Tidak Ada Ayat Di Alkitab yang Mengatakan Yesus Itu Adalah Tuhan!

15 Mei 2016 Oleh Ted

Saat saya mencari info tentang ayat-ayat di Alkitab yang menjelaskan bahwa Yesus itu adalah Tuhan, maka sembahlah Aku, banyak sekali website yang memberikan penjelasan, tapi semuanya panjang-panjang! he he, bagus sih karena penjelasannya jadi lebih detil.

Tapi kali ini saya akan menjelaskanya dengan cara sederhana dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya

Pertanyaan 1:

Apakah ada ayat di Alkitab yang menjelaskan secara Eksplisit atau jelas, secara gamblang, terang-terangan yang mengatakan Yesus adalah Tuhan?

Jawabannya adalah TIDAK ADA semuanya hanya secara implisit yang menyatakan Yesus adalah Tuhan.

Seringkali orang Kristen menggunakan ayat di Yohanes 13:13:

Kamu menyebut Aku Guru dan Tuhan, dan katamu itu tepat, sebab memang Akulah Guru dan Tuhan.

Tapi beberapa orang membantah karena itu diterjemahkan dengan salah atau dengan kata lain "dipaksakan". Contohnya dalam Bahasa Inggris, kata Tuhan di terjemahkan sebagai "Lord" yang memang bisa berarti sebagai Tuhan (bagi yang percaya), tapi bisa juga di artikan sebagai tuan.

Pertanyaan 2:

Kalau begitu, Yesus itu Tuhan atau bukan?

Jawabannya adalah: tergantung!

Tergantung apakah Yesus memilih Anda sebagai umatNya atau tidak. Bukan manusia yang memilih Tuhan, tetapi Tuhan yang memilih manusia. Jika Anda adalah umat pilihanNya, maka dengan satu atau lain cara pasti Anda akan di tuntun untuk mengakui Yesus adalah Tuhan dan Juruselamat.

Langkah awal yang sobat bisa lakukan untuk mengetahui apakah Yesus itu Tuhan atau bukan adalah buang jauh-jauh dulu pikiran "Yesus itu sudah pasti bukanlah Tuhan!" Tapi rendahkanlah diri sobat lalu berdoa sungguh-sungguh. Tuhan tidak senang dengan orang sombong yang merasa tahu segalanya, merasa sudah mengenal Allah atas pemahamannya sendiri.

Jika sobat ingin benar-benar mengenal Tuhan berdoalah dan katakan:

"Allah, apakah Yesus itu benar Tuhan?" atau kalau mau lebih umum, berdoa saja "Allah, tunjukkan kepada hamba, Tuhan mana yang harus saya sembah?"

Tuhan Yesus tidak akan jawab dari surga "Ya, saya memang Tuhan".. tidak, tidak seperti itu (walau tidak menutup kemungkinan), tapi seringkali Tuhan akan menjawab melalui berbagai cara-cara yang natural, salah satunya mungkin dari artikel yang saat ini sobat sedang baca.

Memang Tuhan yang memilih, tapi tugas kita adalah meresponinya. Jangan sampai Tuhan sudah mengarahkan kita untuk lebih mengenalNya, tapi kita tolak terus-menerus. Intinya, tanya kepada diri sobat sendiri: "Apakah saya ingin mengetahui Tuhan yang sejati?" Lalu setelah itu doakanlah.

Pertanyaan 3:

Jadi, orang Kristen harus percaya begitu saja? alias imani saja dan buang jauh-jauh logika?

Jawabannya adalah: tentu saja tidak.

Iman tumbuh dari pendengaran akan Firman Tuhan. Kalau ada yang bilang: "kamu berimanlah, percaya saja". Itu bukan iman, itu adalah percaya diri sendiri.

Selain itu, iman menuntut pengetahuan, itu artinya kita justru harus menggunakan logika dan mempelajari Tuhan kita. Untuk apa? Agar kita bisa mengenal Tuhan kita dengan lebih baik.

