Terbebas Dari Dosa Homoseksual (Gay), Lesbi dan Transgender

07 Oktober 2015 Oleh Ted



Halo kawan bagaimana kabarnya? Saya harap kalian baik-baik saja. Tapi kalau kalian sedang menghadapi pergumulan, saya juga sama Tapi semoga kalian tetap semangat di dalam Tuhan ya

Saya menulis artikel kali ini sebagai pengingat bagi diri saya sendiri dan juga untuk berbagi dengan kalian yang mungkin mengalami masalah bergumul dengan dosa.

Saya akan membahas mengenai topik yang sedang hangat-hangatnya saat ini yaitu tentang LGBT (Lesbian, Gay, Bisexual dan Transgender). Namun pada prinsipnya yang saya akan bahas disini juga menyangkut dosa-dosa yang lainnya.

Ok, let's start now, shall we? Saya akan buat pembahasan ini dengan pertanyaan-pertanyaan yang sering diajukan biar ga bosen. Karena kalau pakai pembahasan artikel mungkin kalian baru baca paragraf pertama langsung di close

1. Apa itu LGBT?

Adalah singkatan Lesbian, Gay, Bisexual dan Transgender.

  • Lesbian = wanita yang menyukai dan berahi kepada sesama wanita
  • Gay = Pria yang tertarik secara seksual kepada pria
  • Bisexual = Orang yang tertarik (secara seksual) kepada pria maupun wanita
  • Transgender = Orang yang merasa fisik dan jati dirinya tidak cocok. Contoh: seorang wanita yang merasa dirinya adalah pria dan sebaliknya. Orang ini bisa saja merubah jenis kelaminnya agar dia merasa nyaman dengan dirinya sendiri.

Komunitas LGBT sejak dahulu selalu berusaha agar mereka bisa diterima di masyarakat, agar masyarakat bisa menerima mereka sebagaimana adanya.

Atau dengan kata lain mereka berusaha agar masyarakat bisa menerima hal tersebut sebagai sesuatu yang normal.

2. Apakah LGBT itu salah?

Menurut Alkitab itu salah. Menurut hukum alam juga salah. Manusia secara alami diciptakan sebagai pria dan wanita agar mereka dapat berkembang biak secara natural.

3. Apakah LGBT dipengaruhi oleh gen atau DNA? Karena saya tahu itu salah, tapi keinginan saya secara alami menyukai sesama jenis. Atau saya merasa terperangkap di tubuh yang salah.

Untuk hal ini masih terjadi banyak perdebatan, sebagian bilang ini dipengaruhi oleh genetika, sebagian lagi bilang tidak.

Sebagian besar kasus seorang homoseksual atau lesbian paling banyak dipengaruhi oleh trauma atau kejadian di masa kecilnya, akibat perceraian orang tua, sakit hati dengan kekasihnya, dll. Intinya lebih banyak dipengaruhi oleh lingkungan dan keadaan.

Walau demikian, ada beberapa juga kasus orang yang berasal dari keluarga baik-baik, harmonis tidak ada trauma, dsb dan ternyata setelah dewasa mereka adalah LGBT.

Jadi, apakah dipengaruhi oleh gen? Saya tidak bisa menjawabnya dengan pasti. Namun saya akan katakan dengan tegas, walaupun mungkin itu dipengaruhi oleh gen, tetap saja tidak mengubah fakta bahwa menjadi LGBT itu adalah sesuatu hal yang salah.

Ok, sekarang begini, ada orang yang cacat, katakanlah lumpuh, itu berarti ada yang tidak sempurna pada tubuhnya, maka orang itu punya dua pilihan:

  1. Pilihan yang salah: dia akan menyerah dengan hidupnya, karena dia merasa dia lumpuh maka dia tidak bisa berbuat apa-apa, akhirnya dia memutuskan menjadi pengemis seumur hidupnya
  2. Pilihan yang benar: Dia sadar dirinya lumpuh, namun dia berjuang agar kekurangannya itu tidak menghalanginya untuk menjadi orang yang benar dan berguna.

Sama juga dengan orang yang memiliki hasrat seksual yang salah, walau mereka sadar bahwa memiliki kelemahan dalam hal ini, tapi seharusnya mereka berjuang untuk hidup benar di hadapan Tuhan.

Atau, kalau memang terbukti secara ilmiah bahwa LGBT diakibatkan oleh gen, bukankah kanker atau penyakit lainnya juga disebabkan oleh gen. Lalu kenapa kalau kanker harus disembuhkan, tapi kecenderungan LGBT harus dipeluk erat-erat, dianggap normal dan bahkan disarankan untuk bangga dengan hal itu?

