Hal Yang Perlu Diingat Ketika Putus Asa dan Mau Bunuh Diri

04 Juli 2016 Oleh Ted



Apakah sobat sedang mengalami masalah / pergumulan yang begitu berat sampai-sampai mau bunuh diri? Baca dulu artikel ini sebelum menyesal kemudian, lebih tepatnya, sebelum menyesal selamanya! Artikel ini ditulis bukan hanya bagi yang mau bunuh diri saja, tapi bisa berguna bagi kita semua yang mengalami pergumulan baik besar maupun kecil dalam kehidupan sehari-hari.

Sebelum itu, ada tiga hal yang sangat penting dan harus sobat ketahui:

  1. Tuhan Yesus mengasihi sobat.
  2. Tuhan sanggup memberi jalan keluar APAPUN masalah / pergumulan sobat. Ya, APAPUN! Bersama Tuhan tidak ada yang mustahil. Itu adalah janji Tuhan
  3. Tuhan itu benar-benar ada

Apa buktinya Tuhan Yesus mengasihi sobat? Bukanlah kebetulan sobat bisa membaca artikel ini. Jika saat ini sobat ingin mengetahui lebih lanjut apa yang Tuhan inginkan dalam hidup sobat, maka Roh Kudus akan bekerja di hati sobat, melunakkan hati sobat, memberikan hikmat dan kebijaksanaan untuk dapat mengerti apa maksud Tuhan yang coba disampaikan melalui tulisan ini.

Selain itu, jika memang Tuhan tidak mengasihi sobat, maka saat baca dan ada kata "Yesus", sudah pasti sobat akan alergi dan langsung tutup halaman ini. Tapi jika di hati sobat masih ada keinginan untuk terus membaca atau sekedar "penasaran", maka itu adalah tanda Roh Kudus sedang bekerja. Jangan tolak dan teruskan baca artikel ini.

Saya berdoa semoga Tuhan sendirilah yang memberikan pengertian kepada sobat tentang isi hati Tuhan. Dibawah ini adalah beberapa alasan kenapa Tuhan mengijinkan pergumulan / masalah / penderitaan terjadi pada kita.

Kenapa orang diuji?

1. Mengalami perjumpaan Tuhan

KIta bisa saja mengetahui Tuhan itu ada, Dia berkuasa, pemilik langit dan bumi, dsb tapi itu baru sebatas sebagai "data". Itu saja tidak cukup kalau tidak sampai kepada suatu pengertian.

Alkitab terkadang membawa kita kepada pengertian yg lebih mendalam saat kita melakukan refleksi.

Apa maksudnya perjumpaan dgn Tuhan? Yaitu suatu perubahan dari pengertian yg sebelumnya hanya data dirubah menjadi realita.

Terkadang Tuhan "menjatuhkan" seseorang atau memberi pergumulan bukan karena Dia jahat atau tidak perduli, tapi justru karena Dia sangat mengasihi.

Contoh: saat semua lancar, berjalan sesuai pikiran kita, hanya sedikit tersendat, maka sangat mudah mengatakan puji Tuhan.

Saya pribadi pernah mengalaminya, saat semua kondisi terlihat sempurna, saya mengetahui Tuhan itu baik, Tuhan pelihara hidup kita, Tuhan itu kasih, tapi hanya sebatas DATA.

Yang tidak disadari adalah saya sebenarnya memberhalakan kekayaan dan kenyamanan hidup. Tuhan menjadi nomor dua. Saya pikir saya bahagia, tapi ternyata itu hanya kebahagiaan semu.

Sampai suatu ketika Tuhan "mengobrak-abrik" usaha saya. Saya yang sebelumnya bisa dikatakan memiliki "everything" / semuanya berubah 180 derajat jadi "nothing" atau tidak memiliki apa-apa.

Tapi saat saya nothing, saya menyadari bahwa God is everything / Tuhan adalah segalanya.

