Teknologi: Ditolak Atau Diterima?

9 September 2016 oleh Ted

Saat ini masih ada orang Kristen yang menganggap bahwa teknologi atau perkembangan Ilmu Pengetahuan sebagai sesuatu yang jahat, alatnya iblis dan merusak iman umat percaya. Apakah benar memang seperti itu?

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, kita harus melihat beberapa alasan yang dilontarkan, misalnya:

  1. Dengan kemajuan teknologi, skill anak muda sekarang makin buruk, makin malas
  2. Dengan kemajuan teknologi, konten-konten yang tidak baik (pornografi, kekerasan, ajaran sesat, dll) semakin mudah di akses
  3. Teknologi menjauhkan yang dekat dan mendekatkan yang jauh. Lalu setelah dekat jadinya jauh lagi
  4. Teknologi hanya memberi kenyamanan semu dan menjauhkan manusia dari Tuhan
  5. Teknologi lebih banyak membawa keburukan dibanding kebaikan

Jawaban untuk kelima hal diatas (dan mungkin banyak alasan penolakan teknologi lainnya) adalah: YA! Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) memang membawa efek buruk ke dalam dunia ini.

Lalu, jika IPTEK itu membawa pengaruh buruk, apakah itu artinya orang Kristen harus menolak atau anti teknologi? Tentu saja tidak! Orang Kristen tidak boleh anti teknologi. Karena ada juga hal baik yang dihasilkan.

Dibawah ini saya akan berikan beberapa alasan kenapa kita harus mendukung atau setidaknya "menerima" perkembangan teknologi.

Alasan 1: Semua adalah anugrah

Saya percaya semua hal yang ada di dunia ini adalah anugrah Tuhan, termasuk IPTEK. Kenapa bisa terjadi perkembangan teknologi? Berasal dari pemikiran manusia. Darimana pikiran manusia berasal? Tentu saja karena anugrah Tuhan. Jadi, menolak teknologi sama saja menolak anugrah Tuhan. Ya, saya tahu tidak sesederhana itu, tapi teruskan membaca artikel ini sehingga sobat bisa menemukan alasan kenapa kita harus menganggap IPTEK itu salah satu dari sekian banyak anugrah Tuhan.

Note: Jika memang ada orang yang anti teknologi, maka seharusnya jangan tanggung-tanggung. Jangan menggunakan telepon karena telepon bisa digunakan untuk bergosip, jangan menggunakan mobil karena mobil bisa digunakan untuk merampok, jangan minum obat, jangan imunisasi, jangan menggunakan Alkitab cetakan, karena mesin cetak adalah hasil IPTEK dan jangan pakai baju kain, tapi sembelihlah binatang untuk pakaian, karena kain adalah hasil teknologi, dll.

Jadi, saat kita bersyukur atas makanan dan minuman, atas rumah dan segala isinya, secara tidak langsung kita sebenarnya bersyukur atas Ilmu Pengetahuan dan teknologi yang Tuhan berikan.

Alasan 2: Untuk meredam kejahatan teknologi dan mempermuliakan Tuhan

Jika orang Kristen menyerah terhadap teknologi, itu sama saja seperti menyerahkan perkembangan IPTEK di dunia ini kepada orang-orang yang tidak percaya Tuhan. Apakah itu yang anda mau?

Teknologi yang dikembangkan oleh orang-orang atheis memiliki potensi mengajak orang untuk memberontak terhadap Tuhan atau setidaknya tidak mempercayai Tuhan lagi.

Banyak anak Tuhan yang seperti "ketakutan" saat ingin belajar ilmu pengetahuan, di pikiran mereka "Saya takut kalau saya semakin pintar di bidang ilmu pengetahuan, ternyata itu tidak sesuai dengan apa yang tertulis di Alkitab"

Pemikiran itu SALAH BESAR, ilmu pengetahuan yang benar, tidak mungkin bentrok atau tidak sesuai dengan apa yang tertulis di dalam Alkitab. Justru dengan mempelajari IPTEK kita akan menemukan jejak-jejak Tuhan yang seharusnya membuat kita semakin mengenal Tuhan dan mencintai diriNya.

Lalu bagaimana jika saat terjadi penemuan lalu itu sepertinya berbeda dengan yang tertulis di Alkitab? jika hal ini yang terjadi, maka hanya ada dua kemungkinan:

  1. Kita yang mungkin selama ini salah menafsirkan Alkitab -karena keterbatasan kita sebagai manusia- oleh karena itu kita perlu bergumul dan merenungkan apa sebenarnya makna di dalam Alkitab.
  2. Kemungkinan kedua, penemuan baru itu yang salah karena tidak sesuai Alkitab.