4. Kenapa saya harus hidup benar?

Karena Tuhan mengasihi Anda dan menginginkan Anda hidup benar.

Kalau saat ini anda merasa bersalah, merasa hina, merasa jijik dengan diri Anda, maka berbahagialah karena itu artinya Tuhan sedang memanggil Anda untuk hidup benar, itu artinya Tuhan tidak meninggalkan saudara.

5. Kenapa saya harus memikirkan Tuhan?

Karena Tuhan mengasihi Anda

6. OK, saya tahu saya salah, tapi saya tidak berdaya menghadapi godaan seksual ini, apa yang harus saya lakukan?

Ada dua hal yang harus Anda ingat:

  1. Jangan lebay (berlebihan / overreacting)
  2. Minta bantuan Tuhan

6.1 Jangan LEBAY

Maaf saya harus mengatakan ini, tapi banyak para homoseksual, lesbian dan transgender terlalu membesar-besarkan masalah. Mereka merasa karena dirinya adalah "berbeda" atau terperangkap di tubuh yang salah, maka ada sesuatu yang teramat sangat salah dalam dirinya dan dia merasa tidak mungkin untuk berubah.

Saya tanya kepada Anda, siapa yang bilang tidak mungkin untuk berubah? Itu hanyalah tipuan iblis semata yang membuat Anda menyerah sebelum berjuang.

Menurut saya, tidak ada yang spesial dengan pergumulan LGBT, itu hanyalah salah satu jenis dosa. Orang lain pun dalam kesehariannya bergumul dengan banyak dosa (perzinahan, korupsi, pembunuhan, narkoba, dll).

Jadi, akui saja Anda berdosa dan berusaha untuk tobat karena kesembuhan itu sangat mungkin terjadi, bukan hal yang mustahil.

6.2 Minta Bantuan Tuhan

Jika Anda sudah sadar akan dosa Anda, maka ini saatnya Anda minta bantuan Tuhan. Ingat:

  • Dokter tidak bisa menyelamatkan Anda
  • Keluarga dan teman tidak bisa menyelamatkan Anda
  • Psikolog tidak bisa menyelamatkan Anda
  • Apapun yang Anda lakukan tidak akan bisa menyelamatkan Anda
  • Hanya oleh anugrah Tuhan anda bisa sembuh dan dipulihkan

Kenapa saya bilang manusia tidak bisa menyelamatkan Anda? Karena ini bukanlah kerusakan fisik yang bisa diobati dengan obat-obatan dari dokter. Namun yang perlu diperbaiki adalah rohani dan jiwa Anda.

Orang yang gagal mengatasi masalah LGBT adalah karena mereka hanya mengandalkan kekuatan manusia dan tidak mengandalkan kekuatan Tuhan.

Anda pasti pernah atau mungkin sering mendengar percobaan penyelesaian seperti ini:

"Saya adalah gay (atau lesbi) dan sudah coba berbagai cara. Diantaranya berpacaran normal, bahkan melakukan hubungan seks dengan lawan jenis, tapi saya sama sekali tidak berhasrat dan tidak ada perubahan"

Well, itu adalah cara yang salah apalagi kalau harus berhubungan seks, itu penyelesaian yang bodoh dan sia-sia.

Banyak juga keluarga yang membawa anaknya pergi ke psikolog karena menderita gay / lesbian. Hasilnya? Sang anak malah semakin tertutup dan tertekan karena dia merasa keluarganya menyudutkannya dan akhirnya berpura-pura bahwa dia normal hanya agar dia bisa diterima. Namun jiwanya sebenarnya begitu tersiksa.

Lalu, bagaimana caranya agar bisa terbebas dari pergumulan homoseksual, lesbian, seks bebas dan lain-lain?

Tahap 1: Akui Tuhan Yesus sudah menebusmu di atas kayu salib.

Salah satu senjata iblis yang paling ampuh adalah membuat Anda merasa orang berdosa yang tidak mungkin diselamatkan. Yang tujuan utamanya adalah untuk membuat Anda berpikir: ya sudahlah, saya ga mungkin bisa hidup benar, jadi ya saya nikmatin dosa ini.

Senjata iblis ini bisa dipatahkan dengan mengakui bahwa Anda sudah ditebus oleh Yesus. Yesus sudah mengorbankan dirinya untuk Anda! Artinya Anda sudah dibenarkan oleh Yesus, Anda sangat mungkin untuk pergi ke surga, sangat mungkin untuk hidup benar, dosa Anda sudah dihapuskan oleh darah kristus, oleh karena itu jangan berbuat dosa lagi dan bersukacitalah di dalam DIA.

