Pertanyaan Seputar Penyaliban Yesus dan Penebusan Dosa

15 November 2013 Oleh Ted

Masih banyak orang Kristen yang belum mengerti tentang hubungan penyaliban Yesus dengan penebusan dosa manusia. Ternasuk saya sendiri yang baru-baru ini saja memahaminya, padahal sudah puluhan tahun berk-KTP Kristen.

Pertanyaan-pertanyaan yang sering ditanyakan diantaranya adalah:

  • Kenapa Tuhan harus turun ke bumi? Emang Dia ga ada kerjaan?
  • Bukankah Tuhan maha kuasa dan bisa langsung menghapuskan dosa dari sorga?
  • Manusia yang salah, kenapa harus Tuhan yang di hukum (disalib)?
  • Kalau Yesus adalah anak Allah, kenapa Allah tega menyalibkan Yesus?
  • Apakah semua orang Kristen pasti masuk surga?

Untuk mengerti apa hubungannya penyaliban Yesus Kristus dengan keselamatan manusia, kita harus memahami beberapa hal:

  • Tuhan itu MAHA SUCI
  • Upah dosa ialah maut (Roma 6:23)
  • TUHAN itu tidak berubah selama-lamanya, tidak plin-plan dari awal sampai akhir.
  • TUHAN itu Adil
  • TUHAN itu kasih

Kenapa Tuhan harus datang ke dunia?

Kenapa orang Kristen sangat percaya Yesus itu adalah Tuhan yang datang ke dunia? Jawabannya adalah, karena itu semua pasti ada tujuannya. Dia datang ke bumi bukan karena ga ada kerjaan, iseng dan sebagainya.

Sebelumnya saya akan memberitahu empat cara manusia bisa hadir di dunia:

  • Tanpa seorang Pria maupun Wanita: Dia adalah Adam. Hal ini terjadi hanya sekali dalam sejarah dan tidak akan pernah terjadi lagi.
  • Tanpa seorang Wanita, hanya ada Pria: Dia adalah Hawa yang diambil dari tulang rusuk Adam. Hal ini terjadi hanya sekali dalam sejarah dan tidak akan pernah terjadi lagi.
  • Dengan seorang Pria dan seorang Wanita: Ini adalah bagaimana cara seluruh manusia biasa diciptakan.
  • Tanpa Pria, hanya Wanita: Kelahiran Yesus Kristus. Hal ini terjadi hanya sekali dalam sejarah dan tidak akan pernah terjadi lagi.

Saya menginfokan 4 cara manusia bisa hadir di dunia untuk memberitahu bahwa Yesus hadir bukan dengan cara biasa dan hanya akan terjadi satu kali dalam sejarah, tidak akan terulang lagi.

Artinya, Yesus memang berbeda. Sedangkan semua rasul dan nabi besar lainnnya adalah ORANG BERDOSA yang tidak bisa membawa manusia ke dalam keselamatan.

Dengan begitu, Tuhan pasti memiliki tujuan mendatangkan Yesus. Apa Tujuannnya? Apakah sekedar untuk meluruskan ajaran bangsa Israel? Kenapa kedatanganNya harus begitu ajaib? Baca terus artikel ini.

Kenapa Tuhan menghukum manusia?

Yang pertama-tama kita perlu pahami adalah Tuhan itu maha suci dan sangat membenci dosa. Tuhan marah apabila manusia berdosa dan hukuman dosa adalah maut, hal ini merupakan bagian dari keadilan TUHAN. Setiap manusia yang berdosa harus dihukum, tanpa kecuali.

Tapi lebih dari itu, Tuhan ingin kita bersama dengan Dia karena Dia begitu mengasihi kita. Hanya saja, karena Dia Maha Suci, oleh karena itu kita juga harus menjadi "suci".

Hubungan antara manusia digambarkan sebagai sebuah pernikahan. Kalau Anda menikah, apakah Anda rela dan membiarkan pasangan Anda berzinah? Tentu saja tidak, Anda yang setia dan "suci" pasti ingin pasangan Anda juga suci. Hanya dengan saling setia dan menjaga kesucian hidup, sebuah pernikahan dapat berjalan dengan baik. Bila kesucian itu tidak dijaga, maka hubungan tersebut akan rusak. Sama seperti hubungan kita dengan Tuhan yang rusak karena kita tidak bisa menjaga kesucian hidup.

Jadi, kalau mau relasi kita dengan Tuhan baik, kita harus suci. Tapi, apakah mungkin manusia itu suci? Alkitab mengajarkan tidak ada satu pun manusia yang suci di dunia ini (kecuali Yesus). Bahkan nabi yang paling saleh pun berdosa dan butuh juru selamat. Oleh karena itu tidak akan ada SATU pun manusia yang dapat bertemu TUHAN di surga, karena gelap dan terang mustahil untuk bersatu, terang pasti akan memusnahkan gelap.

