Penipuan Menggunakan Mandiri E-Cash

25 Juni 2015 Oleh Ted

Mungkin masih banyak yang belum tahu mengenai (Bank) Mandiri E-cash. Termasuk saya yang sampai saat ini juga belum ngeh seandainya tidak ada seorang penipu yang menghubungi saya

Update!

Berhubung ternyata banyak yang jadi korban, maka dibawah ini adalah ringkasan CIRI-CIRI PENIPUAN:

1. Penerima uang di suruh ke ATM saat ini juga

Kalau sobat disuruh pergi ke ATM saat ini juga, dijamin ini adalah 100% PENIPUAN. Jangan mau dan jangan diteruskan.

2. Minta difotokan / tanya saldo di rekening ada berapa

Kalau ada pembeli / orang yang menanyakan jumlah saldo di rekening kita, hampir bisa dipastikan itu adalah penipuan. Kalau ada orang yang mau transfer uang, maka tidak akan menanyakan jumlah saldo kita.

Jangan mau percaya kalau mereka mengatakan "biar sama-sama enak kalau ada bukti jumlah saldo sebelum dan sesudah di transfer". Itu hanya trik untuk mengetahui berapa banyak uang anda yang bisa penjahat kuras.

3. Minimal Saldo di rekening adalah Rp. 500.000,-

Kalau ada yang bilang untuk bisa terima transferan harus ada dana minimal Rp. 500.000 di rekening (atau jumlah lain), dijamin itu bohong. Jangan diteruskan, rekening jangan diisi uang atau pinjam2 dana ke teman, saudara, dsb. Selama rekening kita aktif, maka tidak ada minimum dana yang tersimpan di rekening agar bisa terima transferan.





4. Pakai kode OTP

Kalau ada yang bilang untuk bisa ambil uang harus pakai OTP (One Time Password) atau kita harus infokan kode yang kita terima melalui SMS = Dijamin itu adalah penipuan.

5. Kirim foto KTP / SIM

Kalau ada yang mau beli barang lalu mengirimkan foto KTP / SIM / Identitas diri lainnya, kemungkinan besar itu adalah penipuan. Pembeli sesungguhnya tidak akan mengirimkan foto KTP/SIM.

Saya berani jamin kalau KTP / SIM yang dikirimkan itu adalah milk orang lain yang mungkin didapat dari hasil kejahatan lainnya (copet, dsb). Dibawah ini adalah contoh SIM seseorang yang sering dipakai oleh penjahat untuk melakukan penipuan mandiri E-Cash.



Kalau sobat dikirimkan foto SIM atas nama Damar seperti diatas dan mengatakan sudah transfer dana e-cash, dll, itu dijamin adalah penipuan. Damar sendiri BUKANLAH penipunya, hanya saja SIM milik dirinya di salah gunakan oleh penjahat. (Dapat info dari pembaca yang cross check langsung ke Damar yang asli).

Biasanya penjahat akan mengatakan "ini saya kirim SIM (atau KTP) saya biar percaya, kalau ga percaya bisa datang ke rumah saya saja langsung". Itu hanya kebohongan besar. Logikanya, kalau kita mau transfer uang ke orang lain, ngapain juga suruh orang itu datang ke rumah.

Update: Ternyata penjahat juga sering meminta korban untuk mengirim foto KTP yang nanti akan digunakan untuk menipu orang lain lagi. Oleh karena itu, saya akan mulai daftar nama korban yang sudah sempat mengirimkan KTP miliknya & juga orang-orang yang nama dan datanya disalah gunakan seperti dibawah ini:

Catatan: yang ada tanda bintang (*) berarti KTP tersebut sudah pernah disalahgunakan oleh penipu.