1 Korintus 6:20: Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu!

Untuk mengerti hubungan penyaliban Yesus dengan penebusan dosa, baca artikel: Arti Penyaliban Yesus bagi diri Anda.

Catatan: darimana kita bisa mengetahui bahwa Yesus menyelamatkan kita? Saat kita merasa bahwa kita adalah manusia berdosa dan membutuhkan juruselamat. Disaat itulah Yesus sedang mengetuk pintu hati kita. Yang perlu kita lakukan hanyalah membuka pintu dan membiarkan Yesus Kristus masuk dalam kehidupan kita.

Tahap 2: Berusaha hidup suci

Setelah kita mengakui bahwa kita sudah ditebus oleh Tuhan, maka yang harus dilakukan sekarang adalah berusaha hidup suci dan taat perintah Tuhan.

Tidak mudah memang dan dalam perjalanannya kita mungkin akan jatuh bangun, tapi jangan menyerah, tetap semangat dan selalu berdoa agar Tuhan memberi kita kekuatan untuk menghadapi pergumulan yang dihadapi.

Bingung harus mulai dari mana? Jangan khawatir, akan diajarkan cara praktisnya nanti dibawah (pada point 7).

Tahap 3: Tetap setia menunggu pelepasan dari Tuhan

Sebagai contoh saya akan mengambil peristiwa di Alkitab yang tertulis di Lukas 13:10-17. Kisah ini bercerita tentang seorang perempuan yang telah 18 tahun dirasuk roh sehingga ia sakit sampai bungkuk. Perempuan ini tetap sabar menunggu jamahan Tuhan dan pada akhirnya dibebaskan oleh Tuhan Yesus.

Dari peristiwa Alkitab diatas kita mendapat pelajaran bahwa walaupun perempuan itu telah delapan belas tahun menderita penyakit yang diakibatkan roh jahat, tetapi dia tetap setia ke bait Allah untuk mencari kesembuhan, atau dengan kata lain ia tetap sabar menunggu pertolongan Tuhan.

Oleh karena itu, kita jangan sampai melewatkan kesempatan jamahan Tuhan yang membebaskan kita sepenuhnya dari dosa yang mengikat. Coba bayangkan, seandainya saja wanita dalam kisah tersebut menyerah dan tidak datang ke bait Allah saat Yesus datang, tentu saja dia masih tetap akan sakit!

Kata kuncinya adalah: Taat & Percaya. Taat untuk menjaga kesucian hidup dan percaya bahwa Tuhan akan memberi kita kekuatan untuk menjalani pergumulan ini.

7. Cara Mempraktekan Hidup Suci Sehari-Hari

JIka ada yang masih membaca sampai bagian ini, maka Puji Tuhan, Roh Kudus sedang bekerja dalam hidup anda. Bagian ini akan mengajarkan bagaimana cara mempraktekkan hal diatas dalam keseharian kita.

Saya beri contoh gambaran:

Misalnya anda adalah seorang gay lalu pergi camping / berkemah dengan pacar pria yang selama ini anda idam2kan. Anda pergi ke tempat terpencil yang sepi, lalu di dalam tenda anda hendak melakukan hubungan seksual, anda begitu bersemangat dan merasa "akhirnya keinginan saya bisa jadi kenyataan juga" Tapi sesaat sebelum anda melakukan perzinahan, anda mendengar suara geraman harimau yang sedang kelaparan dan tiba-tiba anda melihat bayangan tubuh sangat besar yang sedang berjalan di luar tenda. Bayangan itu terlihat mendekat dan semakin mendekat.

Kira-kira reaksi anda apa? Apakah anda tetap tidak bisa mengontrol diri anda, menghiraukan ancaman dari harimau ganas dan terus melakukan perzinahan? Kemungkinan besar tidak, anda akan bisa mengendalikan diri dan meredam hasrat seksual lalu bersiap mempertahankan diri atau kabur.

Saya beri contoh lain. Misalnya kondisinya sama, anda ingin melakukan perzinahan, tapi tiba-tiba ada orang yang datang lalu berkata: "Kalau kamu saat ini tidak jadi lakukan perzinahan, saya akan beri kamu uang 1 triliun!"

Apa anda tetap akan melakukannya? tentu saja tidak! Setidaknya anda akan bisa mengendalikan diri saat itu.

Artinya apa? artinya anda sebenarnya bisa mengendalikan diri anda, jika saja apa yang dipertaruhkan nilainya cukup tinggi dan nyata.