Namun karena TUHAN itu kasih, Ia membuat rencana keselamatan bagi manusia dengan cara mengirimkan Tuhan Yesus Kristus supaya setiap orang yang percaya kepadaNya diselamatkan.

Dalam Yohanes 3: 16 tertulis:

Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.

Dan Tuhan Yesus berkata dalam Yohanes 14: 20:

Pada waktu itulah kamu akan tahu, bahwa Aku di dalam Bapa-Ku dan kamu di dalam Aku dan Aku di dalam kamu.


Orang percaya mengalami persekutuan spiritual dengan Yesus dan sekarang Allah melihat kita melalui Yesus. Hal inilah satu-satunya cara agar manusia bisa diselamatkan dan masuk sorga, karena Tuhan memandang kita, manusia berdosa di dalam dan melalui Yesus yang suci dan benar (kebenaran Yesus diperhitungkan sebagai kebenaran kita).

  • Lalu apa hubungannya dengan penyaliban Yesus? kenapa Yesus perlu disalib? Apakah Tuhan tidak bisa menyelamatkan manusia tanpa Yesus perlu disalib?

Untuk memahami konsep penyaliban Yesus, pertama-tama kita perlu memahami tentang arti pengorbanan. Jaman perjanjian lama (sebelum Tuhan Yesus datang), manusia akan memberikan korban untuk menghapus dosanya. Pemberi korban akan menumpangkan tangan kepada korban, lalu korban disembelih dan mati (alami maut), menggantikan manusia yang seharusnya mati karena dosa. Hal ini dinamakan imputasi dosa.

Korbannya bermacam-macam tergantung kesalahannya. Kalau kesalahannya kecil, maka korbannya kecil, misalnya hanya burung merpati. Kalau korbannya besar, maka korbannya harus besar, misalnya kambing, domba, dsb. Jadi, kesalahan orang berdosa tersebut akan di “transfer” ke binatang korban.

Kenapa harus korban? Karena upah dosa itu maut dan untuk menghapus dosa maut tersebut, harus ada darah yang tertumpah untuk menggantikan / menebus orang yang berdosa. Korban adalah harga yang harus dibayar untuk menebus dosa. Jadi darah diganti darah / nyawa diganti nyawa. Jika orang yang berdosa tersebut tidak memberikan korban, maka darah orang tersebutlah yang akan “tertumpah” (binasa).

Pemberian korban tidak ada hanya di dalam agama yang dianut Israel jaman dahulu, namun juga di agama-agama lain hingga saat ini. Walaupun mungkin sekilas terlihat tujuannya berbeda, tapi inti dari pemberian korban adalah sama, yaitu:

"Pengorbanan hewan agar manusia diperkenan dihadapan ilah. Karena manusia berdosa dan bersalah kepada Tuhan, maka Tuhan menuntut manusia harus melakukan hal yang berkaitan dengan korban dalam upacara agama."

Untuk bisa lebih paham, kita harus melihat peristiwa pengorbanan pertama di bumi ini, yaitu saat dosa pertama kali terjadi, pada waktu Adam dan Hawa memakan buah terlarang.

Sesaat setelah Adam dan Hawa memakan buah terlarang, dia langsung menyadari dirinya telanjang, berdosa dan takut untuk bertemu Tuhan karena Tuhan itu suci.

Untuk menutupi ketelanjangannya, mereka menutupi dirinya dengan tumbuh-tumbuhan, namun itu tidak cukup.

Walau Tuhan marah kepada Adam, namun Dia masih mengasihinya, oleh karena itu Tuhan membuat pakaian dari kulit binatang untuk menutupi ketelanjangan (keberdosaan) Adam dan Hawa.

Dalam peristiwa ini, binatang yang tidak bersalah harus menjadi korban dan mati untuk bisa menyelimuti tubuh Adam dan Hawa.

Sama seperti Tuhan Yesus yang telah berkorban di atas kayu salib agar dirinya bisa menjadi "tameng / pakaian" bagi kita. Sehingga saat kita berhadapan dengan Allah di surga, kita dianggap tidak telanjang (tidak berdosa) karena ada Tuhan Yesus yang menyelimuti kita (kita ada di dalam Yesus).

Lebih sederhana lagi saya beri contoh:

Misalnya dalam suatu pengejaran kamu akan ditembak polisi karena kamu adalah seorang penjahat dan melakukan perlawanan. Tapi ketika pelatuk pistol ditarik, tiba-tiba ayah kamu berdiri melindungi kamu dan akhirnya ayah kamu lah yang tertembak.