Kalau hanya terima-terima saja tanpa belajar, tanpa menggunakan otak yang sudah di karuniakan Tuhan, bagaimana anda bisa yakin kalau Tuhan yang Anda sembah itu adalah benar-benar Tuhan?

Untuk bisa mengenal Tuhan dengan baik syaratnya ada dua:

  1. Berlutut dan berdoa agar Tuhan membukakan mata hati kita.
  2. Gunakan otak Anda dan bacalah (atau dengarkan) Firman Tuhan yang ada di dalam Alkitab.

Maksud point satu diatas adalah jangan memaksakan pikiran anda yang sudah terkontaminasi dosa, namun bergantunglah kepada Tuhan, minta Tuhan untuk memberikan hikmat dan kebijaksanaan.

Jika anda mau belajar, buang jauh-jauh pikiran "Yesus itu 100% pasti BUKAN Tuhan, titik!" Kalau presaposisi pikiran anda seperti itu, akan sangat sulit mengenal Yesus yang sejati.

Tapi, Anda boleh saja bertanya: Apa benar Yesus itu Tuhan? Apa buktinya? Mana Ayatnya? Kenapa saya harus percaya Yesus itu Tuhan? Pertanyaan2 spt ini adalah hal yang sangat wajar dan bukan berarti anda meragukan iman anda. Justru pertanyaan2 seperti diatas harus muncul, tapi bukan hanya itu saja, anda harus mau BELAJAR untuk mengenal Tuhan lebih baik lagi. Dengan begitu Anda akan lebih mencintai Tuhan yang Anda kenal.

Berdoa dan Belajar (Alkitab) tidak bisa dipisahkan untuk dapat mengenal Yesus. Kita harus melakukan keduanya untuk dapat mengenal Allah yang sejati. Tidak bisa hanya berdoa saja dan juga tidak bisa hanya belajar saja, harus keduanya!

Saya akan berikan satu pertanyaan kepada sobat untuk pikirkan (menggunakan logika): Apakah sobat rela mati demi sebuah kebohongan? Saya rasa jawabannya adalah: TIDAK, untuk apa mati konyol demi suatu kebohongan.

Apa sih keunikan jemaat Kristen mula-mula (di jaman Yesus)? Mereka rela mati demi sesuatu yang sudah terjadi!!! Mereka rela mati mempertahankan iman mereka bahwa Yesus sudah mati diatas kayu salib, tapi kemudian bangkit (hidup kembali) dan naik ke surga.

Jika mereka tidak benar-benar yakin bahwa Yesus sudah bangkit dan naik ke surga atau jika mereka tahu bahwa itu hanya cerita bohongan saja, tentu mereka akan dengan mudah melepaskan iman kepercayaan mereka ketika diancam akan dibunuh dan di aniaya.

Seseorang bisa saja menjadi fanatik dan rela mati untuk suatu kepercayaan akan suatu janji atau karena ingin mendapat sesuatu (masuk ke surga, dapat imbalan, dll). Tapi tidak ada seorang pun yang rela mati hanya demi mempertahankan suatu kebohongan yang sudah terjadi.
(Liars Make Poor Martyrs)

Pertanyaan 4:

Ayat mana yang mendukung bahwa Yesus adalah Tuhan?

Jawabannya: Buaaanyaaaak, cari saja di Alkitab. Atau ketik saja di Google akan banyak yang menjelaskan

Tapi, mungkin kuota internet anda sedang akhir bulan (sekarat ) dan tidak bisa search sana sini, maka saya akan berikan sedikit penjelasan dan beberapa ayat (dari sekian banyak ayat) yang mengindikasikan kenapa Yesus itu harus disebut Tuhan.

Matius 18:20:

"Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam Nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka."

