Saya Berdoa Tidak Ingin Hamil, Tapi Perut Saya Semakin Membesar

21 Oktober 2015 Oleh Ted

Sambungan dari artikel:



5. Saya berdoa tidak ingin hamil, tapi perut saya semakin membesar

Saya terpikir untuk membahas pertanyaan nomor 5 setelah saya menulis pertanyaan nomor 4 dan menyadari bahwa pergaulan anak muda saat ini semakin bebas dan banyak terjadi kehamilan di luar nikah.

Kalau kalian saat ini sedang hamil akibat hubungan seks diluar nikah, maka yang pertama-tama kalian harus lakukan adalah mohon ampun kepada Tuhan. DIA akan mengampuni anda jika anda sungguh-sungguh menyesali perbuatan anda dan ingin bertobat.

Jika anda hamil karena diperkosa, dipaksa atau karena hal lain yang tidak diinginkan, maka yang harus kalian doakan adalah minta kepada Tuhan untuk selalu menguatkan anda dan selalu bergantung serta percaya Tuhan pasti akan menyertai dan memberi anda kekuatan.

Tapi, kalau anda berdoa ingin tidak hamil walau sudah jelas-jelas anda positif hamil, maka sangat kecil kemungkinan Tuhan akan mengabulkan permintaan anda untuk tidak hamil.

Memang benar mujizat itu nyata, saya juga percaya mujizat, namun dalam kasus ini Tuhan sudah mengijinkan anda untuk hamil.

Jadi apa yang harus dilakukan jika anda hamil namun tidak menginginkan kehamilan tersebut?

Pertama: jangan membunuh

Artinya jangan menggugurkan kandungan anda, itu adalah dosa besar, sama seperti membunuh orang lain. Ingatlah, jika Tuhan sudah mengijinkan anda untuk hamil, itu berarti Tuhan juga tahu bahwa anda masih sanggup untuk menjalani pergumulan ini.

Pada kondisi inilah kesempatan anda untuk benar-benar bergantung kepada Tuhan.

Jika ini adalah awal kehamilan anda, jangan minum jamu-jamuan, ramuan atau minuman apapun yang memiliki potensi untuk menggugurkan kandungan karena itu sama saja membunuh anak anda.

Ingatlah, walau calon anak anda belum berbentuk fisik, namun itu adalah suatu jiwa baru yang tidak boleh dibunuh. Baca Mazmur 139:16: mata-Mu melihat selagi aku bakal anak, dan dalam kitab-Mu semuanya tertulis hari-hari yang akan dibentuk, sebelum ada satupun dari padanya.

Tuhan sudah mengenal kita pada saat kita masih "bakal anak", artinya sebelum kita berbentuk anak. Jika sperma sudah bertemu dengan sel telur, maka itu sudah disebut sebagai bakal anak, apalagi jika sudah terdeteksi positif hamil, maka sekali-kali jangan melakukan dosa pembunuhan dengan meminum atau makan sesuatu yang bisa menyebabkan keguguran.

Selain itu, jika anda meminum ramuan penggugur kandungan, belum tentu selalu berhasil, malah nanti jika diteruskan bisa menyebabkan keracunan dan bisa juga membuat anak anda cacat.

Kedua: Bergantung kepada Tuhan

Jika ini adalah akibat dari dosa yang anda lakukan, maka anda harus berbesar hati menerimanya. Jalanilah hukuman di dunia ini dan mintalah belas kasihan Tuhan untuk mengampuni anda dan menguatkan dalam menjalaninya. Toh, hukuman ini hanya sementara, hanya saat anda berada di dunia ini saja, jangan sampai berubah menjadi hukuman kekal karena anda mengambil keputusan yang salah.

Jika kehamilan ini adalah karena hal yang tidak diinginkan, misalnya akibat perkosaan atau misalnya karena usia anda sudah terlalu tua, maka anda harus selalu ingat bahwa Tuhan mengetahui pergumulan anda, Dia tidak tidur dan Dia akan selalu menyertai anda. Percayalah kepadaNya dan selalu bergantung kepada Tuhan, dia pasti buka jalan keluar.

Ingatlah anak anda adalah tanggung jawab yang Tuhan berikan kepada anda, jadi berusahalah membesarkan anak tersebut dengan sebaik-baiknya, berusahalah untuk mencukupi setiap kebutuhan hidupnya dan bangun terus rohaninya.

Ketiga: Jangan ambil jalan pintas

Banyak sekali kejadian bahkan merupakan hal umum jika terjadi kehamilan diluar perkawinan, maka yang harus dilakukan adalah: menikah.