  • Ayah kamu yang tidak bersalah menjadi korban karena kesalahan kamu.
  • Ayah kamu menjadi tameng bagi kamu.
  • Ayah kamu mati dan mencucurkan darah menggantikan kamu yang seharusnya mati.

Peluru itu diibaratkan adalah penghukuman dari Tuhan (upah dosa adalah maut), sedangkan ayah kamu itu diibaratkan seperti Yesus Kristus yang menjadi "tameng" agar penghukuman itu tidak menimpa kamu.

Setelah ayah kamu meninggal terkena peluru, pak Polisi berharap kamu tidak lagi melawan dan menyerahkan diri, diharapkan kamu mau bertobat dan tidak mengulangi dosa kamu lagi. Kamu sudah diberikan kesempatan untuk hidup sedikit lebih lama dan menyesali dosa-dosa kamu.

  • Sekarang kembali lagi kepada pertanyaan, kenapa Yesus harus disalib? Orang yang salah siapa, malah yang di salib siapa?

Yesus disalib untuk MENANGGUNG Dosa manusia. 

Untuk memahami konsep ini saya akan memberikan sedikit ilustrasi:

Pada jaman dahulu kala ada sebuah kerajaan. Kerajaan tersebut memiliki raja yang bijaksana dan adil. Suatu saat terjadi tindakan kriminal dimana terjadi pencurian. Setelah beberapa lama, akhirnya pencuri dapat berhasil ditangkap.

Saat menerima laporan dari tentara, sang raja langsung memberi perintah untuk menghukum cambuk pencuri.

Saat hari penghukuman, sang raja baru mengetahui bahwa pencuri tersebut adalah ibunya sendiri. Sang algojo bertanya kepada Raja: ‘Apakah hukuman tetap dilaksanakan?’

Raja yang ADIL berkata: ‘hukuman tetap harus dilaksanakan’

Namun saat hendak dilakukan cambukan pertama, sang Raja berkata kepada algojo: ‘biarkan saya menggantikan posisi ibu saya’. Akhirnya sang raja pun menerima hukuman cambuk. Hal itu dilakukan karena ia sangat MENGASIHI ibunya.

Demikian pula dengan kita manusia, hukuman dosa adalah maut / kematian kekal di dalam neraka. Namun karena TUHAN sangat mengasihi manusia, Ia memberikan anak-Nya yang tunggal yaitu Tuhan Yesus Kristus untuk menanggung dosa manusia / untuk menggantikan manusia yang seharusnya dihukum dalam neraka.

Pada saat Yesus disalib, KEADILAN dan KASIH ALLAH berjalan dalam waktu yang bersamaan.
  • Saya tetap belum paham juga, kenapa Tuhan ga bisa begitu saja menghapus dosa? Kenapa harus pakai percaya Yesus dulu baru bisa selamat? bukankah Dia maha kuasa dan bisa melakukan apapun?

Sebenarnya pertanyaan ini sudah ada jawabannya diatas. Saya akan mengulangnya lagi namun dengan cara yang sedikit berbeda.

  1. Tuhan itu MAHA SUCI, Dia adalah terang
  2. Dosa adalah kegelapan
  3. Terang dan gelap tidak mungkin bersatu.

Kenapa Tuhan tidak bisa begitu saja menghiraukan dosa atau dengan mudahnya seperti menghapus dosa tanpa perlu percaya Yesus? Jawabannya adalah karena itu adalah sifat maha suci dan maha adil Allah.

Kalau dia mentolerir dosa / menghiraukan dosa, itu sama saja seperti merendahkan diri ALLAH, kalau bahasa sederhananya, seperti "meredupkan" kemuliaanNya hanya agar gelap bisa hidup bersama-sama dengan Tuhan, itu tidak mungkin terjadi kawan! Tuhan tidak mungkin mencemari kesucianNya!

Kita adalah manusia berdosa yang telah kehilangan kemuliaan Allah. Tidak mungkin kita bisa ke surga dengan usaha kita sendiri. Kita yang sudah jatuh dalam dosa sama seperti sebuah gelas yang pecah, mau di lem seperti apa juga tidak akan mengembalikan gelas seperti kondisi semula, tidak mungkin kembali menjadi mulus, bening dan tanpa cacat.

Atau saya beri contoh lain, seandainya ada penjahat yang membunuh presiden. Apakah jika penjahat tersebut bertobat dan berbuat kebaikan maka dia bisa lolos dari penjara? Tentu saja tidak. Dia tetap harus dihukum, walaupun setelah itu dia berbuat sejuta kebaikan tidak akan bisa menghilangkan dosa yang telah dilakukan.