Saya benar-benar berjumpa Tuhan justru disaat mengalami pergumulan. Sifat-sifat Tuhan yang tadinya hanya data, saya akhirnya benar-benar bisa dirasakan dalam realita / kenyataan.

Yang menjadi berhala tidak harus benda mati, bisa saja orang-orang yang lebih kita sayangi dibandingkan Tuhan, entah itu anak, suami, istri, pacar, orang tua, siapa saja.

Jika kita mencintai suatu ciptaan lebih dari sang pencipta, maka itu berarti kita sudah memberhalakan ciptaan.

Apakah itu artinya Tuhan jahat karena mengambil sesuatu yang kita sangat sayangi / cintai? Justru sangat kebalikannya. Tuhan melakukan itu karena Dia sangat mengasihi kita, Tuhan ingin berkata:

"Berhala tidak bisa menyelamatkan kamu. Hanya melalui Tuhan Yesus sajalah kamu bisa selamat, dan bukan hanya itu saja, hanya melalui Yesus Kristus sajalah kamu bisa mendapatkan sukacita, kebahagiaan dan kepuasaan, jauh lebih besar dan lebih indah dari yang sebelumnya"

Dan selalu ingat, siapapun atau apapun, semuanya hanya SEMENTARA, sedangan Tuhan adalah SELAMANYA. Dia ingin kita hidup bersamaNya di surga nanti, Dia ingin memberi yang TERBAIK bagi kita.

Note:

  1. Bukan berarti kalau kamu mengalami pergumulan itu adalah karena kamu berdosa, tapi bisa saja memang Tuhan ingin kamu lebih dekat lagi kepadaNya (Contoh: Ayub).
  2. Jika kamu sebelumnya belum pernah baca Alkitab / mengenal dengan baik siapa itu Tuhan Yesus (hanya tahu begitu2 saja), maka mungkin ini adalah suatu anugrah bagi sobat untuk dapat mengenal Yesus.

2.Β  Supaya memunculkan pergumulan dan konklusinya adalah trust & obey (percaya dan taat)

Setiap Tuhan ijinkan pergumulan itu ada. Itu bukanlah suatu kebetulan, tapi pasti ada tujuannya. Tapi seringkali kita tidak bertanya, untuk apa Tuhan mengijinkan ini terjadi dalam kehidupan kita?

Padahal kita tahu bahwa Tidak ada sehelai rambutpun jatuh kalau Tuhan tidak ijinkan.

Firman mengatakan agar kita tidak fokus kepada pergumulan itu, tapi fokus kepada Tuhan. Pergumulan itu berfungsi untuk mencapai suatu kesimpulan apakah kita mau taat dan percaya pada Tuhan atau terus bergumul.

Setiap pergumulan harus mencapai konklusi apakah kita pada pada akhirnya taat dan percaya.

Apakah pergumulan itu hanya berlalu begitu saja tanpa kita bisa mengambil konklusi dan pada akhirnya malah ngedumel saja, atau dengan kata lain pergumulan itu tidak membawa manfaat dan berlalu begitu saja.

Saya harap tidak demikian ya sobat, semoga setiap pergumulan justru kita harus anggap sebagai suatu kesempatan untuk dapat mengenal Tuhan lebih baik lagi.

3. Supaya memberi pertumbuhan dari iman kepada iman.

Apa itu iman? Iman adalah apa yang Alkitab bilang, itu yang kita pegang.Β  Bukan asal percaya tanpa ada dasar Alkitab.

Jadi, kalau ada orang berkata kepada sobat: "Sudah imani saja" Kamu jangan langsung melakukannya, tapi cari dulu kehendak TuhanΒ  di dalam Alkitab.

Kalau kamu tidak periksa dulu apakah ada dasar Alkitabnya, kamu bisa-bisa beriman kepada diri sendiri atau kepada Mamon, bukan kepada Tuhan yang sejati.