Roh Kudus Mengontrol Diri Kita

Faktor penentu apakah metode diatas berhasil atau tidak adalah jika apa yang dipertaruhkan cukup tinggi dan bukan hanya itu saja, cukup nyata. Jika kita yakin bahwa kita akan dimakan harimau atau kita pasti akan mendapatkan uang 1 triliun, kita pasti bisa mengendalikan diri kita.

Dan disinilah Roh Kudus berperan. Roh Tuhan yang ada di dalam diri anda akan memberikan kekuatan kepada anda untuk dapat mengendalikan diri.

Dalam Filipi 2:12-13, Paulus mengatakan "tetaplah kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar......karena Allahlah yang mengerjakan di dalam kamu " Itu artinya bagi orang percaya sangat mungkin untuk dapat mengontrol diri kita, hasrat kita, karena ada Roh Tuhan yang bekerja.

Darah Kristus, Darah Perjanjian memateraikan pekerjaan Roh Kudus di dalam diri kita. Dan ketika Roh Tuhan bekerja, yang kita harus lakukan adalah bertindak. PekerjaanNya nyata di dalam tindakan kita. Tuhan menciptakan mujizat pengendalian diri, dan kita hanya perlu meresponinya dan bertindak untuk mengendalikan diri.

Apa bedanya dengan orang yang tidak percaya Kristus? bukankah mereka juga bisa mengendalikan diri dengan membayangkan ada binatang harimau atau akan dapat uang banyak?

Keindahan Kristus Lebih Baik

Cara Roh Kudus menciptakan pengendalian diri pada orang percaya adalah dengan menunjukkan keindahan Kristus kepada jiwa kita sebagai sebuah keindahan yang sangat luar biasa dan sangat memuaskan jiwa. Dia menghancurkan kekerasan hati dan kebutaan jiwa sehingga kita dapat melihat dan menikmati keindahan Kristus apa adanya.

Tuhan berkata di Alkitab bahwa keindahan Kristus dan kepuasan yang bisa kita dapatkan di dalam Kristus bisa hilang dan lenyap jika kita terikat dengan hawa nafsu dan terbukti munafik karena lebih mencintai sex dibanding Kristus. Namun Tuhan juga berkata bahwa kita bisa menikmati kehidupan bersama Yesus yang melampaui segala macam kepuasan hawa nafsu.

Kita kembali lagi dengan analogi harimau ganas dan juga hadiah uang 1 triliun. Roh Kudus menunjukkan, saat kita menghadapi godaan hawa nafsu, taruhan sebenarnya adalah jauh lebih tinggi dari sekedar contoh diatas. Yaitu, keindahan Kristus bisa hilang selamanya atau kebalikannya, Kristus dapat memuaskan jiwa anda seumur hidup.

Dia membukakan telinga kita dan mendengar Yesus berkata: "Maka jika matamu yang kanan menyesatkan engkau, cungkillah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa, dari pada tubuhmu dengan utuh dicampakkan ke dalam neraka." (Matius 5:29) analogi serangan harimau.

Dia juga membukakan telinga kita dan mendengar Yesus berbicara: "Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah." (Matius 5:8) sebuah hadiah yang jauh lebih berharga dibandingkan uang 1 triliun.

Pengendalian diri adalah buah dari Roh. Tuhan menciptakan mujizat. Kita meresponi mujizat. Dia bekerja dengan cara membuka mata kita untuk melihat keindahan Kristus yang bisa hilang selamanya jika kita terikat dengan hawa nafsu, atau dinikmati selamanya jika kita memiliki hati yang murni.

Catatan: Dalam Matius 5:29, Yesus mengatakan "cungkillah matamu", hal tersebut tidak bisa diartikan secara mentah-mentah dan berarti anda harus mencungkil mata. Untuk penjelasan panjangnya saya tidak bahas disini, anda bisa mencarinya di internet. Namun untuk penjelasan singkatnya adalah, Yesus menginginkan agar kita dapat mengendalikan hawa nafsu kita.

Kalau soal cungkil mencungkil, bukankah kalau cungkil mata kanan, kita masih bisa melihat hal tidak baik menggunakan mata kiri kita? Kalau sekalipun kita cungkil kedua mata kita, kita masih bisa berdosa dalam pikiran kita (ingat, Yesus mengatakan bahwa berzinah itu tidak harus dalam tindakan, dalam pikiran pun kita bisa berzinah).