Walaupun seorang penjahat berbuat sejuta kebaikan, tetap saja dia tidak bisa menghapus kejahatannya

Lalu bagaimana kita yang berdosa (gelap) ini bisa bersatu dengan Tuhan yang MAHA SUCI (terang)? Cuma satu cara, yaitu hanya bila kita berada di dalam TUHAN YESUS.

Tuhan Yesus menyelubungi kita, sama seperti kulit binatang yang melindungi tubuh Adam dan Hawa.

Jadi, semua manusia yang berdosa (walau hanya dosa kecil) pasti akan mengalami kematian kekal KALAU dia tidak menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan juruselamatnya.

  • Saya masih tetap ga ngerti

  • Ok,saya akan beri contoh terakhir, mudah2an yang ini bisa dimengerti.

    Misalnya ada orang mencuri mobil ayah kamu. Jika si maling itu bukan keluarga, maka pasti ayah kamu akan menjeboskan si pencuri ke dalam penjara.

    Tapi, berbeda jika yang jadi maling mobil adalah anak kamu sendiri. Mungkin ayah kamu bisa memaafkan dan tidak memproses secara hukum. Karena ayah kamu memandang anaknya.

    Sama seperti Tuhan Yesus, jika kita percaya kepada Yesus, maka Dia akan mengangkat kita menjadi anak Allah. Kita tidak masuk neraka karena Allah memandang Yesus.

    Kebenaran Tuhan Yesus diperhitungkan menjadi kebenaran kita jika kita berada di dalam Yesus
  • Kenapa harus jadi manusia?

Tujuan no 1:

Karena manusia yang berdosa, maka manusia tidak bisa ditebus dengan sesuatu yang lebih rendah nilainya. Oleh karena itu, penebusan yang sempurna harus memenuhi dua aspek, yaitu:

  1. Manusia harus digantikan oleh manusia
  2. Manusia itu harus suci

Tidak ada satupun manusia suci di dunia ini, maka juru selamat haruslah Allah yang sejati namun disaat yang bersamaan juga merupakan manusia sejati. Dialah Tuhan Yesus Kristus.

Tujuan no 2:

Agar kita mengenal Tuhan kita di dalam Yesus Kristus. Bisa dibilang agar kita tidak salah sembah Tuhan.

Di jaman dahulu (sebelum Yesus datang) orang Israel ketika menyembah Tuhan harus jelas Tuhan mana yang disembah, sehingga seringkali orang Israsel saat berdoa dengan Tuhan menyebut Allah-nya Abraham, Ishak dan Yakub.

Kalau setelah Yesus datang, maka kita bisa berdoa kepada Allah Bapa di surga di dalam nama Yesus Kristus, kita bisa mengenal Tuhan melalui Yesus.

Untuk bisa mengerti konsep ini akan dijelaskan mengenai tritunggal (akan dibahas di artikel ini nanti).

Analoginya seperti ini. Misalnya saya melihat ada kumpulan semut yang sedang angkut bangkai kecoa ramai-ramai. Karena saya mau bantu para semut, akhirnya saya pegang itu kecoa dan taruh di depan lubang tujuan bangkai itu akan dibawa. Tapi yang terjadi malahan para semut kabur melarikan diri.

Lalu bagaimana agar para semut bisa mengerti saya ingin bantu mereka? Caranya adalah dengan saya menjadi seekor semut.

Tujuan no 3:

Sebagai contoh teladan kita bagaimana kita seharusnya bersikap sebagai manusia. Yesus itu adalah manusia sempurna, jadi kita bisa mengikuti semua pengajaranNya.

Tidak ada nabi, rasul atau siapapun manusia di dunia ini yang tidak berdosa selain Yesus.

Maksudnya adalah, jika anda bingung ingin mengambil tindakan atau keputusan tertentu, anda bisa bertanya "Kira-kira apa yang akan Yesus lakukan (jika berada di posisi saya)?" atau What Would Jesus Do?

Anda tidak bisa mengganti Yesus dengan nama nabi atau rasul tersebesar sekalipun, misalnya "Apa yang akan Paulus lakukan?" Paulus itu orang berdosa, walau dia terbilang hebat tapi dia bisa saja melakukan kesalahan.

Catatan: Kita sebagai manusia memang tidak memiliki kemampuan untuk membangkitkan orang mati seperti Yesus atau mujizat2 besar lainnya, tapi yang harus kita tiru adalah Yesus mau membantu menyembuhkan orang lain, menjadikan hidup orang lain itu lebih baik lagi.

Artikel terkait: Apa mujizat itu masih ada saat ini?

  • Tuhan Yesus membayar hutang kepada siapa?

Ada beberapa orang yang berpikir, Yesus disalib untuk menebus manusia dari setan untuk membayar hutang dosa kepada setan. Tentu saja hal itu salah besar!

