Tidak Ada Ayat Di Alkitab yang Mengatakan Yesus Itu Adalah Tuhan!

15 Mei 2016 Oleh Ted

Saat saya mencari info tentang ayat-ayat di Alkitab yang menjelaskan bahwa Yesus itu adalah Tuhan, maka sembahlah Aku, banyak sekali website yang memberikan penjelasan, tapi semuanya panjang-panjang! he he, bagus sih karena penjelasannya jadi lebih detil.

Tapi kali ini saya akan menjelaskanya dengan cara sederhana dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya

Pertanyaan 1:

Apakah ada ayat di Alkitab yang menjelaskan secara Eksplisit atau jelas, secara gamblang, terang-terangan yang mengatakan Yesus adalah Tuhan?

Jawabannya adalah TIDAK ADA semuanya hanya secara implisit yang menyatakan Yesus adalah Tuhan.

Seringkali orang Kristen menggunakan ayat di Yohanes 13:13:

Kamu menyebut Aku Guru dan Tuhan, dan katamu itu tepat, sebab memang Akulah Guru dan Tuhan.

Tapi beberapa orang membantah karena itu diterjemahkan dengan salah atau dengan kata lain "dipaksakan". Contohnya dalam Bahasa Inggris, kata Tuhan di terjemahkan sebagai "Lord" yang memang bisa berarti sebagai Tuhan (bagi yang percaya), tapi bisa juga di artikan sebagai tuan.

Pertanyaan 2:

Kalau begitu, Yesus itu Tuhan atau bukan?

Jawabannya adalah: tergantung!

Tergantung apakah Yesus memilih Anda sebagai umatNya atau tidak. Bukan manusia yang memilih Tuhan, tetapi Tuhan yang memilih manusia. Jika Anda adalah umat pilihanNya, maka dengan satu atau lain cara pasti Anda akan di tuntun untuk mengakui Yesus adalah Tuhan dan Juruselamat.

Langkah awal yang sobat bisa lakukan untuk mengetahui apakah Yesus itu Tuhan atau bukan adalah buang jauh-jauh dulu pikiran "Yesus itu sudah pasti bukanlah Tuhan!" Tapi rendahkanlah diri sobat lalu berdoa sungguh-sungguh. Tuhan tidak senang dengan orang sombong yang merasa tahu segalanya, merasa sudah mengenal Allah atas pemahamannya sendiri.

Jika sobat ingin benar-benar mengenal Tuhan berdoalah dan katakan:

"Allah, apakah Yesus itu benar Tuhan?" atau kalau mau lebih umum, berdoa saja "Allah, tunjukkan kepada hamba, Tuhan mana yang harus saya sembah?"

Tuhan Yesus tidak akan jawab dari surga "Ya, saya memang Tuhan".. tidak, tidak seperti itu (walau tidak menutup kemungkinan), tapi seringkali Tuhan akan menjawab melalui berbagai cara-cara yang natural, salah satunya mungkin dari artikel yang saat ini sobat sedang baca.

Memang Tuhan yang memilih, tapi tugas kita adalah meresponinya. Jangan sampai Tuhan sudah mengarahkan kita untuk lebih mengenalNya, tapi kita tolak terus-menerus. Intinya, tanya kepada diri sobat sendiri: "Apakah saya ingin mengetahui Tuhan yang sejati?" Lalu setelah itu doakanlah.

Pertanyaan 3:

Jadi, orang Kristen harus percaya begitu saja? alias imani saja dan buang jauh-jauh logika?

Jawabannya adalah: tentu saja tidak.

Iman tumbuh dari pendengaran akan Firman Tuhan. Kalau ada yang bilang: "kamu berimanlah, percaya saja". Itu bukan iman, itu adalah percaya diri sendiri.

Selain itu, iman menuntut pengetahuan, itu artinya kita justru harus menggunakan logika dan mempelajari Tuhan kita. Untuk apa? Agar kita bisa mengenal Tuhan kita dengan lebih baik.

Kalau hanya terima-terima saja tanpa belajar, tanpa menggunakan otak yang sudah di karuniakan Tuhan, bagaimana anda bisa yakin kalau Tuhan yang Anda sembah itu adalah benar-benar Tuhan?

Untuk bisa mengenal Tuhan dengan baik syaratnya ada dua:

  1. Gunakan otak Anda dan bacalah (atau dengarkan) Firman Tuhan yang ada di dalam Alkitab.
  2. Berlutut dan berdoa agar Tuhan membukakan mata hati kita.