  • AAN ROHMAN 
  • AAN SAPUTRA*
  • ABU RIZAL ABDILLAH*
  • ABDILAH BROHAM*
  • ACHMAD ALFIYAN
  • ACHMAD FARIDI
  • ACHMAD NUGRAHA SE*
  • ADE RACHMAT AGUSTIA WIDHI
  • ADEAN RELIN PUTRA*
  • ADHITYA WARMAN*
  • ADITYA SAPUTRA*
  • AFY SYAHIDAN ACHMAD
  • AFZAN AHMADI
  • AGUNG INSAN BUDIMAN 
  • AGUNG NUGRAHA PUTRA 
  • AGUS EKA PRASETYA*
  • AGUS SULAEMAN*
  • AGUSRIADI
  • AHMAD BISHRI*
  • AHMAD RIYADI
  • AHMAD SHOFWAN KHUSNAINI
  • AHMAD SHULHAN
  • AI RUDIYAT
  • AJI DENI SETIAWAN*
  • AKHMAD SYAHRUL MUBAROK
  • AKHMADI
  • ALBERD JULIVEND
  • AMRAN MEISYA RONI
  • ANA NAIMATUL JANNAH
  • ANDI JUNAEDI
  • ANDI MUHAMMAD ALFAYED ZAINUDDIN PAGGA
  • ANDIKA RAMADSYAH SEMBIRING
  • ANDITA PRATAMA*
  • ANDRE NURCAHYA 
  • ANDREAN ALEXANDER
  • ANNGA FIRDAUS*
  • ANTONI GUNAWAN*
  • ANUGRAH PUTRA JAYA*
  • ARIF ADI SETIAWAN* 
  • ASEP DWI KURNIAWAN
  • ASEP SAEPUDIN
  • AZHARI EFENDI*
  • BAMBANG SETYO*
  • BASTARI NOVIAR
  • BAYU ARIKA SERIAWAN
  • BELLA VALENTINA HERMAN*
  • BOY ADAM
  • BRAM AZIS AFFANDI 
  • BUCKHORI JUNIANSYAH
  • CAKRA CHANDRASCA
  • CICI PARAMIDA (Tangerang)
  • D. WAHYU ADI SAPUTRO
  • DAMAR*
  • DANI ARAFAT*
  • DANI HAMDAN*
  • DANANG EKO WAHYUDI*
  • DARMANSYAH*
  • DENNY ELANG PAMUNGKAS
  • DENNY PRATAMA*
  • DEVI EKA SAPUTRA*
  • DEVIDA MITA MARCELIA
  • DHIMAS FEBRIAN RUKIVILANDRI
  • DHIO PRATAMA*
  • DIAN KUSUMAWATI
  • DIDIK HERDIANA
  • DIDIK KUSTIONO 
  • DIKY GITA PERMATA*
  • DIMAS ANNAJSYAH PERDANA*
  • DIO HARIEWIJAYA 
  • DIO PRANANDA
  • DONI RENDRA HIMAWAN*
  • DWI RICKY REXY*
  • EDY WITARSO*
  • EDWARD CHRISPIAN 
  • EKA RISKY
  • EKO BAGUS SETIAWAN
  • EKO WAHYUDI, SP
  • ELLYVIA
  • ELVI NOVITA
  • EMILIA
  • ERI SUDEWA*
  • ERIC SANTOSO
  • ERLIA RULANI TOBING
  • ERVIN FERDIANSYAH SUKJAYA*
  • ERY NUGRAHA (Kudus)
  • ERYAN DWIKI EFFENDI 
  • EUNIKE DIAN*
  • EVAN* (alamat Jakpus)
  • EZRA SATRIANDI*
  • FADHOLI
  • FAHMI EMIR HARTANTO*
  • FAHMI FADHILATUL YUSRO
  • FARIZI ILHAM*
  • FAISAL (Cilangkap, Jaktim)
  • FAUZAN HANIF*
  • FAUZI RAMADHANA*
  • FELIX WISNU SEPTIANTO
  • FERDI HANDOYO*
  • FERMINDAH DEVEGA NAJOAN*
  • FERRI RASUL*
  • FIERLINDO ANGGA PRATAMA
  • FIKRI AZIS*
  • FIKRI WIJAYA*
  • FIRDAUZI YUHARMAN*
  • FIRMAN YANUAR SASTRAWINATA
  • GALIH DANAN PRABOWO*
  • GUSTINO ADI VARIANTO
  • HAFID SEPTIAN PRAYUDHA
  • HANDY SANJAYA*
  • HARIYANTO
  • HARRI SETIAWAN*
  • HARRY BAGUSTIAWAN*
  • HARY PURWANTO
  • HAZRUL ASMI* 
  • HENDRA SAPUTRA
  • HENDRI SOPIAN
  • HENRY KURNIA HUTAMA
  • HERI ARDIANTO*
  • HERNI SUKHRISTINI
  • HERU KUSMAWAN* 
  • HERYAN DIOBA GITA.
  • HESTI AGUSTIN 
  • HINUNG KURNIAWAN 
  • ILHAM SAPUTRA 
  • IMAM SUDRAJAT
  • IMAM SYAFI'I
  • INDAH FRATIWI*
  • INDRA BUDI LAKSANA
  • INDRA GUNAWAN*
  • INDRA RUKMANA
  • INDRA YUSUP N 
  • ISKANDAR SATRIAWAN*
  • ISNA ANJUMI 
  • IVAN SATRIA TAMA
  • JAKA SETYAWAN* 
  • JAROT SETYAWAN*
  • JESSLYN VALENCIA
  • JOEL CHAIDIR
  • KALDERA*
  • KARA SAPUTRA*
  • KEZIA CLAUDIA SITEPU
  • KORINT TEGUH PUTRA
  • KRIS RAMDANI*
  • KRISNA YULIAN SAPUTRA
  • LATIFURRAHMAN
  • LEONARDI FILINDO*
  • LEWI
  • LINDA APRILIANI*
  • LIONG FUI*
  • LUTFI ANDRE YAHYA
  • M. KHOLILLULOH
  • M ZAKI UDIN
  • MARIANI*
  • MAULANA CANDRA SEPTIAN*
  • MAULANA SIDDIK
  • MELA ARDILA BIDIN*
  • MELLY AGUSTINE*
  • MICHAEL BURJU PARAPAT
  • MICHAEL SATYAPUTRA PURNAMA*
  • MINDARTO*
  • MIDI* (Alamat Brebes)
  • MIRA AULIYA SITI SAYIDAH
  • MOCHAMMAD LUTHFIANTO 
  • MOHAMMAD FAHMI FADLI
  • MUH YUNUS
  • MUHAMAD ARROOFI ALNADOR
  • MUHAMAD BISRI A.G*
  • MUHAMAD HAFIZT GUNAWAN
  • MUHAMAD IMANSYAH, SE*
  • MUHAMAD ZUHRUL ANAM*
  • MUHAMMAD HARFIAN ABDULLAH*
  • MUHAMMAD HARTONO
  • MUHAMMAD LATIF DWI NURSETYAWAN
  • MUHAMMAD LUTHFI NUGRAHA
  • MUHAMMAD PRATAMA*
  • MUHAMMAD PUTRA AVIANTARA
  • MULYA ARDIANSYAH
  • MUSTOFA KAMAL SYARIFUDIN
  • NANDAR SANTOSO
  • NURVAN SYAPUTRA*
  • OKY KUKUH PRASETYO* 
  • OLIVIA DESYA SAFIRA
  • NOVIZA ARIEF WIBOWO*
  • PANJI PRIYA SEPTARANGGI*
  • PERMADI CANDRA WIKARSA
  • POLDIANTO ARI PRABOWO*
  • PONCO WAHYUDI*
  • PUJI APRILIONO
  • PUJI SASMITO HANDARYONO
  • PUTRI ADHELINE ALANG
  • RAHAYU MIA AGUSTIN
  • RAHMAN HIDAYAT*
  • RAHMAYA AYU FARIZA
  • RAISKA NOOR 
  • RANDI MARDIANA
  • RATNA KURNIA*
  • REGA APRILIANA*
  • REIMAR STEFANUS ROONG
  • RESTU WIBAWA
  • REY NALDO AZI PUTRA*
  • REZA VIRDIANSYAH*
  • RIAN DERMAWAN
  • RICKY DIKA FERDIAND
  • RICO HENDRA*
  • RIFALDY ARBASYACH
  • RIHLAH AMIRAH
  • RIKI ARFINDO
  • RIKO HENDRA*
  • RINALDY ANDRE PRINCEN POMANTOW*
  • RM DANIEL DARMAWAN
  • RIRI ARIYANTI 
  • RISKA FARHANY
  • RISKY PUSPITA SARI
  • RIZKY HARDINATA*
  • RONI KURNIAWAN*
  • RUDI SUPRIATNA*
  • RULLY ARIEF FADILLAH*
  • SANDI SEPTIAWAN*
  • SANGGRA RIZKY ARDIANSYAH
  • SAPE'I 
  • SASCIA MONIKA APRILTO
  • SELLI FITRIANI*
  • SHANDI MAULANA
  • SIMON RELLUS MANURUNG*
  • SLAMET PRIYANTO
  • SLAMET WAHYUDI*
  • SOBIKHAN (Bantul)
  • SONY PERMANA*
  • SOPAN SOPIAN*
  • SUKARDI PARUNTU
  • SYAM RAPANDA
  • TEGUH KURNIAWAN
  • TEOFILUS SETIADI YUKI
  • TETTY INDRIATY DIPRAJA*
  • TONI ABSER MANALU
  • TRI WIDIANTORO 
  • TUKI TARUH*
  • UHEN HENDRAYANI
  • ULYANA PUTRI HANDAYANI*
  • UMAR HASAN*
  • UMAR SHIDDIQ 
  • UMBUL SRI KUNCORO AJI
  • UMI MAHMUDAH
  • UNTORO SETIAWAN
  • VINA CAHYA A*
  • WAHYU ARDIANTO*
  • WAHYU BUDI SANTOSO*
  • WAHYU SUGARA
  • WILI ALDIAN
  • WILLIAM BRYAN WIJAYA
  • WIWIN HIDAYAT
  • YADDIL TIGAF
  • YOFI SETIAFAN
  • YOGI SETIADANU*
  • YOPY WASKITO*
  • ZAHRO ROKHMAWATI
  • ZUFRI AL PIANUR*