Saya ambil contoh, misalnya teori evolusi yang jelas-jelas salah karena bertentangan dengan Alkitab. Lalu kenapa sekarang sepertinya seluruh dunia menerima teori Evolusi? Diajarkan disekolah-sekolah dan bahkan orang yang menentang teori evolusi dikatakan bodoh?

Jawabannya adalah karena normalisasi. Apa maksudnya? Sesuatu yang salah, namun dibiarkan dan -khususnya orang kristen- tidak berusaha untuk memperbaikinya / hanya tinggal diam. Pada akhirnya hal itulah yang diterima oleh masyarakat umum.

Masih banyak orang Kristen yang membedakan antara kehidupan "duniawi" dengan kehidupan "surgawi". Mereka berpikir bahwa pekerjaan sehari-hari tidak ada hubungannya dengan pekerjaan "rohani".

Misalnya hari Senin sampai Sabtu boleh melakukan hal-hal yang jahat lalu berpikir bisa "cuci dosa" hari minggu. Hal ini salah besar! Itu namanya membedakan kehidupan "duniawi" dan "sorgawi". Seharusnya dari hari Senin sampai Minggu adalah harinya Tuhan dan kita harus menjadikan Kristus sebagai pusatnya apapun yang kita lakukan dan kapanpun.

Artinya jika kita berkecimpung di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, kita harus menjadikan Kristus sebagai pusatnya dan menciptakan teknologi yang akan mempermuliakan Tuhan.

Siapa bilang menjadi Pendeta itu lebih mulia dibandingkan menjadi ahli teknologi? Pendapat ini salah, kita harus menjalani kehidupan ini sesuai panggilan pekerjaan kita. Panggilan orang Kristen secara umum adalah jelas, yaitu untuk mempermuliakan Tuhan, tapi secara spesifik, Tuhan ingin kita melakukan sesuatu sesuai dengan tugas & pekerjaan / bidang kita di dunia.

Apakah Tuhan hanya bisa dipermuliakan jika kita menjadi pendeta? tentu tidak, jika memang demikian, pastilah Tuhan menciptakan semua orang Kristen jadi pendeta dan tidak ada yang lain.

Kita harus peka terhadap panggilan pekerjaan kita. Jangan memaksakan jadi pendeta jika jelas panggilan kita adalah di bidang teknologi, atau bidang lainnya, jadi pedagang, jadi dosen, jadi dokter, jadi karyawan, jadi pejabat, dll (tapi juga sebaliknya, jangan memaksakan bekerja yg lain jika jelas panggilan kita adalah jadi hamba Tuhan full time).

Yang saya ingin katakan adalah, kita juga bisa mempermuliakan Tuhan jika kita bergerak di bidang IPTEK (atau bidang lainnya) dan itu sama mulianya dengan menjadi pendeta full time.

Contohnya? Banyak pendeta yang tidak pernah mentobatkan satu orang pun. Tapi ada pengusaha yang bisa mempertobatkan karyawan2nya, ada pencipta aplikasi Kristen atau pembuat film yang bisa memperkenalkan Yesus dan akhirnya membuat orang bertobat, dll.

Yang penting, apapun pekerjaan kita, selalu ingat untuk memberitakan Firman Tuhan dimanapun dan kapanpun ada kesempatan. Tidak perlu bingung bagaimana caranya, Tuhan yang akan bukakan, yang penting selalu rajin berdoa dan baca Alkitab.

Sama seperti pohon, pohon yang sehat pasti berbuah. Kalau iman kita sehat, pasti kita akan berbuah, itu otomatis. Tuhan akan bukakan jalan bagaimana caranya menginjili atau mempermuliakan Tuhan sesuai dengan bidang pekerjaan yang kita lakukan.

Balik lagi ke alasan nomor 2, kenapa orang Kristen juga harus "nyemplung" ke bidang teknologi? Seperti sudah disebut sebelumnya, yaitu untuk mempermuliakan Tuhan.

Misalnya jika suatu saat ada orang Kristen taat yang menemukan obat kanker yang ampuh, maka orang itu pasti akan mengatakan bahwa dia bisa menemukan obat itu karena anugrah Tuhan. Lalu ilmuwan tersebut mengatakan kepada para pasien kanker, jangan berterima kasih kepada saya, tapi berterima kasihlah kepada Tuhan. Bukankah itu indah?