Oleh Karena itu Yesus berkata bukan hanya cungkillah, namun juga buanglah. Itu artinya kita harus bisa menutup mata kita dari hal-hal seronok dan juga menjauhkan pikiran kita dari hal-hal kotor.

Kenapa harus menggunakan kata-kata yang keras cungkillah? untuk menunjukkan bahwa bahaya dari dosa itu sangat dahsyat dan sangat nyata. Jauh lebih berbahaya dibandingkan ancaman harimau ganas.

Ok, kalau masih kurang paham, coba kita perhalus kata-katanya, "kalau matamu yang kanan menyesatkan engkau, maka kedipkan matamu".... Lah kalau kata-katanya begitu ya semua orang maunya sesat terus Jadi, kata cungkillah DAN buanglah itu sudah paling tepat menurut saya, untuk menunjukkan betapa seriusnya hal itu.

Note: Point 7 merupakan terjemahan dari website Desiring God disini.

Jadi, perbedaan antara orang Kristen dan non Kristen jika melakukan point diatas adalah. Orang non Kristen hanya bisa membayangkan saja (dapat uang atau bertemu harimau), sedangkan orang Kristen bukan hanya bayangan, namun itu adalah hal yang sangat nyata (bisa melihat keindahan Kristus). Dan ini semua bukan karena kekuatan diri sendiri, namun karena karya Roh Kudus di dalam diri kita. Tugas kita adalah meresponi panggilan Tuhan agara kuasa itu nyata di hidup kita.

8. Apa Untungnya Taat Tuhan

Mungkin masih ada yang ragu-ragu, apa untungnya bagi diri saya kalau tidak berbuat dosa LGBT lagi? Saya tidak percaya Tuhan, saya juga tidak mau melihat keindahan Kristus, jadi untuk apa taat?

Ok, saya akan berikan kelebihan dan kekurangan taat Tuhan berdasarkan pengalaman pribadi saya.

Keuntungan taat / ikut Tuhan:

  • Kita akan semakin mengenal pribadi Tuhan lebih baik lagi.
  • Kita akan merasakan kehadiran Tuhan dalam setiap aspek kehidupan kita.
  • Hidup kita akan terasa penuh, bahagia, bermakna dan penuh sukacita
  • Kita merasakan kuasa Tuhan nyata dalam hidup kita.
  • Di dalam Tuhan kita akan mampu menghadapi semua pergumulan dan tantangan yang terjadi di kehidupan kita.

Kerugian taat Tuhan:

  • Kita bisa dicap sebagai orang aneh, katrok, ga gaul, munafik dan dijauhi di dunia. Namun kekurangan ini tidak akan berarti apa-apa, karena bersama Tuhan kita tidak pernah merasa sendirian dan kita akan kuat menghadapi APAPUN.

Ok, saya juga akan memberikan gambaran keuntungan dan kerugian tidak taat Tuhan :

Keuntungan:

  • Anda bisa melakukan dosa yang anda inginkan
  • Anda merasa bebas
  • Anda merasa bahagia karena tidak ada yang mengikat anda lagi

Kerugian:

  • Anda tidak akan merasakan kehadiran Tuhan di hidup Anda
  • Kebahagiaan yang saya sebutkan diatas hanyalah kebahagiaan semu, tidak sempurna. Pada satu titik dimana anda sudah memilih dan menjalankan pilihan anda menjadi gay, lesbian & transeksual kalian tetap akan merasa tidak sempurna. Karena kalian sudah ditentukan oleh Tuhan lahir sebagai pria / wanita. Tuhan tidak pernah melakukan kesalahan. Rancangan Tuhan adalah rancangan damai sejahtera (Yeremia 29:11). Artinya jika anda melawan "rancangan" Tuhan, anda tidak akan memperoleh damai sejahtera yang sejati.
  • Anda akan memiliki lubang hitam di hati anda yang tidak pernah bisa dipenuhi oleh apapun. Anda akan merasakan kekosongan namun tidak tahu apa yang salah. Anda pada satu titik akan merasa bosan luar biasa dan selalu mencari pelampiasan / kebahagiaan di sana sini untuk melupakan pergumulan anda.

Jadi, apa pilihan Anda? Ingin taat Tuhan atau menolak Tuhan? Itu pilihan Anda, saya tidak bisa memaksa. Namun, saya berharap kalian bisa ikut dalam kebahagiaan Tuhan dan bisa terbebas dari dosa yang mengikat.

9. Apa sih pergumulan penulis?

Pada awal artikel ini saya menuliskan bahwa saya juga pernah bergumul. Apa sih pergumulan saya? adalah menyukai film porno.