Hati-hati jika ada orang yang mengajak transaksi lalu mengirim KTP dengan nama-nama diatas, karena kemungkinan besar itu hanyalah KTP yang didapat dari hasil kejahatan (penipuan, copet, dsb) dan bukan pelaku aslinya.

Sekali lagi saya ulangi, pembeli sesungguhnya TIDAK AKAN mengirimkan foto KTP. Kalau ada orang yang ngaku-ngaku mau beli barang, mau transfer, dsb lalu kirim2 KTP, ditolak saja. Hampir bisa dipastikan itu adalah penipuan.

Jika kamu pernah kecopetan atau tertipu dan mau namanya dicantumkan diatas, silahkan mengisi kolom diskusi dibawah. Dengan bagitu setidaknya sobat bisa mencegah penipuan yang mengatasnamakan / menggunakan KTP sobat.

6. Di ancam akan di laporkan ke Polisi

Update 25 Februari 2017:

Penjahat biasanya akan mengancam korban untuk melaporkan ke polisi karena calon korban tidak mengikuti permintaannya untuk datang pergi ke ATM, dsb. Kurang lebih begini kata penjahat: "Saya sudah transfer, kamu harus bertanggung jawab. Kalau kamu ga pergi ke ATM, saya laporkan kamu ke polisi!"

Lebih jauh, bahkan si penjahat menakut-nakuti dengan membuat surat laporan palsu ke polisi seperti contoh foto dibawah:



Kalau sobat dapat ancaman "akan dilaporkan ke polisi" JANGAN TAKUT! Itu hanya gertakan saja agar sobat seperti sapi dicocok idungnya terus mengikuti kemauan penjahat. Lalu harus bagaimana?

  1. Jangan panik. Orang panik ga bisa berpikir jernih
  2. Baca baik2 semua ciri-ciri yang ada di artikel ini. Yang terutama, kalau disuruh ke ATM itu sudah dijamin 1000000% pasti penipuan. Jadi sekali lagi, jangan takut
  3. Kalau masih khawatir, segera hubungi call center bank milik sobat, ceritakan saja kronologi kejadiannya. Percakapan di telepon akan direkam, jadi sobat sebutkan kronologi kejadiannya, dsb. Nah, sobat MINTA SARAN kepada petugas call center apa yang harus dilakukan. Catat juga nama petugas call center-nya dan waktu serta jam sobat menelpon call center. Dengan melakukan hal ini, bisa dikatakan sobat sudah melempar tanggung jawab ke petugas call center, karena saya 100% yakin call center akan mengatakan "jangan diteruskan", nanti kalau memang benar ada laporan dari polisi, sobat ada bukti dan bisa bilang "Saya ga ke ATM atau melakukan ini dan itu karena kata call center jangan lakukan".
  4. Kalau perlu, lapor ke Polisi aja sekalian, bilang kronologinya dan minta petunjuk sama Polisi.