Itu artinya kalau ada orang berkumpul dan berdoa dalam nama Yesus, maka Dia akan hadir di tengah-tengah mereka. Apakah kalau Yesus itu hanya manusia biasa Dia mungkin melakukan hal itu? Tentu saja tidak! Hanya Tuhan sajalah yang maha hadir alias bisa berada di banyak tempat dalam waktu bersamaan.

Wahyu 1:17:

Yesus Berkata: "Aku adalah Yang Awal dan Yang Akhir"

Hanya Tuhan sajalah yang bisa ada di awal dan bisa ada di akhir jaman. Bandingkan dengan Yesaya 44:6:

"Beginilah firman TUHAN, Raja dan Penebus Israel, TUHAN semesta alam: "Akulah yang terdahulu dan Akulah yang terkemudian; tidak ada Allah selain dari pada-Ku."

Lalu, ada juga Yohanes 8: 58:

Kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sebelum Abraham jadi, Aku telah ada."

Dalam bahasa Inggris:

Jesus said to them, 'Truly truly, I say to you, before Abraham was born, I am.'

Bagi orang Yahudi pada jaman Yesus, mereka mengetahui yang dimaksud "I AM" (Aku adalah aku) adalah sebutan untuk panggilan Tuhan. Kita bisa lihat di Keluaran 3:14:

Firman Allah kepada Musa: "AKU ADALAH AKU." Lagi firman-Nya: "Beginilah kaukatakan kepada orang Israel itu: AKULAH AKU telah mengutus aku kepadamu."

Mungkin bagi orang jaman sekarang agak sulit memahami ini karena sudah diterjemahkan menjadi "I AM" atau "Aku adalah aku", tapi bagi orang Yahudi, jika ada manusia yang mengatakan "I Am" itu berarti menganggap dirinya adalah Tuhan (dan Yesus melakukan itu).

Kita bisa melihat di ayat terusannya setelah Yesus mengatakan "I AM" di Yohanes 8:59:

"Lalu mereka (orang-orang Yahudi) mengambil batu untuk melempari Dia; tetapi Yesus menghilang dan meninggalkan Bait Allah."

Kenapa Yesus menjadi sasaran lemparan batu? Karena Dia menyebut dirinya adalah Tuhan, dan pada jaman itu, konsekuensi untuk hal tersebut adalah hukuman mati.

Selain itu, yang perlu kita ketahui adalah, sejak masih sangat kecil orang Yahudi sudah diajarkan bahwa Allah itu ESA. Jadi, saat Yesus mengatakan bahwa diriNya adalah Tuhan, maka pernyataan tersebut sangat kontroversial, sangat salah dan bertentangan dengan yang diajarkan selama ini.

Jika orang masa kini sulit mengerti dan mencari-cari ayat yang secara eksplisit / jelas mengatakan Yesus adalah Tuhan, itu karena terjadi perbedaan budaya, istilah, serta bahasa yang digunakan pada masa kini dengan masa dulu kala. Dan lebih parah lagi, tidak mau mempelajarinya.

Yang pasti, orang pada jaman dahulu, pada jaman Yesus Kristus sangat mengerti bahwa Yesus seringkali menyatakan dirinya adalah Tuhan melalui tindakan, perbuatan dan perkataan yang Dia lakukan. Oleh karena itu, Yesus dibilang menghujat Tuhan dan akhirnya disalib karena menyamakan diriNya dengan Tuhan.

Orang jaman dahulu tahu dan mengerti, tapi tidak mau terima kenyataan kalau Yesus itu adalah Tuhan. Kalau orang jaman sekarang banyak yang tidak tahu dan tidak mengerti, apalagi mau terima

Oh iya, sebagai tambahan, kitab-kitab yang saya sebutkan sebagai contoh diatas bukan ditulis oleh Paulus. Kenapa saya bahas disini? karena orang sering mengaitkan pengajaran Kristen adalah ajarannya Paulus belaka.