Mungkin sebagian dari kalian akan mengatakan "ah, itu sih masalah sepele. semua cowo juga suka nonton film porno kali."

Apakah benar demikian? apakah ini adalah masalah sepele? apakah seorang pria nonton film porno adalah normal?

Kecenderungan dunia ini adalah semakin rusak, dan ini memang sudah diwahyukan di dalam Alkitab. Hal-hal yang dulu dianggap tabu, sekarang menjadi hal yang normal dan semakin hari orang melihat dosa sebagai hal yang normal, bukan sesuatu yang salah dan malah orang merasa bangga saat melakukan dosa.

Begitu banyak pria yang dengan bangganya bercerita kepada teman-temannnya jika dia berhasil meniduri banyak wanita, dsb. Sama juga dengan LGBT, mungkin sekarang di Indonesia masih merupakan hal yang tabu, namun tidak menutup kemungkinan suatu saat nanti ini adalah hal yang normal dan wajar.

Di Amerika saat ini, kaum LGBT dengan bangga menyatakan jati dirinya. Bahkan disana berkembang trend dimana kalau Anda belum pernah merasakan tidur dengan sesama jenis berarti belum keren, kuper, dsb. Kenapa bisa demikian? Karena kehidupan disana terlalu bebas dan terlalu mentoleransi dosa.

Tidak hanya di Amerika, kalau kalian perhatikan, di Indonesia pun saat ini sudah mulai banyak yang terang-terangan menyatakan dirinya adalah pecinta sesama jenis, khususnya kaum lesbian pada umumnya lebih berani tampil di muka umum.

Saya disini ingin mengatakan, bahwa semua manusia itu pada dasarnya menginginkan dosa, ingin memberontak kepada Tuhan. Tidak perduli itu dosa menonton film porno, dosa LGBT, dosa ketamakan, dll. Dosa tetaplah dosa. Jika kita terus membiarkan dosa maka dosa akan bertumbuh dan keindahan Kristus akan menghilang.

Lalu bagaimana berantas dosa? Blokir situs porno? penjarakan kaum LGBT? kucilkan kaum LGBT?

Cara-cara tersebut tidak akan efektif. Kenapa? karena sifat dasar manusia adalah bertahan. Semakin ditekan, manusia akan semakin melawan. Jadi, satu-satunya cara untuk mengatasi dosa adalah dengan kesembuhan rohani.

Jika anda memiliki saudara atau teman yang LGBT, maka ingatkanlah dia selalu untuk kembali ke Tuhan, jangan kucilkan dia, tetap beri semangat dia untuk berubah, namun harus secara wajar, jangan secara berlebihan.

Beritahu mereka dengan rendah hati, penuh kasih, bukan dengan sombong dan merasa lebih baik dari mereka. Ingatlah, bahwa kita pun berdosa. Jika kita memberi teguran dengan penuh kesombongan, maka hanya akan menimbulkan sakit hati dan tidak membawa ke pertobatan.

Kalau bisa jangan mengingatkan sendirian, karena itu bisa kearah yang tidak baik. Ingat, jika anda terlalu lama perhatian dan berteman dengan lawan jenis (atau yang sejenis dalam case LGBT), sangat besar kemungkinan orang yang anda injili tersebut menjadi ada rasa ke anda (atau anda yang memiliki rasa ke dia). Jadi, saya menyarankan untuk membimbing sewajarnya saja dan terlebih lagi, lebih mengandalkan Tuhan di dalam doa.

Bagaimana jika anda sendiri yang sedang bergumul?

Tetap semangat kawan dan tetap bersukacita di dalam Tuhan. Bukankah karunia terbesar dari Tuhan sudah kita terima, yaitu pengorbanan Yesus di kayu salib, yang juga berarti kita sudah terdaftar sebagai warga kerajaan Allah.

Selain itu, selalu ingat point 7 diatas, menurut saya sangat efektif untuk dipraktekkan sehari-hari

Memang benar saat ini kita masih lemah, memang benar saat ini kita sedang bergumul, tapi kita adalah orang kristen yang sedang bergumul, kita harus mengatakan: saya adalah anak Tuhan yang sedang bergumul.

Jangan biarkan kelemahan kita / pergumulan kita merusak identitas kita sebagai anak Tuhan. Tetaplah setia dan berusaha hidup suci dihadapan Tuhan.

10. Buat Janji Di Hadapan Tuhan

Dulu saya berpikir bahwa mustahil untuk terbebas dari dosa, bahwa mustahil untuk bisa lepas dari hal-hal yang sangat saya sukai & menyenangkan, hal-hal yang (saya pikir) akan membuat saya puas dan bahagia.