Hmm..... kok jadi ribet ya... sebenarnya sih point 3 dan 4 barusan ga perlu dilakukan, kalau sudah jelas-jelas ciri-cirinya seperti di awal artikel, ya ga usah diterusin. Ga perlu takut ancaman di laporkan ke Polisi atau dilaporkan ke "Tuhan" (anehnya orang lebih takut dilaporin ke Polisi daripada dilaporin Tuhan ).


Kalau sobat dikirimkan screenshot cara melakukan transaksi atau "bukti transfer" atau foto serupa seperti dibawah ini, itu SUDAH PASTI penipuan:




Tambahan

Dear All,

Mandiri e-Cash adalah layanan resmi dari Bank Mandiri dapat di Check melalui Website Mandiri dan Layanan Mandiri Call Center 14000..

Apabila ada modus - modus penipuan seperti ini, TS sudah mengingatkan bahwa Modus penipuan selalu memaksa kita untuk ;

1. Pergi Ke ATM
2. Perlu kita ketahui 0811 ************* / 0812*********** / 0813********* bukanlah PIN Hadiah atau Nomor PIN atau OTP 
3. OTP Dan PIN e-Cash anda jangan diberikan/ diinformasikan kepada orang lain, seperti layaknya kartu ATM jagalah PIN dan OTP anda semaksimal mungkin. 
4. Mandiri e-Cash tidak ada layanan transfer ke Bank lain, selain Mandiri artinya jika pelaku menginformasikan bahwa pembayaran sudah ditransfer melalui Mandiri e-Cash ke nomor rekening anda selain Mandiri, sudah dapat dipastikan transaksi tersebut palsu atau tidak benar. 
5. Nomor rekening e-Cash adalah Nomor telp Nasabah / pemegang e-Cash. 
6. Apabila pelaku telah mendaftarkan nama anda dalam aplikasi e-Cash tanpa sepengetahuan dan izin dari anda, anda dapat langsung telp ke 14000 untuk pegaduan
7. Jangan sembarangan memberikan ID Card / KTP / Password / NPWP kepada orang yang tidak dikenal, dokumen - dokumen tersebut adalah hal yang confidential ( Rahasia ). 
8 . Pada menu ATM Mandiri terdapat pilihan menu uang elektronik, ini adalah menu untuk Mandiri e-Cash dan e-Money. 
Pilihan dalam menu tersebut terdapat ISI ULANG / TOPUP dan Withdrawal atau ambil Cash. Jika anda diminta Top Up / Isi ulang e-Cash padahal anda bukan pengguna e-Cash, sudah dapat diindikasikan bahwa instruksi tersebut adalah penipuan. 
9. Didalam Fitur e-Cash terdapat fitur " Tarik Tunai ATM " yang dapat dilakukan di ATM Mandiri tanpa menggunakan kartu ATM ( hanya dengan memasukan nomor e-Cash anda dan kode OTP untuk itu kode OTP bersifat sangat rahasia. 
10. Segera laporkan segala indikasi penipuan yang anda alami, Telp 14000 untuk solusi terbaik dan pemblokiran nomor e-Cash si Penipu, siapa tau dana anda bisa ditarik kembali, dengan ketentuan dari Bank Mandiri yang berlaku. 
11. Selalu waspada dan teliti saat bertransaksi.

Mudah-mudahan kita dapat bersama - sama memberantas penipuan seperti ini. 
Sejatinya Mandiri e-Cash adalah uang elektronik yang dapat memudahkan kita bertransaksi.

Thanks atas partisipasi aktif dan sharing rekan-rekan semua, jangan lupa segera lapor ke Mandiri Call 14000 Center agar Pihak Mandiri dapat memberantas indikasi penipuan sedini mungkin.

Salam,
Fandia

(Thanks to Fandia via kolom komentar 🙏)


Apa itu Mandiri e-cash? Adalah uang elektronik yang bisa digunakan untuk membeli barang di merchant / toko tertentu, transfer saldo e-cash, bahkan bisa digunakan untuk tarik tunai di atm.

Kalau dari fungsi mungkin bisa dibilang hampir sama seperti kartu ATM yang bisa digunakan untuk tarik tunai, transfer, belanja di toko, dsb. Bedanya kalau ATM harus memiliki rekening bank Mandiri terlebih dahulu.

Sedangkan pengguna Mandiri E-Cash tidak perlu memiliki rekening bank dan hanya perlu memiliki sebuah ponsel dan nomor telepon yang masih aktif.

Untuk dapat menggunakan uang elektronik ini, yang harus Anda lakukan adalah mendaftarkan nomor ponsel Anda melalui menu USSD (seperti saat mau isi ulang pulsa) *141*6# lalu ikuti langkah2 selanjutnya. Setelah Anda mendaftarkan nomor telepon Anda, Anda bisa mengisi ulang mandiri e-cash melalui e-channel Bank Mandiri, transfer atm bersama atau tunai (cash) melalui retail store tertentu.