Bandingkan jika yang menemukan obat itu adalah seorang atheis, pasti dia akan membanggakan dirinya sendiri / tim-nya. Dia akan mengatakan kepada pasien, SAYA yang menyembuhkan penyakit kamu, bukan Tuhan.

Jadi, kalau kamu ilmuwan, jangan mau kalah ya sama orang2 atheis

Jika teknologi itu dibidang kerohanian, alasan utamanya menurut saya agar lebih efektif dalam pemberitaan Firman Tuhan, lebih mudah, lebih lengkap, lebih menarik (anak muda) dan juga tidak terbatas jarak dan waktu.

Saya berikan contoh nyata, saat ini sangat mudah sekali ditemukan di Internet 1001 alasan untuk menolak Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat. Tapi walau begitu, kita bersyukur karena masih ada juga orang Kristen yang membuat website atau aplikasi yang menjelaskan Firman Tuhan dengan begitu baik.

Coba bayangkan jika semua orang Kristen adalah pendeta, maka tidak ada yang akan buat website atau aplikasi untuk mengajar Firman Tuhan, dan itu artinya iblis akan dengan sangat mudah mencuci otak orang-orang yang bimbang hati.

Tidak suka dengan teknologi? At least janganlah menghakimi

Orang-orang yang "anti" teknologi sering mengatakan bahwa sejak perkembangan teknologi semakin pesat, anak-anak muda justru semakin malas. Hal ini memang sebagian benar, tapi tidak sepenuhnya benar.

Saya beri contoh sederhana, mengenai Alkitab Elektronik / e-bible yang di install di ponsel Android, iPhone, dsb. Saat ini beberapa gereja melarang penggunaan e-bible saat ibadah dengan beberapa alasan. Oleh karena itu saya akan berikan beberapa alasan kenapa sebaiknya larangan ini dicabut.

  1. Kalau pakai e-bible, tulisannya bisa DIPERBESAR > sangat berguna untuk orang yang matanya sudah kurang baik
  2. Lebih mudah untuk bookmark dan tulis catatan. Dan kalau saya pribadi dengan menggunakan handphone + keyboard bluetooth, saya bisa langsung membuat ringkasan kotbah di ponsel.
  3. Selain itu, ponsel juga sekaligus bisa digunakan sebagai recorder atau alat perekam kotbah

Menurut saya agak aneh kalau di dalam gereja tidak ada satupun orang yang mencatat kotbah atau setidaknya merekamnya. Karena menurut saya Firman Tuhan itu berharga sehingga perlu disimpan baik-baik.

Mungkin ada yang berkata, saya tidak perlu teknologi, saya bisa menghapal dengan baik. Bagus kalau begitu, tapi kalau sobat benar-benar bisa menghapal, coba ulangi kata-kata pendeta dari awal sampai akhir, apakah bisa?

Seperti kata kakak saya, terkadang setelah kotbah didengar kedua kalinya, baru kotbah itu bisa benar-benar dimengerti atau ada point-point yang terlewat tadi. Makanya kita butuh alat perekam / recorder (teknologi).

Saya ingin mengatakan, janganlah menghakimi orang-orang yang menggunakan teknologi tanpa mengetahui terlebih dahulu alasan menggunakannya. Jika jelas-jelas dipersalah gunakan, misalnya main game di ponsel saat kotbah, ya jelas harus ditegur.

Tapi bukan berarti karena ada kemungkinan penyalahgunaan ponsel pada akhirnya memukul rata semua orang tidak boleh pakai Alkitab Elektronik.

Kalau dengan alasan "itu akan mengganggu yang lain" atau "akan menjadi batu sandungan", menurut saya itu adalah alasan yang tidak tepat sasaran.

Saya sangat setuju kalau ibadah itu harus khusuk dan tertib, jadi, kalau seandainya ada yang main game, facebook-an saat kotbah, ya itu artinya kita harus menegur orang itu, beres dan sesederhana itu. Tidak ada bedanya dengan menegur orang yang suka ngobrol / anak kecil yang berisik. Larang orangnya, bukan teknologinya. Kalau yang dilarang teknologinya, seperti saya katakan sebelumnya, itu tidak tepat sasaran.

Toh, kalau orang tersebut tidak konsentrasi beribadah, tanpa main HP sekalipun saya jamin pikirannya melayang kemana2 atau paling-paling akan tertidur, sama saja mengganggu bukan? apalagi kalau ngoroknya kencang, bisa saingan sama pengkotbah

Kalau sobat merasa "disandung" karena tidak suka lihat orang main handphone di Gereja, lalu ngedumel dalam hati sambil berpikir "ini orang kok ga menghargai Firman Tuhan sih", tapi sobat tidak melakukan apa-apa, tidak menegur atau beri nasihat, itu berarti sobat hanya menjadi hakim dan egois.