Salah satu alasan lain lagi

Yesus ditulis di dalam Alkitab akan datang untuk kedua kalinya sebagai Raja diatas segala raja dan untuk menghakimi seluruh umat manusia. Bahkan bagi orang yang menolak atau tidak percaya bahwa Yesus adalah Tuhan seperti saksi Yehova (Yehuwa) pun mengakui bahwa Yesus akan datang lagi. Orang di luar Kristen sekalipun ada juga yang mengakui Yesus akan datang kedua kalinya.

Pertanyaanya adalah, jika Yesus itu adalah manusia biasa. Kenapa Dia diberikan tanggung jawab sebagai Allah yang menghakimi manusia? Jawabannya adalah: karena Yesus adalah Tuhan!

Sebenarnya saya agak aneh kalau ada orang yang percaya Yesus akan datang kedua kalinya, percaya dia akan menghakimi dan memiliki KUASA untuk MEMILIH orang masuk surga atau neraka, percaya kalau Dia adalah Raja diatas segala raja, tapi tidak percaya Dia adalah Tuhan.

Hanya Tuhan sajalah yang bisa menghakimi jiwa manusia. Tidak ada satu pun manusia di dunia ini yang memiliki kuasa untuk memasukkan orang ke surga atau ke neraka, kecuali Yesus Kristus. Karena Dia bukan hanya manusia, tapi Dia juga adalah Tuhan.

Jadi, terserah Anda, mau mau mengakui Yesus itu Tuhan atau tidak. Tapi percaya tidak percaya, YESUS lah yang akan mengadili jiwa Anda. You've been warned

Pertanyaan 5:

Bukankah banyak ayat yang bertentangan? Misalnya saat Yesus meminta orang untuk menyembah Allah yang ESA?

Untuk menjawab pertanyaan ini dapat membaca artikel: "Mengerti Allah Tritunggal Dengan Mudah klik disini"

Pertanyaan 6:

Apa sih Alasan Yesus tidak mengatakan secara gamblang bahwa diri-Nya adalah Tuhan?

Yesus sengaja merahasiakan identitas-Nya sebagai Tuhan dan Mesias (juru selamat) karena karakter-Nya telah salah dimengerti oleh bangsa Yahudi. Bangsa Yahudi mengharapkan mesias secara politik yang akan mengangkat bangsa Israel secara politik diatas bangsa-bangsa lainnya.

Sedangkan Yesus datang ke dunia bukan untuk menjadi raja secara politik yang menyelamatkan melalui peperangan dan penguasaan wilayah, namun Yesus datang untuk menyelamatkan manusia dari dosa dan kematian kekal. Mungkin karena alasan inilah bangsa Yahudi hingga masa modern saat ini banyak yang tidak menerima Yesus sebagai mesias dan Tuhan karena mereka masih menantikan mesias secara politik yang dijanjikan di Perjanjian Lama.

Sederhananya, umat Yahudi berharap mesias yang akan menyelamatkan mereka secara fisik, sedangkan Yesus adalah mesias yang menyelamatkan jiwa manusia. Oleh karena itu Yesus merahasiakan identitas diri-Nya sebagai Tuhan dan juruselamat (mesias) sampai semua karya-Nya diatas kayu salib tergenapi dan seluruh umat manusia bisa mengerti siapa Yesus itu sebenarnya.

Alasan kedua, orang Yahudi pada zaman itu tidak mengenal yang namanya konsep tritunggal. Mereka sejak kecil diajarkan bahwa Allah itu Esa. Jadi, kalau sejak awal Yesus secara terang-terangan mengatakan bahwa "Aku adalah Allah", sudah pasti orang Yahudi tidak akan menerima diriNya karena mengganggap hal itu adalah penghujatan.

Jadi, Yesus perlu menggenapi semua nubuatan di Perjanjian Lama dan puncaknya adalah peristiwa penyaliban, kematian dan kebangkitanNya, setelah itu orang baru bisa benar-benar 100% yakin bahwa Yesus adalah Tuhan. Yesus tidak ingin pernyataan diri-Nya di awal menghambat misi-Nya di dunia.