Yesus membayar hutang dosa kepada Tuhan. Analoginya seperti ini:

Anda tahu kan pegadaian? Misalnya anda memiliki sebuah kalung emas. Kalau anda menggadaikan kalung emas anda di pegadaian, maka berarti anda sudah tidak memegang benda itu lagi.

Bagaimana caranya agar kalung anda bisa kembali dimiliki? anda harus menebus kalung itu dan bayar ke pegadaian.

Sekarang diibaratkan seperti ini:

  • Pegadaian = Tuhan
  • Kalung emas = keselamatan

Pada awalnya keselamatan sudah dimiliki oleh manusia. Namun karena manusia jatuh dalam dosa, Tuhan mengambil keselamatan itu dari anda (seperti pegadaian yang "mengambil" kalung emas).

Bagaimana agar keselamatan bisa anda miliki kembali? Satu-satunya cara adalah dengan membayar tebusan (membayar hutang dosa).

Bagaimana cara bayar hutang dosa? Sebuah hutang harus dibayarkan dengan sesuatu yang nilainya sama atau lebih mahal (pegadaian saja ada bunganya).

Dengan syarat seperti itu, sudah pasti manusia tidak akan mampu membayar hutang dosanya sendiri. Karena manusia sudah berdosa dan tidak mungkin kembali menjadi suci, APAPUN yang mereka lakukan, perbuatan paling baik dan paling mulia sekalipun tidak bisa menghapus dosa mereka dan mengembalikan kondisi seperti awal manusia diciptakan.

Lalu bagaimana caranya? hanya melalui Tuhan Yesuslah satu-satunya cara agar kita diselamatkan. Dengan cara kita menerima dan mengakui TUHAN YESUS sudah menebus kita dan membayar semua hutang dosa, dengan lunas, dengan darahNya yang begitu mahal.

Sehingga kita yang tadinya harus binasa oleh dosa kita sudah digantikan oleh Yesus yang mati diatas kayu salib.

Kalau muncul lagi pertanyaan: kenapa Tuhan tidak kasih begitu saja keselamatan, harus ada pengorbanan, harus ada harga yang dibayar.

He he sebenarnya diatas sudah dijelaskan, tiga kali malah. Namun saya akan berikan analoginya satu lagi dengan contoh pegadaian.

Apakah dengan cara memohon-mohon ke pegadaian untuk mengembalikan kalung emas anda tanpa harus bayar tebusan lalu setelah itu permintaan anda dikabulkan? Tentu saja tidak, untuk mendapatkan kalung anda, maka anda harus bayar tebusan.

Karena itu sudah hukum / peraturan dari pegadaian dan itu tidak akan berubah karena sudah ditetapkan.

Ingatlah, pegadaian sudah memberitahu tata tertib atau peraturannya sebelum menggadaikan kalung emas. Jadi, sangatlah egois jika ada orang yang menggadaikan kalung lalu karena dia tidak bisa bayar menyalahkan pegadaian dan memaksa agar pegadaian merubah peraturan itu.

Sama seperti Tuhan, Dia sudah memperingatkan manusia untuk jangan berbuat dosa, karena Dia suci dan menginginkan kita Suci dan karena hukuman dosa adalah maut. Tapi manusia berontak kepada Tuhan, maka sudah jelas hukumannya adalah maut. Kita semua layak mendapatkan hukuman Tuhan.

Sebuah hutang harus dibayarkan dengan sesuatu yang nilainya sama atau lebih mahal

Pertanyaan-pertanyaan lainnya yang seringkali ditanyakan:

  • Pertanyaan 1: Tuhannya orang kristen ada tiga ya?

Kata Esa dalam Alkitab, kalau dilihat dari bahasa aslinya, ESA itu berarti SATU yang Terdiri dari (beberapa). Ada Allah Bapa, Allah Anak dan Allah Roh Kudus. Ketiganya adalah Pribadi yang berbeda namun esensinya satu, yaitu ketiganya adalah Tuhan yang memiliki kemuliaan yang sama.

Allah Bapa, Allah Anak yaitu Yesus Kristus dan Allah Roh Kudus adalah pribadi yang memiliki pemikiran dan kehendak, namun ketiganya selalu sehati dalam bertindak.

Secara simple penjelasan Allah Tritunggal seperti ini: Misalnya di rumah saya ada 3 Alkitab. Milik Mama ukurannya besar karena beliau matanya sudah sulit melihat dan butuh Alkitab ukuran ekstra dengan huruf yang besar2, lalu ada milik keponakan saya ukurannya kecil agar praktis dibawa kemana-mana, dan milik saya sendiri ukurannya sedang.