Hanya begitu saja? Yup hanya itu saja, dengan mendaftar seperti cara diatas Anda sudah bisa menggunakan e-cash untuk bayar / beli di toko-toko tertentu. Tapi kalau ingin bisa digunakan untuk tarik tunai dan transfer, Anda harus mengunjungi cabang bank Mandiri dan menyerahkan KTP untuk didata.

Inti dari saya menceritakan bagaimana cara membuat e-cash adalah untuk menunjukkan betapa mudahnya untuk bisa menggunakan cara transaksi baru ini (setidaknya untuk bayar / beli barang atau jasa).

Modus penipuan baru: Menggunakan Mandiri E-Cash

  • Penipu menghubungi saya dan mengatakan menang undian Telkomsel, sudah disiarkan di Metro TV, bla bla bla (standar lah )
  • Dia mengatakan bahwa saya menang pulsa sebesar Rp. 750.000,- dan hadiah uang tunai Rp. 10 juta
  • Untuk meyakinkan saya, dia menyuruh saya melihat layar HP apakah ada pulsa yang masuk
  • Nah disini hebatnya mereka: Di layar ponsel Android ada pop-up tulisan pulsa masuk sebesar Rp. 750.000,- Ini tampilan Pop-Up ya, bukan SMS, jadi tidak ada nama pengirim dan langsung muncul di layar (seperti kalau baru isi ulang / ada pemberitahuan resmi dari provider).
  • Dalam hati saya, hebat juga nih mereka teknologi barunya (saya dari awal sudah tau ini penipuan). Sayang sekali saya tidak sempat screenshot notifikasinya Update: Ternyata ini merupakan fitur dari operator yang dinamakan PopCall. Dan kita bisa daftar sendiri. Selain itu, entah bagaimana caranya, dalam beberapa kasus, pelaku bisa mengetahui jumlah pulsa kita dengan tepat!
  • Lalu dia menggiring saya untuk pergi ke ATM (standar penipuan banget sih ).
  • Karena saya malas saya bilang mas saya tau ini penipuan, udah dulu ya
  • Lalu dia bilang Astagfirullahaladzim, ini bulan puasa pak, saya ga mau nipu. Kalau tidak percaya coba pergi ke ATM lalu masukkan PIN, pilih menu transaksi lainnya lalu masukkan 5 digit nomor telepon. nanti akan ada tulisan: Hadiah Telkomsel 2015.
  • Dia lalu bilang, kalau tidak ada tulisan seperti itu jangan dilanjutkan, kita ga suruh transfer uang atau yang lain.... dalam hati saya... yeahh... riiight
  • Lalu karena masih malas, saya bilang saya lagi sibuk nih bisa ga nanti saja saya ke ATM-nya.
  • Dia lalu bilang: Pak, kami ada 7 pemenang lainya, jadi kalau tidak mau akan diberikan ke pemenang lainnya (lah bisa begitu ya )
  • Saya bilang: saya baru bisa 20 menitan lagi, gimana dong?
  • Dia bilang: Ok, ditunggu pak, tapi telpon jangan ditutup, nanti kalau sudah sampai di ATM tinggal lanjutkan saja pembicaraan. Ingat, telp jangan ditutup ya.
  • Saya pikir, wah kesempatan bagus nih ngerjain penipu, setidaknya buat ngabisin pulsa mereka
  • Anyway, mau tau kenapa tidak boleh tutup telp? Agar calon korban tidak bisa cek pulsa dan mengetahui bahwa sebenarnya tidak ada pulsa yang masuk seperti yang tadi diawal diinformasikan. Selain itu, dia takut kalau kita cari-cari informasi saat telp ditutup (misalnya kita tanya ke pihak Mandiri / Telkomsel untuk mencari kebenarannya).
  • Lanjut, karena penasaran apakah benar kalau pencet seperti yang diinstruksikan maka akan muncul tulisan: "Hadiah Telkomsel 2015" maka saya iseng2 pergi ke ATM. Tentunya setelah saya tidak sibuk dan bisa meninggalkan kerjaan saya (ga buru-buru). Call saat itu sudah berlangsung sekitar 25 menit.
  • Akhirnya saya meneruskan pembicaraan dengan sang penipu
  • Saya: Halo, saya sudah ke ATM nih.
  • Penipu: Ok, masukkan kartu > pin > lalu pilih transaksi lainnya > klik informasi saldo > sebutkan saldonya berapa
  • Saya: Ngasal nyebutin saldo: 1.211.756 > lalu penipu mengkonfirmasi ulang jumlah saldo saya. Tujuannya adalah agar dia mengetahui berapa jumlah uang yang bisa "dirampas"
  • Penipu: Kembali ke menu utama, lalu pilih transaksi lainnya > pilih uang elektronik > klik Mandiri e-cash > klik Isi Ulang
  • Setelah itu saya dipandu untuk masukkan nomor PIN Hadiah 0812XXXXXX (itu sih bukan pin, tapi nomor telepon ) > klik benar
  • Setelah itu muncul tampilan: No e-cash: 0812xxxxxx, Nama: Hadiah Telkomsel 2015. O jadi ini toh yang dimaksud Jadi jika pada umumnya orang mendaftarkan nomor Mandiri E-Cash dengan menggunakan nama asli (cth: Joko, Tedi, A Huang, Santi, Dewi, dsb), nah kalau penipu lebih "kreatif" dan menggunakan nama2 undian / nama lain seperti: "Hadiah Telkomsel 2020", "Saldo Rp. 10.000.000,-" "Undian Gebyar BCA 2099" dsb.
  • Setelah itu penipu menyuruh masukkan nominal 1.111.111 (karena yang dia tau saldo saya 1,2 jutaan) lalu klik benar.
  • Karena saya tidak mau melanjutkan, kemudian saya bilang:
  • "O Jadi begini modus barunya"
  • Penipu: Maksudnya?
  • Saya: Iya, penipuan model baru
  • Penipu: Kami tidak menipu, kita ga suruh transfer uang kan.
  • Saya: Iya, memang tidak transfer uang, tapi transfer pulsa (karena saya belum tau apa itu e-cash, saya pikir itu pulsa elektrik )
  • Penipu (dengan nada agak tinggi): Bapak Boleh tanya ke bank Mandiri langsung, itu bukan pulsa. Tapi uang elektronik. Kita disini resmi pak.
  • Saya: ya, apapun itulah namanya. Kalau saya ga mau terima hadiahnya gimana?
  • Penipu: Ya kita tidak memaksa kok pak, tapi kita disini ga enak karena bapak menuduh kami penipu.
  • Saya: Memang Anda penipu sambil saya ketawa
  • Penipu: Makanya, kita buktikan disini. Ada tulisan: "Hadiah Telkomsel 2015" di layar atm kan?
  • Saya: Kalau ini resmi, saya mau dikirim surat pemberitahuan dari Telkomsel. Belum sempat saya selesai bicara lalu dipotong oleh penipu: "ya sudahlah, dasar an#*ng" setelah dia mengatakan itu saya langsung tertawa cekikikan dan tidak lama setelah itu telp langsung ditutup.