Kesimpulannya adalah, Yesus kita sembah sebagai Tuhan dan juru selamat karena Dia memberikan BUKTI dan FAKTA bahwa diriNya adalah Tuhan.

Pertanyaan dari saya

Saya akan ajukan tiga pertanyaan berikut untuk sobat pikirkan:

1. Apakah Yesus pernah menolak untuk disembah?

Jika Yesus BUKAN Tuhan, mengapa Yesus tidak pernah melarang / memarahi orang-orang yang menyembah-Nya? Alkitab jelas mengatakan bahwa Yesus tidak pernah menolak ketika orang menyembah-Nya (Matius 2:2; 2:11; 8:2; 9:18; 14:33; 15:25; 28:9,17; Markus 5:6; Lukas 24:52; Yohanes 9:38; Ibrani 1:6; Wahyu 4:10; 13:9).

Kalau ada orang menyembah saya, pasti saya akan bilang: "Jangan sembah saya! Saya bukan Tuhan!"

2. Apakah seorang presiden suatu negara pernah bilang saat bertemu rakyatnya: "Saya ini presiden, lho"

Memang Tuhan Yesus tidak pernah mengatakan secara eksplisit bahwa diriNya adalah Tuhan, tapi tanpa mengatakannya sekalipun, FAKTA membuktikan bahwa Yesus ADALAH Tuhan.

Sama seperti seorang presiden, tanpa perlu dia mengatakan bahwa dirinya adalah seorang presiden, seorang warga negara yang baik pasti mengetahui bahwa sesungguhnya, orang itu adalah presiden karena itu adalah fakta sebenarnya. Kalau ada warga negara yang tidak mengenal presidennya, berarti warga itu kurang informasi dan kurang mengenal presidennya, tapi itu tidak merubah kenyataan bahwa presiden tetaplah seorang presiden karena itu adalah fakta.

Sama dengan Yesus, orang yang mengatakan Yesus bukanlah Tuhan adalah orang yang tidak mengenal Yesus, apa yang dikerjakan oleh Yesus, apa yang dikatakanNya, tidak mengenal pribadiNya. Jadi, kalau mau yakin apakah Yesus itu adalah Tuhan atau bukan, "berkenalanlah" dengan Dia, cari diriNya di dalam Alkitab, sebab ada peribahasa "tak kenal maka tak sayang".

3. Apakah Tuhan harus bisa dijelaskan secara sederhana?

Banyak orang tidak mau menerima Yesus sebagai Tuhan karena dipikirnya rumit, aneh, tidak masuk akal. Pikir mereka "Masak sih manusia bisa jadi Tuhan? Manusia kok disembah? Dasar bodoh!". Manusia memang tidak akan pernah bisa jadi Tuhan, saya setuju itu. Tapi, menurut sobat, kalau Tuhan yang jadi manusia, apakah itu mungkin? Apakah Dia sanggup melakukan itu? Umat Kristen percaya bahwa Yesus adalah Tuhan yang menjadi manusia, bukan manusia yang menjadi Tuhan, jangan terbalik, itu sangat berbeda sekali penekanannya.

Yang kedua, banyak orang yang menuntut agar orang Kristen dapat menjelaskan secara sederhana, secara gamblang (kalau Dr. Zakir Naik meminta jelaskan secara eksplisit / terang-terangan), tentang konsep ke-Tuhan-an Yesus. Secara jujur, saya tidak bisa jelaskan secara sederhana, saya pribadi menerima Yesus adalah Tuhan, tapi selalu ada misteri di dalamnya.

Tapi kalau dibalik pertanyaannya, apakah itu berarti kita hanya mau menyembah Tuhan, hanya jika Tuhan itu dapat dijelaskan secara sederhana? Apakah kita harus benar-benar bisa mengerti Tuhan 100% baru kita mau menyembahNya?