Ketiga Alkitab tersebut berjumlah tiga buah dan memiliki bentuk atau “pribadi” yang berbeda-beda  (ada yg besar, ada yg kecil) namun ketiganya adalah merupakan Alkitab. Jadi, Allah Bapa di sorga bukanlah Yesus, Yesus Bukanlah Allah Roh Kudus dan Roh kudus bukanlah Allah Bapa, namun esensi ketiganya adalah sama dan memiliki kuasa yang sama, yaitu sebagai TUHAN.

Tuhannya orang kristen ada tiga?

Gambar 1: Diagram “Perisai Trinitas” atau Simbol Allah Tritunggal yang biasa digunakan pada Kristen Barat Tradisional

Penjelasan tentang trinitas lebih lanjut bisa dibaca pada artikel: Mengerti Allah Tritunggal dengan mudah klik disini

  • Pertanyaan 2: Katanya Yesus rela disalib, kalau rela, kenapa Ia Berdoa minta “cawan” / penderitaan lewat?

"Matius 26:39: Maka Ia maju sedikit, lalu sujud dan berdoa, kata-Nya: “Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki.”

Yesus saat inkarnasi menjadi manusia adalah 100% manusia dan dalam tubuh manusia-Nya, Ia juga merasakan pergumulan dan rasa sakit. Semua kelemahan manusia (lapar, haus, kesakitan) Ia rasakan.

Namun Dia juga adalah 100% Allah karena Yesus sudah tahu bahwa ia akan ditangkap, disalib dan akan mati sebelum peristiwa itu benar-benar terjadi.

Markus 14: 3: Ketika Yesus berada di Betania, di rumah Simon si kusta, dan sedang duduk makan, datanglah seorang perempuan membawa suatu buli-buli pualam berisi minyak narwastu murni yang mahal harganya. Setelah dipecahkannya leher buli-buli itu, dicurahkannya minyak itu ke atas kepala Yesus

Ayat 9: Ia telah melakukan apa yang dapat dilakukannya. Tubuh-Ku telah diminyakinya sebagai persiapan untuk penguburan-Ku.

Ayat 18: Ketika mereka duduk di situ dan sedang makan, Yesus berkata: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya seorang di antara kamu akan menyerahkan Aku, yaitu dia yang makan dengan Aku.”

Dari Ayat diatas jelas bahwa Yesus telah mengetahui bahwa salah seorang muridnya akan menyerahkan diri-Nya untuk disalibkan dan Ia juga mengetahui bahwa diri-Nya akan mati.

Jadi, walau Yesus sebagai manusia yang dapat merasakan sakit, namun sebagai Allah Ia rela disalibkan walau sebenarnya memiliki kesempatan untuk melarikan diri (karena Yesus sudah mengetahui kejadian sebelum terjadi).

Cawan atau penderitaan yang tidak diinginkan oleh Yesus bukanlah penderitaan fisik, namun penderitaan yang dimaksud adalah perpisahan dengan Allah Bapa disurga. Penjelasan selanjutnya dapat dibaca dibawah pada bagian saat Yesus berteriak “Eli-eli lama sabakhtani”.

  • Pertanyaan 3: Kalau Yesus rela disalib, kenapa menyuruh murid-muridnya membeli pedang?

Lukas 22: 36-38:
36.
 Jawab mereka: “Suatupun tidak.” Kata-Nya kepada mereka: “Tetapi sekarang ini, siapa yang mempunyai pundi-pundi, hendaklah ia membawanya, demikian juga yang mempunyai bekal; dan siapa yang tidak mempunyainya hendaklah ia menjual jubahnya dan membeli pedang.

37. Sebab Aku berkata kepada kamu, bahwa nas Kitab Suci ini harus digenapi pada-Ku: Ia akan terhitung di antara pemberontak-pemberontak. Sebab apa yang tertulis tentang Aku sedang digenapi.”

38. Kata mereka: “Tuhan, ini dua pedang.” Jawab-Nya: “Sudah cukup.”

Untuk memahami ayat diatas, kita baca dulu di ayat ke 37: ” ..nas Kitab Suci ini harus digenapi pada-Ku: Ia akan terhitung di antara pemberontak-pemberontak.  Sebab apa yang tertulis tentang Aku sedang digenapi.“. Maksud dari “di antara pemberontak-pemberontak” adalah Yesus sudah tahu bahwa Ia akan disalibkan bersama penjahat. Dalam hal ini Ia akan disalibkan diantara dua penjahat di sisi kiri dan kanannya.