Maksud point dua diatas adalah jangan memaksakan pikiran anda yang sudah terkontaminasi dosa, namun bergantunglah kepada Tuhan untuk memberikan hikmat dan kebijaksanaan.

Jika anda mau belajar, buang jauh-jauh pikiran "Yesus itu 100% pasti BUKAN Tuhan, titik!" Kalau presaposisi pikiran anda seperti itu, akan sangat sulit mengenal Yesus yang sejati.

Tapi, Anda boleh saja bertanya: Apa benar Yesus itu Tuhan? Apa buktinya? Mana Ayatnya? Kenapa saya harus percaya Yesus itu Tuhan? Pertanyaan2 spt ini adalah hal yang sangat wajar dan bukan berarti anda meragukan iman anda.

Justru pertanyaan2 seperti diatas harus muncul, tapi bukan hanya itu saja, anda harus mau BELAJAR untuk mengenal Tuhan lebih baik lagi. Dengan begitu Anda akan lebih mencintai Tuhan yang Anda kenal. Ada pepatah mengatakan "Tak kenal maka tak sayang"

Bukalah Alkitab dan pelajari seperti seorang anak yang tidak tahu apa-apa, sambil terus sungguh-sungguh berdoa agar Tuhan memberikan pencerahan dan pengertian.

Berdoa dan Belajar (Alkitab) tidak bisa dipisahkan untuk dapat mengenal Yesus. Kita harus melakukan keduanya untuk dapat mengenal Allah yang sejati. Tidak bisa hanya berdoa saja dan juga tidak bisa hanya belajar saja, harus keduanya!

Saya akan berikan satu pertanyaan kepada sobat untuk pikirkan (menggunakan logika): Apakah sobat rela mati demi sebuah kebohongan? Saya rasa jawabannya adalah: TIDAK, apalagi jika sobat tidak akan mendapatkan keuntungan apa-apa dari perbuatan berbohong itu.

Pertanyaan selanjutnya adalah, menurut sobat, kenapa para rasul, murid dan para jemaat Kristen mula-mula rela mati demi kepercayaan kepada Yesus Kristus? Kita membicarakan jemaat mula-mula yang mana masih banyak yang menyaksikan peristiwa penyaliban Yesus (saksi hidup).

Jawabannya adalah, karena mereka YAKIN Yesus sudah bangkit dan mengalahkan kematian. Mereka tidak akan mau rela mati demi mempertahankan sebuah kebohongan belaka. Mereka tidak mau melepaskan keyakinan mereka kepada Yesus Kristus karena mereka 100% yakin bahwa Yesus adalah Tuhan.

Pertanyaan 4:

Ayat mana yang mendukung bahwa Yesus adalah Tuhan?

Jawabannya: Buaaanyaaaak, cari saja di Alkitab. Atau ketik saja di Google akan banyak yang menjelaskan

Tapi, mungkin kuota internet anda sedang akhir bulan (sekarat ) dan tidak bisa search sana sini, maka saya akan berikan sedikit penjelasan dan beberapa ayat (dari sekian banyak ayat) yang mengindikasikan kenapa Yesus itu harus disebut Tuhan.

Matius 18:20:

"Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam Nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka."

Itu artinya kalau ada orang berkumpul dan berdoa dalam nama Yesus, maka Dia akan hadir di tengah-tengah mereka. Apakah kalau Yesus itu hanya manusia biasa Dia mungkin melakukan hal itu? Tentu saja tidak! Hanya Tuhan sajalah yang maha hadir alias bisa berada di banyak tempat dalam waktu bersamaan.

Wahyu 1:17:

Yesus Berkata: "Aku adalah Yang Awal dan Yang Akhir"

Hanya Tuhan sajalah yang bisa ada di awal dan bisa ada di akhir jaman. Bandingkan dengan Yesaya 44:6:

"Beginilah firman TUHAN, Raja dan Penebus Israel, TUHAN semesta alam: "Akulah yang terdahulu dan Akulah yang terkemudian; tidak ada Allah selain dari pada-Ku."

Lalu, ada juga Yohanes 8: 58:

Kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sebelum Abraham jadi, Aku telah ada."

Dalam bahasa Inggris:

Jesus said to them, 'Truly truly, I say to you, before Abraham was born, I am.'