Penutup

Banyak orang berkelahi, mencaci maki bahkan membunuh demi mempertahankan kebenaran agamanya. Topik yang dibahas diatas seringkali menjadi perdebatan.

Saya hanya ingin mengingatkan saja, bahwa Tuhan lah yang memilih kita, bukan kita yang memilih Tuhan. Jika sobat tidak setuju bahwa Yesus adalah Tuhan, ya tidak masalah, saya tidak akan memaksakan sobat untuk mempercayainya dan saya tetap menghormati apa yang sobat percayai, karena yang memiliki kuasa untuk merubah hati seseorang hanyalah Tuhan.

Saya hanya bisa mendoakan sobat agar bisa mendapatkan pengertian yang baik dan benar dan pada akhirnya mengakui Yesus adalah Tuhan dan Juruselamat Saudara. Jika sobat memiliki keyakinan bahwa saya salah, sobat boleh kok mendoakan saya agar saya mendapat hidayah. Biar Tuhan yang bekerja merubah hati kita dan menunjukkan jalan yang benar, simple kan?

Sebagai catatan, jika sekalipun ada ayat yang secara tegas dan jelas menulis "Akulah Yesus, Akulah Tuhan, Sembahlah Aku" hal itu tidak akan secara otomatis membuat orang langsung mempercayainya, pasti akan banyak juga yang menolaknya. Saya sendiri pun sempat meragukan, apa Tuhan itu benar-benar ada?

Kenapa? Karena pada dasarnya kita ini sejak semula ingin memberontak kepada Tuhan. Hati kita tidak secara natural bisa mencintai Tuhan dengan baik. Jika kita pada akhirnya bisa mencintai Tuhan, itu semata-mata karena anugrah Tuhan, karena Tuhan mencintai kita terlebih dahulu.

Kesimpulannya, jika ingin benar-benar mengetahui apakah Yesus itu Tuhan atau bukan. Maka kita perlu dua hal berikut (saya ulangi lagi):

  1. Tanya dulu ke diri sendiri "Saya mau tahu Tuhan yang sejati atau tidak?" Kalau mau, berdoalah kepada Tuhan agar membukakan hati kita dan menunjukkan jalan yang benar.
  2. Belajar Alkitab sambil terus bergantung kepada Tuhan untuk berikan hikmat dan kebijaksanaan untuk mengerti Firman Tuhan.

Jadi berdoa + belajar.

Artikel terkait: Bagaimana cara berdoa? Kenapa doa saya kering / tidak bersemangat?

Semoga artikel ini bisa memberi sedikit pencerahan. Jika ada pertanyaan atau pernyataan bisa ditulis pada kolom diskusi dibawah. Bisa atau tidak bisa jawab, saya pasti beri respon. Kalau belum ada respon berarti saya belum baca / belum sempat balas. Tuhan Memberkati

Update 20 Desember 2018:

Berikut adalah pertanyaaan (atau mungkin lebih tepat pernyataan) yang masuk melalui kolom komentar:

jawaban lu gak masuk akal semua :

Kalau begitu, Yesus itu Tuhan atau bukan?
Jawabannya adalah: tergantung!

udah jelas Isa as itu nabi

-SW

Tanggapan:

Sebelum melanjutkan, saya ingin menantang sobat untuk bertanya langsung kepada Tuhan (dengan penuh kerendahan hati) kalimat ini: "Tuhan, tunjukkan saya jalan yang benar". Saya pun sering melakukannya, saya sering meragukan dan mempertanyakan Tuhan.

Ketika saya ragu, saya dengan jujur bertanya kepada Tuhan, kenapa begini, kenapa begitu; saya tidak munafik atau dengan sombong mengatakan iman saya tidak mungkin guncang. Ketika saya ragu, saya berdoa untuk minta Tuhan kuatkan iman saya, dan sampai saat ini, Puji Tuhan, Dia masih menjaga iman saya.