Tapi ternyata hal tersebut salah besar. Semua ketakutan bahwa saya tidak bisa melawan dosa, dengan (relatif) mudah bisa saya atasi dengan membuat janji di hadapan Tuhan.

Saya berjanji (dengan sungguh-sungguh) di hadapan Tuhan untuk tidak menonton film porno dan melakukan masturbasi lagi.

Hal yang dulu saya pikir mustahil untuk dilakukan. Sejak masa SMP (dulu masih jamannya VCD, belum ada smartphone) film porno menjadi "makanan" sehari-hari saya dengan teman-teman. Bahkan sejak SMP teman saya banyak yang sudah mencicipi namanya "pelacuran".

Hal ini berlanjut hingga dewasa, sepertinya tiada hari tanpa film porno, apalagi teknologi semakin memudahkan untuk kita mengakses tayangan dewasa. Selain itu saya juga orang yang lumayan melek teknologi, jadi biar dari pemerintah blokir situr porno (misalnya lewat nawala), saya dengan mudah bisa menembusnya.

Saya bukanlah orang cabul yang memandang rendah wanita dan tidak pernah sekalipun terlintas untuk memperkosa wanita atau melakukan pemaksaan, modus, dsb. Saya menghormati wanita tapi saya juga menyukai film porno.

Selama belasan tahun saya berpikir "itu bukanlah suatu masalah" "Itu bukanlah dosa besar" "Saya tetap bisa jadi orang kristen yang baik tapi sekaligus memuaskan diri dengan film porno"

Saya berpikir tidak ada orang yang sempurna, tidak mungkin orang itu tidak berdosa, dan saya berpikir pengorbanan Kristus cukup untuk menghapus dosa saya.

Well.. memang benar tidak ada dosa yang begitu besar yang sampai-sampai darah Kristus seperti tidak cukup untuk menghapus dosa itu. Tapi secara tidak sadar, yang sangat menderita ketika saya tetap melakukan dosa itu adalah diri saya sendiri.

Relasi hubungan saya dengan Tuhan menjadi tidak sempurna dan bukan hanya itu saja, saya menjadi terikat dengan dosa itu, menjadi tergantung, menjadi kecanduan dan dosa itu pada akhirnya menjadi sumber kebahagiaan saya.... dan Tuhan seperti menghilang dari hidup saya, Dia ada, tapi saya tidak bisa melihatNya, Dia berbicara tapi saya tidak bisa mendengar.

Akhirnya pada satu titik saya mengambil tindakan yang cukup ekstrem (bagi saya), yaitu saya berjanji untuk tidak menonton film porno dan tidak lagi melakukan masturbasi. Ini janji bukan asal janji, tapi janji yang penuh dengan komitmen dan kesungguhan (sekaligus rasa gentar).

Dan ternyata apa? tidak sesulit yang dibayangkan kok. Dulu saya sering bergumul dengan sekuatnya agar tidak menonton film porno karena tau itu salah dan seringkali saya kalah!

Topik utama doa saya dulu adalah "Tuhan saya ingin terbebas dari dosa pornografi" Tapi disaat yang sama saya masih mencintai dosa itu.

Ternyata, sejak saya berjanji di hadapan Tuhan, saya akui keinginan itu kadang-kadang masih ada, tapi dengan cukup mudah saya menghilangkannya. Saya yang dahulu berpikiran sepertinya mustahil dan perlu perjuangan ekstra keras untuk terbebas dari dosa, ternyata kenyataannya tidak sesulit itu.

Semuanya di awali dengan JANJI dan KOMITMEN. Saat ini, dosa pornografi jarang masuk dalam doa saya karena saya tidak lagi bergumul dengan dosa itu. Hidup saya menjadi lebih ringan karena tidak lagi terikat oleh dosa dan bisa fokus untuk hal-hal lain yang lebih baik.

Formulasinya adalah anda TAAT dulu baru bisa TAHU kalau Tuhan itu ada, Tuhan itu bisa dan sanggup menguatkan anda, bisa membebaskan anda.

Anda tidak akan pernah merasakan kuasa Tuhan kalau anda sekedar tahu saja tapi tidak taat dan percaya (trust & obey). Sampai kapanpun kalau anda tidak taat, anda tidak akan bebas. Ini butuh disiplin.

Saya pernah mengalaminya dan saya sudah pernah mempraktekkannya, dan ternyata proses taat Tuhan bukanlah suatu proses yang terlalu sulit, bahkan cenderung mudah dan menyenangkan. BUKAN karena saya yang kuat atau hebat, tapi karena TUHAN yang memberi kekuatan.