Bagi orang Yahudi pada jaman Yesus, mereka mengetahui yang dimaksud "I AM" (Aku adalah aku) adalah sebutan untuk panggilan Tuhan. Kita bisa lihat di Keluaran 3:14:

Firman Allah kepada Musa: "AKU ADALAH AKU." Lagi firman-Nya: "Beginilah kaukatakan kepada orang Israel itu: AKULAH AKU telah mengutus aku kepadamu."

Mungkin bagi orang jaman sekarang agak sulit memahami ini karena sudah diterjemahkan menjadi "I AM" atau "Aku adalah aku", tapi bagi orang Yahudi, jika ada manusia yang mengatakan "I Am" itu berarti menganggap dirinya adalah Tuhan (dan Yesus melakukan itu).

Kita bisa melihat di ayat terusannya setelah Yesus mengatakan "I AM" di Yohanes 8:59:

"Lalu mereka (orang-orang Yahudi) mengambil batu untuk melempari Dia; tetapi Yesus menghilang dan meninggalkan Bait Allah."

Kenapa Yesus menjadi sasaran lemparan batu? Karena Dia menyebut dirinya adalah Tuhan, dan pada jaman itu, konsekuensi untuk hal tersebut adalah hukuman mati.

Selain itu, yang perlu kita ketahui adalah, sejak masih sangat kecil orang Yahudi sudah diajarkan bahwa Allah itu ESA.

Jadi, saat Yesus mengatakan bahwa diriNya adalah Tuhan, maka pernyataan tersebut sangat kontroversial, sangat salah dan bertentangan dengan yang diajarkan selama ini.

Jika orang masa kini sulit mengerti dan mencari-cari ayat yang secara eksplisit / jelas mengatakan Yesus adalah Tuhan, itu karena terjadi perbedaan budaya, istilah, serta bahasa yang digunakan pada masa kini dengan masa dulu kala. Dan lebih parah lagi, tidak mau mempelajarinya.

Yang pasti, orang pada jaman dahulu, pada jaman Yesus Kristus sangat mengerti bahwa Yesus seringkali menyatakan dirinya adalah Tuhan melalui tindakan, perbuatan dan perkataan yang Dia lakukan. Oleh karena itu, Yesus dibilang menghujat Tuhan dan akhirnya disalib karena menyamakan diriNya dengan Tuhan.

Orang jaman dahulu tahu dan mengerti, tapi tidak mau terima kenyataan kalau Yesus itu adalah Tuhan. Kalau orang jaman sekarang banyak yang tidak tahu dan tidak mengerti, apalagi mau terima

Oh iya, sebagai tambahan, kitab-kitab yang saya sebutkan sebagai contoh diatas bukan ditulis oleh Paulus. Kenapa saya bahas disini? karena orang sering mengaitkan pengajaran Kristen adalah ajarannya Paulus belaka.

Salah satu alasan lain lagi

Yesus ditulis di dalam Alkitab akan datang untuk kedua kalinya sebagai Raja diatas segala raja dan untuk menghakimi seluruh umat manusia. Bahkan bagi orang yang menolak atau tidak percaya bahwa Yesus adalah Tuhan seperti saksi Yehova (Yehuwa) pun mengakui bahwa Yesus akan datang lagi. Orang di luar Kristen sekalipun ada juga yang mengakui Yesus akan datang kedua kalinya.

Pertanyaanya adalah, jika Yesus itu adalah manusia biasa. Kenapa Dia diberikan tanggung jawab sebagai Allah yang menghakimi manusia? Jawabannya adalah: karena Yesus adalah Tuhan!

Sebenarnya saya agak aneh kalau ada orang yang percaya Yesus akan datang kedua kalinya, percaya dia akan menghakimi dan memiliki KUASA untuk MEMILIH orang masuk surga atau neraka, percaya kalau Dia adalah Raja diatas segala raja, tapi tidak percaya Dia adalah Tuhan.

Hanya Tuhan sajalah yang bisa menghakimi jiwa manusia. Tidak ada satu pun manusia di dunia ini yang memiliki kuasa untuk memasukkan orang ke surga atau ke neraka, kecuali Yesus Kristus. Karena Dia bukan hanya manusia, tapi Dia juga adalah Tuhan.

Jadi, terserah Anda, mau mau mengakui Yesus itu Tuhan atau tidak. Tapi percaya tidak percaya, YESUS lah yang akan mengadili jiwa Anda. You've been warned

Pertanyaan 5:

Bukankah banyak ayat yang bertentangan? Misalnya saat Yesus meminta orang untuk menyembah Allah yang ESA?