Walaupun berjuta-juta atau bahkan bermilyar-milyar pendeta sepanjang zaman mengatakan dan mengajarkan bahwa Yesus itu adalah Tuhan, tetap saja itu tidak membuat saya otomatis menjadi percaya Yesus Tuhan. Saya bisa percaya bahwa Yesus adalah Tuhan karena Allah Roh Kudus bekerja di hati saya.

Bagaimana dengan sobat? Sobat tidak percaya Yesus adalah Tuhan karena apa? Karena orang lain yang mengatakan bahwa Yesus itu bukan Tuhan? Karena diajarkan demikian? Apa sobat sudah bertanya langsung kepada Tuhan?

Mari kita balik ke topik, Apakah Yesus itu Tuhan? Saya menjawab: Tergantung! Tergantung apa?

Tergantung sobat memilih percaya Alkitab atau percaya Al-Quran?

Note: sebenarnya saya sudah jelaskan di artikel diatas, jangan hanya membaca bagian itu saja, tapi baca juga pertanyaan-pertanyaan lainnya, maka akan menjadi masuk akal.

  • Al-Quran dengan jelas mengatakan bahwa Isa AS adalah Nabi
  • Alkitab dengan jelas mengatakan bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan

Sobat mengatakan bahwa "udah jelas IS AS itu nabi", jadi saya menganggap bahwa sobat adalah umat Muslim / Islam yang mempercayai Al-Quran dan saya menghormati keputusan sobat.

Tapi bagi orang-orang yang percaya Alkitab, pasti akan mengatakan bahwa Yesus itu adalah Tuhan. Saya sudah memberikan sedikit (dari banyak) ayat-ayat yang mendukung diatas, dan saya bisa tambahkan banyak lagi jika sobat ingin benar-benar tahu.

Nabi Isa AS bukanlah Yesus dan Yesus bukanlah Nabi Isa AS. Walau ada kemiripan kisah di dalam Al-Quran dan Alkitab, tapi bagi saya pribadi, kedua orang itu berbeda. Berikut beberapa letak perbedaannya:

  • Al-Quran menulis bahwa Nabi ISA AS lahir di pangkal pohon kurma.
  • Alkitab menulis Yesus lahir di kandang hewan.
  • Al-Quran menulis bahwa alasan Nabi Isa AS disalib / dakwaan terhadap Nabi Isa AS adalah karena umat Yahudi memberi berita dusta kepada raja Raja Dimasyq (Damaskus) bahwa Nabi Isa AS mengajak memberontak terhadap raja.
  • Alkitab menulis bahwa alasan penyaliban / dakwaan terhadap Yesus adalah karena menyamakan diri-Nya dengan Allah.
  • Al-Quran menulis bahwa Nabi Isa AS tidak mati disalib, tetapi orang lain yang diserupakan.
  • Alkitab menulis bahwa Yesus mati disalib.
  • Al-Quran menulis bahwa Allah menyelamatkan Nabi Isa AS dan mengangkat beliau ke langit.
  • Alkitab dengan jelas dan tegas menulis bahwa Allah Bapa menimpakan seluruh hukuman dosa manusia kepada Yesus. Allah Bapa tidak menyelamatkan Yesus.

Note: Jika ada koreksi mengenai penjelasan tentang Nabi Isa AS yang tertulis di Al-Quran, silahkan info ke saya.

Dengan kata lain, Isa AS adalah memang benar nabi menurut Al-Quran, dan Yesus adalah memang benar Tuhan menurut Alkitab. Sekarang, pilihan ada di tangan sobat, mau percaya yang mana?

Kontak: gadogacom[at]gmail.com

Copas emoticon: 😁 😃 😂 😅 😇 😈 😉 😊 😌 😍 😒 😓 😔 😳 😖 😘 😛 😡 😭 😱 😤 😎 👍 🙏

Artikel Lainnya:

 

©2009-2019 gadoga.com NP13
Disclaimer | Kebijakan Privasi