Jadi seharusnya bagaimana? tegurlah orang yang sering main HP saat di gereja, doakan dirinya agar tidak mengulangi perbuatannya lagi. Itu semua bisa dilakukan kalau sobat mengasihi orang tersebut. Jangan karena ulah satu orang jadinya malah membuat peraturan yang menyusahkan orang lain.

Masih ada alasan-alasan penolakan lain yang menurut saya tidak masuk akal dan yang lebih penting, tidak ada dasar Alkitabnya. Tapi sekali lagi saya ingin katakan, jangan menghakimi tanpa mengetahui alasanannya terlebih dahulu.

Suka atau tidak suka, kita harus mengenal IPTEK

Saya sangat mengerti bagaimana rasanya harus mempelajari sesuatu yang baru dan khususnya yang kurang kita suka, pasti tidak menyenangkan.

Perasaan inilah yang sering dirasakan oleh generasi beberapa puluh tahun sebelum kita saat dihadapkan dengan teknologi. Mereka pada umumnya mengatakan pusing tujuh keliling saat disuruh mengirimkan e-mail atau hal-hal lain yang berhubungan dengan teknologi.

Tapi sayangnya, suka atau tidak suka, mereka harus mengenal IPTEK, tidak perlu sampai menjadi ahli, tapi setidaknya "melek" teknologi. Untuk apa? agar tidak terjadi jurang yang terlalu jauh dengan generasi selanjutnya dan bisa mewariskan kebijaksanan kepada generasi penerus.

Jangan sampai suatu saat kita "dibohongi" oleh generasi selanjutnya karena buta teknologi. Jangan sampai orang-orang muda melakukan hal-hal yang jahat dengan IPTEK tapi kita sama sekali tidak mengetahuinya.

Beda kalau setidaknya kita paham teknologi sedikit, saat ada orang yang sepertinya menyalahgunakan iptek, kita bisa langsung tegur dan berikan pengertian.

Contohnya teori Evolusi, saya yakin masih banyak orang Kristen tidak tahu kalau itu adalah hal yang salah dan sepertinya cuek. Akhirnya anak-anak sejak kecil dicekoki dengan teori evolusi yang salah. Hasilnya? anak-anak akan percaya kalau dia itu dulu berasal dari monyet (hasil evolusi), bukan ciptaan Tuhan yang begitu baik. Dan saat kita mencoba memberikan Firman Tuhan, mereka akan menganggapnya tidak masuk akal. Padahal sebenarnya justru kebalikannya, teori evolusi-lah yang tidak masuk akal.

Mungkin ada yang berkata, kalau begitu, larang saja penggunaan teknologi atau hal-hal yang sepertinya berpotensi menyesatkan. Tapi kenyataannya, hal tersebut tidaklah mungkin dilakukan. Kita bisa melarang 100% saat berada dibawah pengawasan kita, tapi kan kita tidak mungkin mengawasi 24 jam.

Jadi, menurut saya lebih bijak jika kita sedikit mengerti ilmu pengetahuan dan teknologi, dengan begitu kita bisa mengarahkan anak-anak / orang lain untuk dapat menggunakan iptek dengan baik. Janganlah kita melarang iptek karena sebenarnya hanya malas belajar hal yang baru atau kitanya yang tidak mau berubah karena ada "kenangan" tertentu atau merasa nyaman dengan yang lama.

Kesimpulan

1. Anak-anak Tuhan janganlah takut dengan IPTEK

Justru pergunakanlah IPTEK untuk mempermuliakan Tuhan. Menurut saya teknologi itu netral / anggaplah teknologi itu seperti uang, bisa digunakan untuk hal baik, bisa juga untuk hal buruk. Selain itu, tidak ada ayat di Alkitab yang menolak penggunaan teknologi / mengatakan teknologi itu jahat. Sebaliknya, ada loh ayat yang mengatakan uang itu seakan-akan jahat (1 Tim 6:10).

Bagaimana dengan teknologi yang diciptakan oleh orang-orang atheis? apakah kita boleh menggunakan atau mengembangkannya?