Penipuan model seperti ini sudah ada sejak lama dan modusnya mirip-mirip. Contoh lain yang masih sering dilakukan hingga saat ini adalah penipuan DP mobil, motor atau rumah.

Baca Juga: Tips Menghindari penipuan di OLX

Yang membedakan penipuan ini adalah beberapa hal berikut:

  • Penggunaan sarana baru, yaitu uang elektronik yang dinamakan Mandiri E-Cash
  • Mereka mengelak bukan penipuan karena tidak disuruh melakukan transfer uang
  • Mereka bisa mengganti nama penerima electronic cash dengan nama Undian yang mereka mau (biar terkesan resmi)
  • Penggunaan teknologi baru yang bisa menampilkan pop up di layar ponsel
  • Mereka modal pulsa dan mau bersabar menelpon berlama-lama.

Update Tanggal 20 September 2015:

Penipu bisa juga membuat Mandiri E-Cash dengan menggunakan nama Anda sendiri. Tujuannya adalah agar Anda berpikir itu adalah rekening milik Anda, padahal bukan. Contoh kasus yang saya dapat info via kolom komentar.

Saya juga hampir ditipu, tapi modusnya baru nih. Saya kan berjualan online di OLX. Dia blg mau beli barang dagangan saya sharga 8jt. Masih nawar juga lo jd 7 jt, haha... hbs gitu sy blg ok, sy blg minta dp 300rb aja, eh dia maksa gpp mo dibyr lunas aja 7jt, trs msh runding2 ttg pengiriman tp di akhir pembicaraan di blg setengah dulu aja 3,5jt.

Dia blg bayarnya bisanya pk ecash krn lg hari libur dan dia ga punya atm mandiri, jd dia minta norek mandiri sy dan menyuruh sy ke atm. (Sy blm prnah tau ttg ecash) Sebenarnya sy sdh curiga krn sy mnta dp 300 kok dia maksa mo ksh 3,5jt, tapi ya namanya sejak jd penjual online dari 1999, menemui banyak buyer yg aneh2 prmintaannya, jd sy iyakan aja.

Sampai di atm tuh saldo ada 6jt, saya kosongin dulu (ambil tunai). Belum smpet slesai eh dia dah telp lg, nanya knp sy sdh smpai d atm kok ngga telp dia. Akhirnya sy turutin aja dia srh sy masukkin nmr ecashnya (yg pastinya nmr hpnya dia), dan nomor itu trnyata didaftarin atas nama saya! Saya yg sdh curiga tidak mau meneruskan, dia maksa2in, akhirnya krn sy pikir jg saldo sdh saya ambil (sisa 196rb), saya tekan "Yes" dan keluar saldo tidak mencukupi.

Saya lsg maki, eh brani juga lo ibu ini masih membantah astagafirullah dan marah2 blg istri sy dsrh melacur lah apa, malah nantang saya utk lapor polisi. Nomornya 082183433xxx. Dan nomor yg digunakan penipuan ecash yg didaftarin atas nama saya 08520863xxx.

Catatan: Nomor telepon pelaku bisa dicari di kolom komentar dibawah.

UPDATE TANGGAL 11 Nov 2015: PENIPUAN DENGAN MODUS MENGGUNAKAN BANTUAN LANGSUNG TUNAI

Astaghfirullah saya baru kena tipu modusnya seperti ini juga min:( modus yg dia gunakan di saya adalah penerimaan BLT (Bantuan Langsung Tunai).

Mereka ngakunya dari pihak BLT dia yg telpon ini selaku sbg DIREKTUR UTAMA. Ya pertama kali mereka nelfon saya, mereka konfirmasi dulu ke saya apakah nama bapak benar adalah bapak...... ya benar itu adalah nama saya, kemudian dia juga tau kalau tahun lalu itu penerimaan BLT dalam bentuk cash langsung yg diambil di kantor pos.