Intinya adalah, dalam setiap pergumulan yang kita hadapi, seharusnya ada pertumbuhan iman.

Tuhan tahu aspek yang paling lemah dari hidup kita. Dan justru yang paling lemah itu yang akan diuji. Tujuannya adalah agar Tuhan kuatkan. Misalnya kalau kita bangun rumah, lalu ada bagian yang sepertinya lemah / rapuh, pasti bagian tersebut yang akan kita perkuat agar rumah bisa berdiri kokoh.

Saat kita meminta Tuhan agar kita lebih mencintai Tuhan, maka siap-siap saja mengalami pergumulan. Tapi ujungnya kita akan mengenal dan merasakan Tuhan lebih baik lagi.

Istilahnya: Berdoalah lalu bersiaplah

Saat mendengar kalimat "Tuhan akan memberi kita ujian justru di aspek terlemah dari diri kita" jujur saja saya merasa shock, gelisah, merasa tidak enak, merasa takut dan jujur saja, saya jadi tidak ingin berdoa meminta sesuatu "yang baik / yang rohani" kepada Tuhan.

Ketakutan itu sebenarnya disebabkan karena saya masih terikat dengan kenyamanan dan tidak ingin susah. Dengan kata lain, saya memilih kenyamanan dibanding bertemu dengan Tuhan.

Hanya saja karena Tuhan begitu mengasihi saya, walau saya tidak mau, walau tidak minta, tetap saja ujung-ujungnya diberi pergumulan

Dan anehnya, kalimat yang tadinya paling tidak enak didengar, pada saat pergumulan benar-benar terjadi, malah menjadi kalimat yang paling menyejukkan hati.

Karena saya tahu memang aspek inilah saya yang paling lemah, oleh karena itu Tuhan ijinkan saya bergumul agar saya lebih kuat. Lebih baik lagi.

Jadi, kalau saat ini sobat sedang bergumul, coba ingat-ingat sebelumnya sobat berdoa minta apa sama Tuhan? Mungkin pergumulan ini adalah jawaban dari doa kamu, untuk membuat kamu lebih kuat, lebih dekat kepadaNya.

Ringkasan Kenapa Tuhan Ijinkan Pergumulan Terjadi Pada Orang Kristen

1. Karena Tuhan ingin kita berjumpa dengan Dia.

Jangan sampai jadi orang kristen yang hanya seperti jam biologis. Senin sampai Jumat / Sabtu kerja, Minggu ke gereja, pulang lalu ulangi hal yang sama bertahun-tahun sampai meninggal tanpa mengalami perjumpaan dengan Tuhan.

Jika sobat pada hari Minggu pergi ke gereja hanya sebagai kebiasaan / kewajiban dan seringkali dengan perasaan terpaksa atau seakan-akan kalau tidak ke gereja takut Tuhan marah atau sekedar merasa tidak enak karena ada "kebiasaan" yang hilang, maka itu tanda-tanda mungkin sobat belum mengalami perjumpaan dengan Tuhan.

Ingatlah, Tuhan kita bukanlah Tuhan yang menuntut kita menjadi budak dan tidak ada sukacita. Tapi Tuhan Yesus ingin kita menjadi bagian dari keluarga besar kerajaan Allah, menjadi anak-anak Allah. Yesus ingin kita merasa bahagia di dalam Dia.

2. Memunculkan pergumulan yang pada akhirnya memberi konklusi bahwa kita harus taat dan percaya

Jika sobat ingin lebih mencintai Tuhan dan merasakan bahagia, sukacita dan kepuasan di dalam Dia, maka mintalah dan berdoalah kepada Tuhan. Karena hanya Tuhan sendirilah yang bisa memberikannya. Dengan kekuatan sendiri kita tidak mampu untuk mencintai Tuhan dengan segenap hati. Tapi dalam prosesnya, kita dituntut untuk taat dan percaya kepadaNya. Tuhan yang beri, kita yang merespon.