Untuk menjawab pertanyaan ini dapat membaca artikel: "Mengerti Allah Tritunggal Dengan Mudah klik disini"

Pertanyaan 6:

Apa sih Alasan Yesus tidak mengatakan secara gamblang bahwa diriNya adalah Tuhan?

Orang jaman Yahudi pada zaman itu tidak mengenal yang namanya konsep tritunggal. Mereka sejak kecil diajarkan bahwa Allah itu Esa. Jadi, kalau sejak awal Yesus secara terang-terangan mengatakan bahwa "Aku adalah Allah", sudah pasti orang Yahudi tidak akan menerima diriNya karena mengganggap hal itu adalah penghujatan.

Jadi, Yesus perlu menggenapi semua nubuatan di Perjanjian Lama dan puncaknya adalah peristiwa penyaliban, kematian dan kebangkitanNya, setelah itu orang baru bisa benar-benar 100% yakin bahwa Yesus adalah Tuhan.

Sederhananya, Yesus kita sembah sebagai Tuhan, karena Dia memberikan BUKTI bahwa diriNya adalah Tuhan. Yesus tidak ingin pernyataan diriNya di awal menghambat misiNya di dunia.

Penutup

Banyak orang berkelahi, mencaci maki bahkan membunuh demi mempertahankan kebenaran agamanya. Topik yang dibahas diatas seringkali menjadi perdebatan.

Saya hanya ingin mengingatkan saja, bahwa Tuhan lah yang memilih kita, bukan kita yang memilih Tuhan. Jika sobat tidak setuju bahwa Yesus adalah Tuhan, ya tidak masalah, saya tidak akan memaksakan sobat untuk mempercayainya dan saya tetap menghormati apa yang sobat percayai, karena yang memiliki kuasa untuk merubah hati seseorang hanyalah Tuhan.

Saya hanya bisa mendoakan sobat agar bisa mendapatkan pengertian yang baik dan benar dan pada akhirnya mengakui Yesus adalah Tuhan dan Juruselamat Saudara. Jika sobat memiliki keyakinan bahwa saya salah, sobat boleh kok mendoakan saya agar saya mendapat hidayah. Biar Tuhan yang bekerja merubah hati kita dan menunjukkan jalan yang benar, simple kan?

Sebagai catatan, jika sekalipun ada ayat yang secara tegas dan jelas menulis "Akulah Yesus, Akulah Tuhan, Sembahlah Aku" hal itu tidak akan secara otomatis membuat orang langsung mempercayainya, pasti akan banyak juga yang menolaknya. Saya sendiri pun sempat meragukan, apa Tuhan itu benar-benar ada?

Kenapa? Karena pada dasarnya kita ini sejak semula ingin memberontak kepada Tuhan. Hati kita tidak secara natural bisa mencintai Tuhan dengan baik. Jika kita pada akhirnya bisa mencintai Tuhan, itu semata-mata karena anugrah Tuhan, karena Tuhan mencintai kita terlebih dahulu.

Kesimpulannya, jika ingin benar-benar mengetahui apakah Yesus itu Tuhan atau bukan. Maka kita perlu dua hal berikut (saya ulangi lagi):

  1. Tanya dulu ke diri sendiri "Saya mau tahu Tuhan yang sejati atau tidak?" Kalau mau, berdoalah kepada Tuhan agar membukakan hati kita dan menunjukkan jalan yang benar.
  2. Belajar Alkitab sambil terus bergantung kepada Tuhan untuk berikan hikmat dan kebijaksanaan untuk mengerti Firman Tuhan.

Jadi berdoa + belajar.

Artikel terkait: Bagaimana cara berdoa? Kenapa doa saya kering / tidak bersemangat?

Semoga artikel ini bisa memberi sedikit pencerahan. Jika ada pertanyaan atau pernyataan bisa ditulis pada kolom diskusi dibawah. Bisa atau tidak bisa jawab, saya pasti beri respon. Kalau belum ada respon berarti saya belum baca / belum sempat balas. Tuhan Memberkati

Copas emoticon: 😁 😃 😂 😅 😇 😈 😉 😊 😌 😍 😒 😓 😔 😳 😖 😘 😛 😡 😭 😱 😤 😎 👍 🙏

Artikel Lainnya:

 

©2009-2017 gadoga.com NP13
Disclaimer | Kebijakan Privasi