Jadi, lakukanlah langkah ekstrim dan berjanjilah di hadapan Tuhan untuk tidak lagi melakukan dosa dan hiduplah dengan janji itu. Milikilah iman yang kuat, iman yang percaya pasti Dia akan membantumu. Setelah itu semuanya akan terasa lebih mudah.

Oh iya, kunci sukses untuk bisa kuat adalah dengan Berdoa dan setia baca Firman Tuhan. Seseorang tidak bertumbuh imannya, bukan karena dia gagal taat, tapi karena dia gagal berdoa.

11. Saya benci Anda karena mengatakan LGBT itu salah!

Jika Anda membenci saya karena mengatakan LGBT itu salah, maka itu adalah hak Anda. Yang pasti saya tidak membenci kaum LGBT, saya kenal bahkan bersahabat dengan beberapa teman yang lesbian, homoseksual, hidup di dunia malam, germo, dan banci. Saya bukanlah homofobia.

Yang saya tulis disini adalah hanya mengutarakan kebenaran, karena saya peduli dengan kalian, saya tidak ingin kalian itu terus menerus berkubang dalam dosa. Selain itu, bukankah di awal artikel saya juga menjelaskan saya menulis ini sebagai pengingat bagi diri saya sendiri, karena saya adalah manusia lemah yang sangat mungkin terjatuh lagi.

Saya adalah orang berdosa yang tidak lebih baik dari kalian. Hanya saja Tuhan memberi kesempatan kepada saya untuk bertobat. Dan Tuhan juga memberi kesempatan kalian untuk bertobat.

Tapi jika kamu tidak terima, itu keputusan kamu dan saya ga akan memaksa. Saya tetap memperlakukan teman-teman yang LGBT sama seperti teman yang lainnya, tidak ada perlakuan yang berbeda.

Penutup

Sedikit kesaksian dari saya pribadi, setiap saat kondisi terendah dalam hidup saya, Tuhan melawat saya melalui FirmanNya, entah melalui Alkitab atau melalui kotbah yang timing atau waktunya selalu pas (Bukan melalui penampakan dan suara-suara ga jelas ya ).

Mungkin kalau kejadian ini hanya sekali dua kali saja, saya bisa anggap itu hanyalah kebetulan. Tapi kejadian Tuhan berbicara kepada saya melalui Firman yang ada di Alkitab selalu tepat waktu dimana saat saya benar-benar membutuhkannya.

Contohnya sebelum menulis artikel ini saya sebenarnya ingin menjadi "nakal" lagi seperti dahulu, tapi kok pas ke gereja ada kotbah "Jangan kehilangan identitas dirimu sebagai anak Allah" jadinya Tuhan langsung tegur melalui kotbah yang sangat tepat saat saya membutuhkannya. Setelah itu muncullah artikel ini

Beberapa Point Penting Yang Perlu Diingat

  • Setiap orang bisa berubah. Jangan percaya dengan kebohongan yang mengatakan anda tidak bisa berubah.
  • Kita bisa mengendalikan diri jika apa yang dipertaruhkan cukup tinggi dan juga nyata.
  • Jika kita menuruti hawa nafsu maka bahayanya jauh lebih mengerikan daripada serangan harimau ganas pada contoh point 7 diatas.
  • Jika kita bisa mengendalikan hawa nafsu, maka keuntungannya jauh lebih berharga dibandingkan uang 1 triliun.
  • Yang sering membuat orang gagal adalah karena mereka (termasuk saya juga) lupa bahwa Tuhan itu nyata, kita lupa Tuhan itu ada dan tidak tidur. Sering kita lupa bahwa apa yang dipertaruhkan SANGAT TINGGI dan juga SANGAT NYATA.
  • Berjanjilah dihadapan Tuhan dengan sungguh-sungguh untuk tidak lagi melakukan dosa LGBT (atau dosa yang lain) lalu berusahalah secara disiplin untuk taat. Ingatlah bahwa Tuhan berjanji akan selalu menyertai kita, oleh karena itu milikilah keberanian untuk klaim janji Tuhan. Kita tidak sendirian dalam menghadapi pergumulan ini, ada Tuhan yang menolong kita. Setelah itu semuanya akan terasa lebih mudah.

Apa ada alternatif lain untuk menghadapi dosa ini? Ada kok Baca artikel ini:

Artikel lainnya yang berhubungan:


Artikel Lainnya:

 

©2009-2017 gadoga.com
Disclaimer | Kebijakan Privasi