Saya rasa, selama teknologi tersebut tidak bertentangan dengan Firman Tuhan, maka gunakan / kembangkan saja, tidak masalah, jangan melihat siapa yang membuatnya (toh jika ditelusuri lebih jauh maka yang membuat segala sesuatu di dunia ini adalah Tuhan - termasuk orang atheis adalah ciptaan Tuhan).

Sama seperti uang, bukankah yang menciptakan uang itu belum tentu orang beriman, tapi Tuhan tidak melarang kita memakainya bukan,

2. Jangan sampai diperbudak oleh teknologi, tapi sebaliknya "perbudak-lah" teknologi.

Jangan sampai teknologi itu membuat kita bodoh dan malas, misalnya karena menggunakan e-bible sampai-sampai tidak tahu bedanya kitab perjanjian lama dan baru (karena tinggal ketik).

Tapi pergunakanlah fasilitas Alkitab Elektronik beserta aplikasi-aplikasi pendukungnya dengan baik untuk menggali kedalaman Firman Tuhan.

Atau contoh lain Facebook, jangan sampai FB membuat kita memboros-boroskan waktu, pamer kekayaan, dsb yang akhirnya membuat kita jatuh dalam dosa (kesombongan, iri hati, berzinah, dan berbagai potensi dosa lainnya). Tapi sebaliknya kita bisa menggunakan FB untuk mengabarkan injil kepada teman-teman yang jauh, yang lama tidak ketemu, dll.

Dengan kata lain, hadirnya teknologi seharusnya bisa membuat kita lebih efektif dan berkembang, khususnya dalam hal melayani Tuhan, bukan membuat kita terjerat dan terikat. Oleh karena itu, bijaksanalah dalam menggunakan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi.

Aplikasi + Website Rekomendasi

Dibawah ini adalah beberapa website dan aplikasi rekomendasi yang banyak sekali membantu saya dalam memahami Firman Tuhan lebih baik. Saya sangat bersyukur karena ada orang-orang Kristen yang bergerak di bidang teknologi digital sehingga bisa menghadirkan website dan aplikasi dibawah ini.



1. Aplikasi Android Alkitab, Tafsiran, Kamus, Peta buatan SABDA

Saat ini kita bisa menginstall aplikasi Tafsiran, kamus, peta, dll pada ponsel atau tablet Android. Saya sangat terbantu dengan hadirnya aplikasi ini, khususnya tafsiran. Jujur saja terjadi jurang budaya yang sangat jauh antara jaman kita dengan pada saat Alkitab ditulis. Sehingga saat kita membaca Alkitab terkadang banyak yang kita kurang mengerti (karena perbedaan budaya), tapi dengan hadirnya aplikasi tafsiran bisa membuat kita lebih mudah mengerti dan semakin merasakan keindahan Firman Tuhan.

Tapi tentu saja, sebelum membaca kita harus berdoa dulu, karena tulisan paling jelas sekalipun kalau tidak ada Roh Kudus yang menerangi, kita tidak akan bisa mengerti.

2. Aplikasi Alkitab di Komputer + Modul pendukung (catatan, tafsiran, versi pembanding, dll)

Aplikasi yang lengkap dan limpah ini bisa didownload secara gratis melalui situs sabda.net

3. www.desiringgod.org

Website berbahasa Inggris (sebagian ada yang bahasa Indonesia) mengajarkan bagaimana kita dapat mengenal Tuhan lebih baik lagi. Yang saya suka dari web ini adalah cara penyampaiannya yang penuh kasih dan pengertian. Versi Indonesia bisa dikunjungi disini. Tapi sayanganya versi Indonesia sudah tidak di update, hanya versi bahasa Inggris yang aktif di update.

4. www.gotquestions.org

Website yang menjawab pertanyaan-pertanyaan dasar tentang kekristenan, Yesus Kristus, Alkitab, dsb. Versi bahasa Indonesia bisa dikunjungi disini.

5. www.buletinpillar.org

Buletin yang bisa membuat kita semakin kaya akan pengetahuaan Firman Tuhan. Bisa dikunjungi disini

6. Reformed 21

Tayangan televisi ini mengajarkan Firman Tuhan dengan doktrin yang baik dan benar. Bisa diakses melalui beberapa cara berikut:

  • TV Kabel First Media, Channel No.21
  • Online Streaming: www.reformed21.tv
  • Satelit Big TV (First Media)
  • Satelit Palapa
    • Satelit: Palapa
    • Freq: 3461
    • Symbol rate: 29900
    • Polarisasi: H

Artikel Lainnya:

 

©2009-2017 gadoga.com
Disclaimer | Kebijakan Privasi