Trus mereka blg lagi kalo sekarang itu penerimaan BLT lewat atm. Dan saya disuruh untuk pergi SEGERA ke atm mandiri terdekat. Bodohnya saya percaya2 aja min:( padahal udah tau kalo ini trik2 penipuan. Saya tambah percaya lagi kalo nomer yg saya gunakan ini adalah nomer yg dikasi sama mba2 dikantor posnya.

Ya waktu itu pas nerima BLT saya dikasi kartu perdana Telkomsel. Gunanya, biar selalu update info BLT selanjutnya gitu. Lantas saya pergi ke atm, ya semenjak mereka GA NYURUH TRANSFER, tapi mereka bilang suruh KE MENU ECASH. Saya disuruh kotak katik disitu.

Bener2 saya seperti robot ya org saya ge ngerti soal ecash2 ini. Eh tiba2 SALDO SAYA BERKURANG sbesar 900rb. Omg kenapa bisa. Tp saya tanya kok berkurang pak saldonya? Trus dia bilang iya itu transaksinya lg pending pak silakan ikuti kami lagi.

Disini saya mulai ga percaya sama dia. Langsung saya tanya alamat lengkapnya atas nama siapa gitu2. Dan dia bilang iya dapat dipertanggung jawabkan kok pak dan ini DEMI ALLAH. Dia mengatasnamakan nama Allah utk menipu:(.

Lalu saya minta uang saya dikembalikan lg. Lalu dia ke lagi2 nyruh saya ke atm kembali untuk proses pengembalian. Sy bilang awas ya pak kalo uang saya ga dikembalikan saya akan stop transaksi ini dan bakal lapor bapak ke pihak yg berwajib. Dia bilang iya, dapat dipertanggung jawabkan kok pak ini.

Yaudah deh saya ke atm lg dan lagi2 disuruh kemenu ECASH. Dan saldo saya tinggal 88rb dr 1,2 juta. Astaghfirullah:( udahlah saya stop dan pergi dr situ. Astaghfirullah min, ga hanya org2 kaya aja, org2 susah pun yg notabene sebagian besar SANGAT AWAM dgn hal ini ikut jd inceran mereka.

Haduh min nyesel saya dgn kejadian semalem:( garela tp mau gimana lagi:( semoga dpt jd referensi untuk para penerima BLT kalau disuruh ke atm itu JGN MAU. Mana itu uang buat baayar kuliah min astaghfirullah bisa balik ga ya min:( ini nomernya dia 08531199xxxx. YG NGAKUNYA atas nama bpk agung setiawan sebagai dir. utama. kantor pusat: Kh hasyim asyari ruko roxi mas no 4. Lantai dasar.

Catatan: Nomor telepon pelaku bisa dilihat pada kolom komentar dibawah.


Demikianlah artikel mengenai penipuan menggunakan fasilitas Mandiri E-Cash dengan modus hadiah 10 juta dari Telkomsel, modus Bantuan Langsung Tunai, Transaksi jual beli, dsb.

INTINYA ADALAH:

1. JANGAN PERNAH MAU KALAU DISURUH PERGI KE ATM.

Untuk setiap undian, hadiah, transaksi jual beli, bantuan langsung tunai, dll yang resmi, dari dulu sampai sekarang tidak pernah ada prosedur disuruh pergi ke ATM.

Saya sudah berpengalaman bertahun-tahun transaksi transfer men transfer (baik kirim atau terima) dan tidak pernah ada sekalipun prosedur yang mengharuskan penerima dana harus pergi ke ATM.

Intinya, dengan rayuan atau alasan apapun (walaupun terkesan alasannya masuk akal), tapi kalau pada akhirnya disuruh ke ATM = sudah pasti PENIPUAN.

2. TIDAK PERLU ADA MINIMAL SALDO DI REKENING AGAR BISA DI TRANSFER

Kalau ada orang yang bilang, gagal transfer karena rekening anda dananya kurang (misalnya ada orang yang bilang anda harus minimal ada saldo 500 ribu baru bisa di transfer), ITU SUDAH PASTI PENIPUAN.

Jika rekening anda masih berfungsi / aktif, maka biar saldo cuma sisa 1.000 Rupiah pun pasti tetap bisa di transfer dgn normal.

Jadi, jika anda masih ragu-ragu apakah ini penipuan atau tidak dan ingin coba-coba, kosongkan saja rekening anda terlebih dahulu. Jika dia bilang harus ada minimal saldo = saya jamin 1000% itu pasti PENIPUAN.

Tambahan

Saya akan sharing sedikit pengalaman pribadi saya (boleh dibaca boleh juga dilewati). Saya sangat mengerti bagaimana rasanya kehilangan uang, apalagi jika itu adalah hasil jerih payah bertahun-tahun.

Belum lama ini saya juga tertipu, bukan tentang Mandiri E-cash, tapi yang lainnya. Untuk detilnya saya tidak perlu jelaskan nanti kepanjangan, tapi intinya adalah penipuan yang baru saya alami berdampak sangat besar dan sampai membuat saya berada pada titik terendah (dalam segi keuangan) dalam hidup saya selama ini.

Sebagian dari diri saya berkata "kenapa Tuhan mengijinkan ini terjadi kepada saya? padahal saya kerja jujur, saya tidak menipu, saya bekerja sebaik-baiknya"

Tapi disisi lain saya sadar bahwa saya harus tetap bersyukur karena masih diberi kesehatan untuk masih bisa bekerja dan berusaha, saya tidak boleh sia2kan anugrah itu. Justru saat kondisi terpuruk seperti inilah Tuhan sepertinya memanggil saya. Saya seperti "dipaksa" untuk berlutut berdoa minta pertolongan Tuhan.