Hal tersebut adalah salah besar. Menikah bukanlah jalan keluar untuk menyelesaikan masalah hamil diluar nikah.

Jika anda adalah seorang orang tua yang memiliki anak yang mengalami pergumulan ini apakah menurut anda menikah merupakan jalan keluar? Tentu saja tidak! justru dengan memaksa menikah hanya akan membawa masalah baru dalam kehidupan anak anda, apalagi jika calon suami bukanlah orang yang baik bagi anak anda.

Jangan memaksa melakukan pernikahan dengan alasan menghindari malu, aib, biar tidak rugi, atau tindakan egois lainnya hanya untuk menyelamatkan muka keluarga. PERNIKAHAN BUKAN HAL MAIN-MAIN.

Jadi apa yang harus dilakukan?

Jika anda adalah yang mengalami pergumulan, maka anda harus benar-benar berserah kepada Tuhan. Jangan mau dipaksa menikah jika memang anda tidak menginginkannya. Jika anda saat ini masih ragu-ragu, jangan ambil keputusan sekarang, pikirkanlah baik-baik.

Jika yang menghamili anda adalah seorang playboy yang memang sering tidur dengan banyak wanita, maka saya sangat menyarankan jangan menikahi pria macam tersebut. Itu malah akan menyulitkan anda nantinya, setelah menikah dia malah akan terus menyakiti hati anda dan tetap bermain wanita.

Jika ini adalah anak anda, maka jangan memaksa anak anda untuk menikah. Jangan mengambil jalan pintas untuk menyelesaikan masalah sesaat namun berpotensi menimbulkan masalah yang jauh lebih besar kedepannya. Jika anda memaksa pria tersebut untuk menikahi putri anda padahal pria tersebut tidak niat untuk menikah, maka berikut kemungkinan yang akan terjadi:

  • Pria tersebut akan menikahi anak anda, namun setelah menikah dia tetap bermain wanita, selingkuh sana sini
  • Pria tersebut menikah, namun setelah itu tidak perduli dengan anak anda, tidak perduli dengan cucu anda. Mungkin dia memberi uang tapi sebatas itu saja. Anak anda tidak dianggap, tidak memiliki pasangan yang bisa mendukung dalam kehidupannya.
  • Pria tersebut menyakiti bahkan memukuli anak dan cucu anda
  • Pria tersebut kabur dengan status anak anda sudah menikah (status jadi ga jelas)
  • dll

Mungkin saat ini anda bisa berkata: "Awas aja kalau dia nyakitin anak saya, saya bacok dia!" Tapi apakah anda yakin besok anda masih hidup? bagaimana anda yakin anda bisa mencapai umur tua? Lalu, setelah anda tidak ada, siapa yang akan melindungi anak anda? Suaminya yang sedari awal tidak menginginkan putri anda? Itu sama saja seperti menjerumuskan anak sendiri.

Intinya adalah, menikah bukan jalan keluar, justru merupakan potensi sumber masalah baru. Untuk apa dipaksakan menikah kalau hanya akan mendatangkan hal tidak baik.

Yang perlu dilakukan adalah berdoa bersama-sama dengan anak anda, rangkul anak anda, biar dia bisa merasakan kehangatan dan keamanan di dalam keluarganya sendiri. Tegur anak anda boleh tapi tidak perlu berlebihan, saya rasa dia sendiri sudah sadar akan kesalahannya.

Kuatkan terus imannya, justru mungkin dengan kejadian ini anda sekeluarga bisa menjadi semakin dekat dan semakin dikuatkan. Jika saat ini anda merasa malu dengan kejadian ini, maka itu adalah konsekuensi yang harus ditanggung atas dosa yang dilakukan, namun kita harus ingat dari cerita Alkitab, Tuhan memang menegur orang yang berbuat dosa, namun Dia selalu menunjukan kasih karunianya yang luar biasa bagi orang yang berseru kepadaNya.

Bagaimana kalau sudah terlanjur menikah?

Jalani saja kehidupan ini dengan ceria. Bersyukurlah atas anugrah yang Tuhan berikan sehari-hari. Mungkin anda tidak bisa mengubah keadaan, namun anda bisa mengubah diri sendiri. Percayalah bahwa Tuhan akan memberikan yang terbaik dan indah pada waktuNya jika anda tetap setia dan berseru kepadaNya.

Tetap semangat ya

Artikel Terkait:


Artikel Lainnya:

 

©2009-2017 gadoga.com NP13
Disclaimer | Kebijakan Privasi