Oleh karena itu, Yesus menyuruh murid-muridnya untuk membeli pedang BUKAN untuk menyelamatkan dirinya dan melawan tentara yang akan menangkapnya. Hal ini ditegaskan dalam ayat 38 yang menyebutkan bahwa dua pedang sudah cukup. Apakah dua pedang cukup untuk melawan tentara yang bersenjatakan lengkap? Tentu tidak.

Lalu, pedang itu untuk apa? Yesus mengetahui bahwa saat murid-murid Yesus memberitakan injil kristus nanti, banyak yang akan menolaknya, dan beberapa dari mereka yang menolak injil akan melakukan tindak kekerasan. Oleh karena itu, pedang digunakan untuk mempertahankan diri murid-murid dan bukan untuk menyerang.

Dalam Matius 26:51-52, saat murid Yesus menyerang hamba Imam Besar (saat Yesus hendak ditangkap), Yesus menyuruh murid-Nya untuk memasukkan pedang kembali ke sarungnya. Hal ini karena Yesus mengetahui bahwa penyaliban harus terjadi.

Dalam Matius 26:53 juga dijelaskan bahwa Yesus sebenarnya memiliki otoritas untuk memanggil lebih dari dua belas pasukan pasukan malaikat untuk membantu-Nya melepaskan diri dari penangkapan. Namun Ia tidak melakukannya karena ia harus menggenapi apa yang tertulis di kitab suci.

  • Pertanyaan 4: trinitas atau tritunggal kan ciptaan manusia. Buktinya di Alkitab tidak pernah ada kata-kata tri tunggal atau tri nitas

Istilah Tri Tunggal memang diciptakan oleh manusia dan tidak ada di Alkitab, namun sejak dunia ini diciptakan ketiga pribadi tersebut telah ada bersama-sama (tidak ada yang diciptakan atau menciptakan). Hanya saja, pada kitab perjanjian lama, Anak Allah belum inkarnasi menjadi manusia (Yesus).

Kejadian 1:26: Berfirmanlah Allah: “Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi.”

Istilah “Kita” menjelaskan bahwa Tuhan terdiri lebih dari satu pribadi. Selain kitab Kejadian (kitab pertama dalam Alkitab), ke tritunggal-an Allah banyak diceritakan dalam kitab-kitab yang lain. Jadi, kalau ada yang mengatakan bahwa Yesus menjadi Tuhan karena akal-akalan manusia, karena konspirasi atau karena hasil pemikiran manusia saja, berarti mereka belum benar-benar membaca dan memahami Alkitab secara keseluruhan. Penjelasan lebih lengkap bisa membaca artikel: Penjelasan Allah Tritunggal klik disini.

  • Pertanyaan 5: Saat Tuhan Yesus di bumi, sorga kosong dong ga ada yang jaga?

Sebenarnya ini sudah bisa dijawab dengan mengerti ke tritunggalan Allah. Namun, seandainya Anda mengatakan bahwa Allah memang benar hanya satu-satunya saja, bukankah sangat mungkin kalau Ia bisa berada di berbagai tempat yang berbeda dalam waktu bersamaan? Karena Allah tidak terbatas ruang dan waktu.

  • Pertanyaan 6: Kenapa Yesus saat disalib berteriak Eli, Eli, lama sabakhtani (Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku)?

Teriakan Yesus adalah “Seruan Penggantian”. Seharusnya manusia berdosa yang meneriakkan ini, karena dosa memisahkan manusia dari Allah.

Kata “meninggalkan” bukan berarti Allah tidak ada atau pergi meninggalkan Yesus, tetapi pada kondisi tersebut Allah hadir dalam murka dan penghakiman, bukan dalam kasih dan anugrah. Ini karena dosa manusia ditimpakan kepada Yesus diatas kayu salib.

  • Pertanyaan 7: Bagaimana dengan orang-orang jaman dahulu sebelum Yesus datang? Apakah mereka diselamatkan?

Orang-orang yang hidup sebelum Tuhan Yesus datang ke dunia (jaman perjanjian lama) mempercayai bahwa akan ada mesias (juru selamat) yang akan datang. Kepercayaan terhadap mesias yang akan datang itulah yang menyelamatkan mereka. Namun, karena belum ada pengorbanan yang sempurna (peristiwa Yesus disalibkan), maka mereka perlu mempersembahkan korban sajian setiap kali mereka berbuat salah.

Selain itu, sebenarnya orang jaman dahulu sudah mengakui dan menyembah Yesus sebagai Tuhan, namun pengetahuan dan pengenalan mereka terhadap Kristus belum sempurna.

Mungkin untuk bahas ini perlu dibuat satu artikel sendiri. Tapi yang pasti, orang jaman dahulu diselamatkan karena mereka menyandarkan keselamatannya kepada Tuhan yang benar, kepada Allah Abraham, Ishak dan Yakub.