Mungkin selama ini saya sering melupakanNya, mungkin selama ini saya terlalu mengandalkan diri sendiri. mungkin selama ini saya terlalu egois karena menggunakan uang untuk kepentingan pribadi saja. Padahal materi dan segala hal yang ada di dunia ini adalah milik-Nya, kita hanya dititipkan untuk mengelolanya bagi kebaikan banyak orang.

Di satu sisi saya memang merasa begitu terpuruk, tapi anehnya pada saat yang bersamaan saya malah merasa bahagia karena menjadi lebih dekat dengan Tuhan. Tuhan seperti berkata "AKU adalah sumber segala berkat, kamu bergantung lah pada Tuhan, jangan mengandalkan diri sendiri atau kamu akan hancur".

Jujur saja saya pribadi tidak tahu bagaimana caranya untuk mengatasi masalah keuangan saya, bagaimana cara melunasi tagihan untuk bulan ini dan bulan-bulan selanjutnya. Tabungan saya juga sudah habis. Tapi disaat seperti inilah iman saya diuji.

Yang perlu saya lakukan adalah berkerja sebaik-baiknya dan terus mengandalkan Tuhan. Saya tidak akan melakukan hal-hal sia-sia dengan berkata "andai saja".. (andai saja saya tidak tertipu, andai saja saya tidak memulai proyek itu, andai saja saya tidak mempercayai orang itu... atau andai saja-andai saja yang lain). Pemikiran seperti itu sama sekali tidak ada gunanya dan hanya menenggelamkan saja.

Itu sudah berlalu, biar jadi pelajaran agar saya dapat memperbaiki diri sendiri dan saya harus fokus ke depan. Seharusnya saya malah harus bersyukur, karena kalau kehidupan saya "sempurna" atau tdk ada masalah, maka sangat mungkin saya melupakan Tuhan.

Saya harus selalu mengingat bahwa Tuhan adalah pemilik kehidupan ini, semuanya adalah milik Tuhan. Termasuk uang saya yang dibawa kabur, itu sebenarnya bukan milik saya, itu hanya titipan Tuhan. Dan yang terpenting, kejadian ini DIIJINKAN TUHAN untuk terjadi, sekarang kita tinggal mencari tahu dan peka apa maunya Tuhan dalam kehidupan kita.

Berarti Tuhan jahat dong, karena Dia tinggal diam saja dan tidak mencegah atau menghukum para penjahat. Eitss... nanti dulu, coba baca artikel ini.

Buat korban penipuan, yang sabar ya bro & sis. Uang bisa dicari lagi kok tetap semangat dan tetap bersyukur (jangan hanya saat kondisi baik2 saja baru kita bersyukur he he he). Dalam susah dan senang kita harus selalu bersyukur. Tenang saja, Tuhan akan membebat luka-luka kita.

Jangan berdoa minta Tuhan mudahkan, berdoalah agar Tuhan beri kita kekuatan. Dengan begitu kita akan setingkat lebih baik dibanding kemarin.

Buat para pelaku penipuan, bertobatlah sebelum murka Tuhan menimpa anda. Anda boleh saja tidak percaya Tuhan, tapi saya berani jamin hidup anda saat ini tidak damai sejahtera. Selalu ada lubang hitam dan kekosongan yang tidak akan bisa anda isi dengan uang sebanyak apapun. Bertobatlah sebelum terlambat, siapa yang bisa jamin besok anda masih hidup? Uang ga bisa dibawa mati!


APAKAH PELAKU BISA MENGAMBIL UANG KITA LAGI KEDEPANNYA?

Update 02 Maret 2016: Berhubung banyak yang menanyakan "apakah dana saya akan ditarik secara otomatis / diambil lagi ketika saya menabung / mengisi rekening nanti?"

Jawabannya adalah: Tergantung apa yang anda lakukan di dalam ATM dan apakah anda mendaftarkan nomor m banking (mobile banking pelaku).

Untuk dapat mengambil uang dari rekening anda, maka diperlukan beberapa hal, yaitu:

  1. Nomor Kartu
  2. Masa Berlaku
  3. Nama yang tertulis di kartu
  4. 3 digit dibelakang kartu (CVV)
  5. Nomor telepon untuk otorisasi

Jika point 1 sampai 4 sudah diketahui oleh penjahat dan apalagi anda mendaftarkan nomor telepon pelaku (point 5) sebagai nomor m banking, maka mereka dapat menguras rekening anda tanpa perlu ke ATM!

Info lebih lengkap bisa membaca artikel: Apa saja yang diperlukan oleh penjahat agar bisa mengambil uang dari ATM / Tabungan secara otomatis.

Saya awalnya menulis artikel ini untuk iseng saja, namun ternyata banyak juga yang menjadi korban penipuannya Oleh karena itu, untuk mencegah orang lain tertipu dengan modus seperti ini, anda bisa menyebarkan artikel ini dengan klik tombol social media di artikel atau copy paste alamat web berikut:

gadoga.com/penipuan-mandiri-e-cash.html

Semoga bermanfaat

 




Berlangganan (Free):



Copas emoticon: 😁 😃 😂 😅 😇 😈 😉 😊 😌 😍 😒 😓 😔 😳 😖 😘 😛 😡 😭 😱 😤 😎 👍 🙏

Jika dirasa artikel ini berguna, silahkan di share / dibagikan

Kembali ke atas 🚀

©2009-2017 gadoga.com - GIG17
Disclaimer | Kebijakan Privasi