Saya jadi ingat akan reff lagu "Trust & Obey":

Trust and obey, for there’s no other way.
To be happy in Jesus, but to trust and obey.

Jadi, setiap kali mengalami pergumulan, PERCAYALAH (Trust) bahwa Tuhan akan berikan yang terbaik. Setelah itu, dengan keyakinan bahwa Tuhan akan beri kita yang terbaik, yang kita lakukan tinggal TAAT (Obey) dengan apa yang Tuhan inginkan, bukan taat dengan apa yang kita inginkan dan apa yang kita pikir terbaik.

Dengan kata lain, tidak ada jalan lain untuk bisa merasakan bahagia di dalam Kristus dan melihat keindahanNya selain dengan cara Taat & Percaya.

3. Memberi pertumbuhan iman, dari satu iman kepada iman yang lain

Jangan takut mengalami pergumulan, karena itu membuat iman kita semakin besar. Makin kita dewasa dalam iman, semakin kita bergantung kepada Tuhan. Pilihannya apakah kita ingin menjalaninya?

Pada saat menghadapi ujian iman, kita harus bagaimana?

  1. Jangan menyerah, tetap PERCAYA, sekalipun sepertinya tidak ada jalan keluar. Dasar iman adalah percaya sekalipun gelap, dan melihat sekalipun tdk nampak oleh mata.
  2. Katakan kepada diri sendiri, ketika ujian ini selesai, saat saya berhasil melalui kesulitan ini, saya akan ingat kepada Tuhan dan memuji Tuhan.

Satu kalimat yang membuat saya tersenyum dan seperti memiliki kekuatan ekstra saat mengalami pergumulan adalah:

Saat kita mengalami pergumulan / kesulitan, janganlah hal tersebut membuat kita mundur, malahan itu membuat kita menjadi "penasaran" kira-kira bagaimana ya cara Tuhan untuk mengeluarkan kita dari pergumulan ini.

"Filipi 4:19: Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus".

Kesulitan itu boleh ada, tapi itu bukan akhir dari segalanya.

"Roma 8:28: Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah."

Saya tidak tahu pergumulan atau permasalahan apa yang sobat alami saat ini. Mungkin baru saja bangkrut, mungkin ditinggal oleh orang tercinta, mungkin sedang teraniaya atau disiksa, mungkin tidak dicintai, mungkin merasa sendiri, mungkin terbaring di rumah sakit, mungkin banyak hutang dan masih banyak ribuan kemungkinan lainnya.

Tapi selalu yakinlah bahwa masih ada harapan dan Yesus sangat mengasihi sobat. Kamu tidak sendiri, ada Tuhan Yesus yang sangat mengerti kegundahan hati kamu, Dia tidak pernah tidur dan selalu ada untuk kamu. Yang perlu kamu lakukan tinggal membuka pintu dan membiarkan Tuhan Yesus masuk ke dalam kehidupan kamu.

Kalau kamu bingung bagaimana caranya berdoa, bagaimana cara berbicara kepada Tuhan, baca artikel berikut. Ketika saya mengetahui hal-hal berikut ini, saya mengalami perubahan hidup yang sangat drastis. Klik artikel: Bagaimana cara berdoa yang baik dan benar?

Note: Artikel ini saya tulis berdasarkan ringkasan kotbah dari Vic. Erwin Mah, M. Th. dan ditambahkan beberapa hal dan juga pengalaman pribadi saya.

Copas emoticon: 😁 πŸ˜ƒ πŸ˜‚ πŸ˜… πŸ˜‡ 😈 πŸ˜‰ 😊 😌 😍 πŸ˜’ πŸ˜“ πŸ˜” 😳 πŸ˜– 😘 πŸ˜› 😑 😭 😱 😀 😎 πŸ‘ πŸ™

Artikel Lainnya:

 

©2009-2017 gadoga.com NP13
Disclaimer | Kebijakan Privasi