  • Pertanyaan 8: Berarti orang kristen bisa berbuat dosa seenaknya dong? Kan dosanya sudah ditebus. Jadi selama percaya Tuhan Yesus, ga masalah buat dosa, yaaah.. selama dosanya ga gede-gede banget ga masalah lah

Kalau ada orang kristen yang berpikiran seperti diatas, dia harus mempertanyakan kepada dirinya sendiri: apa benar saya orang kristen?

Orang kristen sejati akan memperlakukan Yesus sebagai Tuhan dan bukan sebagai pembantu atau sebagai "alat" penghapus dosa. Artinya dia akan berusaha sebaik mungkin untuk menjaga kekudusan hidupnya dan tidak menyakiti hati Allah.

Kalau ada orang yang ke-PD-an melakukan dosa karena dia merasa sudah ditebus, jangan heran saat penghakiman Yesus akan mengatakan: "enyahlah dari hadapan-Ku, hai kamu sekalian yang melakukan kejahatan!" (Lukas 13:27)

Bukan berarti orang kristen tidak mungkin berbuat dosa lagi, kita yang tidak sempurna ini masih mungkin sekali melakukan kesalahan baik yang disadari maupun tidak. Namun Tuhan melihat hati kita, apakah kita tidak takut untuk melakukan dosa atau kita dengan segala kelemahan berusaha dengan sepenuh hati untuk taat perintah Tuhan.

Jika kita melakukan kesalahan (khususnya yang disadari), segeralah minta ampun kepada Tuhan dan minta dia menguatkan agar kita tidak melakukannya lagi.

  • Pertanyaan 9: Kalau Tuhan Begitu mengasihi dunia ini, kenapa yang diutus adalah anakNya? Kenapa tidak Allah sendiri yang turun ke bumi?

Karena tidak akan ada manusia yang bisa hidup jika melihat langsung Allah Bapa. Karena kemuliaanNya yang sangat besar.

Oleh karena itu kita perlu berada di dalam Yesus jika ingin bertemu Allah Bapa di dalam surga, kalau tidak kita akan hancur dan musnah.

  • Pertanyaan 10: Apakah Tuhan Yesus mati untuk saya? Apakah Tuhan Yesus menebus diri saya? Apakah dosa saya yang begitu banyak telah diampuni? Bagaimana saya tahu bahwa saya adalah Anak Tuhan? Apakah saya akan masuk surga?

Untuk menjawab pertanyaan diatas, Anda harus menanyakan hati Anda sendiri.

Kalau Anda merasa diri Anda berdosa, layak menerima hukuman dan Anda membutuhkan Yesus untuk menyelamatkan Anda, maka bisa dibilang itu adalah tanda-tanda Tuhan memanggil Anda untuk datang kepada-Nya.

Walaupun kita sangat tidak layak, tapi Tuhan masih mau menerima kita. Dia tidak memandang hina jiwa yang hancur, hati yang patah dan remuk (Mazmur 51:17)

Apakah kamu percaya Tuhan Yesus telah mati bagi kamu yang berdosa? Bila ya, segera undang Tuhan Yesus untuk masuk kedalam kehidupan kamu, jangan tunda lagi. Berdoalah:

"Tuhan Yesus, terima kasih atas pengorbananMu diatas kayu salib. Aku membutuhkan keselamatan yang hanya dari pada-Mu, biarlah darah-Mu yang kudus menghapuskan dosa-dosaku. Aku menyerahkan hidupku seluruhnya ke dalam tangan pengasihan-Mu, biarlah engkau menjadi Tuhan dan kepala dalam kehidupan ku sampai akhir hidupku. Amin

  • Pertanyaan 11: Ini upaya kristenisasi ya?

Bukan kawan, kalau kristenisasi itu caranya bagi-bagi sembako dengan menawarkan kalau mau hidup enak ayo masuk kristen, itu namanya kristenisasi Yang saya lakukan disini hanyalah berdakwah sebagai bentuk tanggung jawab saya sebagai orang yang diberikan anugrah menerima Firman Tuhan.

Saya percaya bahwa TUHAN YANG MEMILIH MANUSIA, bukan manusia yang memilih Tuhan. Jadi, kalau kamu tidak setuju atau tidak percaya dengan peristiwa penyaliban Yesus, tidak masalah kawan, kita tetap bersaudara

Untuk balik lagi keatas klik disini.

Jika ada pertanyaan atau diskusi bisa mengisi kolom komentar dibawah. Bisa atau tidak bisa saya jawab, saya pasti balas. Kalau belum dibalas berarti saya belum lihat atau belum sempat.


Artikel Lainnya:

 

©2009-2017 gadoga.com
Disclaimer | Kebijakan Privasi