel dan juga maju-mundurnya.



Mata Kucing (Reflektor)

Sepeda ini dilengkapi perangkat keselamatan standar yaitu: Reflektor merah di bawah bangku, reflektor putih di depan dan reflektor kuning dengan ukuran cukup besar yang di pasang di jari-jari sepeda.

Harga

Saya beli sepeda United Soloist ini dengan harga 1.495.000 atau bisa dibilang 1.5 juta rupiah.

Kesimpulan Review United Soloist

Dengan kombinasi part yang sudah saya jabarkan diatas membuat handling sepeda ini terbilang baik. Chassis terasa rigid dan pengendalian terasa nyaman dan presisi.

Diameter velg yang besar dan kombinasi ban tipis membuat sepeda ini terasa lancar, ringan dan cepat untuk melaju di jalanan aspal.

Namun kalau harus dijabarkan secara detil bagaimana handling-nya saya belum bisa karena masih amatir.

Sepeda ini kalau menurut pendapat saya worth to buy atau layak untuk dibeli bagi Anda yang menginginkan sepeda berharga terjangkau, perawatan mudah dan juga tampilan masih masuk kategori ok, bagi anak muda khususnya (padahal saya sudah bukan kategori anak muda ).

Kalau Anda ingin upgrade, mungkin yang perlu dilakukan pertama kali adalah mengganti wheelset yang sesuai dengan selera Anda. Saya pun sebenarnya gatal ingin ganti ini ingin ganti itu biar lebih oke lagi.

Tapi setelah di pikir-pikir kalau saya melakukan hal tersebut maka sudah tidak sesuai dengan salah satu tujuan awal saya membeli sepeda ini, yaitu: "memiliki sepeda yang tidak terlalu mengundang pencuri sehingga bisa dipakai sehari-hari kemanapun pergi".

Berikut tampilan sepeda secara keseluruhan:



Update: Akhirnya saya termakan juga virus modifikasi. Sepeda ini saya rubah fork depannya menggunakan suspensi + cakram. Fotonya bisa lihat klik disini.

Tips:

Kalau perjalanan Anda cukup jauh, disarankan membawa ban dalam cadangan. Kalau ban bocor bisa mampir ke tukang tambal ban (kalau seandainya harus ganti ban dalam). Dan selain itu, pentil ban dalam sepeda Fixie berbeda dengan pentil sepeda motor. Jadi kalau mau dipompa harus disambung adaptor yang berbentuk seperti sebuah mur dan disambung di ujung pentil ban. Biasanya adaptor ini dijual di toko sepeda.

Ban dalam bisa diletakkan di dalam tas sepeda seperti Gambar 5 diatas (tas segitiga yang dikaitkan di frame sepeda). Tas tersebut saya beli di Vanqis, yaitu toko yang biasa jual barang-barang murah (Serba 8.000 atau 16.000). Harganya hanya 8 ribu rupiah. Sedangkan adaptornya bisa disimpan di dalam tas, karena ukurannya kecil.

Sepeda ini menggunakan rem torpedo, sebelum Anda menggunakannya di jalan raya, coba biasakan dulu cara sistem kerjanya untuk alasan keamaan.

Perhatikan dan patuhi rambu-rambu lalu lintas. Kalau Anda sering mendapatkan klakson dari kendaraan lain, maka ada baiknya Anda introspeksi cara berkendara sepeda Anda.

Demikianlah review United Soloist. Dengan membaca artikel ini diharapkan anda sedikit memiliki gambaran bagaimana cara memilih atau tips memilih sepeda fixie style yang cocok bagi Anda. Semoga bermanfaat. Salam - gadoga.com



Berlangganan (Free):



Copas emoticon: 😁 😃 😂 😅 😇 😈 😉 😊 😋 😌 😍 😒 😓 😔 😳 😖 😘 😛 😡 😱 😤 😎 👍 🙏

Jika dirasa artikel ini berguna, silahkan di share / dibagikan

Kembali ke atas 🚀

©2009-2017 gadoga.com - GIG17
Disclaimer | Kebijakan Privasi